Dongeng Klub Kejutan Bundesliga yang Mampu Juara

spot_img

Bundesliga sempat dijuluki liga petani karena juaranya bisa ditebak, dan itu-itu saja. 33 gelar Bayern Munchen telah menunjukan dominasinya di liga ini. Siapa yang suntuk coba, juaranya Munchen lagi, Munchen lagi. Bahkan ada juga pepatah “Akan Munchen pada waktunya”. Ya, ingin sekali rasanya ada lagi klub selain Munchen yang bisa jadi juara seperti apa yang pernah terjadi di beberapa tahun yang lalu.

Kaiserslautern

Musim 1997/98, adalah musim ke-35 Bundesliga. Bayern Munchen adalah sang juara bertahan. Bersama Allenatore asal Italia Giovanni Trapattoni, mereka tetap pede mempertahankan gelar.

Namun pada akhirnya justru musim tersebut berakhir dengan kejutan. Klub yang baru promosi, Kaiserslautern ciptakan dongeng cinderella dengan menjadi kampiun. Klub yang punya julukan Die Roten Teufel ini, ketika itu dilatih oleh Otto Rehhagel. Pelatih yang juga sempat sukses memoles Werder Bremen menjuarai Bundesliga pada tahun 1988 dan 1993.

Selain itu, hebatnya tim ini dibangun bukan dengan sederet bintang. Rehhagel menggunakan formula kombinasi pemain muda dan senior. Seperti striker Olaf Marschall dan gelandang Michael Ballack.

Salah satu kunci kesuksesan “King Otto” musim itu adalah skema 3-5-2-nya. Keseimbangan bertahan dan menyerangnya solid. “Semua orang turut membantu pertahanan, termasuk juga saat menyerang. Kami juga dituntut segera mengejar bola sesaat setelah kami kehilangannya,” kata striker mereka Olaf Marschall.

Semangat pantang menyerah mereka memang layak diacungi jempol. Salah satu buktinya adalah 8 dari 19 kemenangan diraih lewat gol pada menit 75 hingga 90. Selain itu, faktor lainnya adalah mental mereka yang sudah terbentuk sejak awal kompetisi.

Di pekan pertama, tim yang bermarkas di Fritz Walter Stadion sudah mampu mengalahkan Munchen di kandangnya 0-1. Tak ada yang menduga juga pada spieltag keempat, mereka sudah memuncaki Bundesliga. Bahkan yang spesialnya lagi, posisi tim promosi ini tak tergoyahkan di pucuk klasemen hingga akhir musim.

Kaiserslautern jadi juara di akhir musim dengan selisih dua poin saja dengan Munchen. Dongeng sejarah ini tercatat rapi dalam buku sejarah Bundesliga. Pasalnya baru pertama kali ada tim promosi yang bisa jadi juara Bundesliga. Bahkan hingga sekarang, belum ada yang menyamainya.

Werder Bremen

Musim 2003/04 adalah musim di mana Bundesliga kembali ciptakan kejutan. Kondisinya, Munchen dibawah asuhan Ottmar Hitzfeld, masih jadi juara bertahan dan diunggulkan untuk mempertahankan gelarnya. Mereka bahkan mendatangkan pemain mahal seperti Roy Makaay.

Sayang musim itu bukan milik The Bavarian. Tapi justru musim menakjubkan bagi Werder Bremen. Karena klub berjuluk Die Werderaner ini mampu menjadi juara Bundesliga. Padahal mereka tidak diunggulkan.

Bremen punya pelatih yang cukup ulet dan setia yakni Thomas Schaaf. Pelatih kelahiran Mannheim itu sudah membangun tim ini sejak 1999. Pondasi dan strateginya yang dibangun di tim ini sudah mengakar dan solid.

Salah satu kunci solidnya Bremen musim itu terletak pada komposisi lini tengahnya. Komando Tim Borowski sebagai gelandang bertahan serta Johan Micoud sebagai gelandang serang, jadi kombinasi apik dan sangat berpengaruh bagi format racikan Schaff.
Jangan lupakan juga performa apik striker top skor mereka Aílton maupun Angelos Charisteas.

Rekor tak terkalahkan dari spieltag 10 hingga 32 jadi bukti solidnya mereka.
Rekor tersebut pun diakhiri dengan momen spesial ketika melawan Munchen di spieltag 32. Bisa dibilang, laga itu tak ubahnya laga final perebutan mahkota Bundesliga 2003/2004.

Bremen dengan 71 poin, hanya perlu memastikan gelar dengan kemenangan. Sementara itu Munchen yang masih koleksi 65 poin berharap bisa menunda pesta Bremen. Sang juara bertahan tak mau menanggung malu ketika kandangnya jadi tempat perayaan juara Bremen.

8 Mei 2004, tiket sebanyak 65 ribu di Olympic Stadium Munchen ludes terjual. Semua orang ingin menjadi saksi sejarah, bisakah Bremen juara Bundesliga di kandang sang juara bertahan?

Kejadian yang tak disangka pun tiba. Bremen mengejutkan sudah bisa unggul tiga gol lebih dulu di babak pertama. Hal itu sontak membuat tuan rumah panik. Banyak kesalahan sendiri dari para pemain Munchen. Pasukan Ottmar Hitzfeld seakan sudah ditakdirkan menyerah dari perburuan gelar. Bremen pun akhirnya menang 1-3.

Bremen akhirnya sah ditasbihkan sebagai juara Bundesliga. Gegap gempita perayaan pendukung Bremen pun tumpah ruah di dalam hingga luar stadion. Ya, muka publik Munchen pun tertampar melihat rumahnya dibuat pesta pora sang juara baru.

Stuttgart

Setelah memenangi dua gelar berturut-turut di Bayern Munchen, pelatih Felix Magath mendapati musim ketiganya yang lebih menantang. Namun sayang, setelah belanja besar-besaran termasuk Lukas Podolski, ia akhirnya dipecat juga pada akhir Januari 2007 karena inkonsistensi performa. Posisinya digantikan oleh pria yang digantikannya tiga tahun sebelumnya, Ottmar Hitzfeld.

Transisi kepelatihan ini membuat Munchen kurang stabil. Die Roten masih kesusahan menemukan performa terbaiknya. Tak heran jika tim-tim lain berbondong-bondong mencuri kesempatan dari kelengahan “sang raksasa” tersebut.

Salah satunya tim yang memanfaatkan itu adalah Stuttgart. Tim medioker yang di musim sebelumnya hanya duduk di posisi 9 Bundesliga. Stuttgart memulai musim sebagai skuad termuda di Bundesliga di bawah bimbingan Armin Veh.

Formasi andalannya yang ikonik adalah segitiga berlian 4-1-2-1-2. Motor serangan dari lini tengah dikomandoi oleh Sami Khedira. Duet striker ikonik Mario Gomez dan Cacau jadi salah satu peran kunci kesuksesan Stuttgart. Mario Gomez cetak 16 gol, sementara Cacau cetak 18 gol.

Jalan klub berjuluk Die Schwaben meraih mahkota musim itu juga dicapai secara fantastis. Mereka selalu menang di delapan laga terakhir Bundesliga. Semua lawan disikat pasukan Veh. Hingga akhirnya, di pekan terakhir mereka berpesta menjadi juara di markas kebanggaan Gottlieb-Daimler-Stadion ketika bersua Energie Cottbus.

Stuttgart dinobatkan jadi juara Bundesliga musim 2006/07 setelah unggul dua poin atas Schalke, bukan Munchen. Munchen sendiri malah terpuruk di posisi keempat. Posisi terburuk mereka di Bundesliga sejak tahun 1994.

Wolfsburg

Setelah Stuttgart juara, Munchen kembali menguasai Bundesliga di musim 2007/08. Namun Munchen hanya dikasih nafas satu musim saja untuk berjaya. Karena musim 2008/09, mereka terjungkal lagi.

Bukan lagi Stuttgart yang jadi kejutan, melainkan Wolfsburg. Klub medioker yang di musim sebelumnya hanya duduk di posisi ke-5 Bundesliga. Di musim tersebut klub berjuluk Die Wolfe itu dilatih oleh Felix Magath, mantan pelatih Munchen.

Dengan formasi andalan 3-5-2, mereka justru bisa efektif tampil menyerang dan sukses mencetak 80 gol dalam semusim. Salah satu kunci sukses mereka adalah penampilan apik duo penyerangnya, Grafite dan Edin Dzeko.

Grafite terpilih sebagai top skor Bundesliga musim itu dengan 28 gol. Sementara Edin Dzeko menjadi runner up berkat torehan 26 gol. Kerja sama apik Grafite dan Dzeko di lini depan Wolfsburg membuat keduanya dijuluki “Batman dan Robin”.

Keberhasilan keduanya membentuk duet maut juga tak lepas dari suplai bola yang diberikan oleh Zvjezdan Misimovic. Gelandang serang asal Bosnia itu mengemas 20 asis dalam semusim atau terbanyak di Bundesliga musim itu.

Musim tersebut sebenarnya jadi musim yang cukup gila bagi perjalanan Wolfsburg. Pasalnya di pertengahan musim, mereka masih tertahan di posisi 9 klasemen. Namun kondisi berbalik 180 derajat di paruh kedua. Hasil imbang 1-1 melawan FC Koln di awal tahun 2009, seperti sebuah titik balik bagi Wolfsburg.

Die Wolfe tampil sangat luar biasa dan nyaris sapu bersih seluruh laga yang tersisa di paruh musim kedua dengan kemenangan. Salah satu kemenangan paling ikonik yang mereka raih terjadi di pekan ke-26 kala kedatangan sang raksasa, Bayern Munchen.

Bertanding di Volkswagen Arena, Wolfsburg mengalahkan Die Roten dengan skor telak 5-1. Di laga tersebut, Grafite berhasil mencetak gol indah. dengan mengecoh beberapa pemain bertahan dan melewati kiper sebelum melepas sepakan backheel yang meluncur mulus ke gawang Bayern.

Di akhir musim, Wolfsburg berhasil mengumpulkan 69 poin, unggul dua poin atas Munchen. Inilah gelar juara Bundesliga pertama mereka sepanjang sejarah sejak berdiri pada 12 September 1945.

https://youtu.be/bi460iMLEGs

Sumber Referensi : skysports, planetfootball, eurosports, dw.com, bundesliga

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru