Kedermawanan Hakim Ziyech dan Lika-liku Bersama Timnas Maroko

spot_img

Kiprah Timnas Maroko di Piala Dunia 2022 sangat menginspirasi dunia. Ada banyak sekali pemain yang diandalkan dan mendapat sorotan. Orang cenderung akan melihat Youssef En-Nesyri karena golnya ke gawang Portugal di babak perempat final.

Namun, selain En-Nesyri ada pemain lain yang layak mendapat apresiasi atas dedikasinya untuk Timnas Maroko. Ya, dia adalah Hakim Ziyech. Pemain kelahiran Belanda yang memilih untuk membela Maroko meski punya kesempatan untuk berseragam De Oranje.

Perjalanan Hakim Ziyech dalam dunia sepakbola tergolong panjang. Dia punya banyak cerita untuk dikisahkan. Dari mulai pahit hingga manis, pemain yang kini berseragam Chelsea itu telah melewati semuanya. Dan berikut sepenggal kisah kedermawanan Ziyech dan lika-liku bersama Timnas Maroko.

Memilih Maroko Daripada Belanda

Hakim Ziyech tercatat pernah membela berbagai jenjang usia Timnas Belanda. Dari U-19 hingga U-21. Menurut situs Transfermarkt, ia telah mengantongi delapan caps bersama Timnas Belanda muda. Dari situ bakatnya mulai tercium oleh tim-tim Belanda, tak terkecuali FC Twente, klub yang pada akhirnya menjadi pelabuhan Ziyech selanjutnya.

Saat bergabung dengan Twente pada tahun 2014, usianya sudah 21 tahun. Maka dari itu, ia sudah tak bisa membela tim muda Belanda. Ini saatnya ia naik level untuk bergabung dengan skuad senior. Namun, karena Belanda berisikan nama-nama beken macam Wesley Sneijder, Gio Wijnaldum, hingga Arjen Robben, debut Ziyech tertunda.

Ziyech sempat mendapat panggilan ke tim nasional Belanda pada bulan Mei 2015 untuk mempersiapkan laga uji coba melawan Amerika Serikat. Sayangnya, ia mengalami cedera yang membuatnya gagal bergabung dengan skuad asuhan Guus Hiddink. Beberapa bulan berselang, federasi sepakbola Maroko justru datang dengan tawaran yang sangat menggiurkan, yakni proyek jangka panjang dan menit bermain reguler.

Kabarnya, Ziyech juga memiliki hubungan yang buruk dengan staf kepelatihan Belanda saat itu, jadi ia pun menerima tawaran Maroko pada September 2015. Keputusan Hakim Ziyech untuk lebih memilih membela tim nasional Maroko punya konsekuensi yang mahal. Beberapa orang bahkan menyebutnya bodoh dan tak tahu terimakasih karena lebih memilih Maroko ketimbang Belanda yang sudah membesarkannya.

Ziyech Bantu Maroko Lolos ke Piala Dunia 2018

Hakim Ziyech jadi contoh kecil program pemerintah untuk meningkatkan mutu sepakbola Maroko, dengan memulangkan pemain-pemain yang memiliki darah Maroko yang tersebar di berbagai belahan dunia. Sekitar tahun 2014, Federasi Sepak Bola Maroko melakukan pemantauan terhadap bakat-bakat lapangan hijau dengan darah dari negara Afrika tersebut. 

Hal itu dilakukan dengan dasar Maroko yang pernah ditinggal besar-besaran oleh penduduknya ke Benua Eropa saat mengalami krisis ekonomi pada tahun 1970-an. Peristiwa tersebut menyebabkan banyak orang keturunan Maroko yang lahir dan besar di negara dengan sistem pembinaan sepakbola yang sudah oke.

Beruntungnya, meski sudah membangun karir di negara lain, mereka punya nasionalisme yang tinggi pada tanah leluhurnya. Sehingga pemain macam Hakim Ziyech, Achraf Hakimi, dan Yassine Bounou memilih untuk memperkuat Timnas Maroko dibanding negara tempat mereka tumbuh.

Hakim Ziyech bisa dibilang jadi pemimpin generasi baru sepakbola Maroko yang dipersiapkan untuk merevolusi sepakbola Maroko di kancah internasional. Target mereka tak tanggung-tanggung, Piala Dunia 2018 harga mati.

Bersama Skuad yang sudah berevolusi, Hakim Ziyech dkk berjuang untuk tampil di Piala Dunia 2018. Hasilnya? Sangat memuaskan. Timnas Maroko berhasil lolos ke Rusia dengan memuncaki klasemen Grup C kualifikasi babak ketiga Zona Afrika. Ziyech mengukir sejarah bersama Maroko, lolosnya ke Rusia menandakan kembalinya Maroko ke Piala Dunia setelah absen selama 20 tahun. 

Tersisih Dari Skuad Maroko, Kok Bisa?

Sayangnya, sang pelatih Herve Renard yang juga berjasa mengantarkan Hakim Ziyech dan kolega melenggang ke Piala Dunia 2018 justru dipecat pada tahun 2019. Pria berusia 54 tahun itu digantikan oleh Vahid Halilhodžić, mantan pelatih klub Prancis, Nantes. Ia ditunjuk untuk mempersiapkan tim jelang Piala Afrika 2021.

Namun, pergantian kursi kepelatihan ini justru tak berdampak baik pada Hakim Ziyech. Namanya tak masuk dalam skuad jelang kick off Piala Afrika 2021. Nama Ziyech bahkan sudah tak pernah menghiasi skuad Maroko asuhan Vahid, sejak terakhir tampil di laga uji coba melawan Burkina Faso pada 12 Juni 2021.

Kok bisa, pemain andalan Timnas Maroko justru tak dipanggil? Usut punya usut, kabarnya Ziyech tak memiliki hubungan yang baik dengan sang pelatih. Ziyech dan Halilhodžić diketahui sudah beberapa kali terlibat cekcok.

Api konflik antara Ziyech dan Vahid pertama kali mencuat tak lama setelah laga uji coba Maroko melawan Burkina Faso. Setelah laga tersebut, Halilhodžić merasa kecewa dengan perilaku Ziyech yang disebutnya tak pantas jadi panutan di timnas Maroko. Ia juga mencap Ziyech sebagai pemain yang malas, jadi ia tak pantas berada di dalam skuad Maroko.

Sementara itu, Ziyech menganggap pernyataan Vahid adalah kebohongan. Bahkan The Athletic pernah mewartakan kalau ada orang dalam Chelsea yang justru mengklaim Ziyech ini merupakan pemain yang patut dicontoh. Ziyech juga mampu memberikan aura positif di ruang ganti The Blues. Namanya manusia, barangkali pada saat itu, Ziyech tak berada dalam mood terbaiknya.

Buntut dari konfliknya itu, setelah Piala Afrika 2021 Hakim Ziyech mengeluarkan sebuah pernyataan kontroversial. Di depan media, ia dengan tegas menyatakan pensiun dari laga internasional dan enggan membela Timnas Maroko di masa mendatang.

Recall!

Di luar dugaan, Ziyech ternyata masih mau untuk kembali menerima panggilan dari Timnas Maroko jelang Piala Dunia 2022. Orang yang berperan untuk meluluhkan hatinya adalah sang suksesor Vahid, Walid Regragui.

Ketika Walid bicara dengan Ziyech, sang pemain langsung menerima tawaran kembali ke tim nasional. Ziyech bahkan mengaku sudah tidak sabar ingin kembali bermain di level internasional dan membantu Timnas Maroko berjuang di Piala Dunia 2022.

Kehadiran Ziyech tentu menjadi angin segar buat Maroko. Pasalnya, mereka membutuhkan jasa Ziyech agar bisa menunjukkan penampilan terbaik di Piala Dunia 2022 nanti. Dan benar saja, Ziyech lagi-lagi jadi sosok penting di balik kesuksesan Maroko menembus babak semifinal kompetisi empat tahunan tersebut.

Meski baru berkontribusi dua gol dalam lima pertandingan, peran Ziyech di sektor sayap kanan hampir tak pernah tergantikan. Ia membangun trio yang solid dengan Youssef En-Nesyri dan Sofiane Boufal.

Hakim Ziyech Masyaallah Tabarakallah

Jelang laga kontra Prancis di semifinal, terungkap fakta mengejutkan tentang Hakim Ziyech. Ternyata mantan punggawa Heerenveen tersebut selama ini tidak mengambil gaji dan bonusnya di Maroko selama gelaran Piala Dunia 2022. Semuanya telah disumbangkan.

Dilansir dari SportBible, sejak bergabung dengan Timnas Maroko pada tahun 2015 silam, Ziyech tidak pernah mengambil sepeserpun gajinya dari timnas. Ia selalu menyumbangkan seluruh gajinya untuk keluarga miskin di Maroko atau keluarga para staf yang bertugas di timnas Maroko. 

Kabarnya Ziyech juga menyumbangkan gaji timnasnya selama ini ke beberapa rumah sakit untuk pasien penderita kanker. Hal tersebut pun berlanjut di ajang Piala Dunia 2022.

Ziyech akan menerima bonus dari Timnas Maroko sebesar 280 ribu pound atau setara Rp.5,4 miliar selama partisipasinya di ajang Piala Dunia kali ini. Dan uang itu rencananya juga akan disumbangkan. Masyaallah Tabarakallah, akhi Ziyech.

Sumber: Goal, Sporting News, Morocco World News, BBC, The Athletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru