Tanah Matador kembali memanas. Barcelona dan Madrid kembali akan bersua di laga Jumat agung untuk memperebutkan mahkota dari sang raja. Rasanya baru sebentar, duel akbar El Clasico kembali tersaji.
Namun kini tajuknya berbeda, yakni semifinal Copa Del Rey. Ditambah ini bukan lagi hanya soal persaingan merebut juara, namun lebih kepada nostalgia dan aroma saling balas dendam.
🔜 Next up for Real Madrid:
— Infinite Madrid (@InfiniteMadrid) February 26, 2023
🆚 Barcelona
🏟 Santiago Bernabéu
📅 Thursday, 2nd March
⏰ 21:00 CET
🏆 Copa del Rey pic.twitter.com/I7f5Y2IPOX
Daftar Isi
Rekor Copa Del Rey Barcelona Vs Real Madrid
Tajuk Copa Del Rey memang berbeda bagi El Clasico. Secara gelar memang tak sepopuler La Liga maupun Liga Champions. Akan tetapi sebagai turnamen tertua di Spanyol, Piala Raja ini sangatlah bergengsi di kancah domestik sejak diadakan 1903 silam.
Mereka tak main-main jika bertemu, walaupun di kompetisi yang hanya dikatakan sebagai “Piala Ciki” ini. Jika dilihat dari segi gelar, Barca ternyata lebih unggul dengan 31 gelar, dan Madrid hanya 19 gelar. Selain itu, perlu diketahui juga sudah berapa kali sih Barca dan Madrid ini bertemu di ajang ini? Lalu siapa yang lebih unggul?
Kalau dirunut dari yang paling dekat dan monumental, dimulai dari final Copa Del Rey 2011. Ketika itu bertajuk pertarungan panas duo pelatih jenius Pep vs Mourinho. Final yang juga menimbulkan luka bagi Messi dan kawan-kawan, karena gol tunggal CR7 mampu membawa pulang trofi ke Santiago Bernabeu.
#OnThisDay in 2011, Cristiano Ronaldo Scored The Winning Goal For Real Madrid against Barcelona to win the Copa Del Rey. it was Ronaldo’s first title with Real Madrid. pic.twitter.com/XtZpAwDPo8
— TCR. (@TeamCRonaldo) April 20, 2022
Di pertemuan berikutnya, dendam Pep terbalaskan atas Mourinho. Tepatnya di perempat final Copa Del Rey 2012. Dalam dua leg yang menegangkan, panas, dan keras, pasukan Pep mampu memulangkan Madrid dan akhirnya menjadi juara di musim itu.
Cristiano Ronaldo of Real Madrid leaves the pitch dejected after being defeated at the end the Copa del Rey quarter final second leg match between FC Barcelona and Real Madrid at Camp Nou on January 25, 2012 in Barcelona, Spain. pic.twitter.com/AVgLPOqDrs
— GC 🇵🇹 (@GettyCristiano) January 28, 2023
Setelah Pep pergi, Mourinho mampu memanfaatkannya dengan mempecundangi Barca di semifinal Copa Del Rey 2013. Barca bersama Tito Vilanova tak mampu menanggung malu keperkasaan CR7 dan kawan-kawan, ketika mengobrak-abrik Camp Nou 1-3.
Febrero de 2013, semifinales de Copa del Rey. #DiMaría le perfora la cintura a @carles5puyol en el césped del Camp Nou. Brutal amague del Fideo y gol de #CristianoRonaldo. #RealMadrid #Barcelona pic.twitter.com/wIeaqhvd2t
— De Fútbol Somos (@defutbolsomos) August 20, 2021
Kenangan Indah Ancelotti
Menyusul Pep, Mourinho pun akhirnya hengkang dari Madrid. Los Blancos lalu kedatangan Allenatore asal Italia, Carlo Ancelotti. Ancelotti tentu sebagai pelatih berkaliber juara, di musim pertamanya pasti dong menguber trofi.
#OnThisDay in 2013, Carlo Ancelotti was announced as Real Madrid manager. pic.twitter.com/noF5lgEeaL
— Madrid Zone (@theMadridZone) June 26, 2022
Nah kebetulan di musim pertamanya, ia diuji meraih trofi itu dengan menghadapi musuh bebuyutan, Barcelona. Final Copa Del Rey 2014 menjadi saksi bersejarah bagi Ancelotti. Itulah final pertamanya saat menukangi Madrid.
Saat itulah kenangan Ancelotti bersemi di Kota Madrid hingga sekarang. Ia tak henti-hentinya membayangkan final pertamanya itu. Apalagi cerita itu berakhir dengan penuh suka cita.
Menghadapi Barcelona di era Tata Martino, Ancelotti ketika itu tanpa mega bintangnya CR7 yang masih dalam tahap pemulihan cederanya. Pertandingan yang sengit dan sama kuat di Mestalla itu akhirnya mampu dimenangkan oleh Carletto lewat perpanjangan waktu, setelah di waktu normal hasil 1-1 tersaji. Pemain termahal Madrid kala itu, Gareth Bale sukses mengelabui Marc Bartra dengan larinya yang kesetanan.
#OnThisDay 2014
— Football Remind (@FootballRemind) April 16, 2022
Gareth Bale scored a late winner for Real Madrid against Barcelona in the Copa del Rey Final
Stunning speed! #RMCF 🏆⚪️pic.twitter.com/jp4dNSYb2R
Momen ikonik yang satu ini masih sangat terngiang bagi kedua kubu hingga sekarang, terlebih Ancelotti. Karena berkat momen ikonik itu, gelar Copa Del Rey mampu direngkuhnya. Ancelotti pun tersenyum. Sejarah tercipta bahwa ia akhirnya persembahkan trofi pertamanya bagi Los Blancos sejak menginjakan kakinya di Bernabeu.
Pertemuan Terakhir Di Copa Del Rey
Lima tahun berselang mereka baru bisa bentrok lagi di Copa Del Rey. Tepatnya di semifinal tahun 2019. Luka kekalahan Barca di 2014, tentu masih ada. Kala itu kedua kubu dengan pelatih berbeda, yakni Santiago Solari di Madrid, dan “pelatih penjas” Ernesto Valverde di Barca.
Tak disangka hasilnya. Meskipun sering di-bully “pelatih penjas”, Valverde bersama Suarez dan Messi mampu meluluhlantakkan seisi Santiago Bernabeu 3-0. Madrid dibuat menanggung malu gugur di hadapan publiknya sendiri. Itu adalah El Clasico terakhir di Copa del Rey.
#OnThisDay in 2019, Barcelona defeated Real Madrid 3-0 in the Copa del Rey semi-final at the Bernabeu. pic.twitter.com/OJd6khC2by
— Barçajet (@barcajet) February 27, 2022
Barulah di musim ini mereka bersua kembali di semifinal Copa Del Rey. Jika dilihat dari segi pertemuan musim ini, mereka saling mengalahkan. Skornya pun sama 3-1, baik di La Liga maupun Piala Super Spanyol. Artinya, kini kedua tim dalam kondisi seimbang.
Barcelona Sedang Kena Mental
Lalu bagaimana kans kedua tim dengan melihat kondisi terakhir? Yang parah kondisinya adalah Barcelona. Mereka seperti kena mental setelah keok atas MU di Europa League.
Seakan belum bisa “move on” dari kekalahan menyedihkan itu, Barca kembali keok atas tim semenjana Almeria 1-0 di La Liga. Ini adalah alarm bagi Xavi. Betapa buruknya performa dan mental Barca jelang persiapan El Clasico nanti.
Knocked out of Europe ❌
— CBS Sports Golazo ⚽️ (@CBSSportsGolazo) February 26, 2023
Lose to Almeria ❌
Tough week for Barcelona. pic.twitter.com/RLCo4DDkTy
Xavi harus memutar otak bagaimana caranya bangkit dan kembali pada trek kemenangan. Belum pulih secara mental, apesnya mereka juga akan dipusingkan dengan kembali absennya beberapa pilar macam Ansu Fati, Dembele, maupun Pedri.
Madrid Tetaplah Madrid
Keadaan ketar-ketir Barca ini bisa jadi makanan empuk bagi Real Madrid. Meskipun penampilan mereka anjlok ketika imbang menghadapi Atletico, Los Merengues tetaplah solid dari segi permainan.
Madrid tetaplah Madrid. Dengan mental dan kualitas para pemainnya, mereka selalu bisa menuntaskan laga-laga krusial dengan paripurna. Lihatlah betapa mengerikannya mereka menggeprek Liverpool 2-5 di Liga Champions. Suatu hasil yang bisa jadi tanda bahaya bagi Barca. Kalau pertahanan mereka rapuh seperti Liverpool, bisa saja mereka dihukum.
Liverpool 2-5 Real Madrid in a video 💥 pic.twitter.com/UMnQgpCCSK
— B/R Football (@brfootball) February 22, 2023
Secara taktik, Ancelotti tetap percaya pada pola andalannya 4-3-3. Tak ada pemain yang diragukan absen. Senjata alternatif Madrid seperti wonderkid Alvaro Rodriguez bisa digunakan sebagai opsi jika deadlock. Madrid kali ini sangat diuntungkan dari segi persiapan dan mental. Apalagi laga ini akan digelar di Bernabeu terlebih dahulu.
18-year-old Álvaro Rodríguez’s first Real Madrid goal is an 85th-minute equalizer in the Madrid derby 🌟
— B/R Football (@brfootball) February 25, 2023
It was only his second La Liga appearance. pic.twitter.com/Zt9kVzXjAS
Siapa Unggul, Ancelotti atau Xavi?
Namun dari itu semua, bukan berarti Barca tak bisa menang. Berkaca pada pertemuan terakhir saja, Xavi nyatanya masih bisa kok mengalahkan Ancelotti. Apalagi kalau ditarik lagi ke belakang, musim lalu ia pernah juga melibas Ancelotti 4-0 di Bernabeu.
FT: Real Madrid 0-4 Barcelona.
— 𝐀𝐅𝐂 𝐀𝐉𝐀𝐗 💎 (@TheEuropeanLad) March 20, 2022
Xavi’s first Clásico at the Bernabéu as FC Barcelona manager ends up in a historical night after a perfect performance & result. pic.twitter.com/4ox2LOqliX
Dengan 4-2-3-1, Xavi diharapkan masih bisa membendung Madrid. Dengan catatan, yang menggantikan Pedri maupun Dembele bisa lebih optimal. Ferran Torres maupun Raphinha diharapkan bisa kembali main bagus di sayap. Sedangkan Gavi diharapkan mampu menggantikan peran Pedri, namun jangan hanya “grusa-grusu” saja.
Jika berkaca pada pertemuan Xavi dan Ancelotti, celah yang bisa dimanfaatkan Xavi yakni berada di lini tengah. Meskipun ada Kroos dan Modric yang mem-backup, Tchouameni, Ceballos, maupun Camavinga terkadang masih sering keteteran kala melawan gempuran lini tengah Barca.
Terlepas dari dari segala taktik yang akan diadu, Ancelotti punya keunggulan dalam hal sentuhan emosi dibanding Xavi. Ya, emosi tentang ingatan masa lalu yang indah ketika meraih trofi pertamanya di ajang ini. Lantas, apakah hal itu jadi modal yang cukup untuk kembali membuat Barca tersungkur?
Q: “Real Madrid haven’t won Copa del Rey since 2014, thoughts?”
— Olt Sports (@oltsport_) January 2, 2023
Carlo Ancelotti: “It’s not the most important trophy for us, but in Real Madrid we have to win every trophy.” pic.twitter.com/c6zM6x1g0V
Sumber Referensi : sofascore, foxsports, bbc, theguardian, bleacherreport, bbc


