Drama Kontrak Baru Franck Kessie, Pertahankan atau Jual?

Nama Franck Kessie mendadak menjadi trending topic usai AC Milan berlaga di matchday kedua Liga Champions. Bukan karena menjadi Man of The Match atau jadi salah satu penyumbang gol, nama Kessie berseliweran di linimasa media sosial karena aksinya di lapangan yang membuat AC Milan kewalahan meladeni Atletico Madrid.

Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya di San Siro, Milan menyambut Atletico dengan penuh percaya diri. Sejak menit pertama, Rossoneri berhasil menguasai jalannya pertandingan. Sang tamu juga sukses dibuat bertahan oleh pressing tinggi yang diterapkan anak asuh Stefano Pioli.

Puncaknya, di menit ke-20, Milan berhasil memecah kebuntuan. Umpan pendek Brahim Diaz di dalam kotak penalti berhasil dieksekusi dengan manis oleh Rafael Leao. Keunggulan 1-0 membuat Milan tambah percaya diri. Mereka tak mengendrukan pressing dan tetap mengambil inisiatif serangan. Sayangnya, semua berubah di menit ke-30.

Mendapat Kartu Merah, Franck Kessie Jadi Biang Kerok Kekalahan Milan

Gelandang jangkar Milan, Franck Kessie mendapat kartu kuning keduanya setelah melanggar pemain Atletico. Meski berbau kontroversi, wasit Cuneyt Cakir tetap menghukum Kessie dan memberinya kartu merah. Tak ayal, gelandang Pantai Gading itu harus meninggalkan rekan-rekannya yang terpaksa bermain dengan 10 pemain.

Kondisi tersebut secara langsung mempengaruhi jalannya pertandingan. Kalah jumlah membuat Stefano Pioli terpkasa menerapkan taktik yang lebih defensif. Hal itu tak lepas dari keputusan Diego Simeone yang memasukkan pemain-pemain bertipe menyerang. Singkat cerita, keunggulan Milan buyar di 10 menit terakhir dan Rossoneri kembali gagal memetik poin meski telah menampilkan permainan yang luar biasa.

Hasil pertandingan melawan Atletico Madrid itulah yang membuat nama Franck Kessie menjadi trending topic. Kendati wasit yang memimpin laga juga dipermasalahkan, milanisti banyak yang menyesalkan tindakan Kessie di laga tersebut. Masalahnya, terkena 2 kartu kuning dalam kurun waktu 15 menit adalah sebuah tindakan yang sangat merugikan. Pelatih Atletico, Diego Simeone juga mengakui bahwa kartu merah Kessie mempengaruhi alur pertandingan.

“Mari kita mulai dari awal. Milan lebih unggul dari kami, memainkan gaya sepak bola yang sangat cepat dan dinamis. Tentu saja, setelah kartu merah, mereka mulai menyerahkan beberapa wilayah dan kami mulai memasuki permainan yang bahkan belum kami mulai. Saya akui ketika itu 11 melawan 11, Milan lebih baik, itu tidak diragukan lagi.” kata Simeone dikutip dari Football-Italia.

Singkatnya, Kessie menjadi kambing hitam dan dituduh menjadi biang kerok kekalahan AC Milan dari Atletico Madrid. Sebuah kondisi yang kontras dibanding musim lalu, di mana pendukung Milan sangat mengelu-elukan Kessie sebagai salah satu pemain terbaik yang mereka miliki.

Drama Kontrak Baru Membuat Performa Kessie Menurun

Dalam 2 musim terakhir, Franck Kessie yang dibeli dari Atalanta pada musim panas 2017 lalu memang menjelma menjadi salah satu tulang punggung AC Milan. Bersama Ismael Bennacer, ia adalah double pivot yang tak tergantikan di lini tengah Rossoneri.

Kessie bukan sekadar destroyer yang bertugas memutus aliran serangan lawan, tetapi juga mampu menjadi gelandang box-to-box yang siap membantu pertahanan maupun membantu serangan di lini depan. Selain itu, ia merupakan algojo penalti Milan.

Musim lalu, Kessie mencatat 37 penampilan alias hanya sekali absen di Serie A. 13 gol dan 4 asis berhasil dicetak gelandang 24 tahun itu. Di mana 11 dari 13 golnya berasal dari eksekusi penalti. Meski begitu, catatan tersebut terbilang impresif untuk ukuran seorang gelandang bertahan.

Apalagi, 2 gol penalti Kessie ke gawang Atalanta di giornata terakhir Serie A musim lalu sukses membawa AC Milan kembali ke Liga Champions setelah absen 7 tahun lamanya. Performa apik itulah yang membuat manajemen Milan bertindak cepat untuk memperpanjang kontraknya. Milan diketahui telah memulai pembicaraan kontrak baru dengan pihak Kessie sejak musim lalu meski kontraknya baru akan berakhir pada bulan Juni 2022.

Manajemen rossoneri juga makin intens bernegosiasi setelah kehilangan Gianluigi Donnarumma dan Hakan Calhanoglu yang enggan memperpanjang kontraknya dan hengkang secara gratis. Sayangnya, semakin mendekati akhir masa kontraknya dan sejak dimulainya negosiasi kontrak baru, performa Franck Kessie bersama Milan justru tampak menurun. Hal tersebut juga diakui pelatih legendaris Milan, Fabio Capello.

“Dia harus menunjukkan bahwa dia mencintai jersey Rossoneri. Dia bukan pemain yang tenang seperti tahun lalu. Dia tampaknya terganggu oleh situasi dan obrolan yang mengganggunya.” kata Capello dikutip dari MilanReports.

Sejauh ini, Kessie telah mencatat 6 penampilan bersama Milan. 4 di ajang Serie A dan 2 di ajang Liga Champions. Namun, belum ada gol yang tercipta dari gelandang timnas Pantai Gading tersebut. Yang ada, Kessie justru telah gagal mengeksekusi tendangan penalti di giornata ketiga Serie A saat Milan berjumpa dengan Lazio.

Jika ditarik mundur, sejak penampilan pertamanya musim ini hingga pertandingan kedua Liga Champions kontra Atletico Madrid, performa Franck Kessie memang makin suram. Di Serie A misalnya, dalam 4 pertandingan, Kessie tak pernah mencatat menit bermain hingga 90 menit. Padahal, musim lalu ia nyaris selalu tampil penuh.

Banyak pihak mengaitkan performa buruk Kessie tersebut dengan drama negosiasi perpanjangan kontraknya di AC Milan. Bisa dibilang, negosiasi kontrak baru Franck Kessie berjalan bak drama sinetron yang berjilid-jilid. Di awal negosiasi yang dilakukan di musim lalu, optimisme sempat melambung meski pihak Milan belum mau menyetujui pihak Kessie yang meminta gaji hingga 5 juta euro.

Dalam perjalannya, negosiasi berjalan makin alot. Melalui sang agen, George Atangana, Kessie disebut meminta gaji sekitar 6,5 juta euro hingga 7 juta euro permusim. Padahal saat itu, pihak Milan yang diwakili Ricky Massara dan Paolo Maldini telah menyodorkan kontrak baru berdurasi 5 tahun yang bakal membuat Kessie mendapat gaji 5 juta euro, sesuai dengan permintaan awal.

Ketika pihak Milan kembali menaikkan tawaran kenaikan gaji menjadi 6,5 juta euro permusim, Franck Kessie disebut menolak tawaran tersebut. Beberapa media Italia malah menyebut bahwa pihak Kessie justru kembali menaikkan permintaan gajinya hingga 8 juta euro permusim. Sejak saat itu, negosiasi di antara kedua belah pihak jalan ditempat.

Berhasrat ke Liga Inggris, Kessie juga Ditawar PSG

Situasi tersebut secara otomatis membuat masa depan Franck Kessie di San Siro makin simpang siur. Kondisi itu pula yang membuat sporting director PSG, Leonardo disebut telah siap menawarkan Kessie gaji hingga 8 juta euro permusim demi menganggkutnya ke Paris. Namun belakangan ini muncul isu yang menyebut bahwa Kessie menyimpan hasrat untuk mencicip kompetisi Premier League. Tim-tim seperti Manchester United, Liverpool, Chelsea, hingga Tottenham Hotspur disebut tertarik untuk memboyongnya begitu kontrak Kessie habis.

Meski tersiar kabar yang kurang menyenangkan bagi Milan, kabar terbaru dari Tuttosport justru melaporkan bahwa negosiasi pembaruan kontrak Kessie telah benar-benar terhenti, apalagi sejak sang pemain tampil cukup mengecewakan di awal musim ini. Menurut Rudy Galetti, jurnalis lokal yang memantau pergerakan transfer Milan menyebut bahwa Milan tidak akan mengubah tawarannya. Artinya, pilihan Franck Kessie cuma 2, terima atau tolak tawaran gaji tersebut.

Lalu, apakah pantas Franck Kessie digaji dengan nominal tersebut? Jika menilik dari performanya di musim lalu, Kessie memang pantas mendapat apa yang ia minta. Akan tetapi, permintaan gaji dari Kessie sebetulnya tak masuk akal. Mengutip dari SempreMilan, selama ini Kessie telah menerima gaji bersih sebesar 2,2 juta euro permusim. Jadi, tawaran yang diajukan Milan sudah sangat jauh melebihi gajinya yang sekarang, bahkan sudah lebih dari 2 kali lipatnya. Inilah yang membuat fans Milan murka.

Sudah Siapkan Penggantinya, Milan Siap Ditinggal Kessie

Sikap yang diperlihatkan Milan ini mengingatkan kita pada saga transfer Gianluigi Donnarumma. Sebelum hengkang secara gratis ke PSG, kiper timnas Italia itu sebelumnya juga terus menolak tawaran kontrak baru dari Milan meski rossoneri telah berusaha memenuhi permintaannya. Milan akhirnya mengambil sikap untuk melepas sang pemain dengan memperkenalkan Mige Maignan sebagai kiper baru.

Situasi yang sama sebetulnya juga terjadi saat ini. Milan telah siap ditinggal Kessie. Buktinya, rossoneri telah menyiapkan beberapa penggantinya. Ada Yacine Adli yang baru dibeli dengan harga 10 juta euro. Kini, gelandang 21 tahun tersebut tengah dipinjamkan kembali ke klub lamanya, Bordeaux.

Selain itu, Milan juga meminjam Tiemoue Bakayoko dari Chelsea selama 2 musim. Bakayoko bisa saja disiapkan sebagai pengganti Kessie, pasalnya ia bisa dipermanenkan Milan apabila memenuhi beberapa persyaratan. Rossoneri juga masih punya Tommaso Pobega yang musim ini dipinjamkan ke Torino.

Jika demikian, maka yang sebetulnya berada di ujung jurang adalah Franck Kessie itu sendiri. Ia kini tengah menjadi public enemy pendukung AC Milan. Ia juga sangat berpotensi dilepas paksa di bulan Januari nanti oleh Milan yang tentu saja tak mau merugi.

Posisinya juga sedang tak bagus. Selain Milan yang sudah tak mau menaikkan tawarannya, kabar terbaru menyebut bahwa manajemen rossoneri kini lebih memprioritaskan perpanjangan kontrak baru kapten mereka, Alessio Romagnoli yang juga akan berakhir Juni 2022. Pada akhirnya drama kontrak baru Franck Kessie ini kembali menujukkan bahwa tidak boleh ada pemain yang merasa lebih besar dari klub yang ia bela.

***
Sumber Referensi: Football-Italia, SempreMilan 1, SempreMilan 2, Milan Reports 1, Milan Reports 2, Daily Mail.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru