Jika Dulu Sudah Ada VAR, Gol-Gol Ikonik Ini Akan Dianulir

spot_img

Hari ini VAR atau Video Assistant Referee menjadi benda yang paling menyebalkan di sepakbola. Ia bak dewa yang bisa menentukan arah permainan berikutnya. Di sisi lain, VAR bisa menjadi semacam iblis yang merugikan satu sisi tim yang tengah bertanding.

Ia bisa menganulir gol yang sudah tercipta. Sebab offside, terjadi pelanggaran terlebih dulu, atau lain sebagainya. Pelatih Tottenham Hotspur, Antonio Conte bahkan pernah marah karena gol Harry Kane dianulir oleh VAR saat The Lilywhites menghadapi laga penting di Liga Champions kontra Sporting CP.

Terlepas dari Conte yang memang hobi marah-marah, VAR memang semenyebalkan itu. Nggak ngebayangin sih, bagaimana kalau dulu VAR sudah diterapkan. Sudah tentu gol-gol ikonik berikut ini akan dianulir oleh VAR.

Gol Tangan Tuhan Maradona Piala Dunia 1986

Jika ngomongin gol ikonik, tentu gol “Tangan Tuhan” Diego Armando Maradona di Piala Dunia 1986 akan selalu menjadi nomor satu. Mendiang Maradona mencetak gol itu ketika Argentina bersua Inggris di perempat final.

Saat itu Maradona menggocek bola melewati lini tengah Timnas Inggris. Ia kemudian memberi umpan kepada Jorge Valdano. Sang pemain lalu mengirim bola ke kotak penalti Inggris. Tak disangka di sana sudah ada Maradona yang lepas dari pengawalan bek lawan.

Tanpa basa-basi, Maradona langsung meninju bola dan melewati kiper Inggris kala itu, Peter Shilton. Pemain Inggris sempat protes, tapi wasit asal Tunisia yang memimpin laga, Ali Bin Nasser mengesahkan gol tersebut. Coba bayangkan itu terjadi hari ini? Wah sudah pasti akan dianulir VAR.

Gol Tangan Raul 2001

Puluhan tahun setelah gol “Tangan Tuhan” Maradona, sang pangeran Bernabeu, Raul Gonzalez melakukan hal yang sama ketika Real Madrid bertemu Leeds United pada Liga Champions, tahun 2001. Pertandingan itu berlangsung alot.

Kedua tim saling berbalas gol. Petaka terjadi beberapa menit setelah gol penyama kedudukan dari Mark Viduka. Pemain Leeds melakukan pelanggaran. Figo mengambil bola itu dan mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti.

Raul menyambutnya. Tapi alih-alih menyundul atau menyepaknya, sang pangeran justru menggunakan tangannya untuk mencetak gol. Wasit yang memimpin, Ryszard Wojcik mengesahkan gol tangan Raul tersebut. Pemain Leeds protes, tapi sayang waktu itu belum ada VAR.

Gol Hantu Luis Garcia 2005

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho sepertinya harus mengutuk Luis Garcia, karena berkat gol hantunya itu Chelsea gagal ke final Liga Champions musim 2004/05. “Itu gol yang datang dari bulan, dari tribun Anfield,” kata Mourinho mengomentari gol Luis Garcia.

Luis Garcia berhasil memanfaatkan bola liar dengan menyonteknya ke arah gawang. John Terry tak berdaya mencegah gola itu. Tembakan minimalis Garcia melewati John Terry, tapi sebetulnya belum melewati garis gawang. Karena pemain Chelsea lainnya sudah menghalau gol itu.

Namun wasit asal Slovakia yang memimpin pertandingan, Lubos Michel mengesahkan gol itu. Liverpool melaju dan terjadilah Miracle of Istanbul. Btw, kalau saja di situ sudah ada VAR, pasukan Mourinho lah yang mungkin akan bertemu AC Milan.

Gol Gallas 2009

Meski yang mencetak gol adalah William Gallas, tapi yang licik adalah si pemberi umpan, Thierry Henry. Pemain yang sangat dicintai penggemarnya itu, memberi asis menggunakan tangan pada Gallas saat Prancis menyingkirkan Irlandia untuk lolos ke Piala Dunia 2010.

Henry dengan sengaja menciptakan gerakan untuk memberi asis dengan tangannya itu. Bola pun datang ke arah Gallas yang dengan bebas bisa menyundul bola ke arah gawang. Pemain Irlandia, termasuk kiper mereka, Shay Given sempat protes.

Namun sayang sekali, gol Gallas itu tetap disahkan. Prancis pun lolos. Ketika Piala Dunia 2010, mungkin karena kena karma, Prancis tak bisa melaju jauh. Les Bleus bahkan berada di posisi juru kunci Grup A.

Gol Darren Bent 2009

Gol menggelikan yang disahkan wasit juga terjadi di ajang Liga Inggris. Yaitu ketika Liverpool bersua Sunderland pada Oktober 2009. Ketika itu Sunderland diunggulkan karena bermain di Stadium of Light, markasnya sendiri. Memang benar, Liverpool kesulitan menghadapi The Black Cats.

Sedang susah payah tertinggal 1-0, pertahanan The Reds justru terus digempur Sunderland. Sekitar menit 20-an tercipta defleksi di dalam kotak penalti. Persis 6 yard dari posisi kiper Liverpool, Pepe Reina berdiri.

Sebuah bola pantai masuk ke dalam lapangan berasal dari tribun penonton. Hal itu pun menciptakan defleksi. Laga tidak berhenti sejenak karena posisi Sunderland sedang menyerang. Pemain Sunderland, Darren Bent yang menerima umpan melepaskan bola.

Namun si Bent menendangnya ke arah bola yang masuk ke lapangan. Bola sepakan Bent pun berubah arah. Pepe Reina masih bingung dan tidak percaya wasit mengesahkan gol Bent tersebut.

Gol Didier Drogba 2010

Pada Liga Inggris musim 2009/10, Manchester United unggul tipis satu poin saja dari Chelsea sebelum kedua tim itu bertemu di Old Trafford. Namun, ketika kedua tim ini bertemu semua berubah. Chelsea tampak lebih siap karena sebelum menghadapi MU sudah menghajar Aston Villa 7-1.

The Blues yang tampil tajam bertubi-tubi menyerang pertahanan United. Joe Cole membuat Chelsea unggul lebih dulu pada menit ke-20. Lalu, ketika MU sedang berusaha menekan untuk menyamakan kedudukan, mereka malah terserang balik.

Didier Drogba menerima umpan dari Salomon Kalou, yang kemudian berhasil melepas tembakan ke arah gawang Van Der Sar. Padahal jika memakai VAR, posisi Drogba sudah offside. Tapi sayang, gol itu jadi penentu kemenangan Chelsea 2-1 atas United, dan membuat mereka melenggang jadi juara di akhir musim.

Gol Mkhitaryan 2016

Kalau gol sebelumnya MU yang rugi, bagian ini mereka yang diuntungkan. Saat Boxing Day 2016, anak asuh Jose Mourinho menghadapi Sunderland. Sejatinya sampai menit ke-80, Manchester United sudah unggul dua gol lewat Daley Blind dan Zlatan Ibrahimovic.

Tapi MU masih giat menyerang. Antonio Valencia menyeret Ibrahimovic ke sisi kanan dan memberinya umpan. Pemain Swedia itu mengirim umpan silang ke kotak penalti Sunderland. Henrikh Mkhitaryan menyambut umpan itu.

Pemain Armenia mencetak gol akrobatik yang brilian ke gawang Jordan Pickford. Membuat MU kian menjauh. Tapi gol Mkhitaryan itu sudah pasti akan dianulir VAR. Sebab ia sudah berada dalam posisi offside.

Gol Wayne Rooney 2014

Wayne Rooney adalah mesin gol yang pernah dimiliki Manchester United. Wazza bahkan pernah melahirkan gol spektakuler saat Setan Merah menghadapi West Ham tahun 2014. Rooney menciptakan tendangan voli dari jarak 58 yard atau sekitar 53 meter dari arah gawang.

Tendangan itu melesat ke gawang West Ham. Gol luar biasa itu akhirnya disiarkan MUFC TV. Meski sebetulnya, jika sudah ada VAR jelas gol tersebut akan dianulir. Sebab sebelum menyepak bola, Rooney sudah lebih dulu melakukan pelanggaran.

Ia mendorong James Tomkins. Tapi dorongan itu tidak terlihat oleh wasit. Berbeda dengan VAR yang sudah pasti akan merekam dorongan Wayne Rooney tersebut.

Gol Kiessling 2013

Dari gol-gol sebelumnya, gol pemain Bayer Leverkusen, Stefan Kiessling yang paling konyol. Ia bisa mencetak gol dengan bolanya lewat samping gawang. Hal itu terjadi di ajang Bundesliga 2013. Bayer Leverkusen tengah menghadapi Hoffenheim.

Sampai menit ke-68, Leverkusen sebenarnya sudah unggul 1-0. Namun, mereka beruntung mendapat sepakan pojok. Gonzalo Castro mengambil tendangan sudut itu. Kiessling menyambutnya dengan sundulan tapi melenceng dari arah gawang.

Sundulan Kiessling itu kena tiang saja tidak. Ia pun sudah memegangi kepala karena tahu sundulannya tidak gol. Tapi keputusan wasit justru lain. Bola sundulan Kiessling dianggap masuk. Itu nggak salah sih, bolanya memang masuk, tapi lewat jalur samping.

Jaring gawang yang tidak sempurna membuat bola yang harusnya di luar justru masuk ke dalam gawang. Gol semacam ini tentu saja tidak akan disahkan oleh VAR.

Sumber: Cultkits, Prospostwealth, DiscountFootballKits, DailyStar, OhMyGoal, CNNIndonesia

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru