Generasi Emas Amerika Serikat Juara CONCACAF Nations League 2021

  • Whatsapp
Generasi Emas Amerika Serikat Juara CONCACAF Nations League 2021
Generasi Emas Amerika Serikat Juara CONCACAF Nations League 2021

Di tengah gegap gempita menyambut ajang Euro 2020, di belahan benua lain, tepatnya di wilayah Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, mereka juga tengah berpesta di ajang CONCACAF Nations League.

Mirip dengan ajang UEFA Nations League, kompetisi CONCACAF Nations League juga menggantikan sebagian besar pertandingan persahabatan internasional yang selama ini berlangsung di kalender FIFA. Kebetulan CONCACAF Nations League musim ini menjadi penyelenggaraan perdana.

Bacaan Lainnya

Sempat tertunda setahun karena pandemi Covid-19, penyelenggaraan turnamen final Liga Bangsa-Bangsa CONCACAF edisi 2019/2020 akhirnya dapat digelar di Amerika Serikat pada 3-6 Juni kemarin. Di musim perdana ini, negara yang lolos ke turnamen final adalah Amerika Serikat, Meksiko, Honduras, dan Kosta Rika.

Partai Final akhirnya mempertemukan Amerika Serikat dengan lawan bebuyutannya, Meksiko. Timnas Amerika Serikat berhasil melaju ke partai final setelah menundukkan Honduras 1-0. Sementara Meksiko lolos ke partai final setelah menang adu penalti dari Kosta Rika.

Tertinggal 2 Kali, Amerika Serikat Tundukkan Meksiko 3-2 di final CONCACAF Nations League 2021

Laga yang berlangsung di Stadion Mile High, Denver, Colorado pada Minggu 7 Juni malam waktu setempat itu berlangsung begitu sengit dan menghibur. Kedua tim yang turun dengan pemain-pemain terbaiknya menyajikan laga yang begitu panas. Maklum, dua negara bertetangga ini punya rivalitas yang panas sejak dulu. Total, 8 kartu kuning dan 1 kartu merah untuk pelatih Meksiko dikeluarkan wasit asal Panama malam itu.

Amerika Serikat dan Meksiko sama-sama menurunkan formasi 3-4-3 di laga tersebut. El Tri yang kini dilatih Gerardo Martino, mantan pelatih Argentina dan Barcelona langsung tancap gas sejak awal pertandingan. Laga belum berjalan 1 menit, Jesus Corona membuat Meksiko unggul 1-0 setelah memanfaatkan kesalahan fatal Mark McKenzie.

Meksiko mampu menggandakan keunggulan di menit ke-23. Sayang, sundulan Hector Moreno dianulir VAR setelah lebih dulu offside. Amerika Serikat akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-27. Berawal dari sepakan penjuru Christian Pulisic, Giovanni Reyna yang menerima bola muntah berhasil menundukkan Ochoa.

Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, jual beli serangan masih terus terjadi. El Tri yang memburu gol kemenangan akhirnya berhasil unggul kembali lewat sepakan pemain pengganti Diego Lainez di menit ke-79. Namun, The Yanks langsung membalasnya di menit ke-82. Kali ini, giliran sepakan penjuru Gio Reyna yang berhasil disundul dengan baik oleh Weston McKennie.

Skor 2-2 tak berubah hingga 90 menit dan laga harus dilanjutkan di babak tambahan waktu. Di babak extra time inilah drama terjadi. Setelah 2 kali tertinggal, Amerika Serikat berhasil berbalik unggul di menit ke-114. Pulisic yang sebelumnya dilanggar di kotak penalti berhasil mengeksekusi tendangan 12 pas dengan sempurna.

4 menit berselang, giliran Meksiko yang mendapat hadiah tendangan 12 pas setelah pemain belakang Amerika kedapatan handsball di dalam kotak penalti. Di malam itu, kiper pengganti Ethan Horvath yang masuk di menit ke-69 untuk menggantikan Zack Steffen yang cedera menjadi pahlawan kemenangan timnas USA. Ia sukses menepis tendangan penalti kapten Meksiko, Andres Guardado.

Hingga wasit meniup peluit panjang, takada gol lagi yang tercipta dan timnas Amerika Serikat berhasil keluar sebagai juara edisi perdana CONCACAF Nations League. Ini merupakan gelar perdana Amerika di bawah pelatih Gregg Berhalter yang menangai The Yanks sejak 2018.

Menjadi lebih spesial tatkala 4 pemain timnas USA juga masuk daftar CONCACAF Nations League Best XI. Mereka adalah John Brooks, Gio Reyna, Christian Pulisic, dan Weston McKennie. McKennie juga terpilih sebagai pemain terbaik CONCACAF Nations League. Gelandang Juventus itu mencetak 4 gol sepanjang kompetisi, termasuk 1 golnya di laga final yang membuatnya terpilih sebagai Man of The Match.

Tak hanya itu, kemenangan dramatis di final Liga Bangsa-Bangsa CONCACAF ini juga jadi kemenangan pertama Amerika di kompetisi kompetitif atas Meksiko sejak 2013 silam. Trofi CONCACAF Nations League 2021 juga menjadi trofi perdana yang sukses dipersembahkan oleh generasi emas timnas Amerika Serikat.

Analisis Skuad Generasi Emas Amerika Serikat yang Menjanjikan

Ya, generasi timnas Amerika Serikat yang sekarang memang dijuluki โ€œgolden generationโ€. Bukan tanpa sebab, sejak gagal lolos ke Piala Dunia 2018, federasi sepak bola Amerika Serikat menunjuk Gregg Berhalter sebagai pelatih baru. Di bawah kendali Berhalter, wajah-wajah baru nan segar banyak dipanggil ke timnas senior.

Di babak final CONCACAF Nations League 2021 saja, 23 anggota timnas USA memiliki rataan usia 23 tahun, 336 hari, dengan 13 diantaranya masih berusia di bawah 23 tahun. Tim Ream, bek 33 tahun asal Fulham jadi yang tertua. Selain itu, Ream juga tercatat sebagai satu-satunya pemain yang sudah berusia lebih dari 30 tahun. Sementara Yunus Musah, winger 18 tahun milik Valencia jadi yang termuda.

Dalam skuad timnas USA di final CONCACAF Nations League 2021, hanya ada 4 pemain yang bermain di MLS. Sisanya bermain untuk klub-klub Eropa, dengan rincian 4 pemain bermain di Liga Inggris dan Jerman, 3 pemain di Liga Belgia, 2 pemain di Liga Spanyol, dan masing-masing 1 pemain dari Liga Austria, Prancis, Italia, Portugal, Swiss, dan Turki.

Beberapa pemain bahkan menjadi andalan dan membantu klubnya merengkuh trofi. Generasi timnas Amerika Serikat yang sekarang memang mentereng, tercatat 9 pemain mereka memenangkan 12 trofi berbeda dengan klub-klub Eropa musim lalu.

Mereka adalah Mark McKenzie yang juara Belgian Cup bersama Genk, Ethan Horvath yang menjadi bagian skuad Club Brugge yang menjuarai Liga Pro Belgia, Brenden Aaronson yang berhasil memenangi Liga dan Piala Austria bersama Red Bull Salzburg, dan Jordan Siebatcheu yang menyumbang 12 gol dan 4 asis untuk membantu Young Boys menjuarai Liga Super Swiss.

Kemudian ada Sergino Dest yang juara Coppa del Rey bersama Barcelona, Timothy Weah yang membantu Lille memutus dominasi PSG di Ligue 1, Gio Reyna, pemain 18 tahun yang musim ini mencetak 4 gol dan 6 asis untuk membantu Borussia Dortmund menjuarai DFB-Pokal, dan Zack Steffen yang menjadi bagian skuad Manchester City yang menjuarai Liga Premier Inggris dan Piala Liga Inggris.

Sementara Weston McKennie musim ini berhasil mengantar Juventus memenangi Piala Super Coppa dan Coppa Italia. Yang paling mentereng jelas Christian Pulisic. Pemain berusia 22 tahun yang tampil sebagai kapten di laga final kemarin, sebelumnya lebih dulu menjuarai Liga Champions Eropa bersama Chelsea.

Selain 9 pemain tersebut, skuad timnas USA di final Nations League juga diperkuat trio Bundesliga, yakni Tyler Adams, John Brooks, dan Josh Sargent yang masing-masing menjadi andalan RB Leipzig, Wolfsburg, dan Werder Bremen. Dengan deretan pemain bintang tersebut, maka sangat wajar bila generasi timnas Amerika yang sekarang patut disebut sebagai generasi emas.

Skuad โ€œMahalโ€ Timnas Amerika Serikat Memburu Trofi Gold Cup 2021

Tak bisa dipungkiri pula bahwa adanya pemain berlabel juara juga membuat skuad timnas USA terasa begitu mewah. Menilik data dari transfermarkt, timnas Amerika asuhan Gregg Berhalter juga dibanderol dengan harga yang cukup mahal, yakni 256,30 juta euro.

Christian Pulisic jadi yang termahal dengan banderol 50 juta euro. Diikuti Gio Reyna yang dibanderol 38 juta euro serta Weston McKennie dan Sergino Dest yang sama-sama dibanderol dengan harga 25 juta euro. Sementara itu, Timothy Weah, anak dari legenda timnas Liberia, George Weah tercatat sebagai striker termahal timnas Amerika saat ini. Striker 21 tahun itu dibanderol dengan harga 12 juta euro.

Anak-anak muda generasi emas timnas Amerika Serikat itu kini menempati peringkat 22 FIFA. Dalam waktu dekat, mereka akan memburu trofi berikutnya, yakni CONCACAF Gold Cup 2021 yang akan bergulir pada 10 Juli hingga 1 Agustus mendatang. Sebagai tuan rumah, Amerika Serikat punya misi balas dendam, yakni menjuarai Piala Emas tahun ini setelah di edisi 2019 dipermalukan Meksiko.

Masih ada waktu bagi Gregg Berhalter untuk memilih skuad yang akan ia bawa ke Piala Emas nanti. Apalagi, pelatih 47 tahun itu juga masih punya deretan pemain muda yang menunggu panggilan ke timnas senior. Seperti Bryan Reynolds, pemain 19 tahun yang musim ini dipinjam AS Roma atau Matthew Hoppe, striker 20 tahun yang musim ini jadi top skor Schalke. Ada pula Konrad de la Fuente, lulusan La Masia yang baru debut di tim senior Barcelona musim ini.

Amerika Serikat jelas punya peluang besar untuk kembali merengkuh trofi di ajang Gold Cup 2021 dengan modal skuad generasi emasnya. Namun, tujuan akhir dari para generasi emas tersebut tentu mentas kembali di Piala Dunia 2022. Yang pasti, masa depan timnas Negeri Paman Sam begitu cerah di bawah kaki-kaki generasi emasnya.

***
Sumber Referensi: Goal, Concacaf 1, Concacaf 2, USSoccer, Okezone

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *