Beranda blog Halaman 756

Wout Weghorst, Pengganggu Rivalitas Erling Haaland dan Robert Lewandowski

Kompetisi Bundesliga Jerman banyak diremehkan oleh sejumlah pihak. Kompetisi tersebut seringkali dianggap sebagai kompetisi yang tidak kompetitif, karena kerap memunculkan satu tim yang menjadi langganan juara. Namun begitu, anggapan itu tidak selalu benar. Dalam perjalanan kompetisi, sejumlah tim terus berjuang untuk bisa menjadi yang terbaik meski memang, tak jarang hanya ada satu nama yang muncul sebagai dominasi.

Sudah ada banyak nama besar yang hadir dari kompetisi tersebut. Bahkan, kompetisi yang dianggap membosankan itu justru mengirimkan satu wakilnya untuk menjadi juara di kompetisi Eropa.

Bila menilik tentang performa individu di kompetisi Bundesliga Jerman, nama FC Bayern selalu muncul sebagai yang paling superior. Mereka masih punya banyak nama hebat, termasuk Manuel Neuer, Serge Gnabry, Thomas Muller, sampai dengan sang peluru berbahaya, Robert Lewandowski.

Saat ini, Robert Lewandowski masih menjadi pemain tersubur di seluruh Eropa. Dia sudah mencetak lebih dari 40 gol di semua kompetisi. Jelas bukan angka yang sembarangan bila melihat barisan para lawan yang sama sekali tidak bisa diremehkan.

Selain nama Robert Lewandowski, ada satu pemuda yang tengah naik daun, yang terus mengganggu singgasana sang kreator gol sejati. Adalah Erling Braut Haaland. Erling Haaland tentu sudah menjadi nama yang sudah banyak didengar oleh khalayak. Kemampuan mencetak golnya sangat luar biasa. Bahkan, bisa dibilang, dia kini menjadi rival serius Robert Lewandowski dalam hal mencetak gol.

Semua orang tertuju pada dua sosok hebat tersebut, meski sebenarnya ada satu nama lagi yang sama sekali tidak boleh disingkirkan. Siapa dia? Dia adalah Wout Weghorst.

Sebagai seorang pesepakbola profesional, nama Wout Weghorst seringkali diabaikan. Dia merupakan pemain asal Belanda yang berada dari wilayah Borne, sebuah kota yang hanya berjarak kurang dari 30 km dari perbatasan Jerman. Dengan begitu, wajar bila dia sudah mengikuti kompetisi Bundesliga sejak kecil.

Sepakbola sudah menjadi santapan sehari-harinya. Namun, dia selalu mendapat penolakan dari lingkungan. Wout Weghorst sering mendengar ucapan orang-orang yang meremehkannya. Namun itu tidak menjadi halangan baginya. Dia terus melaju, dan mungkin, perjalanan hidupnya layak dijadikan sebagai panutan.

Wout Weghorst mengaku senang ketika melihat permainan sosok bernama Niels Oude, yang dulu tenar dengan seragam kebesaran Schalke 04 dan Borussia Moenchengladbach. Niels Oude sendiri merupakan tetangga dari pamannya. Oleh sebab itu, dia begitu mengenalnya dan ingin menjadi sepertinya suatu saat nanti.

Sejak berusia delapan tahun, Wout Weghorst sudah menekuni hobi sepak bolanya. Apalagi setelah tahu kalau kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah. Dia tidak ingin larut dalam kesedihan, dan merespon segala kekecewaan dengan sebuah perjuangan besar yang nantinya akan memberi kebahagiaan baginya.

Wout Weghorst juga sudah peduli dengan segala hal tentang kesehatan. Tidak hanya fokus pada skil olah bolanya saja, dia juga begitu memikirkan pola makannya, agar tubuhnya senantiasa kuat.

Sayangnya, ketika dia bergabung dengan klub FC Emmen, yang saat itu berkompetisi di divisi kelas dua, Wout Weghorst banyak menerima banyak kekecewaan. Dikatakannya bahwa klub tersebut tidak mempedulikan gizi para pemainnya. Bahkan, dalam menu makanan sehari-harinya, terdapat santapan seperti bakso, kroket, dan nuget ayam. Jelas hal tersebut membuatnya heran sekaligus marah.

Dia sampai mengatur pola makannya sendiri dan menentukan jadwal khusus untuk membuatnya latihan secara rutin.

Buah dari kerja kerasnya, klub Heracles Almelo, memboyongnya pada tahun 2014. Dalam dua musimnya dengan klub tersebut, sebanyak 20 gol berhasil dia ciptakan. Hal itulah yang membuatnya diminati oleh AZ Alkmaar.

Meski hanya dua musim bertahan di Heracles Almelo, Weghorst mendapat banyak manfaat. Dia merasa bahwa klub tersebut benar-benar memperhatikan nutrisi dan jadwal latihan pemain. Semua berjalan sesuai rencana dan berhasil membuatnya menjadi seorang pemain yang lebih siap menghadapi tantangan.

Bersama AZ Alkmaar sendiri, dia memainkan musim terbaiknya pada 2017/18. Mengawali 13 pertandingan dengan torehan 7 gol, dia lalu menutup musim dengan raihan 20 gol dari 29 pertandingan.

Tanpa ragu, klub asal Jerman, VfL Wolfsburg, memberinya tawaran kontrak selama empat tahun lamanya.

Di kompetisi inilah, dia menjadi pemain yang jauh semakin matang.

Namun satu hal yang perlu diingat, dia merupakan tipe pemain yang tidak banyak mendapat perhatian. Hal itu terasa sangat wajar. Betapa tidak, dia bukanlah sosok pelari cepat seperti Cristiano Ronaldo. Dia juga bukan pemain dengan skill tinggi seperti Neymar. Dia merupakan tipe penyerang yang lebih mirip dengan Olivier Giroud. Dengan tinggi tubuh yang nyaris menyentuh angka 2 meter, tidak mungkin bagi Weghorst untuk berlari cepat sambil mempertontonkan skil luar biasa.

Namun hal itu justru memberi keuntungan besar baginya. Dalam dua musim pertamanya, dia berhasil mencetak masing-masing 17 dan 16 gol. Di semua kompetisi, sebanyak 18 dan 20 gol berhasil dia sarangkan. Namun meski tergolong sebagai pemain yang rajin mencetak gol, Weghorst masih belum juga mendapat perhatian.

Weghorst sendiri sadar bila kemampuannya memang bukan merupakan favorit kebanyakan orang. Tapi bagi pelatih, dia bisa menjadi yang sangat menguntungkan. Dia punya peran secara defensif, membantu tim dalam membuka ruang, dan tentunya memiliki penyelesaian yang sangat dibutuhkan.

Di musim ini sendiri, setelah dua pemain hebat sebelumnya telah disebut, muncul nama Weghorst sebagai pengganggu.

Sekali lagi, bagi para penggemar, sosok Weghorst mungkin bukan tipe pemain idaman. Namun Hans-Dieter Flick yang merupakan pelatih Robert Lewandowski, justru menyebut Weghorst sebagai penyerang terbaik di liga. Oliver Glasner sebagai pelatih sang pemain itu sendiri juga mengakui, kalau Weghorst adalah pemain luar biasa. Dia rela mengorbankan diri sendiri demi tim. Dia rajin membantu pertahanan hingga membuat Wolfsburg memiliki ketergantungan terhadapnya.

Sejauh ini, dalam setidaknya lebih dari 25 pertandingan liga, Weghorst sudah mampu catatkan sebanyak 17 gol, dengan rataan 0.69 gol per menit. Dia juga sukses melakukan sebanyak 60 tembakan ke gawang lawan, dengan tingkat akurasi sebanyak 65%.

Dengan kemampuan yang dimiliki, serta capaian yang sudah dicatatkan sampai saat ini, bukan tak mungkin bila Wout Weghorst akan menjadi pemain yang mampu goyahkan dominasi Robert Lewandowski dan Erling Haaland di kompetisi sepakbola Jerman.

 

Sumber referensi: panditfootball. indosport, bundesliga

Dibeli Dengan Harga Mahal, Pemain Ini Malah Jadi Pembelian Terburuk Setan Merah

Manchester United tentu masih layak dianggap sebagai salah satu klub terbesar di Liga Primer Inggris bahkan Eropa. Meski kini mereka tengah mengalami masa yang kurang menyenangkan, tetap saja, sejarah yang telah dicatat mampu membuat nama mereka ditakuti lawan.

Dalam membangun tim yang banyak ditakuti lawan, membeli deretan pemain bintang tentu menjadi cara yang menjanjikan. Akan tetapi, bagi MU, tidak semua pemain bintang yang dibeli dengan harga mahal mampu penuhi harapan. Tidak sedikit dari mereka yang bahkan hanya menjadi penghangat bangku cadangan, hingga akhirnya dilepas dengan harga yang relatif murah.

Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan merangkum deretan pemain yang menjadi pembelian terburuk Manchester United. Siapa sajakah mereka? Simak ulasannya berikut ini.

Alexis Sanchez

Sudah jadi rahasia umum bila nama Alexis Sanchez menjadi satu diantara sekian banyak pemain terburuk yang pernah dibeli MU. Ketika menggaet pemain asal Chile tersebut, MU harus mengeluarkan dana senilai lebih dari 9 miliar rupiah per minggu hanya untuk membayar gaji sang pemain. Selain itu, dana senilai 41 juta pounds atau setara 809 miliar rupiah juga dikeluarkan oleh tim Setan Merah untuk menebus bakatnya.

Namun apa yang didapat MU sungguh diluar harapan. Meski pada saat membela Arsenal Sanchez dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di Liga Primer Inggris, eks penggawa FC Barcelona ini justru tampil melempem saat berkostum United dengan nomor punggung 7.

Sanchez banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan, sebelum akhirnya Inter Milan menjadi tim yang mampu menyelamatkan karirnya.

Bebe

Nama Bebe tentu tidak asing bagi para penggemar Manchester United. Pemain bernama lengkap Tiago Manuel Dias Correia diboyong ke Old Trafford dengan mahar senilai 7 juta pounds atau setara 138 miliar rupiah.

Namun begitu, dia akhirnya hanya menghabiskan waktu selama semusim di MU karena tidak masuk rencana Sir Alex Ferguson. Dari situ, dia lebih sering dipinjamkan ke berbagai klub sebelum akhirnya dibeli oleh Benfica.

Kini di usianya yang menginjak 30 tahun, Bebe tercatat sebagai pemain Rayo Vallecano yang tampil di kompetisi kelas dua Spanyol.

Massimo Taibi

Massimo Taibi didatangkan Fergie dengan maksud untuk menggantikan posisi Peter Schmeichel, yang hijrah ke Sporting Lisbon pada awal musim 1999/00. Harapan besar tentu terpancar jelas dari kubu Setan Merah saat mendatangkan sang kiper, mengingat Taibi merupakan salah satu kiper yang memang punya kemampuan mumpuni.

Namun sayang, pada pertandingan melawan Southampton, Taibi melakukan blunder yang benar-benar mengubah karirnya. Dia tidak mampu lagi tampil konsisten hingga posisi nya mulai tergeser oleh penjaga gawang lain.

Setelah hanya enam bulan bertahan, dia lalu dipinjamkan ke Reggina dan tak pernah kembali lagi ke Manchester sejak saat itu.

Juan Sebastián Verón

Juan Sebastián Verón merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki timnas Argentina. Dalam perjalanan karirnya, dia pernah sekali membela Manchester United. Veron datang ke Old Trafford pada tahun 2001 dengan status sebagai gelandang termahal di Liga Primer Inggris. Ketika itu, MU harus merogoh kocek sekitar 28 juta pounds hanya untuk mendapatkan tanda tangannya.

Meski saat berseragam Lazio Veron mampu tampil luar biasa, di MU, dia malah loyo dan tercatat hanya bertahan selama satu setengah musim.

Setelah itu, Veron hijrah ke Chelsea sebelum akhirnya kembali ke Italia bersama Inter Milan.

Kleberson

Kleberson mau menerima pinangan Manchester United pada tahun 2003 karena dia mengaku dibujuk oleh rekan senegaranya, Ronaldinho, yang saat itu berkata akan bergabung dengan MU. Akan tetapi, Ronaldinho malah bergabung dengan FC Barcelona. Sementara Kleberson, tetap menandatangani kontrak dengan Setan Merah.

Sayangnya, peraih trofi Piala Dunia 2002 ini gagal setelah dirinya tak mampu beradaptasi dengan baik. Kleberson mengaku kesulitan berkomunikasi dengan yang lain karena ketika itu di skuad MU tidak banyak yang bisa berbahasa Portugis.

Akhirnya, dia dilepas ke Besiktas setelah hanya dua tahun bertahan di Old Trafford.

Angel Di Maria

Angel Di Maria pernah mengaku bahwa bermain untuk MU adalah salah satu pengalaman terburuknya sebagai seorang pemain sepakbola. Hal itu dia ungkapkan karena memang ketika berada disana, dia merasa tidak seperti biasanya. Padahal, ketika itu, dia menjadi salah satu pemain termahal yang pernah didatangkan MU dengan nilai lebih dari 1 triliun rupiah.

Di Maria merasa kurang cocok dengan formasi yang diusung Louis van Gaal. Terlebih, dia masih merasa sangat kecewa setelah menjadi pemain yang dibuang Real Madrid, meski performanya disana tidak terbilang buruk.

Kekecewaan itu lah yang pada akhirnya disebut sebagai salah satu alasan yang membuat Di Maria mengalami penurunan performa.

Setelah hanya semusim dia lalu memutuskan pergi dari Old Trafford dan memilih bergabung dengan Paris Saint Germain.

Gabriel Obertan

Gabriel Obertan pernah disebut sebagai pemain yang memiliki skil luar biasa. Pria Prancis yang kini berusia 32 tahun itu disebut sebagai pemain yang memiliki skil serupa dengan Zinedine Zidane. Hal itu banyak diucap oleh para penggemar ketika sang pemain masih berlaga untuk Bordeaux.

Mendengar kabar tersebut, mantan manajer MU, Sir Alex Ferguson tertarik untuk mendatangkan sang pemain. Jadilah pada tahun 2009, dia dibeli dari tim asal Prancis dan langsung menyandang status sebagai pengganti Cristiano Ronaldo, dimana pada tahun yang sama, pemain berjuluk CR7 memutuskan hijrah ke Real Madrid.

Kendati demikian, performa Gabriel Obertan sungguh berada di luar harapan. Dia gagal menampilkan performa gemilang dan tak mampu tampil konsisten dalam setiap pertandingan. Selain performa yang angin-anginan, dia juga kerap diterpa masalah cedera. Sehingga lengkap sudah penderitaan nya di skuad Setan Merah. \

Gabriel Obertan hanya bertahan selama dua musim di MU sebelum akhirnya hijrah ke Newcastle United pada 2011.

Selain nama-nama tersebut, masih ada pemain seperti Memphis Depay, Owen Hargreaves, Eric Djemba-Djemba, serta Anderson, yang disebut sebagai pemain terburuk yang pernah direkrut MU.

 

Sumber referensi: punditfeed, soccerladuma

Gary Neville Sebut MU Bakal Rindukan Sosok Jesse Lingard

Legenda Manchester United, Gary Neville, menilai mantan klubnya bakal merindukan sosok Jesse Lingard. Lingard kini sedang melakoni masa pinjaman di West Ham United sejak Januari lalu. Sejauh ini, ia tampil mempesona bersama West Ham dengan sudah mencetak 6 gol dan 3 assist dari 8 pertandingan. Neville berujar bahwa Manchester United akan membuat kesalahan andai melepas Lingard secara permanen.

Sumber : Skysports

Ketika Wasit Meminta Tanda Tangan Erling Haaland

Usai pertandingan Man City vs Borussia Dortmund, salah satu asisten wasit terlihat mendekati Erling Braut Haaland. Ia tampaknya berniat mendapatkan tanda tangan pemain asal Norwegia tersebut. Asisten wasit asal Rumania yang tidak disebutkan namanya itu mengikuti Haaland masuk lorong di Stadion Etihad dengan masih membawa bendera di ketiaknya, lalu meminta si pemain menandatangani kartu merah dan kuning yang dikeluarkan dari saku baju.

Sumber : ESPN

Federico Bernardeschi Dan Varane Positif Cvd19

Jelang menghadapi Napoli, Juventus kehilangan Federico Bernardeschi yang dikonfirmasi positif virus menular. Menurut laporan, kondisi Bernardeschi sebenarnya cukup baik saat pemeriksaan itu. Sang pemain tidak mengalami gejala apapun yang biasanya dirasakan penderita virus menular. Sesuai dengan protokol, sang pemain langsung menjalani isolasi mandiri. Selain Bernardeschi, Bek andalan Real Madrid, Raphael Varane, juga positif virus menular. Bek asal Prancis dinyatakan positif dalam tes yang berlangsung beberapa jam sebelum kick off laga melawan Liverpool.

Sumber : Football Italia

Coutinho Absen Pada Sisa Musim 2020/21

Bintang Barcelona Philippe Coutinho akan absen pada sisa musim 2020/21 setelah menjalani operasi pada cedera lututnya untuk kedua kalinya. Coutinho adalah pemain reguler di bawah Ronald Koeman (Kumen) di paruh pertama musim, tetapi tidak bermain sejak Desember karena masalah meniskus yang serius, yang dioperasi pada bulan berikutnya. Pemulihannya berjalan lambat dan ia harus kembali di operasi. Coutinho telah dipaksa untuk absen dalam 33 pertandingan di semua kompetisi, dan sepertinya Koeman tidak akan bisa memanggilnya lagi saat Barca memasuki bisnis akhir musim ini.

Sumber : theathletic

Pulisic Masuk Skuad Chelsea Untuk Hadapi Porto

Thomas Tuchel telah mengkonfirmasi kabar tim Chelsea untuk menghadapi FC Porto di perempat final Liga Champions. Duel antara kedua tim bakal dihelat di Spanyol karena pandemi. Dalam perjalanannya ke Spanyol, Tuchel menyertakan nama Christian Pulisic. Padahal winger asal Amerika Serikat itu masih mengalami cedera hamstring yang didapat pada laga kontra West Brom akhir pekan kemarin. Masih belum jelas apakah Pulisic akan dimainkan atau tidak.

Sumber : Si.com

Zinedine Zidane Buka Peluang Pindah Ke Juventus

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mengungkap komentar mengejutkan tentang karirnya usai Real Madrid menumbangkan Liverpool. Pelatih berkepala plontos itu membuka opsi untuk hengkang ke Liga Italia. Hal tersebut terungkap saat dia diwawancarai oleh media Italia usai laga kontra The Reds. Bersama mata rekan setimnya, Alessandro Del Piero yang juga ada di saluran panggilan tersebut, Zidane ditanya apakah dia merindukan Italia atau Del Piero. Dan Zidane mengakui jika dia memang merindukan keduanya dan juga Juventus yang masih sangat penting baginya. Zidane juga masih membuka lebar peluang untuk melatih Juventus. Namun saat ini ia mengaku fokus kepada Real Madrid.

Sumber : Marca