Beranda blog Halaman 266

Berita Bola Terbaru 12 Oktober 2023 โ€“ Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan laga kualifikasi EURO 2024 Grup A, Norwegia berhasil menang atas Siprus dengan skor 4-0. Erling Haaland jadi pemain paling berpengaruh melalui dua golnya di menit 65 dan 72. Sedangkan dua gol tambahan berasal dari aksi Alexander Sorloth menit 33 dan Fredrik Aursnes menit 81. Kemenangan ini membuat Norwegia tetap berada di peringkat tiga klasemen sementara Grup A.

Sementara itu, di pertandingan Grup A lainnya, drama terjadi di laga antara Spanyol dan Skotlandia. Setelah gol Scott McTominay dianulir oleh VAR, Spanyol bangkit dan mengakhiri laga dengan skor 2-0. Gol La Roja dicetak oleh Alvaro Morata menit 73 dan Oihan Sancet menit 86. Hasil ini membuat Spanyol menempel ketat Skotlandia di peringkat kedua klasemen sementara Grup A.

Sedangkan di Grup D, Kroasia harus mengakui keunggulan Turki dengan skor tipis, 0-1. Gol satu-satunya yang tercipta di pertandingan ini lahir dari aksi Baris Alper Yilmaz menit 30. Hingga berakhirnya pertandingan, Kroasia tak mampu menyamakan kedudukan. Dengan tambahan tiga poin, Turki menyalip Kroasia untuk menduduki puncak klasemen sementara Grup D.

Beralih ke Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol, Argentina menang tipis 1-0 kala menjamu Paraguay. Gol Tim Tango dicetak oleh Nicolas Otamendi di menit-menit awal. Paraguay tak menunjukan perlawanan yang berarti. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membuat Argentina sementara memuncaki klasemen zona Conmebol. 

Di pertandingan lain, Uruguay harus puas berbagi angka dengan Kolombia setelah mengakhiri laga dengan skor 2-2. Sempat saling berbalas gol, Darwin Nunez jadi penyelamat Uruguay melalui sepakan 12 pas di menit 90+1. Hasil ini membuat Uruguay masih tertahan di urutan keempat klasemen sementara.

INDONESIA CUKUR BRUNEI ENAM GOL TANPA BALAS

Bergeser ke sepakbola tanah air, Indonesia menggila dengan menaklukan Brunei Darussalam dengan skor 6-0 di leg pertama babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dilansir Detik, Dimas Drajad bersinar dengan mencetak hattrick di pertandingan ini. Sementara itu, tiga gol lainnya dicatatkan oleh brace Ramadhan Sananta dan satu gol lain dari Rizky Ridho. Kemenangan ini jadi modal kuat untuk leg kedua nanti. Apabila menang, Indonesia akan tergabung dalam Grup F zona Asia bersama Vietnam, Filipina, dan Irak.

FINALIS PENGHARGAAN GOLDEN BOY

Tuttosport baru saja merilis daftar 25 besar kandidat yang akan bersaing meraih penghargaan Golden Boy 2023. Lima diantaranya lolos dengan jalur wild card. Sebelumnya di Bulan Juni 2023, Tuttosport telah merilis 100 nama. Jumlah tersebut kini dikerucutkan menjadi hanya 20 nama yang dipilih oleh panelis ahli atau orang-orang yang punya hak suara. Pemain-pemain tersebut diantaranya Jude Bellingham, Alejandro Balde, hingga Rasmus Hojlund. Dalam daftar itu tak ada lagi nama Gavi, karena sang pemain sudah mendapatkan gelar tersebut tahun lalu.

MESSI TOLAK JADI KAPTEN ARGENTINA

Dalam lanjutan laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol, Lionel Messi memulai pertandingan melawan Paraguay dari bangku cadangan. Dilansir All About Argentina, saat dimasukan di babak kedua, ia menolak ketika Nicolas Otamendi menawarinya ban kapten. Namun, Otamendi tak memperdulikan itu. Sang pemain tetap memaksa sambil melontarkan sepatah dua patah kata sehingga Messi pun tertawa kecil.

JORGE VILDA JADI PELATIH TIMNAS WANITA MAROKO

Imbas kasus Luis Rubiales, Jorge Vilda akhirnya dipecat oleh Timnas Wanita Spanyol. Namun, dilansir Sky Sport, Vilda sudah menemukan pekerjaan baru. Kini, ia dikabarkan ditunjuk oleh federasi sepakbola Maroko untuk menukangi Timnas Wanita Maroko. Terlepas dari kontroversi, Vilda telah menunjukan kualitas melatihnya saat membawa Tim Wanita Spanyol menjuarai Piala Dunia Wanita tahun 2023.

GREALISH: JUARA EURO LEBIH BERHARGA KETIMBANG TREBLE CITY

Di sesi wawancara jelang pertandingan Inggris melawan Australia, Jack Grealish memberikan pernyataan menarik. Dilansir Sky Sport, para wartawan menyinggung soal kontribusinya dalam mengantarkan Manchester City meraih treble musim lalu. Namun, Grealish menjawabnya dengan pernyataan yang berani. Menurutnya, ada satu hal lagi yang bisa dilakukan untuk mengalahkan kesuksesan treble bersama City. Hal itu adalah meraih gelar juara dengan Timnas Inggris. Menurutnya, kesuksesan bersama tim nasional tak ada duanya.

ZANIOLO & TONALI TERSERET KASUS TARUHAN ILEGAL

Nicolo Zaniolo dan Sandro Tonali terpaksa harus meninggalkan skuad Timnas Italia lebih cepat dari biasanya untuk melakukan pemeriksaan kepolisian. Dilansir Football Italia, di tengah sesi latihan bersama Gli Azzuri, tiba-tiba Zaniolo dan Tonali dipanggil pihak berwajib untuk menerima beberapa pertanyaan. Keduanya diperiksa polisi atas dugaan pelanggaran perjudian ilegal selama masih bermain di Serie A. Kini, Tonali dan Zaniolo telah dicoret dari Timnas dan dikembalikan ke klub masing-masing untuk membantu pihak berwenang dalam penyelidikan.

JACK WILSHERE BUKA PELUANG LATIH KLUB MLS

Kabar mengejutkan datang dari legenda Arsenal, Jack Wilshere. Setelah memutuskan pensiun dini dan mengambil kesempatan untuk melatih tim muda The Gunners, kini Wilshere dikabarkan mendapat tawaran untuk melatih secara profesional. Dilansir The Athletic, Wilshere sedang dalam pembicaraan dengan salah satu klub MLS, Colorado Rapids. Tim asal Amerika Serikat itu ternyata juga dimiliki oleh Kroenke Sports & Entertainment group. Mereka merasa kapasitas Wilshere sudah cukup untuk melatih tim utama setelah mengantarkan Arsenal U-18 ke final FA Youth Cup 2022/23.

OTW BANGKRUT, READING BURU-BURU DIJUAL

Di tengah krisis ekonomi yang melanda Reading, pemilik klub, Dai Yongge berusaha menjual klub sesegera mungkin. Dilansir Mirror, kabarnya Reading tengah berada di pembicaraan tahap final dengan mantan donatur utama Haas Formula 1 team, William Storey untuk pengambilalihan klub. Dalam negosiasi yang terjadi, Yongge sepakat untuk melepas klub di angka 50 juta pound atau sekitar Rp959 miliar. Upaya ini untuk menyelamatkan klub dari kebangkrutan.

RUDI GARCIA DIANGGAP MERUSAK NAPOLI

Salah satu jurnalis Italia, Alvise Cagnazzo menulis kalau Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis akan segera mencari pelatih baru untuk menggantikan Rudi Garcia. Dilansir Daily Mail, Cagnazzo menulis kalau De Laurentiis merasa Garcia sudah merusak pondasi klub yang sudah dibangun sejak beberapa musim lalu. Ia ingin mencari pelatih yang bisa membawa lebih banyak kecakapan teknis ke Napoli. Sang presiden ingin mempertahankan gelar Serie A musim ini.

MAROTTA UNGKAP MENJUAL POGBA KE MU JADI YANG PALING SULIT

Pakar transfer Italia, Beppe Marotta mengungkapkan beberapa fakta tentang pengalamannya bernegosiasi dengan klub-klub top Eropa. Dilansir Football Italia, Marotta menyebutkan kalau menjual Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United adalah negosiasi tersulit dalam karirnya. Menurutnya, negosiasi itu sangat melelahkan. Ia sampai harus terkunci di kamar hotel dan melangsungkan negosiasi tiga hari nonstop dengan perwakilan United. 

TERUNGKAP! GAJI FELIX DI BARCA TERNYATA SANGAT KECIL

Kabar mengejutkan datang dari mantan pemain muda termahal di dunia, Joao Felix. Dilansir The Sun, beberapa hari lalu, jumlah gajinya di Barcelona terbongkar. Ternyata sang pemain mendapatkan gaji yang sangat kecil. Menurut laporan, Felix hanya mendapat gaji sebesar 345 ribu pound (Rp6,6 miliar) per tahun. Itu sangat kecil apabila dibandingkan dengan gaji Frenkie De Jong yang berada di angka 620 ribu pound (Rp11 miliar) per pekan. Meski begitu, tampaknya Felix cukup bahagia bermain di Barcelona, klub impiannya sejak kecil.

BARCA LARANG PEMAINNYA BERMAIN BASKET, KENAPA?

Barcelona dikabarkan mengeluarkan peraturan unik untuk menyikapi badai cedera yang sedang melanda tim. Dilansir Football Espana, Barca sedang krisis pemain setelah Robert Lewandowski, Pedri, dan Frenkie De Jong masih cedera. Untuk mencegah hal ini kian memburuk, El Barca memberikan peraturan ketat untuk para pemainnya. Pemainnya harus melakukan segala kegiatan di luar lapangan dalam pengawasan klub. Barca bahkan melarang pemainnya untuk bermain basket dan gym tambahan untuk menghindari cedera.

TONI KROOS DIMINATI CITY

Kabar mengejutkan datang dari punggawa Real Madrid, Toni Kroos. Dilansir Football Espana, kontrak sang pemain di Madrid akan berakhir di musim panas mendatang. Kabarnya, Pep Guardiola akan memanfaatkan situasi tersebut untuk merekrut sang pemain. Ia ingin bereuni dengan Kroos di Manchester City musim depan. City bahkan dilaporkan siap menawarkan kontrak senilai 15 juta euro (Rp248 miliar) per musim kepada Kroos. Ini jadi misi yang sulit mengingat Kroos pernah berkata kalau ingin mengakhiri karirnya di Madrid. Tapi dengan tawaran segitu, Kroos bisa saja berubah pikiran.

CARLO ANCELOTTI: SEKARANG, PANGGIL SAYA DOKTOR

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti berseloroh meminta anak asuhnya untuk memanggil dirinya Doktor setelah menerima gelar kehormatan dari Universitas Parma. Perguruan tinggi tersebut memilih Ancelotti untuk menerima penghargaan ini berdasarkan karir kepelatihannya yang melejit sejak tahun 1996 bersama Juventus, Milan, Chelsea, PSG, Bayern Munich, Napoli, Everton, dan dua kali di Madrid. โ€œSaya akan memberitahu pemain saya untuk memanggil saya Doktor mulai sekarang.โ€ candanya.

MODRIC ALERGI DENGAN BANGKU CADANGAN

Luka Modric tidak menyukai situasinya saat ini di Real Madrid. Dia merasa tidak nyaman karena terus-terusan memulai laga dari bangku cadangan. Dari sembilan laga musim ini di seluruh kompetisi, Modric hanya turun sebagai starter sebanyak empat kali. Dari empat kesempatan itu, Modric bahkan tidak pernah bermain penuh 90 menit. Atas situasinya ini, pemain Timnas Kroasia ini mengutarakan tidak mau bersahabat dengan bangku cadangan. โ€œJelas ini situasi yang asing bagi saya karena tidak bermain sesering biasanya. Tapi ini hal yang normal, mental saya harus siap,โ€ ujar Modric.

EKS PELATIH PSG AMBIL ALIH KLUB QATAR

Christophe Galtier, yang membawa Paris Saint-Germain meraih gelar Ligue 1 dan trofi Piala Super Prancis musim lalu, berpisah dengan klub tersebut setelah hanya satu tahun. Dia sekarang siap untuk bergabung dengan juara bertahan Liga Qatar, Al-Duhail sebagai manajer baru mereka, menurut jurnalis Fabrizio Romano. Galtier akan bergabung dengan Joao Sacramento dan Thierry Oleksiak di Qatar yang bekerja bersama ahli taktik Prancis di PSG.

ANDROS TOWNSEND GABUNG LUTON

Mantan pemain sayap Everton Andros Townsend telah menandatangani kontrak dengan Luton Town hingga Januari. Mantan penyerang Tottenham Hotspur, Newcastle United, dan Crystal Palace itu meninggalkan Goodison Park pada musim panas. Townsend mengaku tidak pernah mengira akan mengenakan seragam Luton, jadi merupakan suatu kehormatan besar bisa bermain lagi di Liga Premier.

3 GELANDANG YANG JADI INCARAN BARCELONA

Gabriel Sans dari Mundo Deportivo mengklaim bahwa Barcelona memiliki tiga nama dalam daftar mereka sebagai opsi lini tengah potensial untuk masa depan. Yang pertama adalah yang paling mapan dan paling mahal yakni Florian Wirtz. Alternatif yang lebih murah adalah Arthur Vermeeren, pemain berusia 18 tahun yang muncul sebagai talenta terbaik untuk Royal Antwerp. Sans mengatakan biayanya 20 juta Euro, jauh lebih murah dibandingkan Wirtz atau opsi ketiga: Alan Varela.

FANS LAZIO DILARANG BERTANDANG KE FEYENOORD

Lazio akan bermain di Belanda pada 25 Oktober pada matchday ke-3 ajang Liga Champions. Mereka tidak akan mengizinkan satu pun penggemarnya untuk datang ke tribun penonton, karena pihak berwenang Belanda telah memutuskan untuk melarang pendukung Lazio karena masalah keamanan. Itu terjadi setelah pihak berwenang Italia menyatakan bahwa fans Feyenoord tidak akan diizinkan datang ke Roma untuk pertandingan leg kedua pada 7 November.

AS ROMA KEJAR ERIC DIER

Jose Mourinho dan Roma kembali mencari bala bantuan dari Liga Premier, karena Eric Dier sedang menjalani bulan-bulan terakhir kontraknya dengan Tottenham Hotspur. Dier belum tampil satu pun untuk Tottenham sejauh musim ini dan kontraknya saat ini akan berakhir pada Juni 2024. Menurut Football Italia, Mourinho dan Roma mengawasi situasi ini dan mungkin mencoba membujuk Dier untuk pindah pada bulan Januari, atau mereka bisa menunggu hingga musim panas untuk menjemputnya sebagai pemain bebas transfer.

INTER MILAN INCAR GELANDANG WEST HAM SOUCEK

Inter Milan terus memantau Tomas Soucek dan sedang mempertimbangkan untuk merekrutnya ketika kontraknya berakhir dengan West Ham musim panas mendatang. Kontrak pemain berusia 28 tahun ini di London Timur akan berakhir pada Juni 2024 dan dia bisa menjadi tambahan yang sempurna untuk skuad Inzaghi, menambah kekuatan fisik dan tinggi badan yang sangat dibutuhkan di lini tengah Nerazzurri. Masih belum jelas apakah Soucek akan menandatangani kontrak baru dengan West Ham atau tidak.

JADI CO-HOST EURO 2028, INGGRIS INGIN TETAP LEWATI KUALIFIKASI

Pada Piala Eropa 2028, akan ada lima negara yang jadi tuan rumah. Yaitu Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan Irlandia. Tapi, mengacu aturan UEFA, tiket lolos otomatis untuk tuan rumah maksimal hanya untuk dua negara. Lalu, siapa yang harus โ€mengalahโ€? The Three Lions ternyata siap tidak mendapatkan slot lolos otomatis sebagai tuan rumah. Melalui Federasi Sepak Bola Inggris (FA), mereka telah mengajukan permintaan kepada UEFA untuk tetap memainkan kualifikasi.

PSG MAU BIKIN FRANCHISE MMA DIBANTU KHABIB NURMAGOMEDOV

Selama beberapa tahun, presiden PSG Nasser Al-Khelaifi telah berbicara tentang keinginannya untuk membawa klubnya terkenal di dunia olahraga. Mereka telah membentuk tim di bidang judo, bola tangan, dan esports, dan bersiap untuk memperluas ekspansi mereka dengan memasuki dunia MMA. Bintang UFC Khabib Nurmagomedov dikabarkan siap membantu klub Prancis tersebut. Sementara Djamel Bouras, presiden PSG Judo, diharapkan menjadi yang terdepan dalam perpindahan mereka ke olahraga tarung populer ini.

Gimana Nasib 11 Pemain Starting XI Ajax Yang Main di Semifinal Champions League?

Musim 2018/19 adalah musim yang menyenangkan untuk para fans sepak bola Eropa. Di musim itu kita bisa menyaksikan tim Ajax yang diisi pemain muda tampil sangat atraktif. Di bawah asuhan Erik Ten Hag, mereka bisa mengalahkan para raksasa seperti Juventus dan Real Madrid. Pada akhirnya Ajax bisa menembus semifinal Champions League.

Sayangnya Ajax semakin terpuruk sejak saat itu. Mereka berada dalam krisis dan para pemain yang bertanding di Semifinal Champions League musim 2018/19 pun sudah tidak ada lagi. Lalu bagaimana nasibnya? Jawaban itu bisa kalian ketahui di daftar ini.

Andre Onana

Posisi penjaga gawang diisi oleh kiper kesayangan Erik Ten Hag, Andre Onana. Onana adalah bagian vital dari skuad Ajax 2018/19. Dan ia pun tetap jadi pemain penting untuk tim sejak musim yang membanggakan itu.

Namun di tahun 2021, Onana terbukti mengkonsumsi doping. Menurut pengakuannya, ia mengkonsumsi pil milik istrinya dengan mengira itu obat sakit kepala. Tapi sanksi tetap dijatuhkan kepada Onana. Pemain asal Kamerun itu pun mendapat larangan bermain selama 9 bulan dan kehilangan tempatnya di skuad Ajax.

Di akhir musim 2021/22, Onana hengkang dari Ajax menuju ke Inter. Di situ ia bisa membawa Inter sampai final Champions League musim 2022/23. Meski kalah di final, ia pun reunian lagi dengan Erik Ten Hag di Manchester United sejak awal musim 2023/24.

Noussair Mazraoui

Di posisi bek sayap kanan, ada Noussair Mazraoui. Ia adalah pencetak gol di babak penyisihan Champions League musim 2018/19 saat melawan Benfica dan Bayern Munchen. Di akhir musim tersebut ia mencatatkan 4 gol dan 4 assist dari 48 pertandingan. Membuatnya dianugerahi Marco van Basten sebagai bakat terbaik Ajax di tahun 2019.

Kontraknya bersama Ajax habis di tahun 2022. Ia tidak memperpanjang kontraknya dan malah pindah ke Bayern Munchen. Mazraoui sempat frustasi di musim pertamanya bersama die bayern karena kurangnya menit bermain. Di musim itu ia mencatatkan 1 gol dan 4 assist dari 26 pertandingan.

Matthijs de Ligt

Di musim 2018/19 itu, usia De Ligt memang baru 19 tahun. Tapi ia adalah jimat di lini pertahanan Ajax. Dan tak hanya itu, ia juga jadi sosok pemimpin bagi rekan-rekan setimnya. Di tahun 2018, De Ligt dapat penghargaan Golden Boy. Menjadikannya sebagai bek pertama yang memenangkan penghargaan tersebut.

Setelah musim 2018/19 berakhir, ia diincar oleh banyak klub top. Dari Manchester United, Bayern Munchen, sampai Barcelona. Tapi Juventus memenangkan perlombaan itu dengan mahar sebesar 75 juta euro.

Ia tidak langsung tampil meyakinkan di Turin. Baru di musim 2021/22 ia mulai bisa kembali jadi bek yang diperhitungkan. Namun, di tahun 2022, ia malah pindah ke Bayern Munchen dengan biaya transfer 67 juta euro.

Daley Blind

Blind adalah sosok yang sudah dikenal publik Johan Cruyff Arena. Namun saat ia pulang dari Manchester United ke Ajax di tahun 2018, banyak keraguan muncul dari para penggemar. Performanya di United yang tak menonjol dan usianya yang sudah tak muda membuatnya diragukan bisa tampil mengesankan di tim Ten Hag. Tapi ia bisa membuktikan keraguan itu salah. Blind jadi bek tengah andalan Ten Hag untuk berpasangan dengan De Ligt.

Namun di bulan Januari 2023, Blind pindah ke Bayern Munchen dengan status bebas transfer. Dan setengah tahun kemudian, Blind kembali pindah ke Girona dengan status bebas transfer pula.

Nicolas Tagliafico

Nicolas Tagliafico didatangkan dari Independiente di tahun 2018 seharga 4 juta euro saja. Bek sayap kiri itu langsung bisa nyetel dengan permainan Ajax. Menjadikannya pantas disebut sebagai salah satu pembelian terbaik Erik Ten Hag.

Setelah menjalani musim 2018/19 yang luar biasa dengan mencetak 6 gol dan 6 asis, Tagliafico jadi incaran banyak klub besar. Yang paling serius adalah Barcelona dan Atletico Madrid. Tapi harga 20 juta euro yang dipatok masih dianggap terlalu tinggi.

Tagliafico akhirnya bertahan di Ajax sebelum akhirnya pindah ke Lyon dengan harga 4 juta euro di tahun 2022.

Lasse Schรถne

Lasse Schone mungkin tak sepopuler rekan-rekannya di daftar ini. Tapi golnya tendangan bebasnya yang luar biasa ke gawang Real Madrid itu masuk ke goal of the decade Ajax. Itu jadi salah satu gol terbaik diantara gol-gol indahnya untuk Ajax.

Di tahun 2019, atau setelah 7 tahun mengabdi pada de joden, Schone pindah ke Serie A bersama Genoa. Tapi di tahun 2021 namanya malah dibekukan dari skuad dan tak bisa main di Serie A. Schone pun keluar dan sempat menganggur sebulan.

Ia kembali merumput di Belanda bersama Heerenveen. Di bulan Juli 2021, Schone kembali pindah ke NEC Nijmegen. Umurnya kini sudah 37 tahun. Jadi tidak heran kalau gelandang tengah itu akan pensiun tak lama lagi.

Frankie de Jong

Gelandang tengah lainnya adalah Frankie de Jong. Sama seperti De ligt, De Jong adalah bintang muda yang mencuri perhatian di musim 2018/19. Umurnya saat itu masih 22 tahun tapi ia sudah jadi andalan dan dipercaya memimpin lini tengah Ajax.

Di tahun 2019, De Jong pindah ke Barcelona dengan biaya 75 juta euro. De Jong pun langsung diproyeksikan untuk menggantikan peran Sergio Busquets di skuad blaugrana. Dan tak butuh waktu lama baginya untuk menguasai peran itu.

Meski gencar diberitakan akan reunian dengan Ten Hag di Manchester United, tapi sepertinya umur De Jong masih panjang di Barca. Mengingat seberapa penting dirinya untuk tim.

Donny van de Beek

Setelah tampil mengesankan di musim 2018/19, khususnya di Champions League, Donny van de Beek dikabarkan akan pindah ke Real Madrid. Namun, rencana transfer itu gagal dan Van De Beek malah pindah ke Manchester United di tahun 2020 dengan mahar 39 juta euro.

Tapi ia malah sulit masuk ke starting eleven United. Di tahun 2022 ia sampai dipinjamkan ke Everton. Sayangnya itu tak berhasil mengembalikan performanya. Bahkan sampai Erik Ten Hag datang sebagai manajer, Van De Beek masih saja tak bisa tampil maksimal.

Hakim Ziyech

Dari lini tengah, kita beralih ke penyerang. Di posisi sayap kanan ada Hakim Ziyech. Pemain sayap kebangsaan Maroko itu salah satu pemain terbaik di skuad Ajax milik Ten Hag. Ia mencetak 21 gol dan 24 asis dari 49 pertandingan musim 2018/19.

Di musim dingin 2020, Chelsea menebus Ziyech dengan harga 33 juta euro. Ziyech masih menymbang beberapa gol untuk Chelsea. Sayangnya performanya lebih tidak konsisten dibanding saat di Ajax. Di musim panas 2023, ia pun dipinjamkan ke Galatasaray.

Kasper Dolberg

Kasper Dolberg dulunya pernah jadi pemain muda yang paling dielu-elukan di Ajax. Di tahun 2017, Bomber asal Denmark itu jadi pemain non-Belanda termuda yang pernah cetak hattrick untuk Ajax. Sayangnya sejak saat itu pamornya malah mulai menurun.

Di setelah musim 2018/19 berakhir, ia pun dijual. Namun berbeda dengan kawan-kawannya yang ke liga top Eropa, ia dijual ke klub Prancis Nice seharga 20 juta euro. Di tahun 2023, ia kembali di jual ke Anderlecht. Usianya masih 26 tahun tapi tampak seperti ia tidak akan pernah memenuhi potensi penuhnya.

Dusan Tadic

Terakhir ada Dusan Tadic. Ia berangkat dari pemain buangan di Southampton, jadi mesin gol di Ajax dan pahlawan Champions League 2018/19. Majalah Prancis Lโ€™equipe yang terkenal kritis, bahkan memberikannya skor sempurna 10 untuk penampilannya saat melawan Real Madrid di Bernabeu.

Tadic jadi yang paling setia bersama Ajax. Atau lebih tepatnya yang paling bertahan lama daripada pemain lain di daftar ini. Ia setia mengabdi untuk de joden sampai akhir musim 2022/23. Di musim panas 2023 saat usianya sudah 34 tahun, ia pun dilepas ke Fenerbahce.

Sumber referensi: Planet, GMS, Squawka, Goal, FT, Marca, FItalia, SB

Haaland PUN DIKANTONGIN! Tangguhnya William Saliba

Kokohnya tembok pertahanan Arsenal musim ini dan musim lalu tak terlepas dari peran seorang William Saliba. Bek muda Prancis yang menginjakan kakinya di Emirates sejak 2019 lalu.

Kekokohannya bak beton yang sulit ditembus. Banyak penyerang lawan frustrasi hadapi Saliba. Arsenal terbukti belum terkalahkan hingga pekan ke-8 dan menjadi satu di antara dua tim dengan kebobolan paling sedikit di Liga Inggris. Lalu seberapa penting keberadaan Saliba di lini belakang Arsenal? Padahal ia dulu sempat tak dipercaya Arteta.

Dipinjamkan Sana-Sini

Saliba datang ke Emirates di masa pelatih Unai Emery. Biayanya sekitar 27 juta pounds, dibeli dari klub Ligue 1 Saint-Etienne. Masih berusia 18 tahun, Saliba tak langsung masuk skuad utama Arsenal. Ia dipinjamkan dulu semusim ke klub lamanya, Saint-Etienne.

Setelah Arsenal dipegang Arteta dan Saliba kembali dari masa peminjaman, muncul tanda tanya, apakah Saliba akan dicoba oleh Arteta? Namun kenyataannya Saliba malah dipinjamkan lagi, kali ini oleh Arteta ke klub Ligue 1 lainnya, OGC Nice.

Saliba sempat ngambek kepada Arteta. Dilansir Sky Sports, Saliba mengaku kesal karena hanya dinilai Arteta dalam dua setengah laga saja. Saliba ingin lebih banyak diberi kesempatan bermain di Arsenal untuk membuktikan kemampuannya. Namun sayang, menurut Arteta, Saiba belum siap.

Dilansir Sky Sports, Arteta juga berkomentar bahwa Saliba belum terlalu matang. Cederanya di masa peminjaman bersama Saint-Etienne juga membuat Arteta khawatir akan kondisi fisiknya yang belum prima.

Kekecewaan Saliba berlanjut di musim 2021/22. Arteta kembali menyuruh Saliba menimba ilmu lagi. Untung saja Saliba tak makin kesal kepada Arteta. Kesabaran Saliba bagaimanapun sedang diuji. Saliba akhirnya nurut kepada Arteta dan dipinjamkan lagi ke Marseille.

Di Marseille lah Arteta kemudian bisa menilai bahwa Saliba sudah siap menjadi palang pintu andalannya di Arsenal. Musim 2021/22 menjadi titik balik musim terbaik Saliba. Ia mengantarkan Marseille finish sebagai runner up Ligue 1. Ia juga dianugerahi pemain muda terbaik Ligue 1 di musim itu.

Pertahanan Arsenal Makin Membaik

Ya, tak ada lagi alasan Arteta tak memakai Saliba. Terbukti, sejak musim lalu Saliba sudah paten jadi pilihan pertama Arteta di sektor bek tengah Arsenal. Duetnya bersama Gabriel Magalhaes menjadi kunci Arteta mengarungi musim lalu yang penuh dengan kejutan.

Sektor bek Arsenal juga menjadi konsen Arteta saat menangani Arsenal. Sejak dipegang Arteta, bek bek toxic macam Sokratis, Mustafi, Chambers, David Luiz berani disingkirkan. Arteta bangun ulang komposisi lini belakangnya sendiri dengan pemain seperti Ben White, Gabriel, maupun Saliba.

Terbukti kehadiran Saliba di Arsenal musim lalu sangat berpengaruh bagi performa Arsenal. Ia dipercaya sejak awal musim dan berhasil menjawabnya dengan performa yang ciamik. Menurut catatan Transfermarkt, 27 kali ia menjadi starter di Liga Inggris. Arsenal juga secara mengejutkan mampu dibawanya lama memimpin perburuan gelar Liga Inggris.

Arsenal selama dikawal Saliba hanya kalah 3 kali saja dari 27 kali laga yang ia lakoni di Liga Inggris. Rekor clean sheet Arsenal jika dikawal Saliba juga memuaskan, yakni 11 kali dari 27 laga. Dia juga adalah tipe pemain yang menurut catatan Squawka, adalah bek terbanyak yang memenangkan penguasaan bola di sepertiga pertahanan sendiri, yakni 112 kali.

Bek Tipe Arteta

Tipe bek seperti Saliba ini sebenarnya yang disukai Arteta. Saliba adalah tipe bek yang gayanya cocok dengan Sistem permainan Arteta, yakni penguasaan bola dan build up dari bawah. Ketenangannya menguasai bola, keakuratan umpan, serta intersep canggihnya, membuatnya makin klop dengan sistem Arteta.

Lihat saja, menurut data dari Fotmob, Saliba sudah mencatatkan total umpan sebanyak 1.864 musim lalu.Tak hanya itu, total drible suksesnya pun termasuk tinggi yakni 9 kali dari 10 kali percobaan. Tak heran jika Saliba sangat nyetel ketika dipakai Arteta musim lalu.

Saliba juga tak lupa memberikan pujiannya terhadap Arteta ketika ia makin berkembang di bawah gemblengannya. Dilansir Football London, Saliba mengatakan Arteta telah banyak membantunya cepat berintegrasi dalam sistem tim. Setiap harinya Arteta juga terus memberikan nasihat khusus padanya untuk tampil konsisten.

Cedera Parah Saliba

Akan tetapi, kemesraan Arteta dan Saliba musim lalu tidak selamanya indah. Pasalnya di laga melawan Sporting CP pada leg kedua Europa League bulan Maret lalu, Saliba menderita cedera punggung parah.

Tak disadari itu adalah momen yang membuat Arsenal makin rapuh di lini pertahanan. Arsenal yang sedang kokoh di puncak klasemen akhirnya keteteran. Arsenal ditinggal Saliba hanya ciptakan clean sheet 2 kali saja dari 11 laga di Liga Inggris.

Arsenal juga terbukti dikudeta oleh Manchester City berkat hasil buruk yang menimpa pasca Saliba cedera. Diantaranya yakni hasil seri tiga kali beruntun di Liga Inggris melawan Liverpool, West Ham, dan Soton. Arsenal juga kalah kali dari Manchester City, Nottingham Forest, maupun Brighton.

Ya, poin-poin krusial yang seharusnya diamankan pasukan Arteta untuk melenggang jadi juara Liga Inggris, hilang begitu saja. Rob Holding sebagai penggantinya tak begitu sepadan menutupi rapuhnya pertahanan Arsenal tanpa Saliba.

Saliba Musim Ini

Betapa pentingnya Saliba bagi Arsenal musim lalu, tampaknya sangat dirindukan publik Emirates musim ini. Untung saja Saliba sembuh lebih cepat. Saliba kini telah kembali menjadi senjata andalan Arteta.

Di 8 laga yang telah Saliba lakoni musim ini di Liga Inggris, Arsenal sudah memperoleh 4 cleansheet. Arsenal juga belum terkalahkan dengan hanya kebobolan 6 gol saja. Tak hanya statistik tim, statistik pribadi Saliba juga masih yang terbaik.

Seperti menurut Squawka, Saliba tercatat sebagai bek di Liga Inggris yang belum pernah dilewati oleh dribble lawan satupun hingga pekan ke-8. Ia juga merupakan pemain yang paling fair play sejauh ini, karena hanya melakukan 2 kali pelanggaran saja.

Yang lebih menarik perhatian lagi, ketika melawan sang juara bertahan Manchester City., Saliba menjelma menjadi bek yang kokoh bak beton. Ia membuat barisan penyerang City frustrasi setengah mati. Erling Haaland pun dikantongin dan tak bisa menciptakan peluang satu pun. Tak hanya itu, Saliba juga memenangkan 100% duel dan mengemas umpan akurat 97% di laga tersebut.

Penampilan Saliba musim ini mirip dengan apa yang ia suguhkan musim lalu. Ya, semoga istiqomah saja hingga akhir musim. Semua publik Emirates tentu berdoa agar Saliba bisa fit semusim penuh ini demi menjaga asa Arsenal kembali berburu juara Liga Inggris. Karena gawat jika Saliba cedera lama lagi. Bisa-bisa Arsenal gembos lagi.

Sumber Referensi : skysports, theanalyst, footballlondon, goal.com, transfermarkt, fotmob

Arsenal dan City MINGGIR DULU! Liga Inggris Jatahnya Tottenham Hotspur

0

Jeda internasional ini menyebalkan. Padahal liga-liga top Eropa sedang asyik-asyiknya ditonton. Di Liga Inggris, Tottenham Hotspur sedang mode ngeri. Tidak ada satu pun klub yang bisa mengalahkan mereka dalam 90 menit sampai jeda internasional. Tim selevel Manchester United sekalipun. Bahkan Arsenal yang bisa mengalahkan Manchester City saja tidak bisa mengalahkan Tottenham Hotspur.

Tak bisa disangkal, Spurs musim ini tampil edan. Liga Inggris tak ubahnya seperti Liga Petani. Padahal Spurs di musim sebelumnya nestapa. Sekarang Tottenham Hotspur menjelma penantang gelar Liga Inggris paling serius.

Bahkan bukan sebuah hil yang mustahal kalau pasukan Ange Postecoglou akan memenangkan gelar Liga Inggris musim ini. Manchester City dan Arsenal, tolong minggir sebentar. Inilah alasannya Spurs bisa saja merebut gelar Liga Inggris musim ini.

Ange Postecoglou

Tottenham Hotspur menutup musim lalu dengan kesan yang jauh dari kata manis. Hanya finis di posisi delapan, Spurs harus absen di kompetisi Eropa. Antonio Conte yang gagal konsisten mendongkrak The Lilywhites, meski sudah dipercaya akhirnya dipecat. Cristian Stellini sempat menggantikannya.

Tapi apa yang diharapkan pada pelatih ad interim? Lagi pula pengalaman Stellini tidak seberapa. Alhasil, eks asisten Conte itu pun dipecat. Tottenham Hotspur kemudian dipaksa untuk bertahan dengan pelatih serepnya, Ryan Mason hingga musim 2022/23 berakhir.

Jelang musim baru, Tottenham Hotspur mencari pelatih baru. Ada banyak nama yang muncul ke permukaan untuk jadi pelatih Spurs berikutnya. Julian Nagelsmann, Vincent Kompany, Luis Enrique, sampai Mauricio Pochettino muncul sebagai opsi. Namun, Tottenham memilih mantan pelatih Celtic, Ange Postecoglou.

Kata Daniel Levy, Postecoglou dipilih karena mentalitas positif dan gaya mainnya yang cepat. Permainan Spurs pun berubah di tangan Postecoglou. Jika oleh pelatih sebelumnya Spurs sangat hati-hati, Postecoglou justru mendorong para pemain untuk mengambil resiko di bawah tekanan.

Spurs kini sering memancing lawan menekan, untuk kemudian memukulnya lewat serangan balik cepat. Mentalitas inilah yang jarang terlihat dari Tottenham selama ini. Dan ya, mentalitas semacam ini sangat mungkin mengantarkan Tottenham ke puncak tertinggi.

James Maddison dan Kekuatan Lini Tengah

Demi memenangkan gelar, penyerangan yang bagus dan pertahanan yang kokoh saja tidak cukup. Kekuatan lini tengah justru bisa menjadi kunci soliditas permainan sebuah tim. Tottenham Hotspur di tangan Postecoglou punya itu. Satu sosok yang membuat level permainan lini tengah Spurs meningkat tiada lain adalah James Maddison.

Rekrutan dari Leicester City itu seorang playmaker cerdas. Maddison memberi dimensi baru dalam hal penyerangan. Ia seperti melengkapi sesuatu yang hilang dari Spurs, yakni kemampuan untuk membongkar pertahanan lawan. Dengan umpan-umpannya, Maddison membantu Spurs dalam distribusi bola. Tidak hanya itu, Maddison juga nyaman di ruang sempit.

Ia juga tak masalah jika harus melakukan kombinasi dengan pemain tengah lain. Di tangan Postecoglou pemain Timnas Inggris itu bisa membangun kemistri dengan Yves Bissouma, Oliver Skipp, maupun Pape Matar Sarr. Kolaborasi pemain-pemain tadi sungguh bikin lini tengah Tottenham Hotspur kuat.

Mereka bisa saling mengcover. Misalnya ketika Bissouma tampil kurang menggigit, pemain tengah lainnya seperti Pape Matar Sarr bisa menutupi kelemahan itu. Oh ya, Sarr dan Bissouma juga sering menjadi duet maut sebagai double pivot. Dua pemain inilah yang bikin skema double inverted fullback Postecoglou berhasil.

Bek Sayap yang Aduhai

Double inverted fullback atau dua fullback yang menusuk ke dalam. Ya, ini adalah taktik langka. Di dunia ini, atau minimal di Eropa, hanya Ange Postecoglou yang berani melakukannya. Sejauh ini taktik double inverted fullback ini sukses diterapkan. Tentu saja itu berkat dua fullback Spurs yang bertenaga.

Destiny Udogie dan Pedro Porro akan memerankan lakon itu dalam skema 4-2-3-1 yang diusung Postecoglou. Udogie memberi kesan menakjubkan sebagai bek kiri. Ia cepat dan tangguh. Selain kuat dalam bertahan, Udogie juga mahir dalam menyerang. Di sisi seberangnya, Pedro Porro atau Emerson Royal yang musim lalu tampil buruk membayar kepercayaan Postecoglou.

Kedua pemain itu sama bagusnya ketika turun. Mereka adalah dua fullback yang akan bergerak inverted. Sejauh ini skema double inverted fullback yang dipakai Postecoglou belum ada yang bisa mematahkan. Jika begitu terus, wah Tottenham bisa juara, nih.

Duet Van de Ven dan Cristian Romero

Itu baru di sisi fullback. Di posisi bek tengah, kerja sama Micky Van de Ven dan Cristian Romero bikin pertahanan Tottenham kokoh seperti tembok penjara. Romero belakangan ini mulai bisa diandalkan.

Romero menemukan performa terbaiknya di tangan Postecoglou. Ia menawarkan keahlian dalam menyerang maupun bertahan. Romero cepat dan tangkas. Rekan Lionel Messi itu pembimbing yang tepat bagi Van de Ven. Romero dan Van de Ven nyaman bermain bersama. Bisa saling menutup dan memberi umpan.

Van de Ven yang rekrutan baru juga merasa aman karena Romero berada di sampingnya. Di lain sisi, keberadaan Van de Ven juga membantu pemain Argentina mencapai level permainan terbaiknya setelah mengalami kesulitan di bawah asuhan Antonio Conte.

Son Sang Protagonista!

Lini tengah solid. Belakangnya kuat seperti baja. Bagaimana dengan lini depannya? Dejan Kulusevski, Richarlison, dan tentu saja Son Heung-min bisa menjawab pertanyaan itu. Ketiga pemain saling melengkapi. Spurs tampaknya tidak perlu cemas karena Harry Kane tak lagi di sana.

Masih ada Son Heung-min yang bisa menjadi mesin gol. Sejauh ini, Son masih sangat tajam di lini depan. Enam gol dari sembilan laga di Liga Inggris ia kemas. Postecoglou memberikan ban kapten pada Son. Ia percaya sang pemain bisa mengemban tugas itu.

Awalnya, peraih Piala Asia itu menaruh Son sebagai pemain sayap. Namun, ternyata tidak efektif. Alhasil Postecoglou menempatkan Son untuk memimpin di lini depan tengah. Di laga menghadapi Burnley, dengan peran itu Son mencetak hattrick. Sang pelatih kelihatan tahu bagaimana memakai pemain Korea Selatan itu.

Dengan menempati posisi striker tengah, Son lebih leluasa bergerak untuk mencari ruang tembak, alih-alih melewati pemain bertahan. Son juga bisa menghemat tenaga dengan peran tersebut. YYah, bagaimanapun Son masih seorang protagonista di tubuh Spurs saat ini.

Jadwal Main Sedikit

Manchester City memang diunggulkan untuk juara Liga Inggris. Arsenal yang runner-up musim lalu juga punya kans. Tetapi kedua tim itu masih harus menghadapi jadwal yang padat. Baik City maupun Arsenal masih harus bertarung di kompetisi Eropa.

Bermain di kompetisi Eropa butuh tenaga ekstra. Selain tenaga, pikiran juga akan terkuras. Sementara Tottenham Hotspur yang tidak bermain di Eropa diuntungkan. Anak asuh Postecoglou tidak akan mudah kelelahan, berbeda dengan dua saingannya itu. Spurs hampir bisa dipastikan tampil all-out setiap laganya.

Mereka akan mengincar kemenangan. Itu saja. Lagi pula Spurs juga sudah gagal di Carabao Cup. Fokus mereka cuma dua: Liga Inggris dan Piala FA. Postecoglou hanya perlu melakukan maintenance pada para pemainnya untuk menghindari cedera.

Sampai sekarang, menurut Transfermarkt, hanya ada tujuh pemain Spurs yang masih cedera. Itu pun bukan pemain pilar. Maddison yang sempat dikabarkan cedera pun ternyata kondisinya baik-baik saja. Begitu pula Son Heung-min.

Peluang Spurs

Mantan pemain Manchester United, Louis Saha mengatakan, Spurs era Postecoglou punya cita rasa yang berbeda dengan Antonio Conte. Kata Saha, Spurs juga harus dianggap serius sebagai penantang gelar Liga Inggris. Perkataan Saha senada dengan pundit sepak bola lainnya, Martin Keown.

Eks pemain Everton itu mendukung Spurs-nya Postecoglou menjuarai Liga Primer Inggris musim ini. Namun, mantan pemain Tottenham Hotspur, Darren Bent saat diwawancarai talkSPORT mewanti-wanti agar penggemar Spurs jangan terlalu bersemangat. Bent menyarankan untuk tetap tenang. Lalu, berapa peluang Spurs juara?

Setelah matchday ke-8 selesai, menurut Supercomputer Opta sebagaimana dikutip 90 Minutes, persentase Spurs juara di Liga Inggris adalah 23,8%. Memang sedikit, tapi ada statistik lainnya yang memperkuat alasan Spurs bisa juara musim ini. Sejak Premier League bergulir musim 1992/93, dari 28 tim yang mengumpulkan 20 poin atau lebih setelah delapan laga, 11 di antaranya juara di akhir musim.

Misalnya, Manchester City di musim 2018/19 dan musim 2022/23 yang mengumpulkan 20 poin dari delapan laga. Nah, Tottenham Hotspur sudah mengumpulkan 20 poin nih. Jadi, apakah The Lilywhites akan keluar sebagai juara? Eh, sebentar, Arsenal juga 20 poin. Nah, lho!

https://youtu.be/aBy__9pY5_k

Sumber: BBC, Goal, Spursodyssey, WhoScored, TheSportsman, TheAthletic, OneFootball, OneFootball, 90Min

Brahim Diaz: Menolak Timnas Spanyol Demi Maroko

0

Real Madrid dan Timnas Spanyol kini sedang kelabakan. Talenta muda potensialnya bernama Brahim Diaz lebih memilih untuk membela Timnas Maroko. Padahal ia juga masih punya kewarganegaraan Spanyol.

Bahkan nih, ia juga sudah pernah bermain bersama skuad La Furia Roja. Kini, penentangan pun terjadi dari kubu Real Madrid. Akan tetapi, apakah keputusan yang dipilih oleh Brahim Diaz tersebut adalah keputusan yang tepat?

Darah Maroko Yang Mengalir

Memilih Timnas Maroko bagi Brahim Diaz bukan suatu hal yang janggal. Karena pemain berusia 24 tahun itu punya darah Maroko yang mengalir dari nenek moyangnya. Pemain bernama lengkap Brahim Abdelkader Diaz adalah anak dari Abdelkader yang merupakan kelahiran Melilla, sebuah daerah otonomi Spanyol, letaknya di pesisir Maroko bagian timur.

Sementara itu, ibu Brahim Diaz berasal dari Malaga, Spanyol. Darah Maroko itulah yang akhirnya membuat Diaz sempat memiliki kewarganegaraan ganda: Spanyol dan Maroko.

Karir Brahim Diaz

Sejak tahun 2010, Brahim Diaz sudah mulai meniti kariernya di akademi Malaga. Sampai akhirnya ia hijrah ke akademi Manchester City di tahun 2014. Tumbuh dan berkembang dengan fasilitas mumpuni The Citizens, Brahim Diaz jadi salah satu permata muda yang diperebutkan banyak tim besar.

Benar saja, klub raksasa Spanyol Real Madrid kepincut dan berani menebusnya di tahun 2019. Berseragam El Real tampaknya tak membuat kariernya tambah cemerlang. Ia kerap kalah saing dengan bintang-bintang mahal yang ada di sana.

Diaz akhirnya bernasib sebagai pemain pinjaman di AC Milan tahun 2020. Selama semusim ia berada di Rossoneri dan makin tambah berkembang. Sampai-sampai Milan ketagihan meminjamnya satu tahun kemudian.

Tak dipungkiri di bawah Stefano Pioli, Brahim Diaz selalu diandalkan sebagai salah satu alternatif serangan AC Milan. Gelar scudetto Milan di musim 2021/22 juga salah satunya berkat peran Diaz. Nama Diaz semakin harum ketika di musim lalu berhasil mengantarkan Rossoneri masuk semifinal Liga Champions.

Kembali Ke Madrid Jarang Dipakai

Sebagai pemilik sah Diaz, El Real pun mulai berpikir untuk memulangkannya. Brahim Diaz pun akhirnya ditarik kembali dan diiming-imingi tempat utama di skuad El Real musim ini. Sayangnya, nasib berkata lain. Alih-alih menjadi andalan di Real Madrid, Carlo Ancelotti justru jarang memainkannya.

Menurut data Transfermarkt, ia hanya bermain di 7 laga La Liga sejauh ini. Itu pun hanya sekali jadi starter. Selebihnya ia hanya menjadi pemain pengganti. Lagu lama nampaknya kembali terulang. Peristiwa tak dimainkannya Brahim Diaz mengingatkan kita saat ia pertama kali bergabung dengan El Real 2019 silam.

Ancelotti sebagai pelatih tampaknya tak terlalu suka dengan gaya main Brahim Diaz. Sistem baru Ancelotti yang mengandalkan formasi berlian 4-1-2-1-2, juga berpengaruh terhadap kurangnya menit bermain pemain sayap lincah seperti Diaz.

Brahim Diaz Dan Timnas Spanyol

Jarang tampilnya Diaz membuat dirinya dicap kalah bersaing. Hal itulah yang menjadi pertimbangan oleh Timnas Spanyol ketika memanggil pemain. Apalagi pelatih La Furia Roja saat ini, Luis de la Fuente adalah tipe pelatih yang sangat mempertimbangkan track record performa pemain dalam pemanggilan pemain. Berbeda dengan Southgate di Inggris yang memanggil pemain hanya atas dasar kesukaan dan kecocokanya saja.

Kalau melihat catatan Diaz di Timnas Spanyol, ia juga termasuk pemain muda yang jarang dipanggil timnas. Tahu sendiri, Spanyol melimpah stok pemain mudanya. Bermain di klub besar seperti Real Madrid saja tak cukup bagi Diaz. Ia juga masih harus menunjukan kualitasnya yang terbaik di klub besar tersebut.

Sejak usia muda, Diaz sebenarnya sudah membela La Furia Roja di segala kelompok umur. Menurut catatan Transfermarkt, di tahun 2017 ia sudah bermain 9 kali di Timnas Spanyol U-17. Di level U-19 dan U-21, Diaz sudah mencicipi masing-masing sebanyak 8 caps.

Namun kalau sudah bicara di level senior, ia ternyata baru mencicipi satu caps saja. Ketika itu terjadi di laga persahabatan melawan Lithuania pada Juni 2021. Menariknya, Diaz main 90 menit di laga tersebut dan mencetak gol debutnya di level senior.

Memilih Timnas Maroko

Ya, itu terjadi di masa pelatih De La Fuente. Tapi apa daya, penampilannya yang menurun di level klub akhir-akhir ini, Diaz pun tak lagi dilirik De La Fuente. Atas dasar menipisnya peluang untuk bersaing di level senior tersebut, ia kemudian berubah pikiran untuk memilih kewarganegaraan baru yakni Maroko.

Jalan Diaz untuk memilih kewarganegaraan Maroko bisa sangat mulut. Apalagi menurut aturan FIFA, pemain yang punya dua kewarganegaraan bisa mudah untuk berganti kewarganegaraan melalui proses naturalisasi. Namun, dengan catatan sang pemain bermain kurang dari tiga laga di timnasnya saat ini, dalam kasus Diaz berarti Timnas Spanyol.

Dua alasan tersebut cukup untuk memalingkan hati Diaz dari Spanyol ke Maroko. Terlebih Federasi Sepakbola Maroko juga sudah lama mengincar Brahim Diaz. Dilansir One Football, ia ternyata sudah didekati pelatih Maroko, Walid Regragui sejak bulan Maret lalu. Walid intens bertemu Diaz sewaktu masih membela Milan.

Menurut Walid, Brahim sangat tulus mencintai tanah leluhurnya, Maroko. Bahkan bujukannya terbukti mempengaruhi Diaz untuk memikirkan bahwa suatu saat nanti ia bisa membela tim berjuluk Singa Atlas itu.

Ya, hal itu benar terwujud. Bulan Oktober 2023, Brahim Diaz sudah mengungkapkan niatnya untuk membela Timnas Maroko. Menurut Marca, proses administrasinya diketahui sudah mencapai tahap akhir. Hal tersebut murni keputusan pribadi Diaz setelah ia lama mempertimbangkannya.

Ditentang Real Madrid

Tapi setelah mengucapkan keinginannya tersebut, ia malah ditentang oleh klubnya Real Madrid. Bukan perkara timnas, masalahnya ia akan terlibat di Piala Afrika 2024 yang akan dihelat di Januari hingga Februari 2024.

Sedangkan Real Madrid tak ingin pemainnya pergi saat jadwal di liga domestik maupun Eropa, sedang sibuk-sibuknya di bulan tersebut. Meski jarang dimainkan, Brahim Diaz dianggap masih dibutuhkan untuk rotasi kedalaman skuad.

Namun keputusan Diaz menuju Timnas Maroko tersebut sudah dikonfirmasi sendiri oleh juru bicara Federasi Sepakbola Maroko, Mohammed Makrouf. Selain itu, menurut Makrouf, Diaz juga punya keinginan untuk berpartisipasi di Piala Afrika 2024. โ€œNamun, ia (Brahim Diaz) masih mendapat hambatan dari klubnya (Real Madrid),โ€ kata Makrouf.

Kekuatan Lini Serang Timnas Maroko

Kalau benar ia masuk dalam skuad Walid Regragui di Piala Afrika 2024 nanti, lini serang Singa Atlas akan tambah serem. Selain ada En-Nesyri dan Hakim Ziyech, Brahim Diaz akan menambah dimensi baru di skuad Maroko.

Jangan lupakan juga pemain bintang lain seperti Bounou, Hakimi, Amrabat, Selim Amallah, maupun Boufal. Paket lengkap ini bisa jadi membuat Maroko jadi calon kuat juara Piala Afrika 2024.

Yang jelas, apa pun pilihan Brahim Diaz harus dihargai. Kecintaannya pada tanah leluhur tak ada salahnya. Toh dengan bergabung ke Timnas Maroko kesempatan jadi pemain inti lebih terbuka, ketimbang di Timnas Spanyol. Maju terus, dan selamat berjuang di tempat yang baru, Brahim Diaz!

Sumber Referensi : en.as, mundodeportivo, thesun, transfermarkt, onefootball

Kalian Mungkin Lupa! 7 Pemain Ini Pernah Bermain Untuk Bayer Leverkusen

Ketika kita memikirkan poros kekuatan Jerman, selain nama Bayern Munchen dan Borussia Dortmund yang muncul, pasti Bayer Leverkusen terlintas di pikiran. Untuk urusan dominasi, die werkself memang kalah dari Bayern Munchen.

Tapi untuk urusan menempa bintang eropa, jangan diremehkan. Leverkusen adalah pabrik bakat-bakat kelas dunia dilahirkan. Meskipun kadang banyak yang lupa kalau mereka dulunya pernah membela Bayer Leverkusen. Seperti 7 bintang ini, yang mungkin kamu lupa pernah bermain untuk Bayer Leverkusen.

Son Heung Min

Memang banyak orang yang mengingat bahwa Son pernah di Bundesliga. Tapi yang mungkin lebih diingat adalah saat ia di Hamburg SV. Sebab di klub itulah, tepatnya di tahun 2010, Son mulai berkarir sebagai pesepakbola senior.

Setelah mencetak 12 gol Bundesliga di musim 2012/13, Leverkusen pun membelinya. Karir Son terus berkembang bersama die werkself. Dan setelah mencetak 29 gol dan 11 assist dari 87 pertandingan, ia pindah ke Spurs di tahun 2015. Di spurs ini lah ia mencapai puncak kesuksesan karirnya, dimana ia lebih diingat sebagai seorang pemain yang hebat.

Kai Havertz

Sama seperti Son, Havertz memang lebih dikenal saat sudah pindah ke Inggris. Tapi mungkin banyak yang tidak ingat kalau Leverkusen lah yang telah memoles bakat Havertz. Mengingat kalau Havertz adalah produk asli akademi die werkself.

Di tahun 2016, penyerang berkebangsaan Jerman tersebut melakukan debut profesionalnya di Leverkusen. Di musim 2018/19, ketika usianya masih 20 tahun, ia mencetak total 17 gol di Bundesliga. Saat itu meraih rekor gol terbanyak yang dicetak oleh pemain muda dibawah 21 tahun tersebut.

Havertz baru pindah ke Chelsea di tahun 2020. Die Werkself dapat uang sebesar 80 juta euro dari penjualan Havertz. Menjadikannya sebagai pemain termahal yang pernah dijual Leverkusen sepanjang sejarah transfer.

Toni Kroos

Kalau Toni Kroos, mungkin sedikit yang tahu ia pernah membela Leverkusen. Wajar, saat Kroos jadi bintang di BayArena, statusnya hanyalah seorang pemain pinjaman dari Bayern Munchen. Usianya baru 19 tahun saat ia datang di tahun 2009. Tapi ia sudah bisa jadi pemain yang diandalkan die werkself.

Selama 18 bulan berseragam Leverkusen ia mencetak 10 gol dan 13 assist dari 48 pertandingan. Statistik itu tidak bisa diabaikan Bayern Munchen begitu saja. Kroos pun langsung dibawa pulang ke Allianz Arena di tahun 2010.

Di tahun 2014, setelah bersinar di Piala Dunia bersama Jerman, Real Madrid mencomotnya dari Bundesliga. Kroos langsung menjelma menjadi bintang di Bernabeu. Apalagi setelah kepergian Xabi Alonso ke Bayern Munchen, kepopuleran Kroos semakin melonjak. Kroos bersama Modric dan Casemiro kemudian menciptakan salah satu trio gelandang paling ikonik dalam sejarah.

Dani Carvajal

Satu lagi pemain Madrid yang mungkin kalian lupa pernah berseragam die werkself, Dani Carvajal. Berbeda dengan Kroos, Carvajal sebenarnya adalah seorang Madrid sejati. Ia adalah lulusan akademi Real Madrid.

Namun menembus skuad utama terbukti lebih sulit dari yang ia kira. Apalagi di era proyek los galacticos jilid 2 sedang dijalankan. Akhirnya Carvajal pun mengambil keputusan sulit. Di tahun 2010, dari Real Madrid Castilla ia pindah ke Jerman bersama Bayer Leverkusen.

Berbeda pula dengan Kroos, Carvajal dibeli secara permanen seharga 5 juta euro. Carvajal bisa membuktikan dirinya pantas untuk masuk tim utama di Leverkusen. Di musim 2012/13 ia pun dikenal sebagai bek kanan terbaik di Bundesliga.

Menyadari hal itu, Real Madrid mengaktifkan klausul Buy Back mereka untuk membeli Carvajal di tahun 2013. Carvajal pun dibeli seharga 6,5 juta euro. Sejak saat itu posisi Carvajal di Madrid sangat sulit tergantikan. Ia selalu jadi bek kanan pilihan para pelatih yang datang dan pergi di Madrid.

Landon Donovan

Direktur olahraga Bayer Leverkusen, Michael Raschke menemukan Landon Donovan di tahun 1999 saat usianya masih 17 tahun. Pemain berkebangksaan Amerika Serikat itupun diboyong untuk bergabung dengan tim muda die werkself.

Namun, gaya permainan Eropa terbukti tidak cocok untuk Donovan. Ia pun dikirim pulang ke Amerika untuk bergabung dengan LA Galaxy di tahun 2005. Setelah itu ia menetap disana sembari dipinjamkan ke beberapa klub Eropa. Pertama ke Bayern Munchen, kemudian ke Everton.

Sampai di tahun 2012, ia kembali ke LA Galaxy. Meski tidak terlalu mengesankan di Eropa, Donovan adalah orang yang membuka pintu para pemain Amerika Serikat untuk berkarir di liga top Eropa.

Dimitar Berbatov

Banyak yang mengenal Berbatov saat ia di Manchester United, atau bahkan Tottenham Hotspurs. Berbatov memang striker yang sangat hebat di dua klub itu. Tapi sebenarnya kehebatan Berbatov itu sudah dibentuk sejak ia di Bayer Leverkusen.

Karir hebatnya di Bundesliga bermula di tahun 2001. Umurnya masih 19 tahun saat ia dibeli dari CSKA Sofia. Ia langsung bisa menyita perhatian publik di musim pertamanya. Ia mencetak 6 gol dari 6 pertandingan DFB Pokal musim 2001/02. Juga dua gol di Champions League pada musim yang sama.

Berbatov menghabiskan lima musim bersejarah bersama die werkself. Ia mencatatkan 91 gol dan 34 assist dari 202 pertandingan. Di tahun 2006 ia pindah ke Spurs dimana bakatnya jadi lebih terlihat oleh publik. Baru di tahun 2008 ia pindah ke Manchester United dan menjalani puncak karir sepak bolanya.

Arturo Vidal

Arturo Vidal adalah salah satu dari sedikit pemain Amerika Selatan yang memulai karir Eropanya di Jerman. Pemain Chili itu tiba pada musim panas 2007 dari klub lokal, Colo-Colo. Kabarnya saat itu direktur olahraga Rudi Voller sampai harus terbang ke Chili untuk meyakinkan Vidal pindah.

Usaha itu tidak sia-sia. Vidal menjalani empat musim yang membanggakan bersama die werkself. Puncaknya adalah saat ia membawa Leverkusen jadi runner up Bundesliga musim 2010/11.

Setelah itu Vidal pindah ke Juventus dan memenangkan 4 scudetto berturut-turut. Kemudian di tahun 2015, Vidal kembali ke Bundesliga untuk memperkuat Bayern Munchen. Setelah mencatatkan lebih dari 100 penampilan, ia pindah ke Barcelona di tahun 2018, sebelum pindah ke Inter dua tahun kemudian. Lalu dua musim setelahnya, Vidal melanjutkan karirnya di liga Brasil.

Sumber referensi: Squawka, Football Transfers, Bayer, Bundesliga, Bundesliga 2, Goal

Haaland LUPA CARANYA CETAK GOL, Ini Faktornya!

Sang monster Manchester City, Erling Haaland terpantau sedang mengalami penurunan performa di awal musim ini. Padahal ia dikenal garang menghantam semua lawan-lawannya tanpa ampun musim lalu. Tentu ada beberapa sebab kenapa sih Haaland di awal musim ini terindikasi mengalami penurunan performa. Berikut beberapa sebabnya.

Haaland Menurun

Tak terbayangkan lagi pencapaian Haaland di musim pertamanya bersama City. Ia langsung gaspol jadi top skor Liga Inggris sekaligus Liga Champions. Tak luput juga gelar treble winner pun dapat ia dipersembahkan bagi The Citizens.

Namun jangan senang dulu, Haaland ini ternyata jelang berakhirnya musim lalu sudah mandul dalam mencetak gol. Haaland hanya cetak satu gol di delapan laga terakhirnya sebelum menuju final Istanbul. Ditambah, Haaland lupa caranya mencetak gol kalau menghadapi tim-tim besar maupun di laga-laga penting. Ia sering tak terlihat bak hantu.

Dilansir Goal, saat ditanya seorang reporter saat laga final Istanbul, Haaland malah santai menanggapinya. Haaland merasa baik-baik saja meski tak lagi banyak cetak gol. Ia justru pamer pencapaian di musim pertamanya kepada reporter tersebut.

Musim ini hingga pekan ke-8 Liga Inggris, memang Haaland masih dinobatkan sebagai top skor sementara dengan 8 gol. Tapi ternyata, hasil itu merupakan penurunan dari musim lalu. Musim lalu di 8 laga pertama Liga Inggris, Haaland sudah mengoleksi 14 gol. Tidak hanya itu, musim ini dalam enam laga di seluruh kompetisi hingga jeda internasional Bulan Oktober, Haaland hanya bisa mencetak satu gol saja.

Faktor De Bruyne Dan Pemain Cedera

Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan performa Haaland adalah kehilangan sosok Kevin De Bruyne yang cedera. Sejak ditinggal De Bruyne ia terlihat linglung. Ia rindu bola-bola manja yang mampir kepada dirinya.

Tak dipungkiri di balik kegacoran Haaland musim lalu terdapat jasa besar dari seorang De Bruyne. 13 gol yang dicetak Haaland musim lalu berasal dari assist seorang De Bruyne. Tak hanya De Bruyne saja sebenarnya faktornya. Chemistry mereka berdua sudah bak Tsubasa dan Misaki.

Pemain lain yang cedera seperti John Stones maupun Jack Grealish juga tak sedikit mempengaruhi performa Haaland. Stones yang bagus kala dijadikan gelandang bertahan dan sering menyuplai Haaland, masih belum sembuh dari cedera.

Grealish yang juga sering membuka ruang bagi Haaland juga sempat absen beberapa pekan musim ini. Belum lagi ditinggal Rodri yang absen pasca laga melawan Nottingham Forest. Sejak itulah Haaland makin tambah tak kelihatan.

Faktor Pemain Hengkang

Tak hanya kehilangan pemain yang cedera atau absen. Faktor kehilangan pilar yang hengkang seperti Gundogan maupun Mahrez juga tak sedikit berdampak pada menurunnya performa Haaland.

Dilansir Goal, meski Gundogan berbeda tipe dengan De Bruyne, tapi perannya musim lalu terbukti membantu Haaland untuk produktif mencetak gol. Misal, tusukan-tusukannya ke kotak penalti lawan, sering mengaburkan pergerakan bek lawan sehingga Haaland tak terjaga.

Begitupun Riyad Mahrez, pergerakan cut inside-nya dari sayap kanan City juga sedikit banyak mampu mengaburkan penjagaan ketat lawan kepada Haaland. Selain dari De Bruyne, umpan-umpan manja ke Haaland juga tak dipungkiri lahir dari Mahrez dan Gundogan.

Yang jadi soal, pengganti dua pemain tersebut ternyata berbeda jauh tipenya. Hal itu membuat Haaland harus adaptasi dari awal lagi.

Faktor Adaptasi Dengan Pemain Baru

Misal Jeremy Doku yang datang karena Mahrez hengkang. Tipe Doku sebagai seorang sprinter sangat berbeda dengan Mahrez dalam melakukan serangan dari sisi sayap. Sementara itu Matheus Nunes dan Kovacic juga berbeda jauh dari Gundogan yang sering menciptakan tusukan berbahaya di kotak penalti lawan dan produktif mencetak gol.

Haaland butuh pemahaman atau chemistry antar pemain baru tadi. Bagaimanapun merekalah yang nanti akan mensuplaynya. Owen Hargreaves, mantan pemain City ketika diwawancarai TNT Sports mengungkapkan, kehilangan para pemain penting yang melayani Haaland musim lalu, benar-benar membuat Haaland harus adaptasi ulang.

Mantan pemain City lainnya, Joleon Lescott malah menganggap faktor pemain baru di sekitar Haaland seperti Doku, Alvarez, maupun Foden bertipe terlalu cepat. Tempo cepat dari para pemain tersebut menurutnya membuat Haaland keteteran mengikutinya. Haaland harus cepat dalam memahami permainan rekan-rekan barunya itu.

Faktor Peran Baru Bersama Alvarez

Tak hanya pergerakan cepat dari para pembantu Haaland yang baru, sistem taktik baru dari Pep di musim ini juga sedikit berpengaruh terhadap Haaland. Seperti memainkan Haaland dan Alvarez secara bersamaan lebih sering.

Alvarez musim lalu jarang bermain langsung bersama Haaland selama De Bruyne masih sehat. Namun, musim ini Alvarez terus dipercaya berada di posisi samping maupun belakang Haaland, paling tidak sejauh 8 laga di Liga Inggris.

Hasilnya memang Alvarez tambah produktif. Sementara ini Alvarez sudah cetak 3 gol dan 3 assist di Liga Inggris. Di Liga Champions bahkan catatannya lebih tokcer. Di saat Haaland di dua laga awal masih puasa gol, Alvarez sudah cetak 3 gol 1 assist.

โ€œKami butuh pemain yang dekat dengan Haaland dan punya selera mencetak gol yang sama. Jika gelandang serang meninggalkan Haaland, kami susah mencetak gol. Haaland harus bisa berkorban bagi Alvarez jika kesulitan,โ€ kata Pep seperti dilansir Goal.

Faktor Antisipasi Lawan

Tak hanya peran barunya dengan Alvarez, para pemain belakang lawan ternyata juga jadi faktor. Bek-bek lawan tentu bukan termasuk bek bodoh yang tak mau belajar bagaimana caranya menghentikan Haaland. Beberapa simulasi dan analisis tentu sudah mereka lakukan.

Hal itu terbukti di awal musim ini ketika Haaland benar-benar mandul di 6 laga terakhir sebelum jeda internasional di bulan Oktober. Tak hanya soal gol yang menurun, hal statistik lainnya pun sama. Melawan Wolves di pekan ke-7 Liga Inggris, ia hanya melakukan satu tembakan ke gawang lawan dan hanya melakukan 15 sentuhan bola.

Kemudian saat melawan Leipzig di Liga Champions. Haaland juga kesulitan dan tak bisa mencetak gol. Hanya enam tembakan ke arah gawang, dan empat diantaranya meleset.
Ditambah saat melawan Arsenal. Ia bahkan tak mampu menciptakan peluang satu pun.

Menurut The xG Philosophy, xG-nya tercatat 0 di laga itu. Bek Arsenal William Saliba jadi aktor yang mengantongi Haaland. Mungkin tak hanya Saliba, bek-bek lain juga kini sudah mulai belajar dan tahu resepnya untuk menghentikan Haaland. Jadi, apakah City tak khawatir terhadap hal ini?

Sumber Referensi : goal.com, theathletic, transfermarkt

Berita Bola Terbaru 12 Oktober 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

ROONEY RESMI JADI PELATIH BIRMINGHAM

Legenda Manchester United, Wayne Rooney mengakhiri petualangannya di Amerika Serikat dan kembali ke Inggris. Rooney ditunjuk menjadi pelatih klub Inggris, Birmingham City, Rabu (11/10) dengan kesepakatan kontrak tiga setengah tahun. Mantan pelatih DC United itu menggantikan John Eustace yang baru saja dipecat. Penunjukan Rooney adalah perubahan manajerial pertama yang dilakukan oleh pemilik baru Birmingham City asal Amerika, Shelby Companies Limited, sejak mereka mengambil alih pada bulan Juli.

NAPOLI DITOLAK CONTE SECARA HALUS

Napoli harus gigit jari. Pendekatan mereka ke Antonio Conte untuk gantikan Rudi Garcia yang performanya kurang memuaskan tidak mendapatkan hasil positif. Conte menegaskan dirinya masih ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga dan belum tertarik kembali ke bench. Conte tidak menangani satu pun klub sejak berpisah dengan Tottenham Hotspur pada Maret lalu. Setelah penolakan dari Conte, Napoli kini mengalihkan sasaran ke Lopetegui.

MESSI TAK AKAN DIPINJAMKAN KE BARCELONA

Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague memastikan bahwa peluang Lionel Messi kembali ke Barcelona atau gabung klub Arab Saudi sudah tertutup. Sebelumnya, Messi dikaitkan dengan kabar kembali ke Barcelona atau pindah klub Arab Saudi setelah Inter Miami gagal lolos ke playoff MLS 2023. Setelah musim reguler MLS selesai, kata Balague, Messi akan bergabung dengan timnas Argentina untuk melakoni dua laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan pada November. Setelah itu, Messi bakal menjalani liburan selama satu bulan.

MAGUIRE DISELAMATKAN TELEPON DAVID BECKHAM

Harry Maguire mengaku telepon dari David Beckham turut membantunya melewati situasi sulit saat ia mendapat tekanan dari suporter. Bek MU itu seringkali jadi sasaran perundungan dari suporter. Hal itu lantaran beberapa kesalahan yang ia lakukan di sejumlah pertandingan. Mendapat dukungan dari sosok yang dikagumi, Maguire pun seolah dapat suntikan motivasi yang besar untuk melewati situasi sulit.

MAGUIRE UNGKAP PENYEBAB KEGAGALAN GABUNG WEST HAM

Harry Maguire sempat dikabarkan akan hijrah ke West Ham. Namun transfer itu batal terjadi, dan rumor yang beredar menyebut bahwa Maguire tidak jadi pindah karena ia tidak mau turun gaji di West Ham. Baru-baru ini, Maguire mencoba meluruskan kabar yang beredar tersebut. Ia menyebut transfer itu tidak terjadi karena di level klub tidak ada kesepakatan untuk transfernya. Menurut Maguire, MU dan The Hammers tidak menemukan kata sepakat terkait mahar transfer sang bek. Jadi transfer itu tidak bisa diproses lebih lanjut.

RONALDO DITAWARI KEMBALI KE LIGA INGGRIS

Menurut laporan El Nacional, bintang Al-Nassr, Cristiano Ronaldo ditawari kembali ke Liga Inggris. Ia ditawari pindah ke Newcastle United, tim yang dimiliki oleh pemilik Al-Nassr. Mantan bintang MU itu belum terlalu menerima gagasan itu, tetapi kemungkinan akan mempertimbangkannya dalam beberapa minggu mendatang. Klub berjuluk The Magpies tertarik untuk memperkuat skuadnya dengan beberapa tambahan para superstar.

ALONSO PUNYA KLAUSUL RILIS UNTUK REAL MADRID, MUNCHEN DAN LIVERPOOL

Xabi Alonso menandatangani kontrak musim panas lalu yang akan membuatnya tetap di Bayer Leverkusen hingga 2026. Namun menurut laporan media Jerman Bild, ia bisa diizinkan pergi sebelum itu, jika salah satu dari Real Madrid, Liverpool atau Bayern Munchen menunjukkan minat pada jasanya. Klausul dalam kontraknya mulai berlaku pada musim panas 2024. Alonso bermain untuk ketiga klub tersebut selama karier bermainnya yang gemilang, meraih banyak gelar besar dan prestasi mengkilap.

JOSELU KAGET TIBA-TIBA JADI STRIKER UTAMA REAL MADRID

Joselu mengaku kaget diplot sebagai striker utama Real Madrid musim 2023/24. Hal itu karena dia awalnya mengira hanya akan dijadikan pelapis Karim Benzema. Joselu sempat mengira bahwa Benzema akan bertahan di Los Blancos. Pemikiran tersebut belum hilang dari benak Joselu usai Benzema pergi. Ia masih berpikir akan menjadi pelapis untuk striker Madrid yang baru. Terlebih, saat itu El Real tengah gencar memburu jasa Kylian Mbappe. Namun Mbappe tidak gabung, sehingga otomatis Joselu jadi andalan Madrid.

CEDERA, DI MARIA ABSEN BELA ARGENTINA?

Bintang Argentina, Lionel Messi, dianggap fit untuk pertandingan mendatang melawan Paraguay dan Peru. Namun, kabar buruknya รngel Di Marรญa yang akan absen. Pemain sayap Benfica mengalami masalah paha saat kekalahan di Liga Champions dari Inter pertengahan pekan lalu dan tidak dapat pulih tepat waktu untuk bermain membela negaranya.

XAVI DESAK BARCELONA DATANGKAN VITOR ROQUE LEBIH CEPAT

Barcelona telah mengamankan tanda tangan Vitor Roque untuk musim depan, namun kini pelatih Xavi Hernandez ingin supaya penyerang 18 tahun itu datang lebih cepat. Dilaporkan Diario AS, kondisi ini dipengaruhi cedera engkel yang dialami Robert Lewandowski. Ia merupakan satu-satunya penyerang tengah murni dalam skuad Barcelona. Dengan kehadiran Vitor Roque, Xavi memiliki opsi yang lebih banyak di lini serang. Selain itu, pemuda Brasil itu bisa menghadirkan kompetisi bagi Lewy di ujung tombak.

DATANGLAH KE CHELSEA, VICTOR OSIMHEN

Chelsea menjadi salah satu klub Liga Inggris yang tertarik untuk mendapatkan tanda tangan Victor Osimhen pada bursa transfer Januari mendatang. Meskipun Osimhen juga menjadi incaran Manchester United, Chelsea dapat bantuan dari John Obi Mikel.  Mantan gelandang Chelsea John Obi Mikel menginginkan rekan senegaranya Victor Osimhen bergabung dengan The Blues jika meninggalkan Napoli. Mikel meyakini kalau Osimhen sangat cocok bermain di Premier League.

LUKAKU DUKUNG BELGIA KEMBALI PANGGIL COURTOIS

Kapten sementara Belgia, Romelu Lukaku, mengatakan akan menyambut Thibaut Courtois kembali ke timnas dengan tangan terbuka setelah sang kiper keluar dari skuad Red Devils pada Juni lalu. Courtois menolak untuk bermain dalam kualifikasi Euro 2024 pada Juni lalu melawan Estonia, dilaporkan karena soal penentuan sosok kapten tim setelah Kevin De Bruyne cedera. Courtois sendiri saat ini masih menepi cukup lama akibat cedera robek ligamen lututnya.

FA TAK AKAN BUAT LENGKUNGAN WEMBLEY MENJADI WARNA BENDERA ISRAEL

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak mungkin menyalakan lengkungan Wembley dengan warna bendera Israel karena kekhawatiran akan reaksi dari beberapa komunitas. Sebelumnya Pemerintah Inggris menulis surat kepada banyak pihak yang mendorong badan-badan olahraga untuk secara tepat menandai serangan oleh Palestina di Israel dengan menunjukkan dukungan bagi para korban di negara tersebut. Meski tidak secara khusus meminta FA untuk menyalakan lampu lengkungan Wembley.

HAZARD PENSIUN DENGAN REKOR SUPER

Eden Hazard gantung sepatu dengan sederet rekor mengesankan. Saking supernya rekor Hazard, Cristiano Ronaldo pun tak mampu mencapainya. Terkait rekor individu, salah satu warisan Hazard adalah kemampuan mencetak gol dan assist sebanyak 15 buah atau lebih dalam satu musim Liga Inggris. Dilansir dari Opta, Hazard termasuk satu dari hanya empat pemain yang bisa menggoreskan rekor langka tersebut. Ia menorehkan 16 gol dan 15 assist bagi Chelsea di Liga Inggris 2018/19. Adapun tiga pemain lain yang berhasil membukukan minimal 15 gol dan assist dalam semusim sebelum Hazard adalah Thierry Henry, Matt Le Tissier, dan Eric Cantona.

HADAPI BRUNEI, TIMNAS INDONESIA PAKAI FORMASI 1-1-8

Hendra Azam Idris, kapten Timnas Brunei Darussalam mengatakan, Indonesia mungkin bermain dengan 8 penyerang dengan formasi 1-1-8. Kelakar atau candaan tersebut dilontarkan Hendra untuk menanggapi pertanyaan awak media, Rabu (11/10) mengenai prediksi pertemuan kedua tim. Ia menyadari, Brunei Darussalam memiliki kualitas yang jauh di bawah Indonesia. Namun ia memastikan bahwa mereka tidak akan menyerah dengan mudah menghadapi Pasukan Shin tae Yong, Kamis (12/10).

PERTAHANAN MU KACAU, CASEMIRO DAN VARANE DIANGGAP BEBAN

Mantan asisten pelatih Manchester United, Rene Meulensteen, menilai Raphael Varane dan Casemiro tidak dapat bersaing di Liga Primer Inggris. Keduanya telah kehilangan kemampuan fisik untuk bermain di kompetisi yang laganya disebut-sebut berjalan dengan tempo lebih cepat dibandingkan liga-liga top Eropa lainnya. Meulensteen menilai, kedua pemain itu merupakan titik lemah pertahanan Man United pada musim ini.

NEWCASTLE SAINGI MU DAPATKAN RABIOT

Rencana Manchester United untuk memboyong Adrien Rabiot di tahun 2024 mendapatkan tantangan baru. Newcastle dikabarkan siap mengganggu Setan Merah dalam transfer gelandang Juventus tersebut. Mereka dikabarkan siap memberikan gaji yang besar untuk Rabiot. Meski tidak disebut berapa besarnya, namun The Magpies disebut akan menjadikan Rabiot salah satu pemain mereka dengan gaji termahal. Newcastle cukup optimis bisa memenangkan persaingan tanda tangan Rabiot ini. Jadi MU harus bersiap jika mereka tidak mau kehilangan sang gelandang.

TUJUH PEMAIN INCARAN JUVE PADA BURSA TRANSFER JANUARI 2024

La Gazzetta dello Sport mengonfirmasi Pierre-Emile Hรธjbjerg menjadi target prioritas Juventus untuk menggantikan Paul Pogba pada Januari mendatang, namun Bianconeri juga mencari penguatan di lini serang dan Domenico Berardi tetap menjadi prioritas mereka. Media tersebut juga mengklaim Lazar Samardzic (Udinese), Youssouf Fofana (Monaco), Manu Konรฉ (Borussia Mรถnchengladbach), Habib Diarra (Strasbourg Alsace) dan Georgiy Sudakov dari Shakhtar juga masuk radar Juventus untuk bursa transfer Januari.

PEMENANG BALLON Dโ€™OR 2023 BUKAN LIONEL MESSI

Di saat orang-orang menilai Lionel Messi pantas meraih Ballon d’Or 2023, Adrien Rabiot punya pendapat berbeda. Menurutnya, pemenangnya bukan lagi Messi. Ketika dipastikan lagi siapa yang akan jadi pemenang jika La Pulga tidak difavoritkan, Rabiot mengaku tidak tahu. Opsi pilihannya terlalu sulit. โ€œKalau disuruh memilih antara salah satu kayaknya sulit, deh. Tergantung menilainya dari sisi yang mana. Dan tidak semua orang akan setuju. Tetapi saya yakin persaingannya antara dua orang ini saja. Saya tidak memasukkan yang lain [Messi],โ€ jelasnya sambil tertawa.

LAWAN JUVE, MILAN TAK DIPERKUAT DUA PILAR

AC Milan akan menghadapi lawan sulit segera setelah jeda internasional, menjamu Juventus di pertandingan Serie A pada 22 Oktober. Hasil dari pertandingan ini bisa menjadi kunci seiring berkembangnya perburuan gelar. Akan tetapi Milan tak akan diperkuat dua pemain pilarnya yakni Theo Hernandez dan Mike Maignan. Hernandez mendapat kartu kuning kelima musim ini dan Maignan melakukan ‘pelanggaran serius’ dalam kemenangan atas Genoa.

REAL MADRID LARANG BRAHIM DIAZ MAIN DI PIALA AFRIKA

Tidak dilirik Timnas Spanyol, Brahim Diaz memilih membela Timnas Maroko yang merupakan negara orang tuanya. Akan tetapi, keinginan Brahim Diaz untuk membela Maroko ditentang keras oleh Real Madrid. Pihak Los Blancos tidak mau Brahim Diaz meninggalkan Santiago Bernabeu pada awal 2024. Hal itu dikarenakan mereka akan menghadapi banyak pertandingan pada awal 2024. Terlebih lagi, kompetisi, baik tingkat domestik maupun Eropa, sedang padat-padatnya saat Piala Afrika 2024 bergulir.

PUJIAN PEMAIN TOP UNTUK HAZARD

Sejumlah pemain bola seperti Kylian Mbappe, Frank Lampard, dan Juan Mata memberikan penghormatan kepada Eden Hazard yang baru saja menggantungkan sepatu dari dunia sepakbola. Mereka semua meninggalkan pesan positif kepada pemain asal Belgia itu. Bruno Fernandes dari MU juga meninggalkan pesan indah untuk Hazard di Instagram. โ€œTerima kasih atas semua momen baik yang Anda berikan kepada dunia sepak bola. Semua penggemar sejati olahraga indah ini senang menonton Anda.โ€

TEN HAG SUDAH TENTUKAN KELANJUTAN KARIR SANCHO DI MU

Dikabarkan Sportbible, pelatih Manchester United Erik ten Hag telah membuat keputusan akhir mengenai masa depan Jadon Sancho. Ten Hag sepertinya sudah kehabisan kesabaran dengan sikap Sancho. Ten Hag telah menjelaskan kepada pimpinan klub bahwa Sancho harus dijual pada Januari jika dia terus menolak meminta maaf kepadanya. Media tersebut juga mengklaim bahwa MU bersedia mensubsidi gajinya sebesar 300.000 pounds per minggu untuk menyetujui peminjaman dengan klub lain. 

BEK TIMNAS PORTUGAL INI GABUNG MU DI JANUARI 2024?

Ada rumor baru seputar perburuan bek tengah baru Manchester United. The Red Devils dilaporkan akan mencoba memboyong bek timnas Portugal Goncalo Inacio dari Sporting Lisbon. ESPN melaporkan bahwa sang bek berpotensi pindah ke Manchester United di musim dingin nanti. MU sendiri memiliki sejumlah opsi alternatif untuk lini pertahanan mereka. Kompariot Inacio, Antonio Silva yang membela Benfica juga dikabarkan masuk dalam radar Setan Merah.

HAZARD PENSIUN, RAMALAN MOURINHO 8 TAHUN LALU TERBUKTI

Pengumuman Eden Hazard pensiun dari sepakbola membuktikan kebenaran ‘ramalan’ seorang Jose Mourinho delapan tahun silam. Mourinho, yang kini menangani AS Roma, pernah berkata bahwa Eden Hazard akan pensiun sebelum masa prime timenya benar-benar habis. Sebaliknya, Mourinho berpendapat permainan Eden Hazard yang terlalu skillfull menjadi alasan mengapa dirinya tak bisa tahan lama di jagad sepak bola seperti halnya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.