Beranda blog Halaman 983

10 Bek Termahal Dunia

0

Dalam kurun waktu yang sangat lama, posisi pemain belakang termarjinalkan sehingga banyak klub tak mau jika mengeluarkan ongkos mahal untuk seorang bek. Namun, belakangan banyak klub yang justru rela membayar mahal untuk mendapatkan bek yang mereka inginkan. Berikut 10 bek termahal hingga saat ini…

10. Thiago Silva (33 Juta Pounds, AC Milan > PSG)

Bisa dibilang, kedatangan Thiago Silva yang berbarengan dengan rekan setim Zlatan Ibrahimovic ke Paris pada 2012 menjadi katalis kepindahan transfer besar lainnya. Ditebus dengan 32 juta Pounds, Silva telah merengkuh lima gelar liga dan tiga piala domestik.

9. David Luiz (34 Juta Pounds, PSG > Chelsea)

Kembalinya David Luiz ke Chelsea pada 2016 setelah dua musim bersama PSG menarik perhatian bukan cuma ini adalah transfer putar balik, melainkan juga melibatkan fulus yang cukup besar: 34 juta pounds.

8. Skhodran Mustafi (35 Juta Pounds, Valencia > Arsenal)

Juara dunia 2014 ialah rekrutan Arsenal pada tenggat transfer musim panas 2016. Eks Everton tersebut didatangkan dengan status rekor klub untuk posisi bek (35 juta pounds), dan telah menjadi pilihan utama Arsene Wenger dan Unai Emery.

7. Leonardo Bonucci (35,2 Juta Pounds, Juventus > Milan)

AC Milan menggelontorkan lebih dari 160 juta pounds pada 2017, tapi tak ada yang berstatus lebih besar daripada bek berharga 35,2 juta pounds bernama Leonardo Bonucci. Sama seperti David Luiz, ia akhirnya kembali ke Juventus hanya semusim kemudian.

6. John Stones (47,5 Juta Pounds, Everton > Manchester City

Normal jika para pemain Inggris ditebus dengan harga mahal, tapi setidaknya Stones mampu membuktikan ia pantas digaet dengan harga 47,5 juta pounds. Meski awalnya kalah bersaing dengan Vincent Kompany dan Nicolas Otamendi, kini Stones berduet dengan Aymeric Laporte di musim kedua Pep Guardiola.

5. David Luiz (50 Juta Pounds, Chelsea > PSG)

PSG mungkin akan membeli pemain dengan harga berapa pun, termasuk bek kribo dengan reputasi tukang blunder di Liga Inggris. David Luiz dijual Chelsea dengan harga 50 juta pounds, tapi menariknya kembali pada 2016 dengan selisih 16 juta lebih murah.

4. Kyle Walker (52 Juta Pounds, Tottenham > Manchester City)

Tottenham dikenal sebagai penjual keras kepala, apalagi ke pesaing langsung di liga, tapi Kyle Walker mampu digaet Manchester City dengan tebusan 54 juta pounds. Harga ini merupakan rekor dunia untuk seorang bek, tapi segera dipecahkan koleganya di seberang lapangan.

3. Benjamin Mendy (54 Juta Pounds, Monaco > Manchester City)

Benjamin Mendy direkrut untuk meyendiakan bek kiri berjiwa menyerang pada musim lalu dan seprtinya makin nyetel setelah cedera panjang musim lalu. Pria dengan harga dua juta pounds lebih mahal daripada Kyle Walker tersebut kini sudah mampu beradaptasi dengan Liga Inggris.

2. Aymeric Laporte (57 Juta Pounds, Bilbao > Manchester City)

Masuknya Aymeric Laporti dalam daftar ini berarti menggambarkan kekuatan finansial Manchester City hanya untuk posisi lini belakang. Lini belakang City musim ini pun diperkuat empat pemain tersebut: Walker, Stones, Laporte, Mendy.

1. Virgil van Dijk (75 Juta Pounds, Southampton > Liverpool)

Berselisih 23 juta pounds dari Laporte, harga mahal yang dikeluarkan Liverpool barangkali akan menandai era ketika bek akan dihargai sama mahal dengan penyerang. Virgil van Dijk kini tak tergantikan di skuad Liverpool yang sedang memburu gelar juara.

Dengan meledaknya pasar Inggris dan kenaikan nilai sponsor tahun demi tahun, kita bisa mengharapkan pemecahan rekor dalam beberapa bursa transfer ke depan. Siapakah yang menurutmu akan memecahkan rekor bek termahal berikutnya?

Berita Bola Hari Ini Edisi 6 November 2018 -Van der Vaart Resmi Pensiun, Wenger Merapat Ke San Siro-

Hallo football lovers, tiada hari tanpa asupan gizi. Starting eleven edisi 6 November 2018 merangkum berita hangat dari seluruh belahan dunia. Pastikan obrolanmu dengan teman-teman diisi rangkuman dari kami..

Berita Hari Ini 6 November 2018 – Matic Ungkap Alasan, Henry Khawatir Monaco, Barca Ingin Ivanovic, Cavani Belum Dihubungi Napoli, Rooney Kembali –

0

Halo football lovers, tiada hari tanpa asupan gizi. Starting Eleven edisi 6 November 2018  merangkum berita hangat dari seluruh belahan dunia. Pastikan obrolanmu dengan teman-teman diisi rangkuman dari kami…

Matic Jelaskan Mengapa Tak Memakai Poppy

Semua publik figur di Inggris akan memakai simbol bunga poppy di akhir Oktober hingga pertengahan November untuk memperingati mereka yang gugur di medan perang. Nemanja Matic pun melakukannya baik saat berkostum Chelsea maupun Manchester United. Namun, musim ini ia memutuskan tak memakainya lagi. Kepada publik yang bertanya-tanya, ia menjelaskan, “Bagiku itu (poppy) hanya mengingatkanku pada pengeboman di Serbia pada 1999, tatkala usiaku 12 tahun dan tinggal di Vrelo.”

mativ

Henry Khawatirkan Performa Monaco

“Kami butuh kemenangan,” ucap Thierry Henry, pelatih yang baru ditunjuk AS Monaco. Henry, yang mengawali karier bermain di klub tersebut, masih belum jua menghadirkan kemenangan. Empat laga memimpin Monaco hanya berbuah dua imbang dan dua kekalahan, yang berpotensi mengakibatkan kepanikan di tubuh tim. Monaco kini disokong oleh pemain-pemain muda setelah menjual bintang-bintang semacam Kylian Mbappe, Bernardo Silva, Benjamin Mendy, Tiemoue Bakayoko, Thomas Lemar, dan Fabinho ke klub-klub besar Eropa.

henry

Cari Pelapis, Barcelona Inginkan Ivanovic

Barcelona dilaporkan ingin mencari bek baru setelah cedera menggerogoti personil lini belakang seperti Thomas Vermaelen dan Samuel Umtiti. Eks bek Chelsea Branislav Ivanovic dipertimbangkan untuk direkrut, terlebih bek Zenit St. Petersburg tersebut sanggup bermain sebagai bek kanan. Bila perpindahan ini terjadi, Barca lebih memilih menggunakan formula peminjaman selama enam bulan hingga akhir musim.

ivanovic

Cavani Belum Dikontak Napoli

“Ada dugaan dari media Italia (tentang kepindahan ke Napoli) tapi saya belum berhubungan dengan (Aurelio) De Laurentiis (Presiden Napoli) perihal kembalinya Cavani ke sana,” ujar agen Edinson Cavani, Walter Fernando Guglielmone. Cavani memang sempat berkarier di Italia sebelum menjadi ujung tombak utama Paris Saint-Germain dengan memperkuat Palermo dan Napoli. Presiden De Laurentiis sebelumnya menegaskan hanya akan memulangkan Cavani jika yang bersangkutan mau menurunkan gajinya.

cavani

Dipanggil Lagi untuk Laga Perpisahan, Rooney Pakai Nomor 10 di Timnas Inggris

Wayne Rooney dikonfirmasi akan kembali mengenakan seragam tim nasional Inggris dalam laga persahabatan melawan Amerika Serikat pada 15 November 2018. Rooney juga dikabarkan akan memakai kembali nomor punggung 10, yang sebenarnya sudah diamil alih oleh Raheem Sterling. Pertandingan pada pekan tersebut akan menjadi laga ke 120 Rooney bersama Three Lions, dan top skorer timnas Inggris tersebut akan diberi hak untuk mengeksekusi penalti.

rooney

15 Keputusan Wasit Yang Sangat Merugikan Ronaldo

Cristiano Ronaldo merupakan pemain dengan skill diatas rata-rata. Dirinya sering merepotkan pertahanan lawan. Taktik yang jitu pun sangat diperlukan untuk menghentikan Ronaldo. Namun kali ini ada beberapa aksi Ronaldo yang berhasil dihentikan, bukan karena taktik jitu dari lawan, melainkan karena keputusan wasit yang tidak adil.

Berikut ini starting eleven menampilkan beberapa momen yang mana keputusan tidak adil dari seorang wasit menghentikan pergerakan Ronaldo..

20 Momen Paling Tidak Sportif Dalam Dunia Sepakbola

Dalam dunia sepakbola seringkali terjadi hal yang tidak diinginkan, entah apa maksud dan tujuan nya tindakan tak sportif sangatlah tidak dibenarkan dalam olahraga manapun termasuk sepakbola. Seperti yang berikut ini, starting eleven akan menampilkan 20 momen atau kejadian paling tidak sportif dalam dunia sepakbola.

Bedah Peluang Timnas Indonesia di Piala AFF 2018

0

Mempertimbangkan bahwa Indonesia sempat mendapat sanksi dari FIFA kurang dari tiga tahun lalu, pencapaian dua tahun belakangan boleh dibilang lumayan impresif.

Posisi runner-up di Piala AFF 2016, diikuti oleh sejumlah penampilan meyakinkan di berbagai turnamen kelompok umur, sudah cukup meyakinkan publik bahwa Indonesia tetap salah satu negara terkuat di Asia Tenggara.

Namun, rasa penasaran akibat selalu gagal di lima final Piala AFF membuat negara ini ingin segera berbenah dan naik level ke tingkat Asia.

Jadwal

9 November, Singapura v Indonesia (National Stadium, Singapura)

13 November, Indonesia v Timor Leste (Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta)

17 November, Thailand v Indonesia (Rajamangala, Bangkok)

25 November, Indonesia v Filipina (Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta)

Penampilan Masa Lalu

Indonesia memegang rekor dengan total sebelas kali menembus babak final, tidak ada yang punya catatan lebih banyak kecuali Vietnam dan Thailand. Selain itu, tim Garuda juga menjadi tim dengan catatan terburuk di babak final, yakni lima kali berlaga tanpa pernah menjadi pihak yang mengangkat trofi.

Di turnamen terakhir pada 2016, tim Merah Putih meraih simpati pihak netral setelah berjuang mati-matian di laga terakhir grup kontra Singapura, lalu secara dramatis menyingkirkan Vietnam di semifinal, dan mengalahkan Thailand di leg pertama babak final meski kalah agregat di leg kedua.

Pertandingan yang Tak Boleh Dilewatkan

Laga ulangan final 2016 melawan Thailand di Bangkok pada 17 November mungkin perlu disaksikan dengan persiapan senam jantung.

Namun, dengan asumsi Indonesia belum menentukan kelolosan hingga pertandingan ketiga, maka pertandingan keempat kala bersua Filipina di SUGBK amat mungkin disesaki penonton. Bila pertandingan level U-19 mampu menyedot hingga 60.000 penonton, jangan terkejut bila di laga yang mempertemukan Bima Sakti dengan Sven Goran-Eriksson tersebut boleh jadi akan membuat SUGBK penuh oleh 75.000 penonton yang terus menyanyi sepanjang laga.

Pemain Kunci

Stefano Lilipaly – sang gelandang serang menjadi aktor utama tim ini pada edisi 2016, menjadi penyedia kecepatan dan kreativitas sekaligus meneror gawang lawan dengan koleksi dua gol. Di Asian Games 2018 lalu, Fano dipasang sebagai second striker yang memberi efek kejut bagi lawan yang terlalu fokus menjaga Alberto Goncalvez.

Evan Dimas – dalam usia 23 tahun, Evan sudah memanggul berbagai beban negeri ini sejak lima tahun lalu dan terlihat lebih berpengalaman dari pemain seusianya. Ia akan menjalani Piala AFF ketiganya pada tahun ini. Setelah memenangi Liga 1 bersama Bhayangkara dan tampil bagus di musim debut bersama Selangor, Evan terlihat akan memegang kunci di sisi dalam lini tengah Indonesia.

Hansamu Yama – salah satu penampil paling mengejutkan di skuad dua tahun lalu semakin mematenkan posisinya di lini belakang dengan menjadi pilihan utama di turnamen-turnamen yang diikuti Indonesia dua tahun ini. Ban kapten yang melingkar di tim U-22 membuatnya bisa tampil solid dengan Fachrudin Aryanto, yang juga seorang kapten di klubnya.

Prediksi

Menembus babak final lagi sepertinya jadi target minimum bagi Indonesia. Bahkan, dengan kepercayaan diri setelah menjalani tahun 2018 dengan baik, target juara sebenarnya tak terlalu jauh dari jangkauan.

10 Gelandang Terbaik Liga Inggris Sepanjang Masa

0

Banyak pertandingan ditentukan oleh bagaimana memenangi lini tengah. Dan beberapa pemain di bawah ini telah melakukan banyak hal demi timnya untuk memenangi sesuatu…

10. Claude Makalele

Zinedine Zidane pernah memuji Makalele, “Mengapa melapisi Bentley dengan emasi bila kau sudah kehilangan mesinnya?”. Kalimat ini dilontarkan tatkala Real Madrid menjual Makalele ke Chelsea hanya demi membeli David Beckham. Gelandang bertahan ini merupakan pemain bintang dalam gerbong pertama pembelian Roman Abramovich di Stamford Bridge, dan segera mematenkan Makalele’s Role di tanah Inggris.

9. N’Golo Kante

Sebagai pemain termuda dalam daftar ini, perlu ditelisik lebih jauh apa yang sebenarnya Kante lakukan di liga ini. Menjadi salah satu dari tujuh pemain yang mampu menjuarai Liga Inggris bersama dua klub berbeda, apalagi di dua kesempatan tersebut ia menjadi pemain utama, seharusnya tak ada yang perlu mempertanyakan keabsahannya. Berkat determinasinya dalam mengelilingi lapangan, kehadirannya pun dinilai “setara dengan dua pemain”.

8. Luka Modric

Perlu sesuatu yang benar-benar luar biasa agar seseorang yang tak pernah menembus tiga besar Liga Inggris agar masuk daftar ini. Namun, selama beberapa tahun di Tottenham, dia bermain layaknya konduktor orkestra yang mampu membuat Spurs meraih prestasi terbaik. The Lily Whites menembus Liga Champions untuk pertama kali dengan dikawal Modric di lini tengah. Enam tahun sejak kepindahannya dari London, ia memenangi empat Liga Champions dan membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018.

7. David Silva

Penguasa seni bola bawah dan sentuhan-sentuhan singkat. Sebagai sosok dengan hanya bertinggi badan 167 cm, Silva tak kesulitan meliak-liuk di antara bek-bek raksasa Premier League. Menjadi pemain utama City baik di bawah Robertu Mancini, Manuel Pellegrini, maupun Pep Guardiola dan memenangi tiga titel dengan tiga pelatih tersebut, tak ada keraguan soal keterlibatan Silva di daftar ini.

6. Yaya Toure

Pindah ke Manchester City dari Barcelona untuk mencari peran yang lebih ofensif, Toure pernah menghantui lini belakang Liga Inggris dengan kelincahan yang memanfaatkan postur raksasanya. Semasa dilatih Roberto Mancini, City kerap menarik ke luar penyerang dan memasukkan gelandang bertahan demi memberi tempat bagi Toure di pos terdepan tim. Bersama Silva, ia jadi mesin utama The Citizen.

5. Patrick Vieira

Bukan kebetulan jika puasa gelar Arsenal dimulai hampir bersamaan dengan hari kepergian Patrick Vieira ke Juventus pada 2005. Ia memanfaatkan betul fisik dan talenta bertahan, yang dikombinasikan dengan jiwa kepemimpinan, ke tim Arsenal yang Invincibles. “Pada hari terbaiknya, ketika dia memimpin Arsenal, dia tak dapat ditandingi,” ucap rival sesama penekel Roy Keane.

4. Steven Gerrard

Menjadi salah satu dari dua pemain yang tak pernah menjuarai Liga Inggris dalam daftar ini, Gerrard sering dibayangkan bagaimana jadinya bila ia bermain di skuad yang lebih baik. Ia bertahun-tahun menjadi pemain terbaik Liverpool tanpa pernah merasakan manisnya mengecup trofi liga. Namun, setelah berbagai hal yang ia kontribusikan untuk Liverpool dan Inggris, kami akan dibunuh orang Merseyside bila menyisihkannya.

3. Paul Scholes

Pangeran berambut merah yang berlari-lari kecil di lini serang ini bisa melakukan segalanya: umpan panjang, tendangan jarak jauh, tembakan jarak dekat, kuat menahan bola, dan punya visi yang dipuji Xavi. Koleksi golnya sudah mencapai tiga digit dan jumlah trofinya tak pernah lebih sedikit dari pemain mana pun kecuali Ryan Giggs. Peringkat tiga di daftar ini tempat yang cocok untuknya.

2. Frank Lampard

Punya kemampuan yang bahkan dirinya pun mungkin tak dapat menjelaskan: timing untuk tiba di depan gawang lawan ketika bola sudah siap untuk dihajar. Dia mencetak 20 gol atau lebih dalam lima musim beruntun dan telah memecahkan rekor gol untuk Chelsea. Dengan tiga gelar liga dan satu trofi Liga Champions, ia sebenarnya cukup kuat untuk menantang peringkat satu daftar ini.

1. Roy Keane

Pertandingkan dimenangkan oleh pertarungan di lini tengah, dan tak mungkin ada yang mampu lolos dari kekalahan di tangan Roy Keane. Dia mungkin tak punya kreativitas semacam Silva atau koleksi gol sebanyak Lampard, tapi dia mampu menggerakkan tim dengan teriakan-teriakannya. Anda mungkin lebih suka menonton sembilan pemain lain dalam daftar ini, tapi tak ada yang lebih Anda inginkan untuk bermain bersama selain Roy Keane.

Well, di antara sepuluh orang di atas, hanya Yaya Toure dan David Silva  serta Roy Keane dan Paul Scholes yang pernah bermain bersama. Tak terbayang jika beberapa pemain tersebut saling berkolaborasi…

10 Superstar Yang Tolak Tawaran Real Madrid

Real Madrid menjadi kekuatan terbesar di Eropa bahkan dunia. Kesuksesan tim asal Spanyol itu dibarengi dengan transfer cerdas nan megah yang dilakukan oleh pihak klub. Nama-nama besar seperti Ronaldo de Lima, David Beckham, hingga Cristiano Ronaldo menjadi deretan pemain yang sukses mengantarkan el Real menjadi salah satu tim terbaik sejagad raya. Namun pergerakan transfer el Real tak selalu berjalan mulus, mereka juga tak jarang menemui jalan buntu ketika melakukan negosiasi dengan beberapa pemain.

Seperti deretan pemain berkelas berikut ini yang telah menolak tawaran dari Los Galacticos..