Lagi-lagi, Liga Primer Inggris dikejutkan dengan kabar yang menyebut bahwa Harry Kane minta dilepas oleh Tottenham Hotspurs pada akhir musim nanti. Penyerang berusia 27 tahun itu menyatakan bahwa dirinya ingin memulai sesuatu yang baru, yang tentunya bisa mencapai raihan membanggakan, yang selama ini sulit didapat.
Sejatinya, kabar tentang ingin hengkangnya Harry Kane dari Spurs sudah terdengar sejak lama. Dia sempat ingin pergi ketika Mauricio Pochettino diberhentikan klub. Akan tetapi, dia lantas berubah pikiran setelah Spurs kedatangan pelatih yang dianggap bisa beri kejayaan bernama Jose Mourinho.
England captain Harry Kane has picked up a muscle injury and is unlikely to face Belgium on Sunday, according to the Daily Mail 🤕
Jose Mourinho right now… pic.twitter.com/SjVtJEZUnh
— Goal (@goal) October 10, 2020
Spurs memang menaruh harap pada sosok pelatih spesial tersebut. Pasalnya seperti yang kita sadari, Mourinho selalu berhasil memberikan gelar untuk klub yang dibesutnya. Hal itulah yang pada akhirnya menjadi alasan mengapa Kane ingin bertahan di bawah Mourinho.
Bersama Mourinho, pada awal musim, perjalanan Spurs memang tampak mulus. Mereka berhasil meraih hasil positif hingga sempat nangkring di klasemen atas Liga Inggris. Akan tetapi, di pertengahan jalan, menyusul sejumlah masalah yang dihadapi termasuk cedera pemain, performa Spurs seolah terjun bebas. Mereka terpontang-panting di kompetisi Eropa, dan bahkan harus rela keluar dari posisi empat besar klasemen Liga Primer Inggris.
Harry Kane desire to leave Tottenham is confirmed.
He’s NOT handed in a transfer request but he hopes to find a solution.#THFC position: NO intention to sell Kane.
Kane would refuse a new contract, as of today.
Man City are seriously interested, planning to open talks. #MCFC
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) May 19, 2021
Musim ini sendiri, Tottenham kembali dipastikan gagal meraih gelar juara. Mereka sudah terlempar dari sejumlah kompetisi yang diikuti, plus dinilai tidak mampu bersaing di kompetisi Liga Primer Inggris.
Kepergian Kane, bila memang itu terjadi, akan sangat dimaklumi oleh banyak pihak. Bukan rahasia lagi bila penyerang asal Inggris itu ingin memenangkan trofi tim, tidak hanya individu yang selama ini didapat. Dia sudah cukup frustasi ketika harus mengalami kegagalan di partai final. Maka, seperti yang sudah dijelaskan, trofi tim menjadi salah satu alasan kuat mengapa Kane ingin pergi.
Pemain legendaris asal Inggris, Alan Shearer, juga sangat menyadari situasi Harry Kane. Shearer tidak melihat adanya alasan kuat bagi Kane untuk tetap berada di klub asal London Utara tersebut. Lagipula, sudah ada banyak klub raksasa yang dengan senang hati bakal menerima kedatangannya.
Namun begitu, bukan hal mudah bagi Kane untuk langsung pergi dari Spurs, mengingat statusnya kini yang masih terikat dengan klub sampai setidaknya tahun 2024.
Kane resmi memperpanjang kontrak dengan Spurs pada tahun 2018 lalu. Pada hari dimana dia akan segera melakoni laga di ajang Piala Dunia, Kane telah sepakat untuk bertahan sampai enam tahun kedepan. Ketika itu, Tottenham baru saja finish di urutan ketiga kompetisi Liga Primer Inggris. Selain itu, mereka juga berhasil mencapai fase semifinal Piala FA. Ditambah lagi, Kane berhasil sarangkan sebanyak 30 gol di bawah arahan Mauricio Pochettino.
Sejumlah capaian itu pada awalnya membuat sang pemain yakin untuk bertahan di klub Lili Putih.
“Aku sangat menantikan apa yang terjadi selanjutnya. Tampil di Liga Champions Eropa dan bersaing di Liga Primer Inggris dan juga Piala FA, membuatku ingin berusaha sejauh mungkin,” ucap Kane usai resmi memperpanjang kontrak dengan Spurs.
Kane memang telah melakukan tugas yang sangat luar biasa. Sejak tahun 2014 lalu, dia bahkan menjadi top skor Liga Primer Inggris dengan raihan 162 gol, mengalahkan Aguero dengan 130 gol dan Jamie Vardy dengan 116 gol.
Bahkan, baru-baru ini, dia baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Premier di London Football Awards 2021.
Akan tetapi, dalam malam penghargaan tersebut, Kane tetap menganggap bahwa raihan individu bukanlah sebuah prestasi mentereng. Dia ingin pergi dan menunjukkan pada dunia bahwa dirinya bisa membawa sebuah tim meraih gelar juara.
“Kembali lagi, tujuan seorang pemain adalah bukan memenangkan trofi individu. Tapi memenangkan trofi tim,”
“Meski ini luar biasa, aku tidak bisa menutupinya kalau tujuanku adalah memenangkan trofi dengan tim,” ujar Kane.
Segala prestasi individu yang diraih seolah tampak tidak terlalu berarti bagi Kane. Dan lagi, keputusan untuk meninggalkan klub demi mengejar trofi tim memang sudah menjadi yang tepat baginya.
Sejauh ini sudah ada banyak sekali tim yang menginginkan jasanya. Akan tetapi, sekali lagi, dengan kontrak tiga tahun tersisa dan belum munculnya pernyataan manajemen klub, akan membuat kepergian Harry Kane tidak akan berjalan mulus. Tentunya, harga yang ditawarkan untuk bisa menebus sang pemain juga tidaklah sedikit. Menurut CIES Football Observatory, Harry Kane memiliki nilai sekitar 97 juta pounds atau setara dengan 1,9 triliun rupiah.
Harry Kane has told Tottenham he wants to leave, with Man Utd, Man City and Chelsea all interested in him, according to Sky Sports News 👀 pic.twitter.com/iozYjvfWYt
— Goal (@goal) May 17, 2021
Sulit untuk memprediksi tim mana yang bakal bisa mendapatkan hati Kane. Paris Saint Germain yang dikenal punya kekuatan finansial luar biasa mungkin bisa mendatangkan Kane. Akan tetapi, di situasi pandemi seperti ini, masih terlalu berat untuk mengeluarkan dana besar. Terlebih, mereka sudah memiliki sejumlah pemain depan yang punya kualitas jempolan.
Dari dalam negeri, ada nama Chelsea dan Manchester United yang dikabarkan tertarik untuk memboyong Kane. Selain itu, ada juga nama Liverpool dan Manchester City yang ikut bersaing dalam perburuan ini.
Chelsea dan Liverpool dianggap memiliki kemungkinan paling kecil untuk dapatkan Harry Kane. Sementara Manchester United tampak akan lebih fokus untuk memperkuat lini belakang dan tengah, ketimbang depan, mengingat mereka baru saja mengumumkan perpanjang kontrak Edinson Cavani yang tampil sesuai harapan sejak didatangkan dari Paris Saint Germain dengan status bebas transfer.
Sementara Manchester City, mereka dianggap punya kans lebih besar dalam dapatkan penyerang Inggris ini. Apalagi, skuad asuhan Pep Guardiola bakal ditinggal penyerang andalannya selama ini, Sergio Aguero pada akhir musim mendatang.
In my opinion, I see Harry Kane at Manchester City, reason:
Aguero out ➡️
Kane in⬅️🔵👀#MCFC #THFC #Kane pic.twitter.com/OjhSTZZgf2
— Transfer Talk (@Jai_D27) May 17, 2021
Meski ada juga ketertarikan dari klub asing seperti FC Barcelona dan Real Madrid, tim-tim di Inggris akan lebih berkesempatan mendapat jasa Kane, setelah sang pemain menyatakan bahwa dirinya masih ingin melanjutkan karir di Negeri Ratu Elizabeth.
Jadi, ditengah kabar Harry Kane seperti sekarang ini, klub mana yang dianggap cocok baginya untuk kumpulkan banyak gelar prestisius?
Sumber referensi: Sky Sport, Sportskeeda, CNN


