Grup F Piala Dunia 2022: Arena Persaingan Tim Kuda Hitam

spot_img

Drawing babak grup Piala Dunia 2022 telah usai digelar. Dari hasil drawing yang sudah FIFA publikasikan, sulit untuk menentukan grup mana yang bisa dikatakan sebagai grup neraka. Namun, jika ada grup yang persaingannya bisa dibilang cukup ketat, maka Grup F masuk dalam kategori tersebut.

Berdasarkan hasil pengundian, Grup F Piala Dunia 2022 diisi oleh Belgia, Kroasia, Maroko, dan Kanada. Sorotan utama pada grup ini tentu saja pertarungan antara finalis Piala Dunia 2018 Kroasia melawan semifinalis Piala Dunia 2018, Belgia.

Pertemuan kedua wakil Eropa itu pasti akan menarik perhatian global. Akan tetapi, secara umum, persaingan di grup ini cukup ketat dan sulit ditebak. Hal ini tak lepas dari status keempat negara tersebut yang dapat dikatakan sebagai tim kuda hitam.

Generasi Emas Belgia Sudah Menua

Mungkin banyak yang tidak setuju bila Belgia dan Kroasia disebut sebagai tim kuda hitam mengingat di Piala Dunia edisi sebelumnya mereka bisa mencapai babak akhir. Apalagi Belgia yang dihuni para generasi emasnya. Namun, fakta membuktikan bahwa mereka yang disebut sebagai generasi emas Belgia sudah mulai menua.

Nama-nama seperti, Jan Vertonghen, Toby Alderweireld, Thomas Meunier, Axel Witsel, hingga Kevin De Bruyne sudah berusia lebih dari 30 tahun saat Piala Dunia Qatar dimulai. Sementara itu, Romelu Lukaku, Dries Mertens, dan Eden Hazard, selain sudah mulai tua, mereka juga tengah mengalami penurunan performa di klubnya masing-masing.

Roberto Martinez, selaku juru taktik “De Rode Duivels” sebetulnya menyadari situasi tersebut. Belakangan ini, ia mulai memadukan para pemain senior dengan pemain yang lebih muda, seperti Youri Tielemans, Leander Dendoncker, Alexis Saelemaekers, hingga para wonderkid semacam Yari Verschaeren, Albert Sambi Lokonga, dan Charles De Ketelaere.

Hasilnya cukup bagus. Belgia berhasil lolos dari babak kualifikasi Piala Dunia 2022 tanpa tersentuh kekalahan. Tergabung di Grup E, Belgia berhasil melangkahi Wales dan Republik Ceko berkat koleksi 20 poin dari 8 pertandingan.

Akan tetapi, hasil di babak kualifikasi tak bisa dijadikan patokan. Pasalnya, Belgia sudah bukan tim peringkat 1 dunia lagi. Setelah memuncaki peringkat FIFA selama 4 tahun terakhir, timnas Belgia baru saja turun posisi ke peringkat kedua.

Selain itu, hasil yang ditorehkan “De Rode Duivels” di turnamen internasional tidak cukup memuaskan. Sejak menyandang julukan generasi emas pada 2014 silam, prestasi terbaik Belgia hanyalah mencapai semifinal Piala Dunia 2018. Di luar itu, mereka selalu terhenti di babak perempat final Piala Dunia 2014, Euro 2016, dan Euro 2020.

Dengan makin menuanya para generasi emas Belgia, Piala Dunia 2022 bisa jadi kesempatan terakhir mereka untuk menorehkan prestasi yang jauh lebih baik.

Meski Berstatus Runner-up Piala Dunia 2018, Kroasia Tetaplah Tim Kuda Hitam

Situasi yang hampir sama juga dialami lawan terberat Belgia di Grup F, Kroasia. Menjadi runner-up di edisi sebelumnya, Kroasia jelas akan jadi sorotan di Piala Dunia 2022. Namun, pasca mencapai final pada edisi 2018, anak asuh Zlatko Dalic tidak tampil begitu baik di Euro 2020 dengan tersingkir di babak 16 besar.

Untungnya, Kroasia tergabung dalam grup kualifikasi Piala Dunia yang relatif mudah. Tim berjuluk “Vatreni” itu berhasil melangkahi Rusia, Slovakia, Slovenia, Siprus, dan Malta. Namun, hasil pada babak kualifikasi tak bisa dijadikan patokan untuk memprediksi seberapa jauh Kroasia akan melangkah di Piala Dunia Qatar.

Sama seperti Belgia, Kroasia juga baru saja turun posisi dari peringkat dunia FIFA. Sempat menghuni peringkat 4 pasca Piala Dunia 2018, kini mereka hanyalah tim peringkat 16 dunia. Kondisi skuad Kroasia juga sudah berbeda dibanding tahun 2018. Sudah tak ada nama Daniel Subasic, Ivan Rakitic, dan Mario Manduzkic yang sudah pensiun dari tim nasional.

Itulah mengapa meski datang dengan status finalis Piala Dunia 2018, Kroasia tetaplah tim kuda hitam. Namun, Kroasia tetap patut diwaspadai. Keberadaan Luka Modric yang menantang usia dengan performa yang makin menawan adalah nyawa Kroasia di Piala Dunia 2022. Jangan lupakan pula Mateo Kovacic dan Ivan Perisic yang masih sangat bisa diandalkan.

Maroko dan Para Diaspora yang Mencari Pembuktian

Tim kuda hitam berikutnya di Grup F Piala Dunia 2022 adalah Maroko. The Atlas Lions dianggap sebagai salah satu tim terkuat di benua Afrika. Di peringkat dunia FIFA, Maroko menempati peringkat ke-24, sementara khusus di benua Afrika, mereka menempati peringkat kedua di bawah Senegal.

Selain itu, keberadaan para diaspora yang jadi tulang punggung timnas Maroko adalah sebab mengapa mereka layak disebut sebagai tim kuda hitam. Dikapteni bek Wolverhampton, Romain Saïss, Maroko diperkuat 3 pemain Sevilla, yakni Yassine Bounou, Munir El Haddadi, dan Youssef En-Nesyri. Maroko juga diperkuat gelandang Fiorentina, Sofyan Amrabat dan tentu saja andalan PSG, Achraf Hakimi.

Maroko yang lolos ke Qatar setelah berhasil menumbangkan Republik Demokratik Kongo adalah negara keempat yang berhasil dibawa Vahid Halilhodzic ke putaran final Piala Dunia. Meski membuat kontroversi dengan membuang seorang Hakim Ziyech, Halilhodzic pernah membawa Aljazair lolos hingga babak 16 besar Piala Dunia 2014.

Maroko yang sudah menghabiskan banyak daya dan upaya untuk mengumpulkan para diaspora yang tersebar di berbagai negara pasti tak ingin hanya sekadar mampir di Piala Dunia 2022. Hasrat The Atlas Lions untuk meraih prestasi tengah tinggi-tingginya. Itulah mengapa meski tanpa Ziyech, Maroko tetap harus diwaspadai.

Kanada, Kuda Hitam Sesungguhnya di Piala Dunia 2022

Tim terakhir di Grup F Piala Dunia 2022 adalah Kanada. Merekalah yang jadi sebab grup ini dapat dibilang sebagai grupnya para tim kuda hitam. Sebab, sebagai wakil CONCACAF, Kanada adalah tim kuda hitam sesungguhnya di Piala Dunia 2022.

Maple Leafs mengejutkan dunia dengan kesuksesan mereka melangkahi Meksiko dan Amerika Serikat di babak kualifikasi zona CONCACAF dan lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah edisi 1986.

Meski hanyalah tim peringkat 38 dunia, Kanada asuhan John Herdman tak bisa dipandang sebelah mata. Dipimpin Atiba Hutchinson, amunisi andalan Kanada adalah Alphonso Davies dari Bayern Munchen dan Jonathan David dari Lille. Menarik untuk dinanti akan sejauh mana Kanada bisa berbicara di Piala Dunia tahun ini.

Itulah gambaran dan sekilas profil dari para penghuni Grup F Piala Dunia 2022. Dari ulasan tadi, maka sangat layak bila kita menyebut bahwa Grup F adalah arena persaingan para tim kuda hitam. Baik Belgia, Kroasia, Maroko, maupun Kanada punya modal yang mumpuni untuk berbicara banyak di Piala Dunia Qatar.

Fakta itu pula yang membuat sulit untuk menerka siapa yang akan melaju ke fase gugur. Jika hanya melihat peringkat, maka Belgia dan Kroasia jelas lebih unggul. Namun, seperti yang disinggung, Maroko dan Kanada punya modal bagus untuk membuat persaingan di Grup F ini menjadi sangat ketat.

https://youtu.be/b50QEz2tlak
***
Referensi: The Guardian, SportingNews, 90min, MoroccoWorldNews, Croatiaweek.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru