Beranda blog Halaman 444

Berita Bola Terbaru 30 November 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

MU IKUT BERLOMBA UNTUK DAPATKAN CAICEDO

Erik Ten Hag ingin menambahkan gelandang baru ke tim Manchester United yang terus berkembang. Dimungkinkan Setan Merah tidak akan bisa merekrut Jude Bellingham, mereka sekarang mengalihkan perhatian ke pemain lain. United sekarang akan mengalihkan perhatian mereka ke Brighton dan gelandang Ekuador, Moises Caicedo. Gelandang berbakat itu telah membuktikan kemampuannya di Brighton dan juga diminati Liverpool.

BAYERN MUNCHEN TERTARIK BOYONG HARRY KANE

Dikutip Goal, Harry Kane masuk radar Bayern Munchen. Kane sendiri belum pernah mengutarakan masa depannya jika tidak lagi berseragam Tottenham. Namun laporan dari Sky Sports Germany mengklaim bahwa pemain berusia 29 tahun itu mulai membuka opsi untuk pindah. Di samping itu, Tottenham diyakini akan mematok harga tinggi untuk Kane. Selagi kontraknya masih ada sampai 2024, Kane disebut punya mahar senilai 80-100 juta euro.

SOUTHGATE TAK PUNYA MASALAH APA PUN DENGAN FODEN

Jack Grealish menolak klaim bahwa Gareth Southgate memiliki masalah dengan pemain Inggris mana pun di tengah pertanyaan tentang memainkan Phil Foden. Bintang Manchester City itu membantah kabar yang menyebut bahwa terdapat masalah dalam ruang ganti Inggris saat ini. Seperti diketahui, Foden tidak menjadi pilihan utama dalam dua laga awal Timnas Inggris di Piala Dunia 2022.

ALEJANDRO BALDE AKUI KAGUMI MAN UNITED

Bintang muda Barcelona, Alejandro Balde, mengakui bahwa dirinya mengagumi Manchester United selain klubnya saat ini. Hal itu disampaikan dalam program Q&A Mundo Deportivo yang tayang di akun Tik Tok media asal Spanyol tersebut. Sontak saja pernyataan Balde menimbulkan tanda tanya terkait sang pemain. Bahkan tak sedikit yang menyebutkan bahwa pernyataan Balde sebagai kode keras bagi Setan Merah.

JUVENTUS PANTAU NICO WILLIAMS

Dikutip Football Italia, Juventus mengawasi Nico Williams dari Klub Athletic Bilbao. Williams menunjukkan kemampuannya di panggung dunia dan Juventus jelas memantaunya. Kontrak pemain sayap Spanyol itu berakhir dengan Athletic Club pada Juni 2024, membuat kesepakatan cukup mudah diakses oleh Bianconeri. Tidak jelas apakah dia akan menandatangani kontrak baru dengan klub atau tidak pada tahap ini.

BUSQUETS DIPARKIR DALAM LAGA KONTRA JEPANG

Bos Spanyol, Luis Enrique akan mengistirahatkan Sergio Busquets untuk pertandingan Piala Dunia 2022 melawan Jepang. Alasan Enrique tak akan memainkan Busquets untuk berjaga-jaga supaya sang pemain tidak terkena kartu kuning lagi. Sebab, Veteran Barcelona itu mendapatkan kartu kuning pertama Spanyol di kompetisi tersebut, saat bermain imbang 1-1 melawan Jerman. Enrique tentu berharap, meski tanpa Busquets, Spanyol bisa tampil bagus kontra Jepang dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022.

TOTTENHAM PANASKAN PERBURUAN JAN OBLAK

Jan Oblak baru-baru ini menandatangani kontrak baru dengan Atletico Madrid, tetapi terus menjadi objek spekulasi transfer yang menghubungkannya dengan kepindahan ke Inggris. Spurs sedang mencari pengganti nomor satu saat ini Hugo Lloris, yang kontraknya habis pada 2024. Supaya bisa merekrut Oblak, Spurs harus bersaing dengan Manchester United, yang tampaknya juga sedang mencari pengganti David de Gea.

VAN GAAL TEGASKAN BELANDA PUNYA POTENSI JUARA DUNIA 2022

Pelatih Belanda, Louis van Gaal menekankan keyakinannya bahwa Belanda dapat memenangkan Piala Dunia Qatar dan pantas mendapatkan rasa hormat. “Saya tidak pernah mengatakan kami akan menjadi juara dunia, saya mengatakan kami bisa menjadi seperti itu, bahwa kami memiliki peluang, dan para pemain juga yakin akan hal itu,” ucapnya. 

RODRIGO KIRIM DUKUNGAN UNTUK NEYMAR YANG SEDANG CEDERA

Legenda sepak bola Brasil, Ronaldo mengirimkan dukungannya kepada Neymar yang baru saja mengalami cedera engkel. Ronaldo mengaku ia sangat mengagumi Neymar. Begitu juga sebagian besar pendukung Brasil. Ronaldo lantas mengaku prihatin melihat sikap sebagian fans Brasil yang justru mencemooh Neymar sendiri. Bahkan mereka juga merayakan cederanya pemain PSG tersebut. Terakhir Ronaldo berharap Neymar agar bisa cepat pulih.

SOSOK NEYMAR JADI-JADIAN HEBOHKAN LAGA BRASIL VS SWISS

Seorang fans Brasil meniru jadi Neymar Jr. Dia berada dekat tribun penonton. Pria tersebut sangat mirip dengan Neymar sehingga membuat para fans berteriak dan mengelilingi pria tersebut. Tak sedikit suporter yang mengeluarkan ponsel untuk berselfie dengan sosok yang mirip dengan Neymar tersebut. Sayangnya mereka tertipu. Sosok pria tersebut hanyalah Neymar palsu yang berdandan mirip striker Brasil. Faktanya, Neymar Jr tak berada di Stadion 974, tempat digelarnya laga Brasil vs Swiss.

HASIL PIALA DUNIA 2022

Senegal mengalahkan Ekuador 2-1 di laga penentuan Grup A Piala Dunia 2022. Bermain di Khalifa International Stadium, Selasa (29/11), Senegal unggul di babak pertama lewat penalti Ismaila Sarr di menit ke-44, kemudian Ekuador mampu menyamakan di babak kedua lewat sepakan Moises Caicedo di menit ke-68. Namun Senegal akhirnya berbalik unggul lewat tendangan voli Kalidou Koulibaly di menit ke-70. Dengan hasil ini, Singa Teranga berhak menemani Belanda ke babak 16 besar.

Di laga lain, Belanda berhasil menang 2-0 atas Qatar dalam matchday ketiga penyisihan Grup A. Dua gol Belanda ke gawang Qatar dilesakkan oleh Cody Gakpo pada menit ke-26 dan Frenkie de Jong menit ke-49. Belanda dengan ini sukses meraih 7 poin dan finis di posisi pertama grup A. Sementara, Qatar tanpa sebiji poin pun.

Dari grup B, Amerika Serikat lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 setelah sukses mengalahkan Iran pada matchday ketiga fase grup, Rabu (30/11) dini hari WIB. Gol tunggal tim Paman Sam dicetak oleh bintang Chelsea, Christian Pulisic di menit ke-38 pada laga di Al Thumama Stadium itu. 

Timnas Inggris menghajar Wales tiga gol tanpa balas di Ahmed Bin Ali Stadium. Marcus Rashford mencetak gol pembuka lewat tendangan bebasnya pada menit ke-50 yang disusul dengan gol Phil Foden semenit kemudian. Rashford menyegel kemenangan The Three Lions dengan gol keduanya pada menit ke-68. Kemenangan penting ini membuat Inggris dipastikan melaju ke babak 16 besar sebagai pemuncak Grup B, sementara Wales tersingkir dengan status sebagai juru kunci grup.

TIM YANG LOLOS KE BABAK 16 BESAR PILDUN 2022

Dengan berakhirnya matchday ketiga grup A dan B, maka dipastikan sudah ada tujuh negara yang telah lolos ke babak 16 besar. Selain Prancis, Brasil dan Portugal, empat negara lainnya adalah Belanda (juara grup A), Senegal (Runner up grup A), Inggris (juara grup B), dan Amerika Serikat (runner up grup B). Belanda akan jumpa AS, dan Inggris akan bentrok dengan Senegal di fase 16 besar.

CEDERA, PULISIC DIBAWA KE RUMAH SAKIT

Christian Pulisic membantu Amerika Serikat atasi Iran. Pada prosesnya saat cetak gol, ia bertabrakan dengan kiper Iran yang membuatnya cedera, dan pada akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pulisic mengeluh pusing dan cedera perut. Tapi lewat instagram, Pulisic memberi kabar baik soal cedera yang dialaminya. Pemain berusia 24 tahun itu memberi tanda bahwa tidak ada hal yang buruk dari benturan yang didapat.

SOUTHGATE: RASHFORD TAMPILKAN VERSI BERBEDA DIBANDINGKAN DENGAN EURO

Pelatih Inggris, Gareth Southgate mengatakan Marcus Rashford menampilkan versi yang berbeda antara Piala Dunia 2022 dengan Euro 2020 yang digelar tahun lalu. Perkataan Southgate dilontarkan usai Rashford cetak dua gol ke gawang Wales. Southgate senang dengan perkembangan Rashford yang tampil buruk di euro tahun kemarin. Piala Dunia kali ini, menurut Southgate, akan menjadi tantangan bagi Rashford.

ADIDAS KONFIRMASI GOL PEMBUKA PORTUGAL KE GAWANG URUGUAY BUKAN MILIK CR7

Federasi sepakbola Portugal (FPF) dikabarkan akan memberikan bukti-bukti ke FIFA perihal gol pembuka ke gawang Uruguay. FPF mencoba meyakinkan FIFA bahwa gol itu atas nama Ronaldo, bukan Bruno. Di sisi lain, Adidas menegaskan bahwa klaim Ronaldo terhadap bola yang menyentuh kepalanya hingga akhirnya bersarang ke gawang Uruguay tidaklah benar. Hal itu dipastikan setelah Adidas mengecek melalui teknologi yang mereka sematkan di dalam bola resmi bernama Al Rihla.

DESCHAMPS BANTAH RUMOR BENZEMA KEMBALI KE PILDUN

Beredar kabar pemulihan cedera Karim Benzema berjalan lancar dan memungkinkannya tampil di Piala Dunia 2022. Pelatih Prancis, Didier Deschamps diminta mengomentari rumor ini. Deschamps menampik dengan tegas. Ia mempertanyakan asal rumor tersebut. Menurut Deschamps, para penikmat sepak bola yang mengikuti pemberitaan mengetahui berapa lama sang bomber bakal pulih. Ia heran mendadak terdengar informasi seperti ini.

KOULIBALY PERSEMBAHKAN KEMENANGAN SENEGAL KEPADA PAPA BOUBA DIOP

Kapten Senegal, Kalidou Koulibaly mempersembahkan kemenangan Senegal atas Ekuador kepada pahlawan Piala Dunia 2002 yakni Papa Bouba Diop. Untuk diketahui, Diop meninggal dunia dua tahun lalu, yakni 29 November 2020, lantaran sakit berkepanjangan. Dalam laga kontra Ekuador, Koulibaly juga memakai ban kapten bertuliskan “19”, nomor punggung Diop di timnas Senegal.

PITCH INVADER DI LAGA PORTUGAL VS URUGUAY DIBEBASKAN

Mario Ferri, Pitch invader laga Piala Dunia 2022 dilaporkan telah dibebaskan tanpa dakwaan atas ulah nyelenehnya. “Saya kembali. Tidak ada konsekuensi hukum, saya bebas,” kata Ferri di media sosial pribadinya, sebelum melakukan wawancara dengan stasiun radio Catalan RAC 1. Kemudian Ferri melakukan wawancara dengan salah satu media. Dia mengaku jika Presiden FIFA, Gianni Infantino telah membantunya menyelesaikan masalah tersebut. 

COURTOIS MURKA BELGIA DIKABARKAN ADA PERPECAHAN

Thibaut Courtois murka dengan pemberitaan adanya perpecahan di Belgia, dan menyatakan orang yang mengeluarkan isu itu karirnya akan berakhir di tim nasional. Perlu diketahui, selepas dikalahkan Maroko 2-0, sejumlah media menyebutkan adanya keretakan di kubu Belgia yang melibatkan Jan Vertonghen, De Bruyne, dan Hazard. Pemain Belgia memang larut dalam emosi, tapi itu hal yang wajar menurut Courtois. Courtois juga membantah generasi emas Belgia sudah habis.

KOLO TOURE JADI PELATIH WIGAN

Wigan Athletic telah menunjuk mantan bek Arsenal dan Manchester City, Kolo Toure sebagai manajer baru. Berdasarkan pernyataan tim kontestan Divisi Championship Inggris tersebut, Toure akan mendapat kontrak tiga setengah tahun ke depan. Toure sebelumnya menjadi bagian dari tim kepelatihan di Leicester City dan klub Skotlandia Celtic di bawah Brendan Rodgers.

BERANTAKAN KENA KASUS LAGI, JUVENTUS BAKAL TERDEGRADASI?

Juventus kini sedang dalam penyelidikan atas dugaan penipuan pajak. Kasus dugaan penipuan pajak yang terjadi tahun 2020-2021 itu menimbulkan kerugian 254,3 juta Euro (Rp 4,1 triliun). Mengutip Football Italia, sejauh ini indikasi atas ancaman degradasi belum ada. Sebab dari investigasi yang dilakukan, dugaan tindak kriminal tidak mengarah kepada sisi olahraga. Meski begitu Juventus juga belum dapat dinyatakan terbebas sepenuhnya dari ancaman hukuman seperti itu. Sebab ada kans penyelidikan juga mengarah kepada hal yang menyentuh sisi keolahragaan, bila memang terbukti tindakan tersebut terkait langsung dalam proses registrasi klub dalam kompetisi.

ALEX SANDRO DIKONFIRMASI CEDERA SEUSAI LAGA KONTRA SWISS

Dokter timnas Brasil, Rodrigo Lasmar mengonfirmasi bahwa Alex Sandro telah menderita cedera panggul setelah memainkan dua laga di Piala Dunia 2022. Dengan kondisi ini, Sandro dipastikan tidak akan bermain ketika timnas Brasil melakoni laga terakhirnya di fase grup menghadapi Kamerun pada Sabtu (3/12) dini hari WIB.

BUKAN CEDERA, DYBALA BELUM BELA ARGENTINA KARENA MASALAH TEKNIS

Keberadaan Paulo Dybala di skuad Argentina dipertanyakan karena belum diberi kesempatan bermain. Di saat banyak orang menganggap Dybala masih cedera, pelatih Lionel Scaloni membantahnya. Scaloni meminta kepada para penggemar Argentina untuk tenang-tenang saja. Dybala hanya perlu momen yang tepat untuk tampil di Piala Dunia 2022. Scaloni belum memainkan Dybala karena masalah teknis saja.

MENGEJUTKAN, 500 PEKERJA UNTUK PIALA DUNIA 2022 TEWAS

Tuan rumah Qatar menyebutkan jumlah kematian pekerja yang membantu persiapan infrastruktur untuk turnamen akbar tersebut antara 400 hingga 500 orang. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari apa yang sebelumnya disebutkan penyelenggara. Hal itu diungkapkan Hassan al-Thawadi, sekretaris jenderal Komite Tertinggi Qatar untuk Pengiriman dan Warisan saat melakukan wawancara eksklusif dengan jurnalis Inggris Piers Morgan.

Bukan CR7, Tapi Bruno Fernandes yang Bawa Portugal ke 16 Besar Piala Dunia 2022

0

Lusail Stadium jadi saksi Timnas Portugal mengamankan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2022, setelah mereka menang 2-0 atas Uruguay di laga kedua babak penyisihan Grup H. Seperti diketahui, di Piala Dunia 2018, Portugal kalah 1-2 dari Uruguay dan tersingkir di babak 16 besar. Kala itu, Edinson Cavani menjadi pahlawan Uruguay berkat dua golnya.

Kini, Portugal pun menuntaskan dendam empat tahun lalu. Bukan Cristiano Ronaldo yang menjadi aktor di balik semua itu, melainkan gelandang Manchester United, Bruno Fernandes. Dua gol yang dicetak oleh Selecao Das Quinas berasal dari kaki pemain berusia 28 tahun itu. Ia bahkan menyabet gelar Man Of The Match di akhir laga.

Penampilan Bruno Fernandes di laga tersebut sangatlah mengesankan. Tak hanya membalaskan dendam, sinar mantan punggawa Udinese itu telah menerangi jalan Timnas Portugal menuju ke fase gugur Piala Dunia 2022.

Kembali Menemukan Sentuhan Terbaiknya

Didatangkan Manchester United dari Sporting Lisbon pada pertengahan musim 2019/20, Bruno Fernandes sudah tampil menggila. Dalam 14 pertandingan liga, ia telah berkontribusi dalam 15 gol yang berhasil dicetak Manchester United. Bruno bahkan di cap sebagai rekrutan terbaik United semenjak kepergian Sir Alex Ferguson dari kursi kepelatihan.

Di musim penuh pertamanya bersama United, yakni musim 2020/21, Bruno tetap konsisten di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer. Bruno mencetak 28 gol dan 17 assist dalam 58 pertandingan di semua kompetisi. Ia bahkan mengantarkan United mencapai final Europa League di musim tersebut, meski akhirnya kalah dari Villarreal melalui babak adu penalti.

Namun, setelah pergantian pelatih dari Ole ke Ralf Rangnick pada musim 2021/22, performa Bruno mulai angin-anginan. Gelandang serba bisa itu kehilangan tajinya di lapangan. Apalagi dengan adanya Cristiano Ronaldo di dalam skuad, sinar pemain bernomor punggung delapan itu terhalang oleh nama besar Ronaldo.

Bruno mulai kembali menemukan pola permainan terbaiknya kala memasuki musim 2022/23. Mungkin gol-golnya tak sebanyak dua musim lalu, tapi perannya di lini tengah United asuhan Erik Ten Hag sangat vital. 

Dengan umpan-umpan matangnya, membangun koneksi yang apik dengan Christian Eriksen, serta ancamannya di kotak penalti sangat membantu United untuk meningkatkan peluang mencetak gol. Dan performanya bersama United membuat Fernando Santos tak ragu untuk kembali memanggilnya ke Timnas Portugal guna persiapan Piala Dunia 2022.

Jalan Menuju Qatar

Upaya Bruno Fernandes dkk untuk mencapai putaran final Piala Dunia 2022 tak mudah. Jalan berliku harus dilewati oleh Timnas Portugal demi mengamankan satu tiket penerbangan ke Qatar.

Portugal hanya finis di urutan kedua klasemen Grup A kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Mereka harus puas finis di bawah Serbia dengan selisih tiga poin. Negara yang tak pernah kehabisan talenta sepakbola ternyata harus menempuh perjalanan sulit. Mereka tak meraih kemenangan dengan mudah dan harus melewati babak Play Off terlebih dahulu.

Bruno Fernandes memimpin timnya untuk bersaing dengan negara-negara yang mempunyai tradisi kuat dalam sejarah sepak bola, seperti Italia, Turki, Makedonia Utara untuk mendapatkan satu tempat terakhir di putaran final Piala Dunia 2022. Portugal bisa mengatasi Turki, tapi yang mengejutkan, asa Italia harus kandas di tangan Makedonia Utara.

Selecao Das Quinas harus menghadapi Makedonia Utara di laga hidup dan mati, demi menyelamatkan martabat sepakbola Portugal di kancah Internasional. Bermain di Estadio do Dragao, Portugal berhasil meladeni perlawanan Makedonia Utara dengan skor 2-0. Bruno Fernandes jadi bintang di laga tersebut. Ia mencetak semua gol yang tercipta malam itu. Bruno berhasil menghidupkan kembali asa Portugal di Piala Dunia 2022.

Laga Pembuka Kontra Ghana

Setelah mengamankan satu tiket ke Qatar, Timnas Portugal bergabung dengan Ghana, Uruguay, dan Korea Selatan di Grup H. Bruno Fernandes cs harus menghadapi The Black Star di laga pembuka Piala Dunia 2022.

Hari yang dinanti pun tiba, Bermain di Stadion 974 yang terkenal karena keunikannya itu, Portugal tampil mendominasi sejak peluit kick off dibunyikan. Meski begitu, Ghana tak tinggal diam, mereka juga melayangkan beberapa serangan balik yang efektif. Tampaknya Dewi Fortuna masih berpihak pada Selecao das Quinas. Mereka menang dengan skor tipis 3-2.

Cristiano Ronaldo sudah pasti jadi pusat perhatian para fans dan awak media di laga tersebut. Namun, pemain yang sesungguhnya memberikan warna berbeda di kemenangan Portugal itu adalah Bruno Fernandes. Ia memang tidak mencetak gol, tapi sukses memberikan dua assist untuk dua gol yang dicetak oleh Portugal.

Bermain di posisi gelandang serang, Bruno punya keleluasaan mengatur ritme permainan atau sebagai playmaker. Akurasi umpan Bruno di pertandingan ini pun terbilang sangat tinggi, yaitu 94%. Bruno memanjakan lini depan Portugal dengan umpannya. Dua pemain muda Portugal, Rafael Leão dan Joao Felix jadi saksi. Mereka mendapat testimoni suplai bola yang berkualitas dari Bruno di laga tersebut.

Makin Jadi vs Uruguay

Kemarin giliran Uruguay yang harus menghadapi keperkasaan Portugal di matchday kedua penyisihan Grup H. Uruguay tampil tanpa Luis Suarez demi menunjukan variasi serangan baru. Namun, duet Darwin Nunez dan Edinson Cavani justru membosankan.

Cristiano Ronaldo bahkan melakukan apa pun demi menjadi pusat perhatian di laga tersebut. Namun, tidak dapat disangkal, bintang pertunjukan dalam kemenangan 2-0 Portugal atas Uruguay adalah Magnifico Bruno, begitulah para fans United menjulukinya. 

Gelandang Manchester United itu berhak atas kedua gol saat Seleccao Das Quinas memastikan tempat mereka di babak 16 besar dengan satu pertandingan tersisa. Bruno Fernandes mencetak gol pertama ke gawang Uruguay pada menit ke-54. Gol yang sempat diperdebatkan seolah-seolah itu milik Ronaldo.

Sedangkan gol kedua Bruno datang dari titik penalti pada menit 90 setelah salah satu pemain Uruguay melakukan handball. Bruno ditunjuk sebagai algojo karena Ronaldo sudah ditarik keluar pada menit 82. Sepanjang pertandingan, Bruno Fernandes melepaskan 6 tembakan dan 3 di antaranya mampu mengenai sasaran, paling banyak dari semua pemain Portugal.

Ronaldo sekali lagi mendominasi semua headline berita, but, sorry to say, Bruno Fernandes lebih layak mendapat sorotan. Ia bahkan telah terlibat dalam 8 gol di 5 penampilan terakhirnya bersama Portugal. Yang mana empat di antaranya terjadi di Piala Dunia. Sejauh ini, dua gol dan dua assist yang dicatatkan Bruno jadi kontribusi gol terbanyak yang diberikan oleh seorang pemain di Piala Dunia Qatar.

Apabila performa Bruno terus konsisten, tampaknya ia lebih dari mampu ketimbang Ronaldo untuk menantang pemain-pemain macam Kylian Mbappe dan Lionel Messi guna meraih Golden Ball di akhir kompetisi.

https://youtu.be/LRJ5OfdgN_k

Sumber: The Athletic, Goal, Fandom, FIFA

Piala Dunia 2018 Paling Keras! Momen Para Raksasa Berguguran

Piala Dunia memang turnamen yang penuh kejutan. Banyak cerita dan momen menarik yang teringat sepanjang masa terjadi di turnamen empat tahunan ini. Ini menandakan begitu gila dan kompetitifnya kompetisi Piala Dunia ini. Di Piala Dunia 2022 ini saja sudah terjadi banyak cerita dan kejutan, bahkan hanya di fase grup.

Contohnya, Arab Saudi yang bukan merupakan negara unggulan mampu mengalahkan Argentina. Padahal Argentina adalah tim favorit dan bisa dibilang raksasa di piala dunia. Selain itu juga ada Jepang yang mampu menyayat Jerman di pertandingan pertama mereka.

Kalau kita ingat, tidak hanya di Piala Dunia 2022 ini saja yang punya kejutan. Kita tentu masih ingat di Piala Dunia 2018, raksasa-raksasa Piala Dunia pulang lebih awal. Ya, Jerman, Argentina, Portugal, Spanyol, bahkan Brasil tidak ada yang mampu sampai ke babak semifinal.

Jerman

Namun tetap saja, di antara para raksasa di Piala Dunia 2018 yang paling ngenes adalah Jerman. Sebab mereka bahkan tidak bisa lolos fase grup yang berisikan negara-negara penggembira. Ya, Jerman berada di Grup F, bareng dengan Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan. Jerman tentu jadi negara yang paling diunggulkan di grup tersebut. Apalagi mereka adalah juara bertahan Piala Dunia 2014.

Tidak hanya sampai disitu. Jerman adalah tim yang sangar di babak kualifikasi zona UEFA. Bayangkan saja, mereka mampu menang 10 kali dalam 10 pertandingan kualifikasi. Itu jadi yang kedua kalinya dalam sejarah, setelah Spanyol melakukannya di tahun 2010.

Jerman malah terpontang panting di babak putaran final. Pertandingan pembuka grup mereka adalah melawan Meksiko. Die Mannschaft harus kalah dengan skor 1-0 lewat gol dari Lozano. Lalu di pertandingan selanjutnya performa Jerman masih saja mengkhawatirkan. Mereka mampu ditahan imbang 1 sama sampai 90 menit pertandingan. Kalau saja bukan karena tendangan bebas Kroos di injury time, entah bagaimana nasib mereka nantinya.

Di pertandingan terakhir fase grup, Jerman bertemu dengan Korea Selatan. Kemenangan sebelumnya melawan Swedia tidak membuat pasukan Joachim Low aman. Mereka membutuhkan kemenangan dengan dua gol atau lebih untuk bisa melangkah ke babak selanjutnya. Tapi siapa sangka, Son Heung-min CS mampu menaklukan raksasa Eropa itu dengan skor 2-0. Sekaligus membuat mengirimnya pulang bersama mereka.

Argentina

Nasib yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Argentina, yang merupakan finalis Piala Dunia 2014. Argentina mengalami masa yang sulit sebelum Piala Dunia 2018 ini. Selain kalah di final Piala Dunia sebelumnya, mereka juga kalah di dua final Copa America. Parahnya dua kekalahan Copa America itu dialami dari lawan yang sama dan cara yang sama. Yaitu Chile lewat babak adu penalti.

Tapi mereka datang ke Rusia penuh dengan keyakinan. Albiceleste kembali diperkuat Lionel Messi yang sempat memutuskan untuk pensiun. Ya, karena kecewa gagal di tiga final berturut-turut bersama Argentina, Messi pernah memutuskan pensiun dari timnas di tahun 2016. Tapi karena dukungan dari fans dan Argentina yang tampil tidak meyakinkan di babak kualifikasi Piala Dunia 2018, Messi memutuskan untuk comeback.

Sayangnya, tidak ada glorifikasi dalam cerita comeback Messi bersama Argentina di Piala Dunia 2018. Pada pertandingan pertama, Argentina kesusahan mengalahkan Islandia. Padahal itu adalah laga pertama Islandia dalam sejarah Piala Dunia mereka. Negara nordik itu mampu menahan imbang Messi CS dengan skor 1 sama, yang mereka rayakan bagaikan kemenangan besar.

Di pertandingan selanjutnya sihir Messi masih belum terlihat. Argentina malah jadi bulan bulanan Kroasia dengan tiga gol tanpa balas. Messi baru bisa mencetak gol di pertandingan melawan Nigeria. Namun kalau bukan karena gol telat Marcos Rojo, Argentina sudah dipastikan angkat koper.

Lolos sebagai runner up grup membuat mereka harus menghadapi Prancis di 16 besar. Argentina akhirnya tak berdaya menahan gempuran Prancis seraya kalah dengan skor 4-3. Argentina pun tereliminasi dengan hanya pernah sekali menang di Piala Dunia 2018.

Portugal

Negara asal rival Messi itu juga bernasib serupa. Tapi berbeda dengan Argentina, Portugal datang ke Rusia dengan penuh keyakinan. Ronaldo CS datang ke Piala Dunia 2018 berstatus juara Euro 2016. Dan Ronaldo juga sedang berada di performa puncaknya. Dilihat dari catatan di atas kertas, Portugal harusnya bisa menjadi tim favorit juara.

Di pertandingan pertama, Ronaldo langsung menggila. Ia menunjukan permainan yang tak terlupakan. Ronaldo mencetak hattrick ke gawang David de Gea, sekaligus gol tendangan bebas yang ikonik itu. Dengan gol itu, ia menghindarkan timnya dari kekalahan di pertandingan pembukanya.

Di pertandingan selanjutnya, secara mengejutkan Portugal kesusahan untuk menembus pertahanan Maroko. Untungnya Os Navegadores sudah mencetak gol terlebih dahulu di menit ke-4 lewat gol dari Ronaldo. Tapi itu jadi gol satu satunya di pertandingan tersebut.

Ronaldo dan kolega masih sangat beruntung bisa melaju ke babak 16 besar meski bermain imbang melawan Iran. Portugal finis di peringkat kedua di bawah Spanyol, dan harus menghadapi Uruguay di fase gugur. Di babak inilah perjalanan Portugal terhenti. Dua gol dari Edinson Cavani cukup untuk menghempaskan asa Ronaldo di Piala Dunia 2018.

Spanyol

Nasib Portugal itu tidak jauh berbeda dengan rival mereka di babak penyisihan grup, Spanyol. Di masa itu, Spanyol masih berada di bawah bayang-bayang kesuksesan mereka sendiri pada Piala dunia 2010. Selain itu Spanyol juga punya masalah yang mungkin paling runyam di antara tim lainnya.

Bagaimana tidak? hanya dua hari sebelum pertandingan pertama Piala Dunia dimulai, mereka memecat Lopetegui sebagai pelatih tim matador. Itu mungkin jadi salah satu hal paling gila yang pernah dilakukan sebuah tim di Piala Dunia.

Berkat selisih gol, Spanyol masih bisa lolos dengan menjadi juara grup. Meskipun perjalanan mereka di babak penyisihan grup tidak membanggakan. Imbang melawan Portugal dan Maroko. Lalu hanya menang di satu pertandingan, melawan Iran.

tapi yang lebih terasa adalah ketidakstabilan yang tercipta setelah pemecatan Lopetegui. Fernando Heirero yang menjadi pelatih pengganti jelas tidak menginginkan beban ini dilimpahkan kepadanya secara tiba-tiba. La Furia Roja akhirnya kalah ketika melawan tuan rumah, Rusia di babak 16 besar lewat babak adu penalti.

Brasil

Berbeda dengan Brasil, nasib mereka jadi yang paling mending dari negara-negara sebelumnya. Tapi, Brasil punya aib yang paling memalukan ketika datang ke Piala Dunia 2018. Di tahun 2014 sebagai negara tuan rumah Piala Dunia, mereka dibantai habis-habisan oleh Jerman dengan skor 7-1. Itu mungkin jadi pertandingan paling memalukan mereka di Piala Dunia.

Karena itu Selecao punya misi untuk memperbaiki reputasi mereka di Piala Dunia 2018. Mereka bahkan punya pelatih baru, yaitu Tite yang menjabat sejak 2016. Di tangan Tite ini, Brasil bisa diharapkan kembali ke Jogo Bonito mereka dan lebih bermain menyerang.

Di fase grup, Neymar CS tampil meyakinkan. Mereka tidak terkalahkan di fase grup. Imbang melawan Swiss di laga pembuka, lalu mengalahkan Kosta Rika dan Serbia dengan skor 2-0 membuat mereka jadi pemuncak grup. Brasil juga dengan mudah mengalahkan Meksiko dengan skor 2-0.

Tapi langkah Brasil terhenti oleh Belgia, yang diisi oleh generasi emas mereka. Selama turnamen, Belgia memang tampil sangat impresif. Mereka memuncaki grup dan berhasil menang secara dramatis lawan Jepang di babak 16 besar. Brasil kalah dari Belgia dengan skor 2-1.

 

Sumber referensi: Bundesliga, BBC, Marca

Terkuak! Alasan Tersembunyi Dibalik Mundurnya Agnelli dari Juventus

0

Di sela-sela hiruk pikuk gemerlap Piala Dunia, kabar mengejutkan datang dari Kota Turin, Italia. Tak ada angin tak ada hujan, pemilik Juventus beserta jajarannya mengumumkan secara resmi bahwa mereka serempak mundur dan meninggalkan jabatannya di La Vecchia Signora per tanggal 29 November 2022. Pertanyaannya, kenapa?

Banyak alasan yang muncul, dan pihak pemilik pun juga sudah angkat bicara terkait hal ini. Di sisi lain pengunduran diri ini juga akan berdampak langsung bagi Juventus ke depannya.

12 Tahun Juventus Bersama Agnelli

Tak dipungkiri hubungan antara publik Turin dan sebagian besar fans Juve di seluruh dunia dengan keluarga Agnelli yang berjalan hingga 12 tahun lamanya sudah sangat harmonis. Bagaimana pengambilalihan Juventus sejak 2010 oleh keluarga Agnelli ini mengalami perubahan yang amat sangat besar.

Publik Turin harusnya berterima kasih atas jasa-jasanya membalikan Juventus dari keterpurukan setelah era Calciopoli. Sejak 2010, Juventus mengalami banyak perubahan di bawah Agnelli, termasuk menstabilkan keuangan tim.

Dari segi prestasi di bawah Agnelli, ada gelar Scudetto sembilan kali beruntun dan dua kali pencapaian final Liga Champions. Dan yang paling utama, Juventus di era Agnelli telah dibangunkan stadion besar nan megah yang tak dipunyai klub-klub Serie A lainnya.

Namun apalah daya, di tengah beberapa masalah beberapa tahun terakhir ini yang melanda Juventus, akhirnya membuat sang pemilik memilih jalan lain bagi keselamatan klub. Mereka memilih untuk meninggalkan klub ini dan menyerahkan tongkat estafet kepada presiden baru.

Sikap pengunduran diri Agnelli ini tiba-tiba terungkap setelah adanya pertemuan darurat para pemegang saham di Continassa, pusat pelatihan Juventus pada Senin malam 28 November 2022 waktu Turin.

Agnelli tidak mundur sendirian. Ia mundur bersama bersama sembilan pejabat lainnya. Selain dirinya, ada Wakil Presiden Pavel Nedved, CEO Maurizio Arrivabene, Direktur Klub Laurence Debroux, serta enam direktur independen juga ikut-ikutan angkat kaki.

Khusus untuk Arrivabene ia akan tetap diberi tugas untuk mengawasi pembentukan dewan baru pada rapat pemegang saham berikutnya, yang rencananya akan dilakukan pada 18 Januari 2023. Selain itu, pihak Juventus juga telah menunjuk Maurizio Scanavino sebagai general manajer mereka yang baru hingga presiden baru menjabat.

Alasan Pengunduran Dari Mulut Agnelli

Agnelli sendiri sudah mengumumkan pengunduran masal ini melalui keterangan resmi kepada anggota staf direksi. Keterangan resmi itu salah satunya dikutip oleh Bloomberg. Dalam keterangan resminya itu, Agnelli mengatakan bahwa mundurnya para petinggi Juventus itu karena sedang dalam momen yang sulit.

“Saat tim tidak bersatu, maka itu bisa berakibat fatal. Pada saat itu, Anda harus memiliki ketajaman pikiran untuk membendung kerusakan lebih parah lagi. Kini, lebih baik membiarkan semua orang bersama untuk mundur dan memberikan kesempatan kepada jajaran baru untuk membalikkan situasi,” itulah bunyi pernyataan resmi langsung dari mulut Agnelli.

Selain itu, kegagalan mereka mewujudkan ambisi untuk berprestasi selama satu dekade terakhir di Eropa, juga disinyalir sebagai alasan di balik pengunduran diri mereka. Bahkan sekarang di kancah domestik, Juventus mulai keteteran dan tidak lagi menunjukkan dominasi seperti yang pernah mereka lakukan dulu.

Namun apakah yang dikatakan Agnelli itu adalah sebuah alasan yang bisa sepenuhnya diterima? Tidak, pasti ada alasan lain yang lebih besar yang menyebabkan pengunduran masal ini.

Terkait Kasus Besar

Kejadian pengunduran masal ini saja, bermula dari sebuah rapat umum darurat. Artinya, ada masalah besar di balik ini semua. Dan benar saja, banyak sumber di Turin yang mengatakan bahwa buruknya keuangan klub pada rapat umum tersebut menjadi salah satu faktor.

Tak hanya faktor tersebut. Faktor kasus besar lainnya juga disinyalir menjadi alasan kuat pengunduran masal tersebut. Kini Bianconeri sedang diselidiki atas dugaan transfer mencurigakan dengan nilai yang digelembungkan demi mendapatkan banyak keuntungan.

Penyidik juga telah turun dan memeriksa langsung laporan keuangan mereka terutama pada tahun 2018, 2019, dan 2020. Juventus juga diperiksa oleh jaksa dan regulator pasar Italia Consob, untuk neraca keuangannya beberapa bulan terakhir ini yang diduga menggunakan akuntansi palsu dan manipulasi pasar. Dalam penyelidikan itu, Juventus disebutkan telah menerbitkan kerugian tahunan sebesar 254 juta euro pada musim lalu.

Selain itu, jaksa penuntut umum Turin juga telah turun langsung menyelidiki masalah terkait gaji pemain Juventus. Penyelidikan tersebut bertujuan untuk membuktikan bahwa para pemain Juventus itu tidak merelakan pemangkasan gaji akibat pandemi, akan tetapi hanya melewatkan satu bulan gaji dan kemudian menerimanya kembali berkat perjanjian pribadi dengan klub.

Agnelli, Liga Super, dan Banyak Musuh

Peliknya beberapa masalah yang dialami Juventus dan Agnelli tersebut, intinya bermuara pada kerugian finansial. Tak dipungkiri sebagai klub besar yang banyak pengeluaran besar beberapa tahun terakhir, keuangannya seketika anjlok. Hal itu terjadi berkat pendapatan yang tak seberapa dikarenakan pandemi, maupun penurunan prestasi.

Agnelli yang berusaha membuat ide baru untuk mendatangkan pundi-pundi uang baru lewat Liga Super pun kini urung terjadi. Arsitek Liga Super ini bahkan kemudian banyak menerima tuahnya atas sikap itu dengan dimusuhi oleh banyak pihak, terutama federasi sepakbola Eropa, UEFA.

Beberapa publik Turin pun menyatakan hal yang sama untuk tidak setuju terhadap proyek Agnelli tersebut. Bahkan, tahun lalu berkat isu Liga Super ia sempat berhubungan buruk dengan sepupunya yang juga CEO Exor, John Elkann. Atas dasar beberapa hubungan buruk itulah, sebenarnya kabar soal hengkangnya Agnelli dari tampuk pimpinan Juventus sudah begitu santer terdengar sejak tahun lalu.

Siapa Pengganti Agnelli?

Setelah pengunduran masal ini yang terpenting adalah bagaimana kelanjutannya. Siapa presiden Juve berikutnya? Tahun lalu, ada isu bahwa Alessandro Nasi adalah calon kuat penerus Agnelli berikutnya. Alessandro Nasi ini adalah sepupu dari Elkann dan juga Agnelli, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden Exor.

Kandidat kuat lain pun kini juga mulai terlihat pasca Agnelli Out. Exor, selaku perusahaan induk yang menaungi Bianconeri dilaporkan berencana untuk menunjuk Gianluca Ferrero sebagai pengganti Agnelli. Ferrero ini adalah ketua dewan auditor hukum perusahaan kapal Fincantieri. Ia juga menjabat sebagai wakil ketua bank kenamaan Italia, CDA Banca del Piemonte.

Siapa pun yang terpilih sebagai presiden berikutnya bagi Juventus, yang terpenting adalah harus segera membenahi keuangan yang sudah kadung carut marut di tubuh La Vecchia Signora. Inilah akhir dari sebuah era kejayaan Juventus bersama Agnelli. Dan ini juga sekaligus awal dari sebuah reformasi baru bagi kelangsungan nasib Juventus di masa depan. Tinggal hasilnya, akan lebih baik atau justru makin buruk?

https://youtu.be/Fz1KzBG9eBk

Sumber Referensi : skysports, footballitalia, theathletic

Timnas Belgia Harusnya Tak Lagi Dilatih Roberto Martinez, Ini Alasannya!

0

Tidak ada yang menyangka Timnas Belgia akan kalah dari Maroko di pertandingan kedua Piala Dunia 2022. Yang membuat itu lebih tidak disangka-sangka lagi adalah Maroko bisa mengalahkan Belgia dengan skor mantap 2-0.

Dua gol Timnas Maroko dicetak oleh Romain Saiss dan Zakaria Aboukhail. Padahal di sini Belgia menempati posisi kedua ranking FIFA. Bahkan sebagai mantan tim yang pernah menempati peringkat satu FIFA, kekalahan ini sulit dimengerti.

Spekulasi pun muncul. Mengapa Timnas Belgia dengan materi pemain yang mewah, tapi justru bisa dikalahkan oleh Maroko? Pertanyaan lainnya pun mencuat. Kenapa Belgia tampil gitu-gitu saja? Sosok yang jadi sasaran empuk amarah adalah pelatih Belgia, Roberto Martinez.

Meski pernah mengatrol posisi Belgia di peringkat FIFA, tapi Martinez sulit untuk mendatangkan trofi. Oleh sebab itu, Belgia mesti mulai memikirkan untuk menyingkirkan Martinez dari kursi pelatih. Mengapa demikian? Berikut adalah alasan-alasannya.

Kedatangan Roberto Martinez ke Belgia

Sebelum itu perlu diketahui bahwa Roberto Martinez mulai melatih Timnas Belgia tahun 2016. Namun, ia sebetulnya bukan pelatih yang memiliki portofolio mengesankan. Apalagi ia ditunjuk sebagai pelatih Belgia setelah dipecat oleh Everton.

Setelah musim yang buruk bersama Everton, Roberto Martinez dipecat pada Mei 2016. Hanya tiga bulan ia menganggur. Federasi sepakbola Belgia datang untuk merekrutnya sebagai pelatih. Mantan pelatih Wigan Athletic dan Swansea City itu ditunjuk untuk memimpin generasi emas Belgia.

Namun, di laga pertamanya melatih Belgia, Roberto Martinez memberi kesan negatif. Pada pertandingan pertamanya itu, Belgia kalah dari Spanyol di Brussel. Namun setelah itu, di tangan Roberto Martinez, Belgia pelan-pelan mulai menunjukkan perkembangan. Meski hasilnya tidak terlalu mentereng.

Hasil Buruk

Masalahnya, selama dilatih Roberto Martinez, Timnas Belgia sulit meraih trofi mayor. Bahkan bisa dibilang catatannya tidak mengesankan alias buruk. Salah satunya di Piala Dunia 2018. Yap benar sekali. Timnas Belgia memang lolos ke fase gugur.

Satu grup dengan Inggris, Tunisia, dan Panama, Belgia berhasil memuncaki klasemen Grup G pada Piala Dunia 2018. Total pada saat itu Belgia mengumpulkan 9 poin. Dengan kata lain, Belgia menyapu bersih semua laga dengan kemenangan.

Belgia pun sangat meyakinkan di fase gugur. The Red Devils bahkan bisa mencapai semifinal di Piala Dunia 2018. Namun nahas, harapan Belgia untuk juara pupus di tangan Timnas Prancis. Les Bleus sukses menaklukan Belgia di semifinal.

Alhasil Belgia terlempar dari perebutan juara Piala Dunia 2018, di mana saat itu Prancis yang kelak jadi juara. Meski demikian, Belgia bisa menyabet juara ketiga di ajang tersebut. Namun bagi tim sekelas Belgia, menjadi juara tiga saja tidaklah cukup. Roberto Martinez seharusnya bisa membawa Belgia lolos ke final.

Sementara itu, di EURO 2020, Belgia asuhan Roberto Martinez juga tak bisa menuai hasil positif. Kevin de Bruyne dan kolega gagal melaju ke semifinal setelah di perempatfinal keok atas juara kala itu, Italia. Penampilan buruk Belgia makin kelihatan di UEFA Nations League.

Di Liga Bangsa-Bangsa Eropa itu, Belgia hanya bisa finis di peringkat kedua Liga A Grup 4. Belgia ditaklukan Belanda dua kali. Salah satunya bahkan dibantai dengan skor telak 4-1. Kini hasil buruk itu benar-benar nyata usai ditaklukkan Maroko di Piala Dunia Qatar.

Tidak Berkembang dari Segi Taktik

Roberto Martinez dalam melatih Timnas Belgia juga sebetulnya tidak banyak perkembangan dalam segi taktik dan gaya bermain. Sejak menukangi Belgia, Roberto Martinez sering menggunakan formasi 3-4-3 atau dengan varian 3-4-2-1.

Meski ketika kalah dari Maroko, Roberto Martinez mencoba memakai skema 4-2-3-1 yang cukup populer. Namun, masalahnya Martinez tidak sering berinovasi. Apalagi dalam hal pemilihan pemain. Ia cenderung memakai pemain yang sama secara konsisten di setiap kompetisi.

Roberto Martinez juga beberapa kali gagal memahami gaya bermain para pemainnya. Kapten Timnas Belgia, Kevin de Bruyne seperti dilansir The Guardian, bahkan pernah mengatakan bahwa Belgia seringkali kesulitan. Roberto Martinez, kata De Bruyne, sering memaksa pemain bermain tidak sesuai gaya bermainnya.

“Selama tidak ada sistem taktis yang bagus, kami menghadapi kesulitan. Sayang sekali kami belum menemukan solusinya. Kami sering bermain dengan sistem defensif, tapi tim kami diisi banyak pemain menyerang,” kata Kevin de Bruyne.

Kerap Tidak Cocok dengan Pemainnya Sendiri

Selain itu, Roberto Martinez juga kerap beberapa kali tidak cocok dengan pemainnya sendiri. Misalnya, dalam hal pendapat. Contoh ketika Kevin de Bruyne mengatakan timnya terlalu tua. Namun, Roberto Martinez membantah hal itu.

Disamping itu, ia juga sudah mulai hobi mengecam pemainnya sendiri. Ketika kalah dari Maroko, sebagaimana dikutip Football London, Roberto Martinez mengecam gaya bermain salah satu pemainnya, Eden Hazard. Padahal ia sendiri yang menaruh kepercayaan pada Hazard.

Kurang Optimisme

Belakangan ini, Roberto Martinez juga kekurangan optimisme dalam melatih Timnas Belgia. Roberto Martinez bahkan di Piala Dunia sebelumnya, pernah mengatakan timnya siap menderita. Pada Piala Dunia 2022, ia juga mengatakan hal yang kurang lebih sama.

Seperti dikutip Goalzz, Roberto Martinez terus terang mengatakan Belgia bermain dengan mental yang ‘takut kalah’. Itu berkaitan dengan kekalahan Belgia atas Maroko di Al Thumama Stadium, Qatar 2-0. Pernyataan yang lebih dekat pada pesimisme itu tidak layak dikeluarkan oleh seorang pelatih.

Tidak Disukai Publik Belgia

Roberto Martinez juga berapa kali disebut tidak disukai oleh publik Belgia. Mereka tidak suka karena sang pelatih tidak banyak memberikan prestasi yang berharga bagi publik Belgia. Bahkan bisa dikatakan nihil prestasi. Keputusan Roberto Martinez juga kerap dikecam oleh publik Belgia.

Misalkan ketika line up melawan Maroko diumumkan. Dilansir Sportskeeda, banyak penggemar Belgia menyayangkan susunan pemain yang dikeluarkan oleh Roberto Martinez. Masuknya nama-nama seperti Alderweireld, Vertonghen, dan Michy Batshuayi di laga kontra Maroko sangat disayangkan.

Apalagi Roberto Martinez sebenarnya masih punya opsi lain. “Roberto Martinez mungkin adalah penipu besar dalam sepakbola” begitu bunyi protes yang dihimpun Sportskeeda.

Bakal Tidak Lagi Melatih Belgia?

Kabarnya setelah kalah dari Maroko di Piala Dunia, Roberto Martinez bisa jadi tidak akan melatih Timnas Belgia lagi. Terlebih sebetulnya kontra pelatih Spanyol itu di Timnas Belgia akan berakhir setelah Piala Dunia 2022. Sejauh ini belum ada kabar bahwa Royal Belgian FA tidak akan memperpanjang kontrak Martinez.

Namun, sebelumnya Martinez juga pernah diisukan bakal meninggalkan skuad Belgia. Akan tetapi, federasi sepakbola Belgia memberi pernyataan bahwa mereka masih akan mempertahankan pelatih berkepala gundul tersebut.

Di sisi lain, walaupun tampil buruk di Piala Dunia 2022, tapi Roberto Martinez, dilansir Mirror Irlandia, masih yakin bahwa federasi sepakbola Belgia akan memperpanjang kontraknya sebagai pelatih Timnas Belgia.

Namun demikian, jika kegagalan kembali menimpa Belgia, bukan tidak mungkin kalau Roberto Martinez pada akhirnya meninggalkan Timnas Belgia.

Sumber: TheGuardian, EuroSport, DailyMail, TheGuardian2, FootballLondon, Sportskeeda, InfoGuideNigeria, Goalzz, Express, MirrorIrlandia, TheSun

Serbia vs Swiss, Bukan Sekadar Laga Penentuan Grup G Piala Dunia 2022

0

Duel-duel sengit bakal tersaji di pertandingan terakhir babak grup Piala Dunia 2022. Salah satu laga yang paling menentukan dan paling menyita perhatian tersaji di Grup G ketika Serbia bersua dengan Swiss.

Pertandingan yang bakal digelar di Stadion 974, Doha pada 2 Desember ini bakal menentukan nasib kedua negara di Piala Dunia Qatar 2022. Serbia dan Swiss harus saling mengalahkan, sebab jatah tiket bagi perwakilan Grup G di fase gugur hanya tinggal satu setelah satu jatah lainnya sudah dipastikan jadi milik Brasil.

Swiss telah mengumpulkan 3 poin, hasil dari kemenangan 1-0 mereka atas Kamerun di laga pertama. Sementara Serbia baru mendapat 1 poin setelah mereka ditahan imbang 3-3 oleh Kamerun di laga kedua.

Ditilik dari perolehan poinnya, Swiss lebih diunggulkan. Kemenangan akan membawa mereka ke fase gugur, berapapun skornya. Namun, jikalau berakhir dengan hasil seri, satu poin saja sudah cukup untuk menggaransi tempat mereka di fase gugur sembari berharap agar Brasil tak kalah dari Kamerun.

Sementara itu, bagi Serbia, 3 poin adalah harga mati. Kemenangan jadi jalan satu-satunya bagi mereka untuk menjaga asa lolos ke fase gugur tetap terjaga.

Berdasarkan catatan FIFA, kedua negara sudah bertemu sebanyak 5 kali. Serbia unggul dengan 2 kemenangan berbanding 1 kemenangan milik Swiss.

Laga antara Serbia melawan Swiss memang tak sepanas Iran vs Amerika Serikat yang penuh polemik dan bumbu konflik. Namun, laga antara Serbia dan Swiss juga punya sisi lain yang membuat pertemuan kedua negara di Piala Dunia 2022 ini bukan sekadar pertandingan sepak bola.

Selebrasi Xhaka dan Shaqiri di Piala Dunia 2018 Picu Ketegangan

Menurut catatan FIFA, kedua tim sudah bertemu sebanyak 5 kali. Namun, jika menilik dari catatan historis kedua negara, Swiss sejatinya baru berjumpa sekali dengan Serbia yang notabene negara pecahan Yugoslavia. Pertemuan tersebut terjadi di Piala Dunia 2018, di mana laga Serbia dan Swiss kala itu berakhir dengan kontroversi.

Ya, pertandingan antara Serbia vs Swiss di Grup G Piala Dunia edisi Qatar adalah ulangan dari pertemuan kedua negara di Grup E Piala Dunia edisi Rusia. Saat itu, Swiss berhasil keluar sebagai pemenang usai sukses membalikkan skor menjadi 2-1.

Laga tersebut adalah salah satu yang paling kontroversial di Piala Dunia 2018. Pemicu terbesarnya adalah dua pencetak gol kemenangan Swiss, yakni Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri.

Seusai mencetak gol, Xhaka dan Shaqiri melakukan selebrasi dengan mengapitkan tangan dan mengepakkan jari mereka seperti sayap elang berkepala dua. Selebrasi tersebut mirip simbol nasionalisme Albania, yakni “Albanian Eagle”. Shaqiri bahkan kedapatan mengenakan sepatu yang bagian belakangnya telah dijahit dengan bendera Swiss di sepatu kiri dan bendera Kosovo di sepatu kanan.

Xhaka dan Shaqiri memang berasal dari etnis Albania-Kosovo yang memiliki memori kelam dengan Serbia. Keduanya juga kompak kalau selebrasi “Albanian Eagle” yang mereka lakukan tidak mengandung unsur politik dan murni sebagai luapan emosi belaka. Namun, banyak pihak punya pandangan lain.

Pelatih timnas Serbia saat itu dan FA Serbia kompak melayangkan protes. FIFA sendiri tak tinggal diam dan langsung membuka penyelidikan, sebab gestur Xhaka dan Shaqiri di laga tersebut sangat berisiko mengobarkan ketegangan di wilayah Balkan di antara nasionalis Serbia dan etnis Albania.

Kekhawatiran itu memang benar terjadi, sebab selebrasi Xhaka dan Shaqiri telah menimbulkan reaksi yang beragam. Yang paling menarik terjadi di pusat kota Pristina, ibu kota Kosovo. Bendera Kosovo dan Albania berkibar tinggi, kembang api meletus, dan jalanan macet.

Meski Kosovo tidak ikut Piala Dunia 2018, tetapi mereka larut dalam euforia kemenangan emosional Swiss atas Serbia yang diwarnai dengan aksi selebrasi “Albanian Eagle” yang dilakukan Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri.

Atas selebrasi kontroversial tersebut, FIFA menjatuhi hukuman kepada Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri dengan denda masing-masing 10.000 franc Swiss. Sementara Stephan Lichtsteiner didenda 5.000 franc Swiss karena membela dua rekannya tersebut. Menariknya, biaya denda tersebut sukses dibayar lewat skema crowdfunding yang dilakukan orang-orang Albania.

Di sisi lain, tanggapan sinis dilontarkan pemain Serbia, Aleksandar Mitrovic terhadap selebrasi “Albanian Eagle” yang dilakukan Xhaka dan Shaqiri.

“Jika dia sangat mencintai Kosovo dan memutuskan untuk mengibarkan bendera, mengapa dia menolak kesempatan bermain untuk tim mereka?” kata Mitrovic dikutip dari The Guardian.

Konflik Serbia-Kosovo Jadi Pemanas Laga Serbia vs Swiss

Sejatinya, Swiss tak punya masalah dengan Serbia. Namun, yang menjadikan pertemuan mereka dengan Serbia menjadi beraroma politik adalah karena adanya pemain keturunan Albania-Kosovo di dalam skuad timnas Swiss.

Serbia dan Kosovo sudah lama terlibat konflik. Salah satu yang terparah terjadi pada Perang Kosovo di tahun 1999 yang menyebabkan ribuan orang tewas dan mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Salah satu tujuan mereka adalah Swiss. Swiss sendiri dicap sebagai “Kosovo Kecil” karena banyaknya populasi orang-orang keturunan Kosovo di negara tersebut.

Keluarga Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri adalah sedikit dari banyaknya imigran Albania-Kosovo yang kini tinggal di Swiss. Ayah Xhaka pernah jadi tahanan politik selama kurang lebih 3,5 tahun di era Yugoslavia. Setelah keluar dari penjara, ia membawa keluarganya ke Swiss. Negara inilah yang kemudian jadi tanah kelahiran Granit Xhaka pada 1992.

Sementara itu, Xherdan Shaqiri lahir di Kosovo pada 1991. Keluarganya kemudian meninggalkan Kosovo dan pindah ke Swiss saat terjadinya Perang Balkan. Banyak sumber menulis kalau saat itu terjadi pembantaian etnis Albania-Kosovo oleh tentara Serbia. Alasan itulah melatarbelakangi Xhaka dan Shaqiri melakukan selebrasi “Albanian Eagle” yang emosional saat keduanya berjumpa dengan Serbia di Piala Dunia 2018.

Kini, empat tahun berselang, Swiss bakal kembali berjumpa lagi dengan Serbia. Sejarah masa lalu dan keberadaan keturunan Albania-Kosovo dalam skuad timnas Swiss bakal jadi bumbu panas laga penentuan Grup G Piala Dunia 2022.

Xhaka dan Shaqiri yang dulu memicu polemik dengan selebrasi “Albanian Eagle” masih jadi andalan timnas Swiss. Selain keduanya, di dalam skuad asuhan Murat Yakin, ada pemain muda Ardon Jashari yang juga memiliki darah Albania. Sementara Aleksandar Mitrovic yang dulu sinis dengan Xhaka dan Shaqiri juga masih jadi andalan timnas Serbia.

Dikutip dari Mirror, menjelang pertandingan Serbia vs Swiss pada 2 Desember nanti, Xhaka dan Shaqiri mengaku minta maaf atas selebrasi “Albanian Eagle” yang profokatif. Keduanya juga berjanji tak akan mengulang selebrasi tersebut.

Keputusan dua pemain tersebut tepat. Pasalnya, setelah lebih dari dua dekade membeku, konflik Serbia dan Kosovo kembali memanas. Aturan baru dari pemerintah Kosovo terkait penghapusan plat nomor Serbia telah memicu ketegangan di daerah perbatasan.

Etnis Serbia yang keluar masuk Kosovo wajib memakai plat nomor Kosovo. Atas kejadian tersebut, pasukan NATO diturunkan untuk menjaga perbatasan agar konflik Serbia-Kosovo tak kembali pecah.

Bendera Kosovo di Ruang Ganti Serbia Picu Polemik Baru

Permasalahan tersebut kabarnya sudah mereda. Sayangnya, ada polemik baru yang muncul jelang pertemuan Serbia dan Swiss di Piala Dunia 2022.

FIFA saat ini tengah serius melakukan investigasi terkait adanya temuan bendera yang menggambarkan Kosovo sebagai bagian dari Serbia. Dalam foto yang beredar, bendera tersebut digantung di ruang ganti timnas Serbia ketika mereka bertemu dengan Brasil. Kabarnya, bendera serupa juga dikibarkan para pendukung timnas Serbia.

Gambar bendera tersebut menjadi viral di media sosial saat dibagikan oleh Hajrulla Ceku, Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kosovo. Pada bendera tersebut, peta Kosovo diwarnai dengan warna nasional Serbia dan bertuliskan ‘Kami Tidak Menyerah’ yang ditulis dalam bahasa Serbia.

Jika terbukti bersalah, sanksi sudah menunggu Timnas Serbia yang dinilai telah melanggar Pasal 11 Kode Disiplin FIFA dan Pasal 4 Regulasi Piala Dunia FIFA 2022.

Sebagai informasi, Kosovo yang mayoritas penduduknya beretnis Albania, dulunya memang bekas provinsi Serbia yang mendeklarasikan kemerdekannya pada 2008 silam. Namun, Serbia bersama dengan Rusia dan Cina tidak mengakui kemerdaan Republik Kosovo.

Belum ada tanggapan serius dari FA Serbia terkait temuan bendera tersebut. Xhaka dan Shaqiri yang punya keturunan Albania-Kosovo juga belum berkomentar.

Pada akhirnya, pertemuan Serbia dan Swiss di Stadion 974 pada 2 Desember nanti tak hanya bernilai sebagai laga penentuan Grup G Piala Dunia 2022. Lebih daripada itu, laga Serbia vs Swiss bukanlah sekadar pertandingan sepak bola biasa.

https://youtu.be/kJs6Kq4VEEE
***
Referensi: FIFA, FIFA, Mirror, Detik, Al Jazeera, The Guardian, ESPN.

Berita Bola Terbaru 29 November 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

PELUANG JERMAN JUARA PIALA DUNIA MENURUN

Usai menelan kekalahan memalukan dari Timnas Jepang, peluang Jerman untuk meraih trofi Piala Dunia 2022 dikabarkan turun drastis. Diungkapkan oleh Squawka, Opta telah mengeluarkan persentase kemungkinan Timnas Jerman menjuarai Piala Dunia 2022 di angka 7,31%. Dan setelah mengalami kekalahan di pertandingan pembuka, peluang juara Der Panzer langsung merosot menjadi 2,8%

JUVE DAN INTER SIAP BERSAING DAPATKAN PULISIC

Penyerang sayap Chelsea, Christian Pulisic dikabarkan telah menjadi target potensial dari beberapa klub Serie A. Dilansir Sportsmole, Juventus dan Inter tengah memantau situasi Pulisic di Chelsea. Mereka akan memanfaatkan celah di mana sang pemain tak menjadi pilihan utama di skuad Graham Potter. Negosiasi belum dimulai, tapi kedua tim Serie A itu tampaknya serius meminati sang pemain.

MENANG TAK SOMBONG, FANS JEPANG JUSTRU BERSIHKAN TRIBUN

Suporter timnas Jepang tidak melupakan kebiasaan bersih-bersih mereka. Meski timnya menang, mereka tetap melakukan kebiasaan baik tersebut. Dilansir Metro, fans Jepang terlihat membersihkan sampah yang berserakan di tribun usai menonton timnas kesayangan mereka menaklukan raksasa Eropa, Jerman dengan skor 2-1. Dengan membawa kantong plastik besar, suporter Blue Samurai mengumpulkan gelas, botol, bungkus makanan, dan termasuk bendera tim lawan mereka, Jerman.

NEWCASTLE NGGAK MINAT DATANGKAN RONALDO

Setelah dilepas oleh Manchester United, Cristiano Ronaldo dirumorkan akan bergabung dengan tim Inggris lainnya, yakni Newcastle United. Namun, dilansir Bleacherreport, Newcastle United dilaporkan tidak tertarik pada potensi penandatanganan sang superstar Cristiano Ronaldo. Eddie Howe selaku manajer The Magpies menegaskan kalau timnya mengusung misi jangka panjang. Jadi mereka tak akan merekrut pemain yang sudah berusia 37 tahun.

PEMAIN JUVENTUS, MOHAMED IHATTAREN DIBEBASKAN POLISI

Setelah ditangkap oleh kepolisian, kini punggawa Juventus, Mohamed Ihattaren sudah dibebaskan dan akan segera kembali ke Italia. Dilansir Football Italia, Ihattaren tertangkap di bandara Utrecht usai melarikan diri ke Belanda dan terganjal kasus dengan salah satu wanita di sana. Namun kini, sang pemain sudah dibebaskan dari masa penyelidikan dan akan dikembalikan ke Juventus dalam waktu dekat. 

SINISA MIHAJLOVIC JADI OPSI UNTUK PELATIH RANGERS

Usai memecat Giovanni van Bronckhorst, Rangers bergerak cepat untuk mencari penggantinya. Dilansir Football Italia, mantan pelatih Bologna, AC Milan, dan Torino, Sinisa Mihajlovic muncul sebagai salah satu opsi bagi Rangers. Pihak klub merasa Sinisa adalah sosok yang tepat. Pria 53 tahun itu sarat akan pengalaman di sepakbola Eropa, dan itu bisa membantu Rangers di Skotlandia.

INTER, JUVE, DAN CITY BERSAING DAPATKAN BINTANG MUDA ITALIA

Inter Milan, Juventus, dan Manchester City dikabarkan tengah berebut bek muda asal Italia. Siapakah dia? Dilansir Football Italia pemain yang yang dimaksud adalah Giorgio Scalvini. Pemain berusia 18 tahun itu merupakan produk asli akademi Atalanta, dan mereka mematok angka 30 juta euro (Rp489 miliar) bagi yang berminat mendatangkannya. Itu angka yang fantastis untuk bocah berusia 18 tahun. Inter kini jadi yang terdepan untuk mendapatkan sang pemain, karena mereka melibatkan salah satu pemain muda mereka, yakni Giovanni Fabbian dalam negosiasi

FIFA ANCAM SANKSI MEKSIKO SOAL NYANYIAN RASIS

FIFA dikabarkan bakal turun tangan untuk menyelidiki nyanyian berpotensi rasis yang dikumandangkan fans Meksiko saat mereka bermain imbang 0-0 saat melawan Polandia. Dilansir ESPN, Komite Disiplin FIFA telah membuka proses penyelidikan terhadap Federasi Sepakbola Meksiko atas nyanyian fans mereka. Dan apabila fans Meksiko terbukti bersalah, maka FIFA tak segan akan menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepakbola Meksiko.

TURNER: BUKAYO SAKA ANCAMAN TERBESAR BAGI TIMNAS AMERIKA SERIKAT

Jelang pertandingan melawan Timnas Inggris, kiper Amerika Serikat sekaligus punggawa Arsenal, Matt Turner memberikan perhatian khusus pada rekannya di klub, Bukayo Saka. Dilansir ESPN, kiper Amerika Serikat itu mengatakan kalau The Yanks harus mewaspadai pergerakan Saka. Menurutnya, Saka bisa jadi ancaman terbesar yang dimiliki Timnas Inggris. Ia juga merasa kalau Saka bisa mencetak gol dari situasi apa pun.

CELTIC KEMBALI TAMBAH PEMAIN JEPANG

Setelah mendatangkan empat pemain asal Jepang di musim lalu, kini Celtic dikabarkan kembali mendatangkan pemain asal Jepang lainnya, Yuki Kobayashi. Dilansir Sky Sport, Celtic telah mengontrak bek Yuki Kobayashi dengan kontrak lima tahun dari klub J-League, Vissel Kobe. Bek berusia 22 tahun itu baru akan bergabung pada awal Desember mendatang. Ia akan menjadi pemain kelima Celtic yang berasal dari Jepang, setelah Daizen Maeda, Kyogo Furuhashi, Reo Hatate dan Yosuke Ideguchi.

HASIL PIALA DUNIA 2022

Kamerun dan Serbia bermain imbang 3-3 pada laga lanjutan grup G Piala Dunia 2022 di Al Janoub Stadium. Kamerun unggul lebih dulu berkat gol Jean-Charles Castelletto pada menit ke-29. Lalu, Serbia berbalik unggul berkat tiga gol dari Strahinja Pavlovic di menit 45+1, Sergej Milinkovic-Savic menit 45+3, dan Aleksandar Mitrovic di menit 53. Namun, di babak kedua, Serbia kecolongan dua gol akibat aksi pemain Kamerun Vincent Aboubakar dan Eric Maxim Choupo-Moting. Kedua tim masih mengumpulkan satu poin dan tertahan di peringkat 3 dan 4 Grup G.

Di laga lain, Brasil menang tipis atas Swiss berkat gol tunggal yang dicetak oleh Casemiro di menit 83. Dengan hasil ini, Brasil memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022, sedangkan Swiss masih bertengger di posisi kedua grup G dengan 3 poin.

Timnas Portugal dipastikan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2022 setelah berhasil mengalahkan Uruguay 2-0 pada matchday kedua Grup H. Bruno Fernandes menjadi aktor penentu kemenangan Portugal setelah mencetak brace alias dua gol pada menit ke-54 dan menit 90+3 lewat penalti. 

Di laga lainnya, Ghana sukses menumbangkan perlawanan sengit Korea Selatan, dengan skor akhir 3-2. Ghana unggul dua gol terlebih dulu melalui Mohammed Salisu menit 24 dan Mohammed Kudus menit 34. Choi Gue-sung lalu mencetak dwigol pada menit ke-58 dan 61, namun gol kedua Kudus di menit 68 mengembalikan keunggulan The Black Stars. Tiga tim penghuni klasemen Grup H di bawah Portugal secara berurutan adalah Ghana (3 poin), Korea Selatan (1) dan Uruguay (1).

RONALDO SELEBRASI, GOLNYA JADI MILIK BRUNO FERNANDES

Gol pertama Portugal ke gawang Uruguay menjadi sorotan. Gol berawal dari umpan silang yang dilepaskan Bruno Fernandes kepada Cristiano Ronaldo, yang disambut dengan gerakan tandukkan pemain 37 tahun tersebut. Ronaldo lalu selebrasi ringan dengan menghampiri Bruno. Namun tidak lama setelah Ronaldo selebrasi, pengumuman di dalam stadion menyebutkan gol tersebut milik Bruno. Ronaldo yang berusaha menyundul dianggap tidak mengenai bola.

BRUNO BUKA SUARA SOAL GOL YANG ‘DICURI’ RONALDO

Bruno Fernandes buka suara mengenai Ronaldo yang melakukan selebrasi atas gol yang padahal ia ciptakan saat Portugal mengalahkan Uruguay 2-0. Bruno mengatakan Ronaldo memang layak untuk merayakan golnya tersebut. Bahkan Fernandes mengaku ia juga menggelar selebrasi untuk rekannya tersebut, sebelum FIFA memutuskan bahwa dialah pengubah skor. Menurut Bruno, yang terpenting adalah kebersamaan tim merupakan kunci tiap kemenangan dalam pertandingan.

PENONTON MASUK LAPANGAN DI LAGA PORTUGAL VS URUGUAY

Seorang penonton berlari ke dalam lapangan ketika laga Portugal vs Uruguay yang berlangsung di Stadion Lusail, Qatar. Penyusup itu turun ke lapangan dengan membawa sebuah pesan sosial yang ia tuliskan di bajunya berbunyi “Save Ukraine”. Pria itu juga membawa sebuah bendera pelangi, bendera yang mengisyaratkan dukungan terhadap kelompok LGBT. Pihak keamanan lantas mengamankan pria tersebut.

PUJIAN NEYMAR UNTUK CASEMIRO

Casemiro sedang tampil mengesankan untuk Timnas Brasil di setiap laga Piala Dunia 2022. Penampilan itu pun mengundang pujian dari Neymar. Neymar mengatakan dirinya tidak meragukan kualitas dari Casemiro. Jadi, tidak mengagetkan pemain tersebut kembali pamer kualitas. “Casemiro telah menjadi gelandang terbaik di dunia sejak lama,” tulis Neymar di akun Twitter-nya, Selasa (29/11).

MESSI DIANCAM PETINJU MEKSIKO, ADA APA?

Pemain Argentina merayakan kemenangan atas Meksiko di ruang ganti. Saking asyiknya merayakan kemenangan, ada pemain Argentina yang menaruh jersey pemain Meksiko di lantai. Entah disengaja atau tidak, jersey Meksiko itu terinjak Lionel Messi. Petinju Meksiko Saul “Canelo” Alvarez yang melihat video tersebut pun geram. Lewat akun twitternya, ia berniat mencari dan menghajar Lionel Messi atas aksi buruknya tersebut.

MESSI TAK PERNAH LAKUKAN NEGOSIASI DENGAN INTER MIAMI

Seorang perwakilan Lionel Messi menegaskan bahwa penyerang PSG itu belum menyetujui kesepakatan untuk bergabung dengan klub MLS, Inter Miami pada 2023. Kabar sebelumnya, seperti dilansir The Times, sang superstar bisa saja pergi dari Les Parisiens pada musim panas 2023 dan bergabung ke Inter Miami. Namun, kabar tersebut dengan cepat dibantah oleh perwakilan Messi, Marcelo Mendez.

ANDREA AGNELLI DAN PAVEL NEDVED CABUT DARI JUVENTUS

Kabar mengejutkan datang dari Juventus sebagaimana seluruh dewan direksi telah mengundurkan diri. Tokoh-tokoh kunci seperti presiden Andrea Agnelli, wakil presiden Pavel Nedved dan direktur pelaksana Maurizio Arrivabene semuanya memutuskan mundur dalam pertemuan luar biasa yang diadakan pada malam tanggal 28 November. Laporan dari BBC menyatakan, mundurnya para petinggi Bianconeri itu tidak lepas dari adanya proses penyelidikan yang dilakukan terhadap Juventus. Ada dugaan kesalahan penanganan finansial di dalam klub.

HASIL UNDIAN BABAK KETIGA PIALA FA

FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris) telah mengumumkan hasil undian babak ketiga Piala FA 2022/23. Dua tim raksasa Inggris Manchester City dan Chelsea harus saling bunuh di putaran ketiga. Sementara tim-tim besar lainnya hanya bertemu lawan enteng. Liverpool misalnya bertemu Wolves. Manchester United menghadapi Everton. Arsenal malah bertemu tim jauh di bawah levelnya, yaitu Oxford. Laga-laga ini akan dimainkan pada awal Januari 2023.

SOUTHGATE TEGASKAN PIALA DUNIA BUKAN AJANG CARI MENIT BERMAIN

Manajer Inggris, Gareth Southgate menegaskan Piala Dunia bukan ajang bagi pemain untuk mencari menit bermain. Pernyataan itu untuk merespons kritikan dari banyak pihak setelah ia tidak mengubah komposisi starting eleven di dua laga sebelumnya. Melawan Wales, Southgate pun berencana hanya melakukan rotasi pemain di sektor tengah, sebab posisi Inggris belum aman.

ONANA DIPULANGKAN LEBIH CEPAT DARI TIMNAS KAMERUN

Andre Onana mulanya hanya ‘disingkirkan’ dari skuad Kamerun vs Serbia pada laga kedua Grup G Piala Dunia. Kiper Inter Milan itu tidak masuk daftar susunan pemain karena menolak mengikuti instruksi pelatih Rigobert Song. Dikutip dari cuitan jurnalis senior Fabrizio Romano, Onana menolak perintah Rigobert Song perihal gaya bermain seorang penjaga gawang. Dalam unggahan tersebut Onana ngotot bertahan dengan gaya kiper tradisional.

KEJUTAN! BENZEMA KEMBALI, BISA MAIN DI PIALA DUNIA 2022

Striker Timnas Prancis, Karim Benzema dikabarkan bisa bergabung kembali dengan tim setelah absen karena mengalami cedera. Benzema tampaknya bisa pulih lebih cepat dari perkiraan semula yakni selama tiga pekan. Menurut banyak media Spanyol, termasuk Onda Madrid, Benzema bisa kembali berlatih pertengahan pekan ini. Menurut aturan FIFA, Benzema bisa kembali ke skuad Prancis dan bermain di sisa turnamen karena ia termasuk dalam skuad resmi.

MOMEN SON LAGI NANGIS DIAJAK SELFIE OFFICIAL GHANA

Bintang Timnas Korea Selatan, Son Heung Min meratapi kekalahan timnya dari Ghana pada laga kedua penyisihan Grup H Piala Dunia 2022. Saat Son menangis, momen lucu justru terjadi, staf pelatih Ghana minta berswafoto alias selfie dengannya. Nampak ada dua orang tim pelatih lainnya yang berniat untuk menghibur penyerang sayap Tottenham Hotspur itu.

KONFERENSI PERS ANEH JELANG DUEL IRAN VS AS DI PIALA DUNIA 2022

Duel Iran vs AS pada matchday ketiga Grup B Piala Dunia 2022 akan menyedot perhatian. Selain laga penentuan, duel ini juga dipanaskan oleh masalah politik. Menurut jurnalis Sky Sports, Tim Thornton, konferensi pers jelang pertandingan juga sudah terasa aneh. Thornton menyebut, banyak pertanyaan politis yang dilontarkan para wartawan. Sebelum ini, kabar soal penghapusan lambang bendera Iran oleh federasi sepakbola Amerika Serikat juga turut memanaskan situasi.

 

5 Momen Tak Terlupakan Ronaldo di 5 Edisi Piala Dunia

Cristiano Ronaldo memang sering berselimut kontroversi. Tapi tidak bisa diragukan, dia adalah salah satu pesepakbola terbaik sepanjang masa. Ia sudah memenangkan begitu banyak penghargaan dan trofi sepanjang karirnya. Baik itu penghargaan individu, klub, maupun internasional semua ia sabet.

Hanya tersisa satu gelar untuk membuat Ronaldo jadi pemain terbaik sepanjang masa. Apa lagi kalau bukan gelar Piala Dunia. Sudah jadi rahasia umum kalau Ronaldo dan Messi saling sikut untuk bisa mendapatkan gelar juara Piala Dunia pertama mereka di Piala Dunia 2022 ini.

Ini juga kemungkinan akan menjadi Piala Dunia terakhir mereka. Apalagi Ronaldo yang memang lebih tua daripada Messi. Untuk mengenang perjalanan panjang Ronaldo di Piala Dunia, mari kita melihat 5 momen tak terlupakan Ronaldo di 5 edisi Piala Dunia.

Piala Dunia 2022 – Qatar

Banyak yang percaya Piala Dunia 2022 ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya. tapi sayangnya musim 2022 ini bukanlah musim terbaik Ronaldo. Ia berangkat ke Qatar dengan berbagai kontroversi yang menyelimutinya. Ia juga tidak terlalu banyak mendapatkan kesempatan bermain di klub, apa lagi mencetak gol.

Namun, ia masih dipercaya untuk memperkuat Os Navegadores di Piala Dunia 2022. Dan tidak butuh waktu lama bagi Ronaldo untuk membuat momen berharga di ajang tersebut. Pertama, ia adalah satu dari sedikit pemain yang bisa ikut dan main di lima edisi Piala Dunia. Dan yang kedua, Ronaldo adalah orang pertama yang bisa mencetak gol di lima edisi Piala Dunia.

Namun, gol Ronaldo di Piala Dunia memang sangat jauh dari catatan Miroslav Klose yang masih jadi pemegang rekor top scorer Piala Dunia dengan 16 gol. Selain itu, Ronaldo hanya pernah sekali mencetak gol lebih dari satu di satu edisi Piala Dunia. Yaitu di tahun 2018 di mana ia mencetak 4 gol, termasuk hattrick di pertandingan melawan Spanyol.

Fakta menarik lainnya dari gol Ronaldo di Piala Dunia adalah ia tidak pernah mencetak gol di babak gugur. Semua gol yang ia ciptakan datang dari babak penyisihan grup. Ya, memang paling jauh Ronaldo bisa membawa Portugal adalah sampai babak semifinal Piala Dunia 2006.

Piala Dunia 2018 – Rusia

Piala Dunia 2018 adalah penampilan paling gacor Ronaldo di turnamen 4 tahunan ini. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di Piala Dunia 2018 untuk pertama kalinya Ronaldo mencetak lebih dari satu gol. Ia memang tampil percaya diri saat itu. Bagaimana tidak? Ronaldo datang ke Rusia sebagai juara Euro 2016 bersama Portugal.

Pada pertandingan melawan Spanyol di fase grup, Ronaldo menampilkan permainan spektakuler dengan mencetak hattrick. Termasuk gol tendangan bebas di menit ke-88 untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Laga tersebut bisa jadi penampilan terbaiknya di Piala Dunia.

Ia melanjutkan performa apiknya itu di pertandingan setelahnya, yaitu melawan Maroko. Ronaldo berhasil mencetak satu-satunya gol di laga itu. Dengan gol itu, ia menggeser Ferenc Puskas dari peringkat kedua daftar pemain dengan gol terbanyak di tingkat tim nasional. Di tahun 2022 ini, ia sudah memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di tingkat internasional dengan total 118 gol.

Sayangnya performa gacor Ronaldo tidak diimbangi dengan Portugal. Skuad Os Navegadores bisa tembus ke babak 16 besar sebagai runner up dibawah Spanyol. Lalu langsung kalah dari Uruguay di fase gugur dengan skor 2-1.

Piala Dunia 2014 – Brasil

Sama seperti di Piala Dunia 2018, di tahun 2014 Ronaldo berada di performa puncaknya ketika akan berangkat ke Brasil. Ia baru saja mendapatkan gelar Ballon d’Or dan memenangkan Liga Champions bersama Real Madrid. Dengan menyabet penghargaan individu tertinggi, dan gelar klub paling bergengsi, ia berada di atas awan.

Tapi tren positif ini tidak bisa dibawanya ke tingkat tim nasional. Ia menjadi pusat perhatian sesaat sebelum turnamen dimulai karena cedera lutut yang dideritanya. Ia dilaporkan tetap menjalani sesi latihan meskipun sedang menderita cedera lutut. Tidak ada yang yakin Ronaldo akan bugar 100% menjelang laga pertama mereka di Piala Dunia 2014 dimulai.

Ketika Ronaldo dilaporkan siap tampil lawan Jerman di pertandingan pertama mereka, ada sedikit optimisme muncul dari para pendukung Portugal. Tapi pertandingan pertama mereka jadi sebuah bencana total. Portugal kalah secara memalukan dengan skor 4-0 dari Jerman.

Kalah 4-0 bukan situasi yang ideal untuk mengawali turnamen. Di pertandingan selanjutnya, Portugal masih sulit menang setelah mereka hanya bermain imbang 2-2 melawan Amerika Serikat. Ronaldo baru bisa mencetak gol di pertandingan terakhir mereka melawan Ghana. Gol itu sekaligus menjadikan Ronaldo pemain Portugal pertama yang mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia.

Sayangnya gol dan rekornya itu tidak mampu membuat Portugal melangkah lebih jauh. Mereka kalah selisih gol dari Amerika Serikat yang menduduki peringkat kedua. Ronaldo gagal membawa Portugal lolos fase grup dan harus pulang lebih awal.

Piala Dunia 2010 – Afrika Selatan

Piala Dunia 2010 adalah Piala Dunia kedua Ronaldo setelah menjalani debut di turnamen empat tahunan ini. Meskipun baru Piala Dunia keduanya, saat itu Ronaldo sudah jadi pemain termahal di dunia setelah pindah ke Real Madrid dengan bandrol 94 juta euro. Di musim-musim sebelumnya, ia juga berjaya bersama Manchester United.

Ronaldo bahkan baru saja mendapatkan gelar Ballon d’Or pertamanya di tahun 2008. Juga mendapatkan gelar Liga Champions pertamanya di tahun yang sama. Ditambah, di Piala Dunia ini Ronaldo dipercaya sebagai kapten Os Navegadores. Itu membuat semua mata menantikan kiprahnya di Piala Dunia saat itu.

Portugal juga baru saja ditinggal para pemain andalannya seperti Luis Figo, Deco dan Pauleta. Seolah membuat lampu sorot tertuju hanya pada Ronaldo. Tapi juga berarti tanggung jawabnya yang lebih besar daripada sebelumnya.

Ronaldo, yang saat itu baru berusia 25 tahun dinilai gagal memimpin timnya di Afrika Selatan. Portugal memang bisa lolos dari fase penyisihan grup yang berisikan Brasil, Pantai Gading, dan Korea Utara. Tapi mereka hanya mampu mencetak gol ketika melawan wakil Asia itu dengan skor 7-0.

Performa Ronaldo dan kolega yang dinilai tidak maksimal menjadi bahan kritikan media. Ronaldo juga hanya mampu mencetak sebiji gol di turnamen itu, tidak sepadan ekspektasi yang berada di pundaknya. Portugal harus angkat koper setelah kalah dari Spanyol di babak 16 besar.

Piala Dunia 2006 – Jerman

Piala Dunia 2006, dimana Ronaldo memulai perjalanan panjangnya di PIala Dunia. Ironisnya, ini jadi perjalanan terbaik Portugal bersama Ronaldo meski bukan jadi penampilan terbaik sang pemain. Ya maklum, dia masih berusia 21 tahun saat itu. Ia bahkan masih menggunakan nomor punggung 17, dimana nomor punggung 7 masih diprioritaskan untuk Luis Figo.

Ia juga mencetak gol debutnya di turnamen ini lewat titik putih ketika melawan Iran. Tapi, di Piala Dunia ini kontroversi Ronaldo lebih menarik untuk dilihat daripada gol-golnya. Pertama, ia menjadi korban battle of nuremberg. Ronaldo harus ditarik keluar di laga melawan Belanda setelah mendapat tackle kasar dari Khalid Boulahrouz.

Lalu di pertandingan selanjutnya melawan Inggris. Ia menjadi musuh publik nomor satu di Inggris setelah insiden kedipan mata yang melibatkan rekan setimnya, Wayne Rooney. Media Inggris menganggap kartu merah Rooney adalah akibat dari provokasi berlebihan Ronaldo ke wasit.

Di pertandingan selanjutnya, Portugal harus kalah melawan Prancis yang diperkuat Zidane. lalu kalah lagi di perebutan tempat ketiga melawan tim tuan rumah, Jerman. Ronaldo sempat mendapatkan cemoohan dari penonton di dua pertandingan itu. Sesuatu yang jadi dekat dengannya di masa-masa setelahnya.

 

Sumber referensi: Goal, Sporting, Daily, BBC