Hobi Cetak 1 Gol, Juventus Dibantai 5-1 Oleh Napoli

spot_img

Musim 2022/23 mungkin akan jadi musim yang paling diingat oleh penggemar Napoli. Ini mungkin akan jadi tahun dimana Napoli akhirnya kembali mendapatkan gelar scudetto setelah sekian lama. Pada sabtu dini hari, anak asuh Luciano Spalletti memberikan gambaran sempurna tentang potensi mereka setelah membantai Juventus dengan skor 5-1.

Dengan ini, Il Partenopei kokoh di puncak klasemen Serie A dengan perolehan 47 poin. Itu artinya mereka memperpanjang jarak dari AC Milan, yang duduk di peringkat kedua dengan 37 poin. Sedangkan Juventus, patut berbahagia bahagia masih bisa duduk di peringkat ketiga setelah mengoleksi jumlah poin yang sama dengan AC Milan.

Napoli Bantai Juventus

Kenapa Juventus patut berbahagia? Karena mereka mengawali musim dengan bencana. Ditambah, Napoli memang bermain sangat bagus di pertandingan tersebut. Bermain di kandang, hanya butuh waktu 14 menit bagi Napoli untuk membuat perubahan. Penyerang andalan, Victor Oshimen mencetak gol membuat kedudukan menjadi 1-0.

Di menit ke-39, publik Estadio Diego Armando Maradona kembali bersorak. Pemain asal Georgia kesayangan mereka, Khvicha Kvaratskhelia mampu menggandakan keunggulan. Juventus tampak mendapatkan harapan setelah Di Maria mampu memberi gol balasan di menit ke-42. Tapi babak pertama berakhir dengan keunggulan Napoli.

Masuk ke babak kedua, Amir Rahmani mencetak gol dari tendangan memukaunya di menit ke-55. Skor menjadi 3-1, seharusnya ini sudah aman untuk Napoli. Tapi gol Oshimen 10 menit kemudian membuktikan Partenopei masih lapar. Sebelum akhirnya pemain pengganti, Eljif Elmas membuat Napoli semakin menjauh di menit ke-72.

Gol itu menjadi gol terakhir di pertandingan ini. Tercatat, hanya dua kali Napoli pernah mencetak 5 gol lawan Juventus. Yang pertama adalah ketika Napoli masih diperkuat Maradona di tahun 1988. Ini juga jadi kali pertama Napoli mencetak 5 gol di Serie A sejak tahun 1993.

Pendukung Napoli tentu bangga atas hasil ini. Selain membuat mereka berdiri semakin kokoh di puncak klasemen, membantai Juventus yang sudah berkuasa di Serie A selama bertahun-tahun adalah kepuasan tersendiri. Napoli sudah bisa menghapuskan dominasi Juventus di Serie A.

Juve yang Dikira Sudah Bangkit

Awal musim 2022/23 adalah awal musim yang sangat menyedihkan bagi si nyonya tua. Serangkaian cedera yang diderita para pemainnya, hingga hasil buruk yang mereka dapat dalam minggu-minggu awal. Itu tidak kunjung membaik sampai beberapa bulan kedepan.

Sampai pada bulan Oktober, Allegri masih mendapatkan dukungan penuh dari presiden klub, Andrea Agnelli. Padahal Juve saat itu berada di ujung tanduk, terpontang-panting di kompetisi eropa.

Lalu, di akhir bulan November Agnelli beserta beberapa dewan di Juventus mengatakan untuk mengundurkan diri dari kursi jabatan. Kabarnya, itu dikarenakan ada penyimpangan uang di bursa transfer. Tapi klub membantah tuduhan itu.

Saat itu, Juventus terlihat seperti klub yang sudah kacau. Semua tampak salah di Juve, baik di luar lapangan maupun di dalam lapangan. Klub asal kota turin itu terguncang. Tapi di tengah kekacauan itu, Allegri masih bisa membawa asa klub di liga.

Di gameweek ke-11, Juventus terdampar di peringkat ke delapan kalsemen Serie A. Allegri mampu membawa Juve kembali ke papan atas hanya dalam waktu beberapa bulan. Bahkan sempat menduduki peringkat kedua di gameweek ke-17. Juve mencatatkan delapan kemenangan berturut-turut. Mereka juga tidak pernah kebobolan sekalipun di kemenangan beruntun mereka itu.

Juve yang Hobi Cetak 1 Gol

Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Napoli, tim terkuat di Serie A saat ini. Apakah ini menandakan bahwa Juventus kembali ke setelan pabrik mereka di musim ini? Beberapa pemain Juve memang sudah terlihat kembali pulih dan bugar. Angel Di Maria, sudah tampil maksimal setelah kembali dari kesuksesan di Qatar. Federico Chiesa juga secara perlahan sudah pulih dari cedera panjang yang dideritanya.

Tapi sialnya bagi Allegri, Paul Pogba, Leonardo Bonucci, dan Dusan Vlahovic semuanya masih belum bisa merumput. Dan itu berpengaruh terhadap kedalaman skuad. Kedalam skuad mereka tidak jauh berbeda atau tidak lebih baik daripada beberapa bulan yang lalu. Dengan kondisi ini, Allegri dipaksa untuk menurunkan pemain mudanya. Seperti Fabio Moretti yang masih berusia 19 tahun.

Kekalahan melawan Napoli, setelah Juventus mencatatkan hasil tak terkalahkan selama delapan pertandingan ini tentu memunculkan pertanyaan. Apakah Juventus sudah benar-benar kembali ke fitrahnya, sebagai tim top Serie A? Ataukah Juve malah balik ke setelan pabriknya di musim ini?

Perlu diketahui, catatan delapan kemenangan berturut-turut Juve tanpa kebobolan sebelumnya tidaklah seindah yang dikira. Dari delapan kemenangan yang sudah diraih anak asuh Allegri sebelum melawan Napoli ini, mereka lima kali hanya menang dengan skor 1-0. Kemenangan 1-0 itu pun diraih ketika melawan tim-tim semenjana. Seperti Torino, Lecce, Hellas Verona, Cremonese, dan Udinese.

Juve butuh gol injury time untuk mengalahkan Cremonese minggu lalu. Danilo mencetak gol di menit ke-86 untuk menyegel kemenangan melawan Udinese di pertandingan setelahnya. Antonio Cassano, pemain legenda Serie A yang kini jadi pundit bahkan berkata Juve tidak pantas buat kemenangan itu.

Allegri Akui Tampil Buruk

Dan kekalahan memalukan melawan Napoli ini seolah memberikan tamparan pamungkas bagi Allegri untuk segera berbenah. Setelah pertandingan ia mengakui bahwa timnya bermain dengan buruk, terutama di babak kedua.

“Kami memainkan babak kedua yang buruk. Malah melakukan kesalahan-kesalahan saat berusaha mengejar ketertinggalan. Faktanya adalah di babak kedua kami bahkan tidak mencetak tembakan ke gawang.”

Mereka bermain sangat mengecewakan ketika menghadapi Napoli. Tiga bek tengah sinyonya tua dibabat habis oleh lini serang partenopei. Gleison Bremer terlihat sangat kewalahan menjaga Victor Oshimen sepanjang laga. Ia juga buruk dalam situasi satu lawan satu. Bremer hanya salah satu contohnya saja. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Juventus beruntung bisa duduk di peringkat ketiga saat ini.

 

Sumber referensi: Marca, ESPN, Sportsmole, Times, Goal, Football Italia

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru