Hasil 8 Besar UEL 2024: Final Idaman Gagal Terwujud!

spot_img

Gak cuma babak 8 besar Liga Champions saja yang menghadirkan kejutan. Babak 8 besar Liga Europa musim ini juga sukses menghadirkan hasil diluar prediksi.

Tersingkirnya sang favorit juara, Liverpool jadi hasil yang paling mengejutkan. Selain The Reds, gugurnya AC Milan juga tak kalah mengejutkan. Kekalahan dua mantan kampiun UCL ini membuat peluang final idaman di UEL musim ini yang diimpi-impikan oleh banyak penggemar gagal terwujud.

Final Idaman yang Gagal Terwujud

Secara mengejutkan, Liverpool kandas dari wakil Italia, Atalanta. Pasca leg pertama berakhir, langkah Liverpool memang sudah diprediksi bakal sangat berat. Bagaimana tidak, bertanding di hadapan puluhan ribu penggemarnya di Anfield, pasukan Jurgen Klopp justru takluk 3 gol tanpa balas. Alhasil, The Reds pun harus bertandang ke Bergamo dengan membawa misi remontada yang nyaris mustahil.

Harapan sempat muncul ketika Mo Salah membawa Liverpool unggul 1-0 di menit ke-7. Sayangnya, meski menguasai bola hingga 70% dan melepas 5 sepakan on target sepanjang laga, gol penalti Mo Salah jadi jadi satu-satunya gol yang tercipta di laga tersebut. Liverpool pun kalah dengan agregat 3-1.

Sementara itu, 600 km dari Gewiss Stadium, AC Milan juga tengah mengharap remontada setelah di laga leg pertama yang digelar di San Siro, mereka kalah 1-0 dari AS Roma. Sebuah misi yang sulit melawan pasukan Daniele De Rossi yang tengah on fire.

Dan benar saja. Milan yang mengharap comeback justru langsung tertinggal 2 gol ketika laga baru berjalan seperempat babak. Meski setelah itu Roma harus bermain dengan 10 pemain, tetapi Milan sangat kesulitan membongkar pertahanan tuan rumah yang parkir bus.

Sebiji gol dari Matteo Gabbia di menit ke-85 sudah sangat terlambat. Milan pun kalah dengan agregat 3-1.

Kekalahan Liverpool dan AC Milan ini membuat dua final idaman di Liga Europa musim ini gagal terwujud. Yakni, Liverpool vs Bayer Leverkusen dan Liverpool vs AC Milan.

Liverpool vs Bayer Leverkusen adalah laga final yang paling diidamkan terjadi di Liga Europa musim ini. Berdasarkan polling yang dilakukan oleh UEFA, Liverpool adalah tim yang paling difavoritkan untuk menjadi juara, sedangkan Bayer Leverkusen membuntuti di belakangnya. Dan, merujuk pada hasil drawing, kedua tim diprediksi akan mampu melangkah mudah ke partai final.

Selain itu, pertemuan keduanya juga sangat dinanti oleh kedua penggemar. Sebelum babak 8 besar digulirkan, keduanya juga tengah dalam tren yang sangat positif di liga domestik. Liverpool vs Leverkusen adalah laga antara dua tim terbaik di Liga Europa musim ini.

Apalagi, laga antara Liverpool dan Leverkusen bakal jadi ajang reuni bagi Xabi Alonso. Dan, laga tersebut juga bisa jadi tempat perpisahan termanis bagi Jurgen Klopp.

Sementara itu, laga final UEL idaman lainnya antara Liverpool vs AC Milan juga tak kalah dinanti. Apalagi bagi para penggemar lawas. Bila terwujud, duel tersebut bakal jadi final ulangan Liga Champions 2005 dan 2007. Sebuah tempat terbaik bagi kedua tim untuk kembali bernostalgia.

Sayangnya, takdir berkata lain. Gugurnya Liverpool dan AC Milan membuat dua final idaman tersebut sama-sama gagal terwujud. Satu lagi final idaman yang gagal terwujud adalah “All English Final” antara Liverpool vs West Ham United. Wakil Inggris habis di UEL musim ini usai West Ham gagal menghentikan langkah Bayer Leverkusen.

West Ham, kampiun Liga Konferensi Eropa musim lalu harus rela bermain imbang 1-1 di laga leg kedua yang digelar di kandang sendiri. Selain membuat mereka takluk dengan agregat 3-1, hasil tersebut sekaligus membuat Bayer Leverkusen memperpanjang rekor unbeaten mereka menjadi 44 pertandingan.

Laga perempat final UEL musim ini bisa dibilang sebagai arena bergugurannya tim-tim favorit juara. Akan tetapi, meski telah kehilangan Liverpool, AC Milan, dan West Ham United, kompetisi Liga Europa musim 2023/2024 tetap tidak kehilangan sisi menariknya.

Empat semifinalis telah ditentukan. Mereka adalah Atalanta, AS Roma, Bayer Leverkusen, dan Marseille. Di atas kertas, keempat tim tersebut masih sangat berpeluang untuk menghadirkan final idaman lainnya.

Final Idaman Tersisa di UEL Musim Ini

“All Italian Final” masih ada. Atalanta vs AS Roma sangat bisa berjumpa di laga final. Jika terwujud, laga ini juga bakal jadi duel dua tim pembunuh raksasa.

Yang kedua adalah Marseille vs AS Roma. Jika terwujud, laga ini bakal jadi duel antara dua tim yang memburu pembalasan manis. Baik Marseille dan Roma pernah sama-sama mencapai final Liga Europa.

Marseille mencapai partai final UEL atau UEFA Cup di 3 edisi berbeda, yakni di musim 1999, 2004, dan 2018. Hasilnya, mereka selalu kalah. Sementara itu, Roma dua kali mencapai partai final, yakni di edisi 1991 dan 2023. Hasilnya pun sama, mereka selalu kalah.

Selain itu, duel antara Marseille dan AS Roma juga bakal jadi duel antara dua tim yang performanya membaik usai dilatih oleh pelatih pengganti. Jean-Louis Gasset di kubu Marseille dan Daniele De Rossi di kubu Roma. Jika terwujud, laga ini juga bakal jadi ajang reuni bagi dua pilar Marseille, yakni Pau Lopez dan Jordan Veretout yang pernah berseragam Roma.

Selain Atalanta vs Roma dan Marseille vs Roma, final idaman berikutnya yang layak dinanti adalah Atalanta vs Bayer Leverkusen. Jika terwujud, duel tersebut akan jadi pertemuan antara tim dengan pertahanan terbaik melawan tim dengan serangan terbaik.

Atalanta jadi semifinalis yang paling sedikit kebobolan. Gawang mereka baru tembus 7 kali di Liga Europa musim ini. Sementara itu, Leverkusen jadi semifinalis paling produktif dengan koleksi 27 gol.

Namun, sebelum menyambut final idaman, kompetisi Liga Europa musim ini masih sangat berpotensi menciptakan hasil mengejutkan di partai semifinal.

Peta Kekuatan Semifinal UEL

Semifinal pertama akan mempertemukan Marseille vs Atalanta. Serupa dengan La Dea, Les Phocéens sebenarnya juga berhasil membuat kejutan di laga 8 besar. Mereka tak lebih difavortikan ketimbang Benfica. Di leg pertama mereka juga tertinggal 2-1. Selain itu, dengan catatan 18 kali kebobolan, mereka adalah tim dengan pertahanan terburuk.

Namun, Marseille membalas di leg kedua. Mereka unggul 1-0 untuk memaksa laga berjalan hingga babak adu penalti. Marseille pun menang usai Angel Di Maria dan Antonio Silva gagal mengekseskusi penalti dengan sempurna.

Semifinal antara Marseille vs Atalanta di Liga Europa musim ini akan jadi pertemuan pertama kedua tim dalam sejarah. Secara pengalaman, Marseille jelas lebih diunggulkan. Namun, Atalanta bisa sedikit berharap dari rekor buruk Marseille yang cuma menang 6 kali dan kalah 10 kali dalam 22 pertandingannya vs tim Italia.

Berikutnya, semifinal kedua mempertemukan AS Roma vs Bayer Leverkusen. Ini adalah laga semifinal ulangan musim lalu. Di Liga Europa musim 2022/2023, Roma mampu melaju ke partai final usai menundukkan Leverkusen dengan skor tipis 1-0. Lalu, apakah hasil yang serupa akan kembali terulang?

Usai mengalahkan Milan, Serigala Roma jelas tengah dalam kepercayaan diri yang tinggi. Apalagi, semenjak dilatih Daniele De Rossi, mereka baru kalah 2 kali dalam 17 pertandingan di semua kompetisi. Dan, apabila mereka mampu menghentikan Leverkusen di babak ini, peluang Roma untuk mengobati kekalahan menyakitkan di final musim lalu akan menjadi lebih mudah.

Peluang Roma memang cukup besar. Taktik parkir bus yang mereka terapkan saat menumbangkan Milan adalah antitesis dari taktik Xabi Alonso. Die Werkself memang kerap kesulitan melawan tim dengan pertahanan rapat.

Namun, Leverkusen musim ini berbeda dengan musim lalu. Apalagi, usai memastikan diri sebagai juara Bundesliga, beban mereka jadi sedikit berkurang. Selain berambisi untuk menjadi peluang treble itu masih ada, Leverkusen juga pasti berambisi untuk membalas kekalahan mereka musim lalu dari Roma.

Laga ini jelas akan berjalan sengit dan bakal jadi duel antara dua pelatih yang tengah naik daun. Di bawah asuhan Daniele De Rossi, Roma kerap memimpin dengan gol-gol cepat di awal babak. Sementara itu, di bawah arahan Xabi Alonso, Leverkusen punya daya juang tinggi dan tak jarang memaksakan hasil imbang atau berbalik menang lewat gol-gol telat di akhir babak.

Laga semifinal leg pertama sendiri akan digelar pada 2 Mei, sedangkan laga leg kedua akan berlangsung pada 9 Mei waktu Eropa. Marseille dan Roma akan lebih dulu bertindak sebagai tuan rumah leg pertama, sedangkan Atalanta dan Leverkusen akan jadi tuan rumah leg kedua.

Jadi, tim mana yang akan menang dan melaju untuk menciptakan final idaman di Liga Europa musim ini? Yang pasti, Dublin Arena yang jadi tuan rumah laga final pada 22 Mei mendatang bakal menggelar laga akbar yang menyita banyak pasang mata. Lalu, tim mana yang jadi favoritmu, football lovers?


https://youtu.be/9bsc9EsNU0I

Referensi: Fotmob, UEFA, UEFA, Euro Cups History.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru