Grup C Piala Dunia 2022, Drawing yang Menyenangkan Buat Argentina

spot_img

Barangkali di antara seluruh kontestan Piala Dunia 2022 yang menghuni Grup C, Argentina menjadi yang berbahagia. Paling tidak, pasukan Lionel Scaloni diuntungkan hasil drawing, di mana mereka tampaknya tidak akan menemui musuh yang sulit.

Paling mentok Tim Tango akan bertemu negara yang agak sedikit merepotkan seperti Polandia dan Meksiko. Namun, di atas kertas, apalagi jika merujuk peringkat FIFA, Argentina adalah yang tertinggi.

Akan tetapi, Lionel Messi dan kolega tetap harus waspada. Sebab yang bakal lolos ke fase gugur hanyalah dua tim. Argentina semestinya tetap berhati-hati, terutama pada dua tim yang bisa saja merepotkan mereka. Lantas, bagaimana peta kekuatan Grup C Piala Dunia 2022 yang konon menyenangkan Argentina itu?

Arab Saudi

Mari kita mulai dari negara yang secara geografis paling dekat dengan Qatar. Yup, Arab Saudi. Meski banyak konglomeratnya yang berinvestasi ke klub Eropa, kekuatan sepak bola di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi pada kenyataannya hanya bisa mengembang di regional dan kempis di skala dunia.

Terbukti Pasukan Raja Salman al-Saud nangkring di peringkat lima AFC. Sementara di rangking FIFA, mereka berada di peringkat 49 per Maret 2022. Soal peringkat FIFA ini, Arab Saudi menjadi yang paling buncit ketimbang tiga negara lainnya di Grup C.

Lalu, apa yang membuat pasukan Arab Saudi diperhitungkan? Setidaknya untuk sekadar merepotkan tim-tim raksasa? Entahlah. Tapi kita bisa melihat bahwa Arab Saudi kini penampilannya mengesankan di kancah Asia. Apalagi semenjak Herve Renard masuk sebagai pelatih.

Catatan moncer pelatih berkebangsaan Prancis itu memang tak bisa bohong. Renard boleh dibilang satu-satunya pelatih yang bisa menjuarai Piala Afrika dengan dua negara yang berbeda. Tahun 2012 saat melatih Zambia dan tahun 2015 saat menukangi Pantai Gading.

Herve Renard mampu menyulap Arab Saudi menjadi tim yang beringas. Di babak kualifikasi saja, Arab Saudi selalu menjadi juara grup saat di putaran kedua maupun ketiga. Bahkan di putaran ketiga Arab Saudi mengangkangi Jepang di peringkat kedua dan Australia di peringkat ketiga.

Pasukan Herve Renard pun mendapat pujian atas kiprahnya itu. Terlebih dari 10 laga kualifikasi putaran ketiga, Arab Saudi hanya takluk 1 kali dan mengemas 7 kali kemenangan. Sebuah catatan yang memang mesti diwaspadai.

Namun, bermain di Piala Dunia menjadi ujian berat buat Arab Saudi dan Renard itu sendiri. Apalagi secara materi pemain, Arab Saudi belum mencukupi untuk meladeni keganasan Messi dan Lewandowski.

Renard tak bisa hanya mengandalkan Saleh Al Sheri, tapi harus juga bermain kolektif. Oh iya, fyi aja nih, pada Piala Dunia 2018, Saudi mentok berada di peringkat ketiga, tapi mereka berhasil mengalahkan Mesir.

Polandia

Sementara itu, Timnas Polandia punya catatan kelam di Piala Dunia 2018. Bukan, bukan tidak lolos kualifikasi, tapi Szczesny dan kolega hanya seperti tim hore di Grup H. Sebab Polandia hanya berstatus sebagai juru kunci grup. Mereka remuk dari Senegal 2-1 dan tekuk dari Kolombia 3-0.

Satu-satunya prestasi Polandia di Piala Dunia 2018 adalah mengalahkan Jepang. Itupun cuma menang 1-0. Nah, pada Piala Dunia 2022 jelas Polandia ingin membersihkan namanya di kancah internasional.

Polandia yang kini berada di peringkat 26 FIFA punya misi adiluhung untuk sekurang-kurangnya lolos dari fase grup. Akan tetapi, apa yang bisa mereka lakukan? Toh, perjalanan Polandia sebelum ke Piala Dunia 2022 saja terseok-seok.

Pasukan Czesław Michniewicz mesti melakoni babak play-off menghadapi Swedia. Dan untungnya Polandia berhasil menekuk Swedia 2-0 berkat gol penalti Robert Lewandowski menit 49, dan Piotr Zielinski menit 72. Di Grup C, Polandia mesti menghadapi ganasnya Argentina dan tak terduganya permainan Meksiko.

Duel yang menarik bakal tersaji ketika Polandia menghadapi Argentina. Ini adalah duel bergengsi antara Robert Lewandoski dengan si paling pantas meraih Ballon d’Or, Lionel Messi. Namun bagaimanapun di atas kertas, Argentina jelas unggul.

Belum lagi, Polandia tak memiliki catatan mengesankan di Piala Dunia. Benar memang Polandia pernah meraih juara ketiga. Tapi itu terjadi sudah lama sekali, yaitu tahun 1974 dan 1982. Sisanya, Polandia hanya menjadi tim hore di fase grup.

Namun dengan skuad yang lebih segar dengan gelandang atraktif seperti Piotr Zielinski, bukan tidak mungkin kalau Polandia bakal lolos. Mengingat Lewandowski dan kolega menjadi salah satu unggulan di Grup C.

Meksiko

Meksiko adalah tim yang mestinya diwaspadai Polandia dan Argentina. Silakan catat, ini adalah Piala Dunia kedelapan yang Meksiko ikuti, sejak bermain di putaran final Piala Dunia 1994. Meksiko lolos ke Piala Dunia 2022 dengan status runner up kualifikasi zona CONCACAF di bawah Kanada.

Tentu Meksiko bisa menjadi unggulan di Grup C. Apalagi jika mengingat prestasinya di tujuh Piala Dunia sebelumnya, Timnas Meksiko selalu masuk babak 16 besar. Meksiko kini berada di bawah kendali mantan pelatih Barcelona, Gerardo Martino. Ia terbukti pelatih yang mampu melumpuhkan musuh di fase grup dengan kecerdikannya.

Selama babak kualifikasi Meksiko tidak mencetak atau kebobolan banyak gol. Rata-rata El Tri mencetak satu gol setiap pertandingannya. Martino tidak sendirian. Ia bisa mengandalkan para pemain Meksiko yang berkiprah di Eropa dan Amerika Latin.

Ia bisa mengandalkan lini serang pada striker kaliber Raul Jimenez (Wolverhampton), Jesus Corona (Sevilla), dan tentu saja penyerang tajam Napoli, Hirving Lozano. Lalu, di lini tengah tumpuan Meksiko ada pada Hector Herrera yang kini bermain untuk Atletico Madrid. Di atas kertas Meksiko lah yang pantas untuk menemani Argentina ke babak 16 besar.

Argentina

Di Timnas Argentina sendiri, nama Lionel Messi tentu menjadi yang paling berkilauan. Ia banyak disorot. Apalagi konon, ini adalah Piala Dunia terakhir yang bakal La Pulga ikuti. Karena ini adalah Piala Dunia pamungkas, tentu Lionel Messi mengincar posisi tertinggi.

Messi punya ambisi untuk meraih trofi Piala Dunia yang sangat berkilauan itu. Terakhir ia punya kesempatan meraihnya di tahun 2014, sebelum akhirnya hanya bisa nyaris juara karena gol Mario Gotze. Piala Dunia 2022 bisa menjadi ajang balas dendam Piala Dunia 2014.

Lionel Scaloni sudah menemukan komposisi yang pas dari skuad Argentina. Minimnya striker bisa jadi memudahkan Scaloni menyusun formasi, alih-alih mengocok penyerang yang dibutuhkan. Hal itu bahkan membuatnya menemukan keseimbangan dan konsistensi di skuad Argentina.

Sejak ia masuk setelah Piala Dunia 2018, Tim Tango permainannya jadi sangat konsisten. Puncaknya mereka bisa menjuarai Copa America 2021. Satu gelar yang mengakhiri 28 tahun puasa trofi. Scaloni juga membawa Argentina tak terkalahkan di 31 pertandingan.

Ihwal skuad, Timnas Argentina tak usah ditanya. Selain nama-nama kaliber Messi, Leandro Parades, Rodrigo De Paul, sampai Otamendi, Argentina juga diperkuat para pemain muda. Sebutlah seperti Nicolas Gonzalez, Alexis Mac Allister, Juan Foyth, sampai Exequiel Palacios. Untuk lolos ke fase gugur Argentina jelas mampu, tapi untuk meraih juara? Hmmm… Entar dulu.

https://youtu.be/caGELKw2k8g

Sumber referensi: FIFA, TheGuardian, SI, SportingNews

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru