Fabian Ruiz Membayar Tunai Kepercayaan Luis de la Fuente

spot_img

Spanyol berhasil lolos ke final Piala Eropa 2024 setelah melumpuhkan Prancis dengan skor 2-1 di Allianz Arena. Kemenangan Spanyol pada laga ini sesuai dengan harapan dan prediksi banyak orang, sebab performa La Furia Roja selama gelaran Piala Eropa kali ini sangat impresif.

Di samping Lamine Yamal dengan segala rekor yang dipecahkannya, Fabian Ruiz adalah nama lainnya yang berperan penting di skuad Spanyol kali ini. Pemain Paris Saint-Germain tersebut tampil impresif di sepanjang Piala Eropa 2024, yang mana turnamen ini juga merupakan turnamen mayor pertamanya berseragam timnas senior Spanyol.

Lantas, bagaimana pemain yang sudah berusia 28 tahun tersebut bisa menembus skuad tim nasional senior dan menjadi kepercayaan Luis de la Fuente?


Perjalanan Fabian Ruiz di Tim Senior Spanyol

Di awal turnamen, Spanyol tidak terlalu banyak dibicarakan kekuatannya dibandingkan negara besar lain seperti Inggris, Jerman, dan Italia. Hal ini disebabkan karena skuad Spanyol kali ini tidak banyak diisi oleh pemain yang memiliki nama besar.

Luis de la Fuente bisa dikatakan membangun ulang skuad Spanyol. Pada gelaran Piala Eropa sebelumnya, nama-nama seperti David de Gea, César Azpilicueta, dan Jordi Alba masih menghiasi daftar pemain tim nasional.

Namun, pada turnamen kali ini Spanyol tampil dengan kekuatan yang lebih segar. Setelah gagal total dalam gelaran Piala Dunia 2022, Spanyol menunjuk Luis de la Fuente untuk menukangi La Furia Roja menggantikan Luis Enrique. De la Fuente memulai masa jabatannya dengan membawa Spanyol menjuarai gelaran UEFA Nations League 2022/23.

Kegemilangannya tersebut membuat De la Fuente percaya diri untuk kembali membawa sebagian besar pemain yang membantunya membawa pulang trofi UEFA Nations League tersebut. Salah satunya Fabian Ruiz.

Gelandang lulusan Real Betis tersebut bukanlah nama baru bagi tim nasional Spanyol. Pemain kelahiran 3 April 1996 tersebut sudah memulai debutnya bersama tim nasional senior sejak 6 Juli 2019. Pada laga tersebut, Fabian Ruiz diberi kesempatan masuk sebagai pemain pengganti. Dirinya bermain selama 16 menit dan berhasil membantu Spanyol menang 1-3 atas Kepulauan Faroe dalam rangka kualifikasi Piala Eropa 2020.

Namun, sejak saat itu, posisi Fabian Ruiz di skuad utama tidak menentu. Pemain yang pernah membantu Napoli merebut Coppa Italia tersebut harus rela menjadi pelapis pemain yang dianggap lebih berpengalaman seperti Koke, Sergio Busquets, dan Thiago Alcantara.

Berdasarkan statistik di Transfermarkt, pada gelaran Piala Eropa 2020, Fabian Ruiz hanya bermain tidak kurang dari 67 menit saja. Luis Enrique tidak sekali pun memberinya kesempatan sejak peluit awal dibunyikan. Enrique bahkan tidak memasukkannya ke daftar pemain saat Spanyol menang dramatis lewat adu penalti melawan Swiss. Fabian Ruiz pun tidak dibawa Luis Enrique ke Qatar untuk Piala Dunia 2022.

 

Gemilang Selama Piala Eropa 2024

Setelah absen membela Spanyol di Piala Dunia 2022, Fabian Ruiz tiba-tiba menjelma sebagai pemain yang berpengaruh bagi permainan Spanyol sepanjang Piala Eropa 2024. De la Fuente memberinya kesempatan bermain sejak detik pertama perjuangan Spanyol dimulai. 

Pada laga pertama, Fabian Ruiz langsung mencuat dengan mencetak 1 gol dan 1 assist untuk membawa Spanyol menaklukkan finalis Piala Dunia 2018, Kroasia. Fabian Ruiz menjadi kepingan penting lini tengah Spanyol bersama Pedri dan Rodri. Tiga serangkai tersebut membawa Spanyol melewati Grup B, grup yang digadang sebagai grup neraka karena diisi oleh Italia, Kroasia, dan Albania.

Tak berhenti di situ, pemain yang baru saja menjuarai Liga Prancis bersama Paris Saint-Germain tersebut kembali mencetak 1 gol dan 1 assist di babak penyisihan. Kali ini debutan Piala Eropa yang jadi korbannya. Georgia harus mengakui keunggulan Spanyol 4-1. Fabian Ruiz berhasil menyambut umpan Lamine Yamal dan membawa Spanyol unggul 2-1 untuk kemudian umpannya disambut Nico Williams dan membawa Spanyol unggul 3-1.

Di dua laga berikutnya melawan tuan rumah, Jerman, dan finalis Piala Dunia 2022, Prancis, Fabian Ruiz masih tak tergantikan. Bahkan, dirinya masih harus bermain di perpanjangan waktu saat Spanyol menang dramatis 2-1 melawan Jerman. Ini menunjukkan bagaimana posisinya sangat vital bagi Luis de la Fuente.

Hubungannya dengan Luis de la Fuente

Luis de la Fuente tentunya bangga dengan apa yang ditampilkan Fabian Ruiz di atas lapangan. Dilansir dari 90 Min, Luis de la Funte menyayangkan minimnya apresiasi yang didapatkan oleh Fabian Ruiz.

Menurut pelatih yang banyak menghabiskan waktunya menukangi tim nasional junior Spanyol tersebut, Fabian Ruiz memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk menjadi pemain elit. “Dia tahu bagaimana caranya melakukan sesuatu dengan baik setiap kali diberi kesempatan,” ujar pelatih yang kini berusia 63 tahun tersebut.

Ternyata bakat dan keterampilan Fabian Ruiz bermain bola bukanlah hal baru bagi Luis de la Fuente. Sebelumnya, duet pemain dan pelatih tersebut pernah bersama kala Spanyol muda menjuarai kompetisi Piala Eropa usia 21 di tahun 2019.

Bahkan, pemain yang kala itu memikat Carlo Ancelotti sehingga diboyong ke Napoli tersebut keluar sebagai pemain terbaik pada kompetisi tersebut. Di final, dirinya mencetak 1 gol dan 1 assist yang membuat Jerman muda takluk 2-1. Total, 2 gol dan 2 assist Fabian Ruiz ciptakan selama kompetisi tersebut.

Namun, jangan disangka posisi Fabian Ruiz di skuad utama Spanyol adalah berkat dari koneksi “orang dalam”. Dikutip dari The Score, Luis de la Fuente menyebutkan bahwa Fabian Ruiz tak hanya memiliki kualitas teknis yang istimewa, namun dirinya juga selalu memberikan yang terbaik setiap harinya, baik selama latihan maupun pertandingan.

“Kita harus mengakui kualitasnya, dia memiliki imajinasi yang nyata,” sebut pelatih kelahiran Juni 1961 tersebut.

 

Masa Depan yang Tak Menentu

Sayangnya, meski berhasil membawa PSG menjadi juara liga selama dua musim terakhir, nasib Fabian Ruiz setelah Piala Eropa masih belum bisa ditentukan. Permainannya di Paris Saint-Germain juga tidak bisa dibilang buruk. Terakhir, dirinya mencetak gol di final Coupe de France mengalahkan Olympique Lyon.

Pemain yang bermain di bawah asuhan Luis Enrique di Paris Saint-Germain tersebut mengaku belum tahu bagaimana masa depannya di Paris. Dikutip dari Liga Olahraga, Fabian Ruiz mengetahui bahwa namanya sering masuk daftar transfer setiap bursa transfer dibuka. “Tapi, saya baik-baik saja di Paris. Saya masih memiliki kontrak hingga 2027 dan masih punya banyak target yang harus diraih,” ujarnya.

Pemain yang sempat digadang sebagai pengganti Paul Pogba di Juventus tersebut memang pernah dikaitkan dengan banyak tim besar di Eropa. Pada bursa transfer musim dingin kemarin, dirinya kembali dikaitkan dengan Juventus dan Barcelona. Namun, seperti yang dilansir PSG Daily, saat itu Luis Enrique masih merasa membutuhkan jasanya di lini tengah.

Teranyar, agen Fabian Ruiz membeberkan bahwa kliennya memiliki ketertarikan jika suatu saat harus pulang ke Real Betis. “Kontraknya masih tersisa beberapa tahun lagi di PSG, namun Fabian memiliki ketertarikan untuk pulang ke Real Betis,” ujar sang agen kepada Radio Marca, dikutip dari PSG Daily. Akan jadi menarik apabila suatu saat warga lokal Andalusia tersebut bisa kembali pulang ke Sevilla, membela klub masa kecilnya, Real Betis.

https://youtu.be/PWipeDYvJhQ

Sumber: The Score, 90 Min, The UEFA, Liga Olahraga, dan PSG Talk

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru