Transformasi Diam-diam Manchester City

spot_img

Dikalahkan Real Madrid di perempat final UCL, fans Manchester City harus tabah. Kalian harus mulai terbiasa dengan rasa sakit itu. Tapi tenang saja, terdepak dari Liga Champions bukan akhir dari segalanya.

Musim 2023/24, skuad racikan Pep Guardiola masih berpeluang untuk membawa pulang satu atau dua trofi domestik. Di Liga Inggris, City bahkan sedang berada dalam jalur yang benar untuk menyabet gelar keempat secara beruntun musim ini. Jika itu terwujud, maka catatan itu jadi rekor baru di Inggris. Mereka akan jadi klub pertama yang melakukannya.

Namun, di tengah situasi ini ada rumor yang berhembus bahwa semua ini telah direncanakan oleh sang mastermind, Pep Guardiola. Benarkah demikian? Hmmm, sebelum kita menjawab pertanyaan itu, football lovers bisa subscribe dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan konten terbaru dari Starting Eleven Story.

Pep Sengaja Melakukannya

Kalo dipikir-pikir sih emang ada penurunan yang signifikan dari performa Manchester City. Di luar performa Arsenal yang memang cukup mengancam posisi City di puncak klasemen, City juga dinilai kurang konsisten di musim 2023/24. Skuad asuhan Pep terlalu sering kehilangan poin-poin penting di laga-laga mudah.

Apalagi yang makin bikin ketara adalah prestasinya. Musim lalu, Manchester City mencatatkan sejarah dengan meraih treble winner. Sementara musim ini, perolehan trofi City dipastikan akan menurun mengingat mereka sudah tersingkir dari upaya mempertahankan gelar Liga Champions.

Tapi, fans Manchester City tak usah panik juga risau. Ini bukan akhir dari perjuangan tim kesayangan kalian. Itu karena adanya kabar yang beredar bahwa semua ini adalah rencana dari Pep Guardiola. Tapi kenapa Pep melakukannya? Ya, pelatih asal Spanyol itu ingin sedikit mengerem untuk mempersiapkan tim yang jauh lebih baik di musim berikutnya.

Istilahnya, Pep merasa tak ada salahnya untuk mengambil langkah mundur demi melakukan lompatan yang lebih besar di musim depan. Di tengah keraguan terhadap performa tim, Pep ternyata sedang menggodok ramuan baru secara diam-diam. Jarang yang sadar, bahwa City sedang melakukan transisi musim ini.

Lini Bertahan

Proyek transformasi dilakukan dengan merata. Hampir semua lini jadi perhatian Pep Guardiola. Tak terkecuali lini bertahan. Manchester City tentu sudah melewati fase-fase mumet saat bekerja keras dalam mencari pengganti Vincent Kompany karena sudah ada Ruben Dias yang kuat, cepat, dan cerdas.

Urusan bek tengah udah kelar, kini konsentrasinya beralih ke bek sayap. Setelah kepergian Oleksandr Zinchenko ke Arsenal pada tahun 2022 kemarin, praktis Pep belum memiliki bek kiri hebat lagi.

https://twitter.com/CuriosidadesPRL/status/1779305234696720434

Maka dari itu, Pep Guardiola ngotot untuk mendatangkan Josko Gvardiol yang tampil mempesona di Piala Dunia 2022. Setelah negosiasi yang panjang, pemain asal Kroasia itu baru bisa bergabung di awal musim ini.

Gvardiol sendiri merupakan pemain yang berposisi asli sebagai bek tengah. Namun, Pep melihat bahwa sang pemain memiliki potensi besar untuk memainkan peran sebagai bek sayap. Meski memiliki tubuh yang besar, Gvardiol memiliki kecepatan dan umpan silang yang baik.

Sang pemain pun akhirnya lebih sering diturunkan sebagai bek kiri ketimbang bek tengah oleh Pep Guardiola. Dari 22 laga di Liga Inggris, Gvardiol bermain sebagai bek kiri sebanyak 17 kali. Meski belum sempurna, proyek ini telah menunjukan progres yang menarik. Gvardiol mulai menampilkan performa apik. Contohnya di laga kontra Real Madrid di Liga Champions kemarin.

Sedangkan di sektor kanan, Pep Guardiola belum melakukan belanja besar-besaran karena masih ada Kyle Walker. Namun, karena Joao Cancelo berpotensi besar akan meninggalkan City dan usia Walker yang mulai uzur, Pep mulai mempersiapkan pemain-pemain muda untuk menjadi pelapis dari Walker. Maka dari itu, muncullah Rico Lewis.

Pemain yang satu ini adalah salah satu produk terbaik dari akademi City. Di saat City bisa membeli siapapun pemain yang diinginkan, Lewis muncul sebagai pemain yang melampaui standar tinggi untuk menembus skuad utama. Lewis lincah, fleksibel dan dewasa dalam pengambilan keputusan. Itu jadi atribut favorit dari sang pelatih.

Gelandang

Gelandang jadi sektor kunci dalam permainan Pep Guardiola. Mengingat tingginya standar sang pelatih, butuh lebih dari sekadar pemain bagus untuk mengisi pos tersebut. Mereka harus cerdas sehingga mampu mencerna instruksi dengan baik. Musim lalu, City memiliki pemain tersebut dalam diri Ilkay Gundogan.

Namun, karena sang pemain lebih memilih mlipir ke Barcelona, Pep Guardiola harus putar otak untuk mencari penggantinya. Maka dari itu, di musim panas 2023, hadirlah dua gelandang sekaligus untuk diseleksi. Mereka adalah Mateo Kovacic dari Chelsea dan Matheus Nunes dari Wolves.

https://twitter.com/SiaranBolaLive/status/1779378426862072223

Keduanya kerap diturunkan secara bergantian oleh Pep Guardiola. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Selain karena untuk melihat progresnya, kedua pemain tersebut memang belum menemukan konsistensi bermain. Masih banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan dari keduanya.

Di atas lapangan, gaya bermain keduanya jelas berbeda dengan Gundogan. Dirinya merupakan gelandang box-to-box yang berjiwa menyerang dan memiliki naluri mencetak gol tinggi. Beda dengan Nunes dan Kovacic yang cenderung bertahan dan menjaga tempo. Namun, bukan Guardiola namanya jika tak melihat potensi lain dari pemainnya.

Kovacic contohnya. Di Chelsea, dirinya termasuk gelandang yang aktif melakukan dribble sukses dan melewati lawan. Musim lalu, Kovacic mampu melakukan dribble melewati lawan sebanyak 1,2 kali per 90 menit. Beda jauh dengan Gundogan yang hanya 0,7. 

Tapi bukan berarti Pep tak akan menuntut Kovacic dan Nunes untuk meningkatkan naluri menyerangnya. Hal itu mulai terlihat di beberapa pertandingan terakhir. Contohnya saat keduanya dimainkan bersama di laga kontra Luton Town. Baik Kovacic maupun Nunes, keduanya lebih sering merangsek ke kotak penalti.

Menurut Fotmob, Kovacic dan Nunes lebih sering melepaskan tembakan meski bermain di belakang Kevin De Bruyne. Kovacic melepaskan lima tembakan, sedangkan Nunes empat tembakan. Statistik itu tak kalah jauh dari De Bruyne yang melepas lima tembakan.

Khusus Kovacic, pemain asal Kroasia itu bahkan mampu mencetak satu gol dalam kemenangan 5-1 tersebut. Meski belum maksimal, keduanya mulai menunjukan progres untuk mengambil peran yang lebih krusial di lini tengah City. Sudah saatnya City move on dari Gundogan.

Lini Depan

Lantas bagaimana dengan lini depan? Tenang, masih ada Erling Haaland. Tapi, kehilangan Riyad Mahrez dan inkonsistensi Jack Grealish menimbulkan keresahan tersendiri di benak Pep Guardiola. Maka dari itu, dirinya meminta manajemen City untuk mendatangkan Jeremy Doku musim panas kemarin.

Tampaknya, Pep merindukan sosok sayap cepat nan lincah macam Raheem Sterling di dalam skuadnya. Dulu, di era keemasannya, Sterling begitu diandalkan Pep. Kecepatan, kelincahan, dan ketajamannya begitu efisien untuk membongkar pertahanan berlapis tim lawan. 

https://twitter.com/forever_denniss/status/1781392693001654541

Namun, karena Sterling sudah mengalami penurunan dan tak mungkin juga untuk mendatangkannya lagi, maka Doku jadi solusi. Pemain yang bertipikal hampir sama, tapi jauh lebih fresh. Kecepatan kakinya begitu luar biasa. Saking cepatnya, ia bahkan dijuluki sebagai The Belgian Flash

Yang beda adalah, Doku ini bukan termasuk sayap produktif macam Sterling. Dia lebih pantas dikategorikan sebagai pemain sayap provider. Dirinya lebih kreatif dalam menciptakan umpan kunci setelah melewati satu atau dua bek lawan. 

Sedangkan untuk mencari pengganti Mahrez, Pep tak ambil pusing. Masih ada si putra daerah, Phil Foden. Kreativitas dan naluri mencetak golnya terus meningkat di bawah asuhan Pep Guardiola. Soal evolusi Foden, sudah dibahas di video berjudul “Sambutlah! Mesin Gol Baru Manchester City, Phil Foden.”

Proyek transformasi yang sedang dijalankan Pep Guardiola tak berhenti di situ. Kini, sang pelatih sedang berencana untuk mencari pengganti Bernardo Silva yang kabarnya akan hengkang dan Kevin De Bruyne yang mulai bermasalah dengan kebugaran. City sebetulnya sudah mendatangkan Claudio Echeverri. 

Namun, dirinya masih terlalu muda untuk mengemban tanggung jawab yang begitu besar. Jadi, Lucas Paqueta, Jamal Musiala, hingga Florian Wirtz telah masuk radar City musim panas mendatang. 

https://youtu.be/_8ysNG7OG60 

Sumber: VIVA Goal, BTL, Man City, The Athletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru