Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengkritik keputusan pelatih Brazil, Tite yang tidak memanggil Roberto Firmino ke Piala Dunia. Klopp mengatakan bahwa itu adalah keputusan gila. Menurutnya, dengan tidak dipanggilnya Roberto Firmino ke skuad Brazil untuk Piala Dunia 2022 akan menjadi pukulan telak bagi sang pemain dan dirinya sendiri. Meski Klopp senang masih memiliki Bobby di jeda Internasional
Saat menangani tim nasional, pelatih memang kerap membuat beberapa keputusan sulit. Salah satunya dalam memilih pemain, apalagi kalau banyak opsi yang bagus. Tapi mengapa Firmino tidak dipanggil oleh Tite ke Piala Dunia?
Daftar Isi
Performa Firmino Bersama Timnas
Jika pengalaman dan kualitas permainan bersama timnas sangat penting bagi Tite, Firmino telah memenuhi standar untuk masuk ke skuad Selecao. Firmino sendiri sudah tampil sebanyak 55 kali bersama Timnas Brazil dan telah mengantongi 17 gol. Firmino juga berstatus sebagai alumni skuad Brazil di Piala Dunia 2018 lalu.
Selain Piala Dunia, Firmino pernah berpartisipasi di tiga Copa Amerika termasuk menjadi juara di tahun 2019. Sebetulnya Bobby sempat masuk ke dalam skuad asuhan Tite di jeda internasional akhir September lalu. Brazil memang menyapu bersih dua kemenangan atas Ghana dan Tunisia. Namun, Firmino tak menikmati pertandingan tersebut. Ia dipanggil hanya untuk menghangatkan bangku cadangan.
Statistik Roberto Firmino musim ini:
• 7 Pertandingan
• 6 Gol
• 3 AssistTidak dipanggil ke dalam Skuad Piala Dunia Brazil. ❌
Statistik Richarlison musim ini:
• 9 Pertandingan
• 0 Gol
• 2 AssistDipanggil ke dalam Skuad Piala Dunia 2022 Brazil. 🇧🇷
Wow Aneh🙂🤔 pic.twitter.com/edWcUMnCt0
— Fakta Bola ⚽ (@FaktaSepakbola) November 8, 2022
Selain memiliki pengalaman yang cukup, kemanfaatan Firmino di lini depan juga sangat membantu Timnas Brazil. Contohnya ketika ia membantu Selecao menyabet gelar Copa America tahun 2019 lalu. Firmino bisa menyesuaikan diri dalam berbagai macam skema yang diusung Tite. Ia juga bisa menyumbangkan dua gol dan tiga assist dalam enam pertandingan.
Fleksibilitasnya di lini depan juga tak diragukan lagi. Selama membela Timnas Brazil, Firmino bisa bermain di segala pos lini serang. Di sepanjang kompetisi Copa America 2021 saja, ia bermain dalam empat posisi yang berbeda. Ia pernah mengisi pos penyerang tengah, second striker, sayap kanan, bahkan gelandang serang. Sayangnya, Brazil kalah atas Argentina di partai final.
Selama tujuh tahun berseragam Selecao, nilai expected goal Firmino juga lebih baik daripada Gabriel Jesus yang akhirnya lebih dipilih Tite. Penyerang Liverpool itu memiliki rata-rata 0,63 per laga. Sedangkan Gabjes hanya memiliki nilai expected goal di angka 0,38.
Tampil Oke Bersama Liverpool
Di level klub, Firmino juga tampil meyakinkan. Di tengah loyonya lini depan Liverpool pada awal musim 2022/23, Firmino muncul sebagai opsi yang menjanjikan untuk memimpin lini depan The Reds ketimbang Darwin Nunez. Performa dari pemain yang dibeli mahal itu memang mulai membaik. Tapi Klopp tetap menjadikan Firmino sebagai pilihan utama dalam beberapa pertandingan.
🎞 SHOWREEL edisi terbaru! 🎞
Penampilan fenomenal Bobby Firmino yang dilengkapi berbagai gol dan assist ke gawang Bournemouth 🤩🌹
— LFC Indonesia (@LFCIndonesia) August 29, 2022
Contohnya ketika Firmino tampil menggila dengan mencetak dua gol serta tiga assist saat Liverpool menghancurkan Bournemouth 9-0 di Liga Inggris. Ketika memborong dua gol saat menyelamatkan Liverpool dari kekalahan atas Brighton di pekan ke sembilan, dan terakhir saat membantu Liverpool menang 3-1 atas Southampton.
Sejauh ini, Roberto Firmino telah mengumpulkan sembilan gol dan empat assist dalam 21 pertandingan di semua kompetisi. Meski itu bukan statistik yang luar biasa, torehan golnya di liga masih jadi yang terbaik di Liverpool. Ia sudah mencetak tujuh gol, unggul satu gol dari top skor musim lalu, Mohamed Salah yang baru mencetak enam gol.
Opsi Lini Depan Brazil
Lantas dengan performa Firmino yang bisa dibilang tak terlalu buruk di tahun 2022 ini, mengapa ia tak diikutsertakan dalam skuad Selecao yang berangkat ke Qatar? Melimpahnya opsi lini depan Brazil jadi salah satu masalah yang dihadapi Firmino.
Lini serang memang jadi sektor yang paling mewah di skuad Brazil. Tite bahkan memiliki belasan nama penyerang yang bisa dibawa ke Qatar. Jadi wajar apabila Tite pusing untuk memilih siapa yang pantas untuk masuk dalam skuadnya.
Melihat banyaknya opsi, mau nggak mau Tite harus mengorbankan salah satu nama. Tite memanggil sembilan nama, dengan 121 caps dan 75 gol bersama timnas, Neymar yang berusia 29 tahun sudah pasti akan menjadi andalan Tite. Dan dari delapan nama lain, tak ada Firmino di dalamnya.
Brazil’s squad for the World Cup 🇧🇷 pic.twitter.com/en8JnQha8D
— B/R Football (@brfootball) November 7, 2022
Tite justru memanggil nama-nama pemain seperti Raphinha dari Barcelona, Antony dari Manchester United, duo Real Madrid, Vinicius dan Rodrygo. Serta dua Gabriel: Gabriel Martinelli dan Gabriel Jesus yang kian moncer bersama Arsenal. Nama Firmino bahkan kalah saing dengan pemain yang bermain di liga lokal Brazil bersama Flamengo, Pedro dos Santos.
Penghilangan nama Roberto Firmino dari daftar nama skuad Timnas Brazil cukup disayangkan oleh beberapa fans. Dilansir Goal, fans menyayangkan keputusan Tite karena mereka berpikir kalau Piala Dunia seharusnya diisi oleh pemain-pemain yang berpengalaman. Bukan sekumpulan anak muda minim pengalaman macam Antony, Rodrygo atau mungkin Raphinha.
Perubahan Sudut Pandang
Salah satu alasan lain di balik absennya Roberto Firmino dari skuad Piala Dunia Brazil adalah banyaknya opsi penyerang muda yang tersedia untuk Tite. Dan pelatih asal Brazil itu menginginkan lini depan Selecao diisi oleh generasi baru.
Tite pun akhirnya lebih memilih pemain muda bertalenta seperti Gabriel Jesus, Antony, Vinicius, Richarlison, Gabriel Martinelli dan Rodrygo ketimbang Firmino. Loh tapi kan Tite memanggil Dani Alves? Itu beda cerita lagi, stok bek kanan Brazil yang sesuai dengan standar Tite memang tak banyak. Maka dari itu, ia lebih memilih Alves yang sudah teruji kualitasnya.
Firmino sebetulnya tampil cukup baik sejak awal musim. Setelah kepergian Sadio Mane, tanggung jawab yang ia pikul pun bertambah. Namun, sembilan gol dan empat assist-nya dirasa belum cukup untuk memenuhi filosofi baru yang diusung Tite.
Kemistri di Lini Depan
Persaingan sebenarnya adalah antara Roberto Firmino, Gabriel Jesus, dan Richarlison. Ketiganya bermain di posisi yang sama yakni sebagai penyerang tengah. Dari segi gol, dua pemain terpilih lainnya memang berada jauh di bawah Firmino, tapi Tite lebih memilih Gabjes dan Richarlison.
Sentiu o cheiro do gol, @richarlison97? pic.twitter.com/wMsElZ4XQ2
— CBF Futebol (@CBF_Futebol) November 21, 2022
Memilih mereka bukan tanpa alasan, kabarnya alasan Tite lebih memilih Richarlison karena bomber Tottenham itu dirasa memiliki kemistri yang bagus dengan pemain-pemain depan lainnya selama latihan. Alhasil Richarlison lebih diutamakan. Ia juga memainkan dua laga kualifikasi Piala Dunia 2022 lebih banyak daripada Bobby.
Sedangkan untuk Gabjes, Tite memanggilnya karena dalam skuadnya ada Gabriel Martinelli. Tite sendiri menginginkan para pemainnya untuk mengerti satu sama lain dengan cepat. Karena Gabjes dan Martinelli sama-sama bermain di Arsenal, itu akan memudahkan satu sama lain. Sama halnya di lini tengah, Tite semakin nyaman untuk memainkan Casemiro dan Fred karena mereka kini sama-sama bermain di Manchester United.
Sumber: Goal, Mirror, Sport Burnout, InsideWorldFootball


