Napoli akhirnya menghadapi kekalahan pertama mereka di musim ini. Setelah menjalani awal musim yang mengagumkan, yaitu tak pernah terkalahkan di semua pertandingan, Napoli bisa keok setelah mengunjungi Anfield. Liverpool menjadi klub pertama yang bisa mematahkan rekor tak terkalahkan klub Serie A itu. Liverpool menaklukan mereka lewat dua gol telat dari Mohamed Salah dan Darwin Nunez di penghujung laga.
Pada pertandingan tersebut, Liverpool mendapatkan peluang lebih dulu ketika laga baru berjalan 5 menit. Tapi Curtis Jones tidak mampu memaksimalkan umpan Salah menjadi gol. Lalu, giliran Napoli yang seharusnya bisa unggul lebih dulu kalau saja tendangan Ndombele lebih tepat sasaran. Setelah itu kedua tim kembali melakukan jual beli serangan. Liverpool terlihat lebih mendominasi laga tapi mereka tidak bisa menciptakan gol di babak pertama. Begitu pula dengan Napoli, babak pertama pun berakhir imbang tanpa gol.
Di babak kedua, Napoli tampil lebih mengancam. Mereka mencetak gol pemecah kebuntuan di menit ke-53. Gol tersebut diciptakan oleh Leo Ostegard setelah menyundul bola tendangan bebas dari Kvicha Kvaratskhelia. Namun sayang gol tersebut dianulir oleh VAR. Gol pemecah kebuntuan akhirnya benar-benar datang di menit ke-85. Salah berhasil menyambar bola liar di depan gawang, dan membuat Liverpool unggul sementara 1-0. Lalu Darwin Nunez memastikan Liverpool menang dengan skor 2-0 tepat sebelum pertandingan berakhir.
Salah Senang
Kemenangan ini tentu jadi kebanggaan tersendiri untuk Liverpool. Dikutip dari the athletic, Salah bahkan mengaku senang karena mereka bisa mengalahkan tim terbaik di dunia.
“Untuk menang melawan tim terbaik di dunia adalah perasaan terbaik. Kami harus melanjutkannya, ini adalah hasil bagus yang bisa meningkatkan kepercayaan diri kami”
Liverpool memang sangat membutuhkan kemenangan ini. Terlebih setelah sebelumnya kalah melawan Leeds United di Anfield dengan skor 1-2. Kemenangan ini tentu akan meningkatkan kepercayaan diri anak asuh Jurgen Klopp. Salah juga mengaku mereka tidak tampil maksimal di liga tapi setidaknya bisa memberikan yang terbaik di Champions.
“Di pertandingan ini kami memainkan permainan yang bagus, kami lebih cepat menguasai bola dan merebut bola. Kami memang tidak tampil bagus di Liga, tapi kemenangan ini akan menjadi pendorong bagi kami.
Peluang Liverpool
Meskipun bisa meraih kemenangan, Liverpool tetap duduk di peringkat kedua klasemen Grup A Liga Champions. Kekalahan memalukan dengan skor 4-1 ketika Liverpool bertandang ke markas Napoli yang membuat The Reds kalah agregat head to head dari Napoli. Dan dengan melaju ke babak 16 sebagai runner up grup akan mempersulit jalan Liverpool.
Bagaimana tidak? menjadi runner up grup berarti mereka akan berjumpa dengan para juara grup di babak 16 besar nantinya. Saat ini klub-klub peringkat teratas di masing-masing grup adalah Porto, Bayern Munchen, Tottenham, Chelsea, Real Madrid, Manchester City, dan PSG. Namun peraturan UEFA adalah di babak 16 besar tim tidak bisa menghadapi tim lain yang berasal dari liga domestik yang sama.
Dengan begitu, akan mencoret Manchester City, Tottenham dan Chelsea. Tinggal tersisa raksasa-raksasa Eropa yang berpotensi menghadapi Liverpool nantinya. Seperti Porto, PSG, Real Madrid dan Bayern Munchen. Itu tentu lawan-lawan yang sulit untuk Liverpool. Kecuali mereka bisa mengulangi momen musim 2018/19 dimana ketika mereka bisa mengalahkan Bayern Munchen, Porto, dan Barcelona sebelum menjadi juara Liga Champions. Namun, dengan performa yang tidak konsisten di msi ini, akan sulit mengulang momen tersebut.


