Haaland dan Striker Ini Kejutkan Liga Inggris di Musim Pertamanya

spot_img

Memberikan kesan manis di musim perdana akan selalu jadi faktor penting bagi para punggawa anyar klub-klub Liga Inggris, terutama bagi para striker. Apabila mereka tak mampu bersinar dan berkontribusi untuk tim jangan harap ada musim-musim berikutnya dalam karirnya di Inggris.

Sebut saja Mohamed Salah. Sebelum mapan di Liverpool, Salah sempat mengalami penolakan dan dipinjamkan sana-sini karena tak mampu menyita perhatian di musim pertama bersama Chelsea.

Meski demikian, tak semua striker anyar gagal di musim debutnya. Beberapa di antaranya berhasil melewati tes sulit itu. Mereka mampu tampil meyakinkan, bahkan menghadirkan gelar kepada klub barunya itu. Kira-kira, siapa saja mereka? Berikut daftar striker yang memberi kejutan di musim perdananya di Liga Inggris.

Gianfranco Zola – Chelsea

Striker asal Italia bernama Gianfranco Zola pernah membuat publik Inggris berdecak kagum. Ia berhasil mencuri perhatian kala menjalani musim debutnya di Liga Inggris bersama The Blues. Bergabung dari Parma pada pertengahan musim 1996/97, Zola menjadi rekrutan tersukses Chelsea saat itu.

Dalam waktu 6 bulan, pemain bernomor punggung 25 itu mencetak 12 gol di semua kompetisi bersama Chelsea. Tapi gol-golnya itu hanyalah sebagian kecil dari kehebatannya di lapangan yang membuat Zola langsung menjadi favorit para penggemar. Dari skill olah bola hingga kecerdasannya, membuat Zola jadi pemain asing yang dipuja-puja oleh fans Chelsea. 

Sayangnya, ia tak mampu menghadirkan trofi Liga Inggris di musim debutnya yang luar biasa itu. Ia hanya membantu Chelsea dalam meraih trofi Piala FA dan menjadi pemain asal Italia pertama yang menyabet gelar FWA Player of The Year meski baru bermain di Inggris selama setengah musim.

Ruud Van Nistelrooy – Manchester United

Ruud van Nistelrooy merupakan salah satu penyerang terbaik yang pernah ada, dan Manchester United jadi salah satu tim yang beruntung karena pernah merasakan servis pemain asal Belanda ini. Berbagai gelar bergengsi pun disumbangkan oleh Nistelrooy kepada tim berjuluk Setan Merah tersebut.

Meski sebelum dibeli United Nistelrooy sempat mengalami cedera lutut parah bersama PSV. Hal itu tak menghentikan Fergie untuk membelinya dengan harga 28 juta euro atau setara Rp427 miliar. Fergie bahkan rela menunggu satu tahun masa pemulihan agar bisa memboyongnya ke Old Trafford. Di musim perdananya, Ruud membuktikan bahwa penantian Fergie tak sia-sia.

Nistelrooy mengawali musim debutnya di MU dengan mencetak brace di laga kontra Fulham. Ia mengakhiri musim debutnya itu dengan 36 gol di semua kompetisi, dan 23 di antaranya ia cetak di liga. Jumlah gol tersebut menjadikan Nistelrooy sebagai debutan asing paling gacor dalam sejarah Premier League.

Meski tanpa trofi, performa luar biasa Van Nistelrooy di musim debutnya diapresiasi dengan berbagai penghargaan individu yang diantaranya PFA Player of the Year, PFA Fans’ Player of the Year dan Sir Matt Busby Player of the Year. Nistelrooy pun mencetak 150 gol selama lima musim di Old Trafford.

Fernando Torres – Liverpool

Lima tahun berselang, tepatnya pada musim 2007/08, rekor debutan asing paling gacor milik Ruud van Nistelrooy dipecahkan oleh pemuda asal Spanyol, Fernando Torres. Mantan punggawa Atletico Madrid itu mencetak 33 gol di semua kompetisi dan 24 di antaranya ketika bermain di liga. 

Gol perdana Torres lahir di matchday kedua Liga Inggris musim 2007/08 ketika Liverpool menjamu Chelsea di Anfield. Laga tersebut berakhir imbang 1-1 dan satu-satunya gol Liverpool dicetak oleh Fernando Torres. 

Setelah gol debutnya itu, El Nino kian rajin mencetak gol. Apalagi ketika sang pemain berhasil mencetak back to back hattrick kala melawan Middlesbrough dan West Ham United, ribuan pasang mata tertuju pada performa Fernando Torres bersama Liverpool.

Meski tak menghadirkan gelar bagi The Reds torehan 33 gol di semua kompetisi menjadikan Torres sebagai pemain Liverpool pertama sejak Robbie Fowler di pertengahan tahun 90-an yang berhasil mencetak 20 lebih gol di Premier League dalam satu musim.

Sergio Aguero – Manchester City

Kemudian ada nama Sergio Aguero di Manchester City. Tak dapat dipungkiri, pemain asal Argentina ini menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam revolusi Manchester City di bawah Sheikh Mansour.

Datang dari Atletico Madrid pada awal musim 2011/12, Aguero dikenal sebagai penyerang yang sangat produktif. Tak butuh waktu lama baginya untuk nyetel di City. Aguero yang bisa dibilang sukses membawa Atletico mempertahankan konsistensi sebagai tim kuat di La Liga, langsung mengukuhkan diri sebagai raja baru di Etihad Stadium.

Hal itu dibuktikan ketika ia melakoni debutnya saat City menang 4-0 atas Swansea City di ajang Liga Inggris. Ia yang masuk sebagai pemain pengganti langsung mencetak dua gol dan satu assist. Setelah itu Aguero makin gacor. Ia bahkan mencetak 8 gol hanya dalam lima pertandingan awal.

Di musim pertama itu pula Sergio Aguero mendapatkan predikat sebagai pemain terbaik City, setelah mencetak 23 gol dari 34 pertandingan. Selain itu, Aguero juga menjadi pahlawan dari sejarah klub dengan membantu The Citizens meraih gelar juara Premier League untuk pertama kalinya. 

Diego Costa – Chelsea

Ketika Jose Mourinho ingin menjadikan Chelsea sebagai tim penantang gelar Liga Inggris, pada tahun 2014 ia melakukan beberapa peningkatan di klub. Thibaut Courtois masuk menggantikan Petr Cech di bawah mistar, sementara Cesc Fabregas dibawa kembali ke sepakbola Inggris untuk memberikan sentuhan kreativitas di lini tengah.

Sementara itu, mendatangkan Diego Costa untuk meningkatkan daya gedor lini depan Chelsea barangkali jadi kunci kesuksesan Mourinho membangun tim yang berhasil menyabet gelar juara Liga Inggris musim 2014/2015 itu. 

Diego Costa tak membutuhkan waktu lama untuk nyetel dengan skema permainan Chelsea, dan mencetak gol di laga debutnya kontra Burnley. Ia juga berhasil mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan pertamanya, termasuk hattrick saat Chelsea mengalahkan Swansea 4-2 di Stamford Bridge.

Ia mengakhiri musim perdananya dengan torehan 20 gol, dan menjadi bagian penting dari skuad The Blues yang berhasil mengamankan double gelar yakni Liga Inggris dan Piala Liga. Selain itu, Costa juga masuk dalam starting line-up terbaik Premier League musim 2014/15.

Erling Haaland – Manchester City

Yang terbaru ada Erling Haaland. Belum genap setengah musim saja bomber Manchester City itu sudah dijuluki manusia setengah robot karena kemampuan dan kekuatannya di atas rata-rata striker klub Inggris lain. Bagaimana tidak? Haaland bahkan sudah mencetak 15 gol dan 3 assist hanya dari 10 pertandingan saja.

Kedatangan Haaland telah menggebrak jagad sepakbola Inggris. Apabila bicara soal ekspektasi fans, mungkin pemain berusia 22 tahun itu sudah melampauinya. Rekor-rekornya pun mengalir sederas golnya. 

Dari pencetak gol terbanyak dalam 8 pertandingan, hingga mencatatkan 3 hattrick tercepat di Liga Inggris, perlahan mulai dikantongi Haaland. Mengingat musim 2022/23 yang masih panjang, kemungkinan Haaland akan meraih rekor-rekor lain masih terbuka lebar.

Sumber: Footballfaithfull, Liverpoolfc, Sport Detik, Transfermarkt

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru