Jangan Risau! Indonesia Masih Berpeluang Besar Lolos ke Piala Dunia 2026

spot_img

Jika ditanya bagaimana performa Timnas Indonesia di dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, jawabannya mungkin cukup buruk. Seburuk tendangan menyapa astronot milik pemain nomor 12 yang itu. Mungkin agak lebay, tapi memang begitu adanya. Penampilan dari skuad asuhan Shin Tae-yong benar-benar di bawah standar.

Dengan prediksi bakal mendulang empat poin di dua laga kontra Irak dan Filipina, Skuad Garuda justru hanya mendapatkan satu poin. Itu pun cuma dari laga melawan Filipina yang seharusnya bisa meraih poin penuh.

Meski menuai hasil buruk, kalian tak perlu risau. Perjalanan Indonesia menuju Piala Dunia 2026 masih panjang. Peluang Ricky Kambuaya cs masih terbuka lebar. Berikut adalah celah dan kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh Timnas Indonesia.

Masih Ada 4 Laga

Setelah kekalahan atas Irak dan imbang melawan Filipina, Indonesia masih menyisakan empat laga di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 kali ini. Tergabung di Grup F, Indonesia bahkan sama sekali belum bertemu wakil Asia Tenggara lainnya, yakni Vietnam. Jika tak ada kendala, laga tersebut akan diselenggarakan pada bulan Maret tahun 2024.

Indonesia juga masih menyimpan pertandingan kandang melawan Irak dan Filipina di pertengahan tahun 2024 mendatang. Jadi Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong masih memiliki banyak kesempatan untuk mendulang poin. Apalagi pelaksanaannya masih lama. So, Indonesia seharusnya masih punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri.

Evaluasi Dulu Coach!

Sebelum pasukan Garuda terbang ke Vietnam, masih ada waktu sekitar empat bulan untuk berbenah. Tentu para penikmat Timnas Indonesia sudah mual dan mulas apabila terus-terusan disuguhkan permainan acakadut seperti yang dipertontonkan di dua laga terakhir. Coach Shin pasti paham kalau standar yang dipasang fans Indonesia cukup tinggi untuk itu.

Indonesia terlihat kesulitan saat mendapatkan lawan yang memainkan skema high press. Itu terlihat jelas saat Indonesia begitu tertekan dan kerap salah tingkah saat menghadapi pressing tinggi dari Filipina. Komentator pada pertandingan itu bahkan menyebut 23 menit awal, pemain Indonesia bak berada di neraka. 

Kesalahan-kesalahan sepele harus segera dipangkas. Karena pertandingan itu pasti sudah ditonton oleh para calon lawan Indonesia. Jika menghadapi high press dari negara sekelas Filipina aja kerepotan gimana mau menghadapi Pasukan Nguyen?

Shin Tae-yong juga harus lebih tegas kepada pemain. Siapa pun yang mainnya jelek pantas untuk diberi efek jera. Itu sudah dilakukan dengan mencadangkan Pratama Arhan di dua laga terakhir karena mengalami penurunan performa dan mencadangkan Nadeo Argawinata yang di laga lawan Irak habis dihujani gol.

Hal seperti ini tak hanya terjadi pada pemain lokal saja. Tapi acap kali terjadi pada pemain naturalisasi. Jordi Amat contohnya. Dalam dua laga kemarin mantan pemain Swansea City ini melakukan dua kesalahan mendasar yang berujung gawang Indonesia kebobolan. Coach Shin harus tegas dalam menangani itu. Jangan tebang pilih.

Full Skuad?

Jeda yang cukup lama itu pula memberikan kesempatan kepada Shin Tae-yong untuk merombak skuadnya. Dua laga kemarin tentu bakal jadi pertimbangan Coach Shin dalam memilih pemain. Ia diperkirakan bakal memangkas pemain yang terlihat kurang berkontribusi dan memanggil nama-nama baru yang lebih menjanjikan.

Ngomong-ngomong soal materi pemain, di dua laga kemarin Indonesia belum diperkuat dua pemain muda berbakat yang berposisi sebagai pemain tengah. Mereka adalah Ivar Jenner dan Marceng alias Marselino Ferdinan. Meski keduanya masih berusia muda, kontribusi dan gaya bermainnya bisa meningkatkan kualitas permainan Indonesia.

Selain karena mobilitas dan naluri menyerangnya yang baik, Marceng memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Pemain-pemain sepertinya sangat dibutuhkan oleh tim. Dengan kepercayaan diri yang baik, ia bisa memberikan warna tersendiri dalam permainan tim. 

Bahkan, ketika keadaan tertinggal, Marselino bisa jadi sosok pemecah kebuntuan. Itu semua sudah dibuktikan ketika melawan Argentina. Meski menghadapi tim juara dunia, Marceng terlihat pede untuk meliuk-liuk dan memancing pemain Argentina melakukan pressing kepadanya.

Sedangkan Jenner punya kreativitas, ketenangan, dan umpan-umpan yang berkelas. Dalam dua laga kemarin, pola dan variasi serangan Indonesia sangat minim. Seringnya terpusat pada pemain sayap. Nah, jika ada tambahan pemain kreatif di lini tengah akan menambah variasi serangan dan meringankan beban tugas Ricky Kambuaya.

Belum lagi, Indonesia masih berupaya merampungkan proses naturalisasi dari beberapa pemain. Jika proses naturalisasi pemain-pemain macam Justin Hubner, Jay Idzes, atau Ragnar Oratmangoen tak bisa rampung pada Maret mendatang, ketiganya masih bisa dipersiapkan untuk laga berikutnya melawan Irak pada Juni tahun depan.

VS Vietnam Jadi Kunci

Meski masih lama, Indonesia harus fokus 100% pada laga lawan Vietnam. Jika laga melawan Nguyen FC ini berakhir sesuai harapan, Indonesia diperkirakan bisa bangkit dan mendulang poin di pertandingan-pertandingan berikutnya. Meski harus bermain tandang, Indonesia harus tetap yakin.

Apalagi performa Vietnam di dua laga putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 tak begitu spesial. Vietnam baru mencetak dua gol, sama dengan Indonesia. The Golden Stars Warrior juga baru kalah dari Irak. Meski tak kalah telak, Vietnam yang bermain di kandang terlihat kesulitan dalam menerobos pertahanan Irak. 

Bahkan, menurut Livescore, Vietnam tak mampu melepaskan satu pun tembakan ke gawang Irak. Itu jauh lebih buruk dari Skuad Garuda. Meski kalah 5-1, Indonesia setidaknya mampu menciptakan dua peluang yang salah satunya menjadi gol. 

Keunggulan Vietnam adalah di sektor pertahanan. Irak saja sampai dibuat frustrasi oleh pertahanan Vietnam dan baru bisa mencetak gol di menit 90+7. Maka dari itu, skuad asuhan Shin Tae-yong harus bermain lebih sabar dalam membongkar pertahanan mereka jika ingin mencuri poin di kandang Vietnam nanti.

Maksimalkan Laga Kandang 

Dengan kekalahan dari Irak kemarin, Vietnam berada di urutan kedua klasemen sementara Grup F dengan mengoleksi tiga poin. Selisihnya tak begitu jauh bagi Indonesia yang baru mendapat satu poin. Harapannya, Indonesia berhasil mendulang tiga poin di kandang Vietnam nanti. Jadi, mereka akan menggusur Vietnam di urutan kedua dengan perolehan empat poin. Jika hanya satu poin, ya selisihnya tetap sama.

Jika laga melawan Vietnam berjalan sesuai harapan, Indonesia dipastikan kembali mendapatkan momentum untuk merangsek ke peringkat kedua. Apalagi Indonesia masih punya jatah untuk bermain di kandang. Tahu sendiri kalau main di kandang Skuad Garuda jadi makin sangar karena ada dukungan dari puluhan ribu penonton di stadion.

Ketika bermain kandang melawan Irak, ini menjadi kesempatan buat Indonesia. Shin Tae-yong pasti sudah membaca permainan Irak di pertemuan pertama. Jika evaluasi dan perbaikan dilakukan, Indonesia pasti akan bermain lebih cerdas. Bermain di kandang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Indonesia untuk menguasai bola sejak menit awal.

Tak muluk-muluk, hasil imbang di laga kandang kontra Irak dirasa sudah lebih dari cukup untuk Indonesia. Namun, dengan satu catatan. Skuad asuhan Shin Tae-yong harus menyapu bersih dua laga home lainnya melawan Filipina dan Vietnam. Jadi, Indonesia bisa mendulang tujuh poin dari tiga pertandingan kandang. Gimana football lovers, masih optimis lolos?

Sumber: Tribun News, CNN, Bola

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru