Katanya Manchester City Kena Kasus, Kok Bisa Jor-Joran Belanja Pemain?

spot_img

Angin nasib antarkan Manchester City pada kekalahan dari Real Madrid di Etihad. Setelah sekian psywar jelang laga, The Citizens justru dipaksa mengantongi rasa malu. Kena comeback, ya kali nggak malu? Tapi tenang, walau nasib di lapangan tak memihak, tapi di luar, nasib baik masih menaungi Manchester City.

Bursa transfer musim dingin telah ditutup. Forbes melaporkan, pengeluaran tim-tim di bursa transfer Januari musim ini, lebih besar ketimbang musim kemarin. Manchester City menjadi tim yang paling banyak ngeluarin duit di bursa transfer kemarin. Padahal The Citizens sedang terseret kasus.

Dugaan 115 pelanggaran financial fair play masih mengancam mereka. Tapi kenapa City masih bisa belanja pemain, bahkan jor-joran di jendela transfer musim dingin? Kita akan cari tahu jawabannya.

Pembelian Manchester City

Hari-hari menjelang dibukanya bursa transfer musim dingin, Josep Guardiola dihadapkan segambreng persoalan. Salah satu paling nyata adalah performa tim yang amburadul. Selain megap-megap di Liga Champions, City yang biasanya melongok ke bawah untuk melihat posisi Nottingham Forest, kini harus mendongak ke atas.

Tornado cedera juga menghantam. Mau tidak mau, Guardiola mesti menambah amunisi baru. Jadilah, di bursa transfer musim dingin, The Citizens menggelontorkan banyak uang. Menurut Transfermarkt, tak kurang dari 218 juta euro (Rp3,7 triliun) dihabiskan. Ini lebih banyak dari yang mereka keluarkan di bursa transfer Januari musim lalu.

City hanya menghabiskan 18,5 juta euro (Rp315 miliar) di bursa transfer Januari musim lalu. Dan itu cuma satu pemain doang, yakni Claudio Echeverri. Sementara musim ini, City mengangkut enam pemain, antara lain Abdukodir Khusanov, Vitor Reis, Omar Marmoush, Nico Gonzalez, Juma Bah, dan Christian McFarlane.

Nama yang terakhir menjadi satu-satunya pembelian gratis The Citizens. Sisanya, City mesti mengeluarkan kocek yang tak sedikit. Bahkan untuk Juma Bah, yang dibeli lalu dipinjamkan, City membayar 6 juta euro (Rp102 miliar) Real Valladolid. Untuk empat pemain sisanya, tak kurang dari 20 juta euro dikeluarkan.

Vitor Reis diboyong 37 juta euro (Rp643 miliar) dari Palmeiras, City membayar 40 juta euro (Rp695 miliar) pada Lens untuk Khusanov. Lalu, The Citizens juga mentransfer 60 juta euro (Rp1 triliun) ke Porto demi Nico Gonzalez. Dengan banderol 75 juta euro (Rp1,3 triliun), City menjadikan Omar Marmoush pembelian termahal mereka di bursa transfer musim dingin dalam lima tahun terakhir.

Sidang Manchester City yang Dihentikan

Yang jadi pertanyaan, mengapa City tak diembargo di bursa transfer, padahal mereka terseret kasus financial fair play? Manchester City memang tengah menghadapi 115 dakwaan itu. Dakwaan bisa bertambah, tapi juga tak menutup kemungkinan berkurang. Perkara ini telah sampai ke meja hijau.

Sidang independen digelar. Segala tuntutan ditodongkan pada Manchester City. Mulai dari pencabutan gelar, diusir dari Premier League, hingga denda yang sangat besar. Selama tiga bulan adu argumen hukum terjadi di Pengadilan Penyelesaian Sengketa Internasional di London. Di meja hijau juga terkuak, bahwa City tidak hanya terkena 115 kasus, tapi bertambah menjadi 130 kasus.

Mengutip laporan The Times seperti dikutip Goal, panel yang bertugas menyampaikan putusan mendesak agar sidang itu mencapai keputusan secepatnya. Amar putusan harus diumumkan pada akhir Januari 2025. Tapi yang terjadi, sidang itu justru ditutup pada 6 Desember 2024 lalu. Anehnya, saat sidang ditutup, tak ada keputusan yang dijatuhkan.

Aji Mumpung Manchester City

Tidak jelas kapan sidang ini akan dilanjutkan lagi. Hanya saja menurut laporan Football Insider, sidang ini bisa saja ditunda hingga Maret 2025. Sidang ditunda dan tak ada keputusan, Manchester City pun aji mumpung. Daripada musim depan mendapat hukuman embargo transfer, tidak ada salahnya belanja pemain lebih dulu.

Makanya kan, kelihatan tuh, Manchester City enteng banget ngeluarin duit di bursa transfer musim dingin kali ini. Berbeda sekali dengan empat musim sebelumnya. Walau begitu, City juga tak sekonyong-konyong belanja pemain.

Mereka mengatur siasat dan muslihat agar kelak, operasi gila-gilaan di bursa transfer musim dingin kali ini, tidak malah makin memberatkan mereka di pengadilan. Pemain-pemain yang dibeli Manchester City kemarin itu, tidak semuanya dibayar kontan.

Nico Gonzalez itu mbok kira dibayar lunas di muka? Tidak. Sama sekali tidak. City awalnya menawar Nico 40 juta euro (Rp682 miliar) pada Porto. Namun klub Portugal itu ingin City membayar klausul pelepasannya senilai 60 juta euro (Rp1 triliun). City mengiyakan, tapi enggan membayarnya di muka.

The Citizens bersedia membayar klausul pelepasan Nico tapi dengan cara mengangsur. Porto pun sepakat. Nico Gonzalez akhirnya memperkuat Manchester City pada bursa transfer Januari kemarin.

Tidak Akan Terkena Larangan Transfer?

Sebetulnya City tidak perlu melakukan aji mumpung, atau cemas kalau-kalau dilarang transfer. Mantan penasehat keuangan The Citizens, Stefan Borson, membaca bahwa peluang Manchester City terkena larangan transfer akibat dakwaan financial fair play, sangatlah kecil. Menurutnya, kasus yang dihadapi City lebih rumit.

Jika pelanggaran yang dilakukan City lebih serius, pelarangan transfer malah tidak akan menyelesaikan masalah. Masih menurut Borson, andai City memang akan terkena larangan transfer, mereka tentu akan menyiapkan rencana baru yang berbeda untuk menghadapi musim panas mendatang.

“Intinya, saya tidak berpikir larangan transfer adalah alasan mereka (Manchester City) berinvestasi. Saya pikir alasannya jelas karena mereka memiliki masalah yang signifikan di lapangan,” kata Borson dikutip Goal.

Bagaimana Kata Pep Guardiola?

Di tubuh tim, Josep Guardiola telah menduga aktivitas transfer masif timnya pada Januari di tengah kasus pelanggaran financial fair play, akan menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Saat konferensi pers, Guardiola keceplosan membahas hal itu.

Ia menjelaskan bahwa belanja besar-besaran Manchester City di bursa transfer musim dingin kali ini, bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan. Menurut Guardiola, Manchester City berhak berinvestasi besar-besaran karena dalam beberapa tahun terakhir, mereka juga menjual banyak pemain.

Peraih sextuple bersejarah bersama Barcelona itu gusar karena orang-orang selalu menuding bahwa City, sebagai klub kaya raya, cuma menghamburkan uang di bursa transfer. Padahal menurut Guardiola, City kan juga menjual pemain.

“Dalam lima tahun terakhir, uang yang kami belanjakan di jendela transfer masih jauh dari Chelsea, United, Arsenal, Tottenham, bahkan dari Liverpool,” ujar Guardiola dikutip Football365.

City Pengeluarannya Tak Banyak?

Yah, omongan Pep Guardiola benar. Benar bagi dirinya sendiri. Mengutip Transfermarkt, dalam lima musim terakhir dari 2020/21 hingga 2024/25, Manchester City adalah tim dengan pengeluaran terbanyak kedua di Premier League. Angka pengeluarannya menyentuh 969,9 juta euro atau sekitar Rp16,5 triliun.

Hanya Chelsea yang melampaui Manchester City. Selama lima musim terakhir, The Blues menghabiskan 1,71 miliar euro atau kira-kira Rp29 triliun lebih. Tapi omongan Pep Guardiola juga tak sepenuhnya salah. Ihwal pengeluaran bersih, City memang lebih kecil dari MU, Chelsea, Arsenal, dan Spurs.

Selama lima musim terakhir, pengeluaran bersih The Citizens ‘hanya’ 321,83 juta poundsterling atau sekitar Rp5,4 triliun, menurut laporan Football365. Namun Pep berlebihan jika bilang pengeluaran bersih mereka lebih sedikit dari Liverpool yang, kita semua tahu, ownernya kikir.

Pengeluaran bersih The Reds selama lima musim terakhir hanya di kisaran 248,13 juta poundsterling, berada di bawah City, bahkan di bawah West Ham yang dalam lima musim terakhir menghabiskan 272,17 juta poundsterling pengeluaran bersih.

Akhirul kalam, walau belanja besar di bursa transfer musim dingin, Manchester City yakin bisa menghindari konsekuensinya. Terkait 100 lebih kasus FFP yang disangkakan ke mereka, City juga yakin tak bersalah. By the way, petugas pengadilan London berintegritas kan ya? Mereka nggak kena efisiensi, kannnn?

Sumber: Football365, FootballInsider247, Goal, Forbes, Tribuna, Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru