Jerman Terlambat Memecat Hansi Flick

spot_img

Jepang kembali menjadi momok bagi Jerman. Setelah memberi Jerman kekalahan 2-1 di Piala Dunia 2022, terbaru Jepang kembali berhasil menundukkan Jerman. Kali ini skornya lebih telak. Di laga pembuka uji coba bulan September, Jerman yang bermain dihadapan lebih dari 24 ribu pendukungnya yang memadati Volkswagen Arena takluk dengan skor 4-1.

Sebuah kekalahan memalukan yang meneruskan tren menyedihkan timnas Jerman di bawah asuhan Hansi Flick. Sudah bisa ditebak, kekalahan tersebut berujung dipecatnya Hansi Flick dari kursi pelatih Die Mannschaft.

Itu merupakan pemecatan yang sudah ditunggu-tunggu oleh para pendukung timnas Jerman. Sebuah pemecatan yang memang sudah sewajarnya terjadi. Sayangnya, butuh sebuah kekalahan telak dan rekor memalukan untuk menyadarkan Federasi Sepak Bola Jerman.

Bisa dibilang kalau DFB telah terlambat memecat Hansi Flick dari kursi pelatih Timnas Jerman. Sebab, kini mereka berkejaran dengan waktu agar tak kembali tampil menyedihkan di Euro 2024.

Performa Menyedihkan Jerman di Bawah Asuhan Hansi Flick

Hansi Flick sebetulnya memulai kiprahnya sebagai pelatih timnas Jerman dengan apik. Di 8 pertandingan pertamanya, ia bahkan selalu menang. Namun, setelah memasuki tahun 2022, performa Der Panzer mengalami penurunan.

Jerman hanya meraih 1 kemenangan dari 6 laga tersisa di UEFA Nations League yang membuat mereka gagal lolos ke fase final. Jelang gelaran Piala Dunia 2022, pasukan Hansi Flick susah payah mengalahkan Oman dan hanya menang 1-0. Jerman kemudian gagal total di Piala Dunia Qatar, salah satu turnamen yang menjadi target Hansi Flick.

Jerman bahkan jadi bahan olok-olokan saat tampil di Piala Dunia 2022. Selain karena mencampurkan sepak bola dan kampanye kaum pelangi, mereka juga tampil amburadul. Untuk kedua kalinya, Jerman gagal lolos dari babak grup Piala Dunia.

Setelah kegagalan memalukan tersebut, pendukung timnas Jerman jelas menuntut balas di Euro 2024. Apalagi, mereka adalah tuan rumah Piala Eropa edisi ke-17. Selain tuan rumah, Jerman juga sudah lama tak menjadi jawara Eropa. Terakhir kali mereka mengangkat trofi Piala Eropa terjadi di edisi 1996.

Namun, setahun jelang gelaran terakbar di Benua Biru itu, pendukung Jerman dibuat ketar-ketir dengan penampilan anak asuh Hansi Flick. Bukannya menunjukkan perbaikan, performa timnas Jerman justru makin hari makin menurun.

Jerman membuka tahun ini dengan kemenangan 2-0 atas Peru di bulan Maret 2023. Namun, tiga hari kemudian, Jerman takluk 2-3 di kandangnya sendiri dari Belgia.

Pasukan Hansi Flick kemudian membuka serangkaian laga uji coba bulan Juni dengan hasil imbang 3-3 melawan Ukraina. Empat hari kemudian, Jerman yang bertandang ke markas Polandia pulang dengan kekalahan 1-0. Jerman kemudian menutup rangkaian laga uji coba bulan Juni dengan rekor tanpa kemenangan setelah menelan kekalahan mengejutkan 2-0 dari Kolombia.

Praktis, sepanjang tahun 2023 ini, pasukan Hansi Flick baru meraih 1 kemenangan, yakni saat mereka menang 2-0 atas Peru. Kemenangan atas Peru juga jadi satu-satunya kemenangan yang bisa Jerman petik pasca kegagalan di Piala Dunia 2022. Total dari 11 pertandingan terakhirnya, Hansi Flick hanya mampu membawa Jerman menang 3 kali.

Catatan inilah yang membuat media-media Jerman mulai mempertanyakan kepantasan Hansi Flick menukangi Die Mannschaft. Bisa dibilang kalau selama hampir setahun terakhir ini, pendukung timnas Jerman sudah dibuat ketar-ketir dengan penampilan anak asuh Hansi Flick yang terus tampil menyedihkan.

Hansi Flick Dipecat dengan Rekor Buruk

Dengan catatan demikian, maka serangkaian laga uji coba di bulan September ini bukanlah sekadar laga uji coba biasa. Rencananya, Jerman akan menghadapi Jepang, Prancis, dan Amerika Serikat. Tiga laga tersebut sangatah menentukan dan menjadi pertaruhan nasib bagi karier Hansi Flick di timnas Jerman.

Dan benar saja, tak perlu menunggu laga melawan Prancis dan Amerika Serikat, Jepang yang menjadi momok di Piala Dunia 2022 kembali jadi momok bagi Jerman. Pada 9 September kemarin, Ilkay Gundogan dan kolega dipermalukan Jepang dengan skor 1-4 di hadapan puluhan ribu pendukungnya.

Kekalahan tersebut menjadi kekalahan beruntun ketiga yang didapat timnas Jerman. Sebelumnya, Jerman tak pernah menderita kekalahan beruntun sebanyak itu. Sebuah hasil memalukan yang membuat Hansi Flick dan dua asistennya, Marcus Sorg dan Danny Röhl dibebastugaskan dari kursi manajerial Die Mannschaft.

Hansi Flick pun meninggalkan kursi pelatih timnas Jerman dengan rekor buruk. Ia hanya meraih 1,72 poin per game dalam 25 pertandingan, hasil dari 12 kali menang, 7 kali imbang, dan 6 kali kalah.

Dalam sejarah timnas Jerman, hanya ada satu pelatih yang punya rekor lebih buruk daripada Hansi Flick. Dia adalah Erich Ribbeck, pelatih timnas Jerman periode 1998-2000 yang hanya meraih 1,50 poin per game, hasil dari 10 kali menang, 6 kali imbang, dan 8 kali kalah.

Dengan masa jabatan 2 tahun, 1 bulan, dan 9 hari, Hansi Flick juga keluar sebagai manajer dengan masa jabatan terpendek ketiga dalam sejarah timnas Jerman. Flick hanya lebih baik dari Erich Ribbeck dan Jürgen Klinsmann.

Prestasi Hansi Flick Sebelum Melatih Timnas Jerman

Akhir kisah Hansi Flick bersama timnas Jerman adalah sebuah hal yang mengejutkan. Bagaimana tidak, sebelum melatih timnas Jerman, ia adalah pelatih paling beprestasi di Jerman, bahkan dunia.

Hansi Flick juga punya rekam jejak mentereng. Pelatih yang kini berusia 58 tahun itu bukanlah orang baru di timnas Jerman. Sebelumnya, ia pernah bekerja di timnas Jerman dari tahun 2006 hingga 2017. Selama periode tersebut, 8 tahun ia habiskan sebagai asisten Joachim Low dan 3 tahun sebagai Sporting Director.

Sebelum ditunjuk sebagai suksesor Joachim Low, Flick adalah pelatih yang sukses membawa Bayern Munchen meraih “sextuple” di tahun 2020. Tak hanya menjuarai Bundesliga, DFB-Pokal, dan DFL-Supercup, tetapi juga UEFA Champions League, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup.

Hansi Flick adalah pelatih kedua di dunia setelah Pep Guardiola yang berhasil meraih “sextuple”. Prestasi tersebut mengantarkannya meraih penghargaan pelatih terbaik Bundesliga dan pelatih terbaik Jerman. Flick juga menyabet penghargaan pelatih terbaik dari UEFA, Globe Soccer, IFFHS, hingga majalah World Soccer.

Hansi Flick kemudian resmi menjadi pelatih anyar Die Mannschaft pada musim panas 2021, tak lama setelah ia memenangi trofi Bundesliga keduanya bersama Bayern Munchen. Di timnas Jerman, Flick mendapat kontrak berdurasi 3 tahun, terhintung sejak 1 Agustus 2021 hingga 31 Juli 2024.

Apa yang Salah dengan Hansi Flick dan Timnas Jerman?

Melihat rekam jejaknya ini, wajar jika publik Jerman berharap kepada Hansi Flick. Wajar pula ia diberi beban berat di pundaknya untuk membawa Die Mannschaft berprestasi di Piala Dunia 2022 dan Euro 2024. Namun, seperti yang kita tahu, ia gagal total di Piala Dunia 2022 dan kini tak akan mendampingi Jerman di Euro 2024.

Sebuah kisah yang tidak diharapkan dari seorang pelatih yang pernah menyabet predikat pelatih terbaik di dunia. Jadi, apa yang salah dengan Hansi Flick?

Semenjak ditunjuk sebagai suksesor Joachim Low, Flick cukup berani dalam memanggil pemain ke timnas. Selain berani meninggalkan pemain senior seperti Mats Hummels, Flick juga memberi banyak kesempatan kepada pemain muda.

Josha Vagnoman, Armel Bella-Kotchap, Mërgim Berisha, Kevin Schade, Pascal Groß, Felix Nmecha, hingga Malick Thiaw adalah beberapa di antaranya. Keberanian Hansi Flick mempercayakan ujung tombak timnas Jerman kepada Niclas Füllkrug yang sebelumnya tak pernah menembus tim nasional juga berbuah manis. Füllkrug tercatat sudah mencetak 7 gol hanya dalam 9 caps.

Namun, keputusan tersebut berbuah buruk bagi tim. Seperti obat yang terlalu banyak dikonsumsi hingga overdosis, keputusan Hansi Flick memanggil pemain debutan, khususnya pemain muda yang minim pengalaman membuat timnas Jerman kehilangan stabilitasnya.

Selain itu, Hansi Flick juga tipikal pelatih yang suka bereksperimen. Di laga uji coba bulan Maret, Jerman bermain dengan formasi 4-4-2, lalu berganti menjadi 3-1-4-2 dan 3-4-2-1 di bulan Juni. Ketika kalah dari Jepang, Hansi Flick kembali mengubah formasi Jerman menjadi 4-2-3-1.

Eksperimen-eksperimen inilah yang membuat timnas Jerman asuhan Hansi Flick tak kunjung menunjukkan perbaikan dan berakhir menghasilkan permainan yang memalukan di atas lapangan. Pertahanan menjadi lebih keropos, sementara lini depan menjadi lebih tumpul. Sebuah kombinasi yang tepat untuk mendapat mimpi buruk di Euro 2024.

Jerman Dikejar Waktu!

Jerman kini berkejaran dengan waktu. Pasalnya, kurang dari setahun, ajang Euro 2024 akan segera bergulir. Di gelaran terakbar Benua Biru itu, Jerman adalah tuan rumahnya. Tentu mereka tak mau malu di kandang sendiri.

Kini, dengan waktu yang sudah mepet, timnas Jerman untuk sementara waktu akan ditangani direktur tim DFB Rudi Völler, pelatih U-20 Hannes Wolf dan asistennya Sandro Wagner. Rencananya, ketiga figur ini hanya akan mendampingi Jerman dalam laga uji coba melawan Prancis.

Kabarnya, Julian Nagelsmann jadi kandidat kuat untuk mengisi kursi kosong di timnas Jerman. Selain Nagelsmann, nama Matthias Sammer, Oliver Glasner, dan Rudi Völler sendiri juga masuk dalam daftar kandidat.

Dengan waktu persiapan menuju Euro 2024 yang tinggal 8 bulan saja, Jerman tengah berada dalam tekanan. Inilah konsekuensi yang harus mereka hadapi. Selain berkejaran dengan waktu, mereka harus bisa kembali meyakinkan para pendukungnya yang haus kemenangan. Andai mereka lebih cepat memecat Hansi Flick, kondisi timnas Jerman tentu tak akan semenyedihkan ini.


https://youtu.be/Z3IHxw8sksY

Referensi: Fussballdaten, Transfermarkt, AS, Starting Eleven.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru