Italia Terancam Gagal Lolos (Lagi) ke Piala Dunia, Kok Bisa?

Sepak bola Italia memang ahli dalam membuat kejutan. Terkadang, batas antara prestasi dan kontroversi sangatlah tipis. Tak jarang pula Gli Azzurri bisa tiba-tiba tampil superior usai sebelumnya begitu terpuruk. Atau sebaliknya, Italia bisa mendadak tampil inferior setelah meraih prestasi.

Bak siklus yang berulang, itulah yang kini diderita tim nasional Italia. Mereka adalah jawara Euro 2020. Di bawah bimbingan Roberto Mancini, Italia tampil begitu menawan. Jorginho dan kolega bahkan menjuarai ajang Piala Eropa 2020 dengan rekor tak terkalahkan yang begitu hebat.

Sayangnya, tak lama setelah menggondol trofi Piala Eropa di tanah Inggris, Italia gagal menjuarai ajang UEFA Nations League. Mereka cuma meraih predikat juara ketiga. Lebih parah lagi, Gli Azzurri tampil inkonsisten sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

Italia Gagal Lolos Otomatis ke Piala Dunia 2022

Tergabung di Grup C, bersama Swiss, Irlandia Utara, Bulgaria, dan Lituania, Italia cuma berhasil menang 4 kali dalam 8 pertandingan. Gli Azzurri memang tak tersentuh kekalahan sepanjang babak kualifikasi. Namun, di 4 laga lainnya, mereka hanya sanggup memetik 1 poin.

Alhasil, poin yang berhasil dikumpulkan anak asuh Roberto Mancini di 8 pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa cuma sebanyak 16 poin. Sebuah raihan yang berujung petaka. Sebab, koleksi poin tersebut tak cukup untuk mengantar jawara Euro 2020 itu lolos otomatis ke ajang Piala Dunia mendatang.

Ya, Italia belum pasti lolos ke Piala Dunia. Koleksi poin yang mereka kumpulkan tak cukup untuk membuat mereka finish sebagai pemuncak klasemen Grup C. Jorginho dan kolega harus rela mengakhiri babak kualifikasi Piala Dunia 2022 sebagai runner-up Grup C. Hasil tersebut membuat mereka hanya sanggup meraih tiket play-off.

Pasukan Roberto Mancini sebetulnya begitu difavoritkan untuk lolos otomatis ke ajang Piala Dunia 2022 mendatang. Apalagi, peringkat timnas Italia dalam ranking FIFA juga jauh di atas para rivalnya di Grup C.

Italia menempati peringkat 6 dunia. Rival terdekatnya adalah Swiss yang menempati peringkat 13 dunia. Di bawahnya adalah Irlandia Utara yang menempati peringkat 54 dunia. Sementara Bulgaria dan Lituania hanya berperingkat 71 dan 136 dunia. Ditambah dengan status mereka yang merupakan jawara Piala Eropa 2020, maka sangatlah wajar bila Italia diprediksi akan lolos otomatis ke Piala Dunia 2022 tanpa hambatan berarti.

Sayangnya, hasil akhir tak selalu sama dengan prediksi. Apalagi kita sedang membicarakan sepak bola Italia yang memang sudah akrab dengan kejutan. Alih-alih tampil meyakinkan, Gli Azzurri malah tampil inkonsisten sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 2022.

Italia di Kualifikasi Piala Dunia 2022: Inkonsisten dan Tak Punya Striker Tajam

Pada awalnya, pasukan Roberto Mancini tampil menjanjikan di 3 laga pertama. Italia berhasil menyapu bersih 3 pertandingan pertama babak kualifikasi yang digelar sebelum Euro 2020 dengan 3 kemenangan beruntun. Mereka menang dengan skor identik 2-0 atas Irlandia Utara, Bulgaria, dan Lituania.

Ironisnya, performa serupa justru gagal ditampilkan saat Italia menyandang status juara Euro 2020. Setelah menjuarai Piala Eropa, performa pasukan Roberto Mancini justru mengalami penurunan. Di 2 laga berikutnya, mereka ditahan imbang Bulgaria dan Swiss.

Sempat menang besar, 5-0 atas Lituania, performa Gli Azzurri kembali menurun tajam di 2 laga pamungkas babak kualifikasi Piala Dunia 2022. Jorginho dan kolega lagi-lagi ditahan imbang Swiss dan di laga pamungkas hanya sanggup meraih 1 poin di kandang Irlandia Utara.

Andai Italia mampu mengulang kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di laga terakhirnya, mereka sebenarnya bisa finish sebagai pemuncak Grup C dan lolos otomatis ke Piala Dunia 2022. Sayangnya, itu hanya angan-angan saja.

Menguasai bola hingga lebih dari 70%, membuat 10 peluang emas, dan melepas 6 tembakan tepat sasaran, pasukan Roberto Mancini gagal mencetak satu pun gol ke gawang Irlandia Utara yang cuma menguasai bola kurang dari 30%. Sebuah performa yang sangat tidak menunjukkan kualitas dari sebuah tim yang baru saja menjadi kampiun Piala Eropa.

Di akhir babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa, koleksi poin Italia tersalip Swiss yang di pertandingan terakhir menang 4-0 atas Bulgaria. Swiss yang jadi pemuncak klasemen berhak atas tiket otomatis ke gelaran Piala Dunia mendatang, sementara Italia harus tertunduk malu karena kembali terancam gagal lolos ke Piala Dunia.

Salah satu problem terbesar timnas Italia adalah ketiadaan sosok penyerang tajam dalam skuadnya. Hal tersebut sebenarnya sudah terlihat saat gelaran Euro 2020. Italia tak punya seorang goal getter yang layak diandalkan.

Sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Italia cuma mampu menghasilkan 13 gol dalam 8 pertandingan. Ada 3 pemain yang jadi top skor Italia. Mereka adalah Giovanni Di Lorenzo, Ciro Immobile, dan Moise Kean. Masalahnya, ketiga pemain tersebut hanya menyumbang masing-masing 2 gol saja. Ini adalah masalah serius.

Lini bertahan Italia masihlah yang terbaik di daratan Eropa. Mereka tak pernah kehabisan talenta di sektor pemain bertahan. Namun, predikat yang sama tak berlaku untuk lini depan mereka yang bisa dibilang tumpul. Selain Immobile dan Kean yang cuma mencetak 2 gol, striker Italia lainnya, Andrea Belotti cuma mencetak 1 gol.

Begitu pula dengan penyerang lainnya. Domenico Berardi dan Federico Chiesa juga hanya menyumbang 1 gol, sama dengan torehan striker muda Gli Azzurri lainnya, Giacomo Raspadori. Catatan tersebut jelas memprihatinkan. Banyak media Italia yang mengkritik keras performa para penyerang tengah Italia, khususnya striker senior Ciro Immobile dan Andrea Belotti.

Selain itu, penggunaan striker asing yang merajai Serie A juga ditengarai jadi penyebab lambatnya regenerasi striker tajam di Italia. Hanya Immobile yang jadi satu-satunya starter di antara 10 tim teratas Serie A saat ini.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, banyak pihak yang meminta Roberto Mancini untuk mempertimbangkan kembali Mario Balotelli. Balotelli sekarang berusia 31 tahun dan saat ini bermain di Liga Turki untuk Adana Demirspor. Sejauh ini, Balo sudah mencetak 5 gol dalam 13 pertandingan.

Namun sepertinya federasi sepak bola Italia punya pilihan lain. FIGC dikabarkan tengah bekerja untuk membuat penyerang Cagliari, Joao Pedro bisa membela timnas Italia. Penyerang 29 tahun itu merupakan pemain kelahiran Brasil, tetapi sudah membela Cagliari sejak 2014. Selama 2 musim terakhir, Joao Pedro mampu mencetak 18 gol dan 16 gol di Serie A. Musim ini, ia sudah mengemas 8 gol dalam 14 pertandingan.

Selain Joao Pedro, FIGC juga berencana untuk menaturalisasi 2 pemain asal Brasil lainnya, yakni bek Roma Roger Ibanez dan bek tengah Lazio Luiz Felipe. Tujuannya sudah pasti, yakni untuk memperkuat skuad Gli Azzurri untuk menghadapi laga hidup dan mati di babak play-off Piala Dunia pada bulan Maret mendatang.

Tergabung di Path C, Bagaimana Peluang Italia di Babak Play-Off Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa?

Ya, Italia masih punya peluang untuk lolos ke Piala Dunia 2022. Syaratnya, mereka wajib menang di 2 laga babak play-off untuk memperebutkan 1 tiket ke Piala Dunia Qatar. Sayangnya, peluang Italia untuk lolos ke Piala Dunia lewat jalur ini justru lebih sulit.

Hasil undian babak play-off kualifikasi Piala Dunia zona Eropa yang belum lama ini dirilis menempatkan Gli Azzurri di Path C. Sebuah jalur yang sulit. Di babak semifinal, mereka akan berjumpa dengan Makedonia Utara. Bila menang, Italia sudah ditunggu pemenang antara Portugal dan Turki.

Peluang Italia di babak semifinal cukup terbuka. Sesuai dengan hasil undian, mereka akan bermain sebagai tuan rumah kala menghadapi Makedonia Utara pada 24 Maret 2022. Ujian sebenarnya baru di laga final yang akan digelar pada 29 Maret 2022. Italia akan beruntung bila bertemu Turki yang di Euro 2020 kemarin mereka bantai dengan skor 3-0.

Namun, akan jadi masalah jika lawannya adalah Portugal. Sama-sama berstatus kampiun Piala Eropa di 2 edisi terakhir, baik Italia maupun Portugal jelas punya ambisi yang sangat besar. Akan sangat memalukan bukan bila sang juara Eropa justru tak lolos ke Piala Dunia.

Italia Terancam Absen di 2 Edisi Piala Dunia Secara Beruntun

Terlepas dari peluang yang mereka miliki, babak play-off adalah momok bagi timnas Italia. Ini bukan kali pertama mereka menghadapi laga hidup dan mati di babak play-off kualifikasi Piala Dunia. Di edisi sebelumnya, Italia juga gagal lolos otomatis ke Piala Dunia 2018 dan mesti berhadapan dengan babak play-off. Di fase tersebut, Gianluigi Buffon dkk kalah agregat 1-0 atas Swedia dan mesti absen di ajang Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah 1958.

Oleh karena itulah, tekanan berlipat kini tengah membebani seluruh penggawa tim nasional Italia. Apalagi mereka adalah pemenang 4 kali Piala Dunia. Publik Negeri Pizza jelas tak akan terima bila negara mereka gagal lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun.

***
Sumber Referensi: The Guardian, Football Italia, Football Italia 2, Marca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru