Joselu: Bomber yang Hilang Itu Kini Kembali ke Real Madrid

spot_img

Bienvenido, Joselu. Striker bernama lengkap Jose Luis Mato Sanmartin itu kini resmi berseragam Real Madrid. Banyak orang kini bertanya-tanya, apakah ia adalah sosok pengganti yang sepadan dari Benzema? Namun justru di balik itu semua, kisah perjalanan karirnya yang unik menjadi menarik untuk disorot. Bagaimana sih sepak terjang bomber baru Los Blancos ini?

Real Madrid Castilla

Masuk ke akademi Real Madrid adalah suatu peningkatan karirnya setelah ia menimba ilmu awalnya di akademi Celta Vigo. Ia bertahan dua musim di Valdebebas, yakni sejak musim 2010/11 hingga 2011/12.

Selama digembleng di Real Madrid Castilla, ia sempat memukau dibanding rekan-rekan seangkatannya macam Alvaro Morata. Ia bahkan melampaui apa yang dicapai Morata di musim 2011/12. Joselu mampu mengoleksi 26 gol, jauh dari perolehan gol Morata yang hanya 18 gol.

Yang lebih mengesankannya lagi, ia sudah pernah mencetak gol bersama tim Real Madrid senior. Gol debutnya itu terjadi ketika ia dimasukan Jose Mourinho di laga terakhir La Liga 2010/11 melawan Almeria. Laga yang berkesudahan 8-1 itu, Joselu menyumbang 1 gol dari enam menit waktu bermain yang diberikan padanya.

Tak Dipercaya dan Kembali ke Jerman

Tapi sayang, prestasinya itu seperti tak dianggap oleh Real Madrid. El Real lebih memilih penyerang lain yang diberi kesempatan untuk menempa karir di tim senior seperti Morata, Jose Callejon, Marco Asensio, maupun Jese Rodriguez.

Joselu akhirnya memilih melancong ke negeri di mana ia dilahirkan, yaitu Jerman. Joselu kembali ke tanah kelahirannya itu dengan bergabung bersama Hoffenheim. Selama di Bundesliga, ternyata bukan cuma Hoffenheim saja yang pernah ia singgahi. Melainkan juga Frankfurt dan Hannover.

Gagal Di Stoke City

Tiga musim lamanya Joselu merasakan atmosfer Bundesliga. Melihat torehan golnya kalau menurut Transfermarkt, Joselu sebenarnya tak buruk-buruk amat. Di Frankfurt misalnya, ia berhasil mencetak 14 gol. Begitupun ketika di Hannover dengan 10 gol.

Nah dengan catatannya itu, ia kemudian dilirik oleh klub Liga Inggris Stoke City. Stoke City ketika itu juga dihuni banyak pemain dari Spanyol seperti Marc Muniesa dan Bojan Krkic.

Joselu membela Stoke City selama satu musim setengah. Namun pengalaman pertamanya di liga seketat Inggris, tak begitu mengesankan. Hanya empat gol dan 3 assist selama di Stoke.

Gagal Juga di Newcastle

Peluang Joselu untuk menaikan karirnya di Liga Inggris kembali terbuka, setelah Newcastle merekrutnya di musim 2017/18. The Magpies ketika itu masih bergerilya memburu pemain Spanyol di bawah Rafael Benitez.

Tapi, lagi dan lagi. Joselu membuang peluang besar untuk menaikkan karirnya. Bayangkan saja, dari 52 laga yang dilakoninya selama dua musim di St James Park, ia hanya mengoleksi 8 gol dan 2 assist. Torehan tersebut masih kalah dengan striker Newcastle lainnya seperti Ayoze Perez maupun Salomon Rondon.

Lahir Kembali di Alaves

Titik balik performa Joselu justru terletak pada keputusannya untuk kembali ke La Liga. Di saat usia sudah semakin menua, ia lebih memilih hidup tenang di Spanyol. Keputusannya itu berbuah manis, setelah ia mampu kembali menjaga performa dan golnya saat berseragam Alaves selama tiga musim beruntun. Dilansir dari AS, ia mampu melebihi torehan 10 gol tiap musimnya.

Musim 2019/20 dengan 11 gol, 2020/21 juga dengan 11 gol, serta di musim 2021/22 dengan 14 gol. Torehan tersebut membuat kepercayaan dirinya tumbuh kembali. Joselu tak dipungkiri kembali disegani sebagai salah satu bomber haus gol yang ada di Spanyol.

Berlanjut di Espanyol

Namun sayang, torehan ciamiknya itu tak mampu membawa Alaves bertahan di La Liga. Disaat kontraknya habis, Joselu malah dihadapkan pada nasib degradasi klubnya itu. Untungnya, setelah Alaves terdegradasi ia masih ditampung klub La Liga lainnya, Espanyol.

Dengan status free transfer, selama semusim Joselu mengukir namanya di klub asal Catalan tersebut. Keran gol Espanyol musim ini tak dipungkiri berkat jasanya. Total 17 gol yang ia koleksi musim ini. Tak hanya soal gol, soal Expected Goals-nya pun menurut Fbref meningkat. Dari 12,9 di musim terakhirnya di Alaves menjadi 14,5 di Espanyol.

Berkat torehan itu, ia juga ditahbiskan sebagai penerima Zarra Trophy Awards. Sebuah penghargaan top skor bagi pemain asal Spanyol. Ia menerima penghargaan itu dengan mengungguli Borja Iglesias (15 gol), Alvaro Morata (13 gol), serta Iago Aspas (12 gol).

Mengejutkan Ketika Dipanggil Timnas Spanyol

Tapi kembali, torehan ciamiknya itu tak mampu membuat Espanyol lolos dari degradasi. Tapi di sisi lain, sebuah keberuntungan hadir padanya. Dengan menipisnya stok striker La Furia Roja, akhirnya Joselu dipanggil oleh pelatih baru Spanyol, Luis de la Fuente.

Baginya, itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Joselu tak mengira ia baru bisa memakai seragam kebanggaan negaranya itu di usia 33 tahun. Tak salah De La Fuente memilih Joselu.

Meski sering menjadi pemain pengganti, penampilannya terbukti lebih ampuh daripada striker Spanyol lainnya. Itu terbukti di laga debutnya melawan Norwegia. Ia menjadi supersub yang justru mampu mencetak brace bagi Spanyol.

Lebih spesialnya lagi, di semifinal UEFA Nations League 2023 melawan Italia, ia menjadi penentu kemenangan La Furia Roja berkat golnya di menit 88. Penampilan mengesankan Joselu itu kemudian mampu disempurnakan di laga final kala menghadapi Kroasia. Ia berhasil menjadi bagian skuad Spanyol dalam merengkuh trofi UEFA Nations League 2023.

Perekrutan Cerdas Real Madrid?

Pasca juara bersama Spanyol, Joselu akhirnya pulang ke Real Madrid. El Real meminjamnya dari Espanyol dengan biaya murah, yaitu 500 ribu euro. Joselu dipinjam Real Madrid sampai musim 2024/25.

Uniknya, selama peminjaman tersebut, El Real tak wajib menebus klausulnya sebesar 1,5 juta euro. Secara harga, perekrutan Joselu ini jadi sebuah langkah yang cerdas bagi El Real. Meski tak disiapkan sebagai regenerasi Benzema, paling tidak dalam jangka pendek ia mampu menopang lini serang El Real yang banyak ditinggal punggawanya musim ini.

Striker Inti Atau Super Sub?

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah akan menjadi satu-satunya striker yang didatangkan Real Madrid musim ini? Kalau betul, itu akan jadi beban berat bagi dirinya. Otomatis ia akan dituntut untuk menjadi keran gol seperti Benzema.

Kalaupun tidak, ia masih bisa menjadi supersub yang siap meledak kapan saja seperti di timnas Spanyol. Atributnya sebagai seorang striker yang cepat dan pandai mencari ruang dapat dimanfaatkan El Real sebagai striker tunggal maupun duet. Ia adalah salah satu striker cerdas dan pandai memegang bola. Peran Benzema yang juga sebagai pengumpan dan pemantul bola, juga sesekali bisa ia perankan.

Terlepas dari apa peran yang disiapkan di skema El Real musim depan, bagi Joselu keberadaannya di tim sebesar Real Madrid untuk kedua kalinya merupakan sebuah prestasi tersendiri. Paling tidak, ucapkan selamat datang dahulu bagi kembalinya “Si Anak Hilang” Joselu.

Sumber Referensi : theathletic, dailymail, en.as, theguardian, transfermarkt, fbref

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru