Duel Panas Piala Super Eropa 2022, Akankah Ada Kejutan?

spot_img

Duel penguasa Benua Biru sebentar lagi akan dihelat. Tengah pekan ini UEFA akan menggelar hajatan akbar yang menandai awal bergulirnya turnamen klub-klub top Eropa. Real Madrid sang penguasa Champions League akan ditantang Eintracht Frankfurt, sang penguasa Europa League pada Kamis 11 Agustus dini hari waktu Indonesia.

Persiapan demi persiapan jelang partai sengit itu pun menjadi sorotan. Termasuk kondisi terakhir kedua klub, dan beberapa rekor yang ingin dipecahkan. Tak ketinggalan pula potensi kejutan yang bukan tidak mungkin akan menjadi bumbu sedap sajian partai ini.

Head To Head, Pra Musim, Dan Kondisi Terakhir Kedua Tim

Keduanya sendiri secara head to head baru berjumpa satu kali. Itu pun di masa lampau. Kala itu, Los Blancos bertemu Frankfurt pada laga final Piala Champions Eropa 1959/60. Pemain Madrid ketika itu macam Ferenc Puskas dan Alfredo Di Stefano mampu mencukur Frankfurt 7-3.

Partai yang akan dihelat di Stadion Olimpiade Helsinki, Finlandia ini akan menjadi pertemuan kedua mereka di ajang turnamen Eropa. Hal ini menandakan kedua tim masih sama-sama awam akan kekuatan satu sama lain. Kedua tim akan saling meraba kekuatan dan kelemahannya masing-masing.

Sampel analisisnya mungkin melihat pada track record pra musim kedua klub. El Real terakhir menyudahi laga pra musimnya di Amerika dengan kemenangan melawan Juventus 2-0. Akan tetapi, yang menjadi catatan adalah hasil sebelumnya ketika imbang melawan Club America dan kalah atas Barca. Hasil itu menandakan masih ada PR besar bagi pasukan Carlo Ancelotti.

Ancelotti sendiri jelang partai melawan Frankfurt, sudah menyatakan bahwa timnya siap tempur 100%. Namun, di sisi lain ia juga mengatakan bahwa timnya kalah panas dengan Frankfurt karena mereka sudah start liga terlebih dahulu. Sedangkan di kubu Die Adler, pra musim yang mereka jalani memang tak banyak.

Kemenangan atas Torino 3-1 dan kemenangan 4-0 di partai pertama DFB Pokal melawan Magdeburg ternyata belum bisa menjadi modal yang berarti. Pasalnya, di partai pembuka Bundesliga melawan Bayern Munchen, mereka dicukur di kandang sendiri 1-6.

Kondisi tim Frankfurt pun kini terlihat compang-camping. Baik dari segi performa maupun mental. Di sinilah peran penting pelatihnya, Oliver Glasner dibutuhkan. Glasner harus segera menjadi motivator bagi anak asuhnya karena waktu melawan Real Madrid semakin dekat.

Rekor Yang Diburu Ancelotti dan Real Madrid

Di saat kondisi tim lawan sedang amburadul pasca kekalahan besar di kandang sendiri, Madrid sebagai unggulan ternyata menyimpan ambisi tersendiri dalam partai ini. El Real bertekad memenangkan gelar Piala Super Eropa ini untuk yang ke-5 kalinya, guna menyamai perolehan gelar yang diraih Barcelona dan Milan.

Pasalnya, sejak keikutsertaannya di Piala Super Eropa, Real Madrid tercatat baru empat kali memenangkannya. Gelar pertama Real Madrid kala itu diboyong pada tahun 2002, di zaman pelatih Del Bosque usai mengalahkan Feyenoord 3-1. Sedangkan gelar kedua Madrid diraih bareng Ancelotti ketika mereka mengandaskan Sevilla 2-0 pada tahun 2014.

Selain Madrid, ambisi lainnya pun dicanangkan oleh sang allenatore, Don Carlo. Ancelotti bertekad membawa pulang Piala Super Eropa untuk keempat kalinya sebagai pelatih. Ia sudah meraih 3 kali, di antaranya 2 kali di Milan dan 1 kali di Madrid. Dengan ambisinya itu , ia akan melangkahi Pep Guardiola yang kini sama-sama mengoleksi 3 gelar Piala Super Eropa. Jika ambisi itu tercapai, maka nantinya Ancelotti akan berstatus sebagai pelatih dengan gelar terbanyak Piala Super Eropa.

Ambisi sih boleh saja, tapi Madrid dan Ancelotti tetap harus membumi jika tak ingin peristiwa di 2018 terulang lagi. Ketika itu di Piala Super Eropa edisi tahun 2018, mereka takluk atas tim tetangga Atletico Madrid 4-2. Dengan mengacu hasil itu, menguatkan kembali bahwa semua bisa terjadi. Nyatanya Madrid pun pernah mengalami kegagalan.

David Vs Goliath : Harapan Kejutan Dari Frankfurt

Bagaikan David vs Goliath. Yang satu penguasa Eropa dengan gelar seabrek, yang satunya adalah tim medioker yang mengandalkan semangat tim maupun pendukungnya. Masih ingat ketika pendukung Frankfurt mengekspansi beberapa stadion, termasuk Camp Nou pada gelaran Europa League musim lalu? Kekuatan pemain ke-12 di saat-saat genting seperti ini menjadi krusial bagi Frankfurt.

Di atas kertas tidak bisa dipungkiri jika Madrid bukanlah lawan setara bagi Frankfurt. Namun, salah besar jika El Real menganggap klub Bundesliga itu akan mudah dilewati. Pasalnya, Die Adler juga pernah mengalahkan tim kuat Spanyol lainnya yakni Barcelona 3-2 di Camp Nou pada laga Europa League musim lalu. Dengan itu, Madrid harusnya tetap waspada akan kejutan yang mungkin saja bisa terjadi.

Pelatih Frankfurt, Oliver Glasner pun mengatakan bahwa timnya siap tempur dan siap menghadirkan kejutan jelang pertandingan melawan Madrid. Glasner kini sedang berupaya menenangkan kondisi skuadnya dengan cara menggali kembali memori kelam kekalahan para legenda mereka pada tahun 60. Semangat balas dendam pun kini mulai ditanamkan kepada para anak asuhnya.

Itu sebabnya, meskipun partai ini frame-nya identik dengan “David vs Goliath”, efek kejut yang akan meletup sewaktu-waktu dari Frankfurt menambah sajian partai ini jadi lebih menarik untuk dinanti. Di sisi lain secara permainan, strategi kedua tim ini juga terlihat menarik. Ini akan menjadi pertarungan sengit antara dua strategi yang sangat berbeda dari kedua pelatih.

3 Bek Grasner vs 3 Penyerang Ancelotti

Frankfurt di partai terakhirnya melawan Munchen masih tetap mengadopsi taktik andalannya yakni 3 bek dengan formasi 3-4-2-1. Namun, kini bedanya pada komposisi pemainnya. Kini mereka kehilangan bek penting yang pensiun dini, Martin Hinteregger. Lalu, kemungkinan mereka mungkin akan segera kehilangan sayap mereka, Filip Kostic yang kini gencar dikabarkan akan segera hengkang. Pemain baru mereka seperti Mario Goetze belum mampu menunjukan kapasitasnya, seperti di laga melawan Munchen.

Sedangkan kondisi Madrid kini sedang di atas angin. Benzema yang dikabarkan kurang bugar, kini sudah mulai berlatih dan siap tempur. Secara strategi, formasi 3 bek dari Frankfurt nantinya akan dihadapkan dengan 3 striker tajam milik Madrid yakni Vinicius,Benzema, dan Rodrigo. Taktik Ancelotti seperti yang banyak orang tau tak akan banyak berubah.

Pakem 4-3-3 dengan roh trio lini tengah Modric, Casemiro, dan Kroos tetap menjadi andalan. Dengan sesekali merotasi para pemain mudanya yang berharga mahal macam Tchouameni, maupun Camavinga.

Mulai dari head to head, kondisi terkini, rekor, ambisi maupun taktik, itu semua akan terjawab di atas rumput hijau Stadion Olimpiade Helsinki. Akankah Madrid yang berjaya dan menang mudah? Atau justru kejutan tak terduga dari Frankfurt yang akan terjadi?

Sumber Referensi : sportingnews, marca, uefa, skysports

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru