Diujung Tanduk! Barca Krisis Finansial, Keteteran Lawan Klub Kasta 3

spot_img

Barcelona mengawali tahun 2023 dengan tidak terlalu baik. Di akhir tahun kemarin, anak asuh Xavi Hernandez hanya mampu menahan imbang Espanyol di La Liga dengan skor 1-1. Lalu di pertandingan pertama tahun 2023 dalam ajang Copa del Rey, Barcelona susah payah menang melawan klub kasta ketiga, Intercity.

Kesulitan Lawan Klub Kasta 3

Intercity bahkan baru saja promosi ke divisi tiga pada musim lalu. Tapi Barcelona dipaksa harus melanjutkan pertandingan sampai ke babak pertambahan waktu. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 4-3. Yang lebih menyakitkan adalah tiga gol Intercity itu dicetak oleh mantan pemain akademi Barcelona, Oriol Soldevila.

Pertandingan juga berjalan sengit. Dimulai dengan gol Ronald Araujo ketika laga baru berjalan 4 menit. Oriol Soldevila membalas dengan golnya di menit ke-59. Ousmane Dembele mampu membuat Barca kembali unggul di menit ke-66.

Kemudian lagi-lagi Soldevila menyamakan kedudukan di menit ke-74. Yang lalu langsung dibalas oleh Raphina di menit ke-77. Sebelum akhirnya Soldevila menciptakan hattrick ke klub lamanya itu di menit ke-86. Ansu Fati jadi pahlawan kemenangan Barca lewat gol pamungkasnya di menit ke-103.

Di pertandingan ini, Lewandowski tidak dimainkan. Bomber asal Polandia tersebut terkena sanksi larangan bermain di tiga pertandingan. Hal tersebut dikarenakan pada bulan November, ketika melawan Osasuna Lewandowski dikeluarkan dari lapangan karena kartu merah.

Ia sebenarnya mendapatkan skorsing satu pertandingan untuk hal itu. Tapi reaksi dan gerakan yang ia lakukan saat meninggalkan lapangan membuatnya terkena tambahan larangan dua pertandingan.

Beban Gaji Terlalu Berat

Ini bukan satu-satunya masalah yang Barca hadapi di tahun 2023. Malahan, itu adalah masalah sepele jika dibandingkan masalah lainnya. Yaitu krisis finansial, dimana gaji pemain mereka jauh melebihi budget yang ditetapkan. Menurut laporang AS, Barcelona sudah melebihi sebesar 200 juta euro dari budget gaji pemain mereka.

Padahal awal musim 2022/23 dimulai dengan langkah penuh keyakinan. Segalanya tampak cerah di Camp Nou pada saat itu. Blaugrana bisa mendatangkan banyak pemain bintang. Mereka juga langsung jadi favorit para fans dan publik Camp Nou. Tapi nyatanya ada masalah yang membuntuti. Yaitu beban gaji para pemain yang terlalu besar. Kalau ini dibiarkan Barca akan berada di ambang jurang kerugian.

Terlebih lagi, karena beban gaji mereka jauh melebihi yang bisa klub bayar, Barcelona terkena sanksi Financial Fair Play dari La Liga. Dan ini akan membuat mereka terkena denda sebesar 800 juta euro. Situasi ini jelas buruk apalagi mereka akan pindah stadion untuk sementara di musim 2023/24 karena renovasi. Ini akan membuat pendapatan tiket mereka menurun di musim depan.

Dilansir dari media Spanyol, Ara menyebutkan Barca tidak akan tinggal diam akan hal ini. Pihak Catalan akan melakukan banding dan mengajukan gugatan hukum terhadap sanksi yang diberikan oleh La Liga. Ini akan menjadi perselisihan baru yang seru antara klub raksasa Spanyol melawan Liga Spanyol.

Sekarang Barca tidak bisa menarik tuas ekonomi seperti di musim panas kemarin. Dimana Laporta menjual saham dan beberapa asetnya. Dengan begitu, ia bisa mendapatkan modal untuk membeli pemain bintang seperti Lewandowski dan Raphina di musim panas lalu.

Namun presiden La Liga, Javier Tebas telah menjelaskan bahwa penarikan tuas ekonomi tidak akan berdampak banyak kali ini. Sebab, hanya lima persen dari hasil penjualan aset yang bisa digunakan untuk biaya transfer dan kontrak. Jadi solusi jelasnya cuma satu, Barcelona harus melepas beberapa pemain mereka untuk meringankan beban gaji.

Siapa yang akan dijual?

Dikutip dari media as, Barca membayar gaji Lewandowski sebesar 400 ribu euro per minggu. Raphina, menerima gaji setidaknya lebih dari setengah gaji Lewandowski, begitu pula dengan Jules Kounde. Gaji penyerang Polandia itu dinilai menggelikan dan tidak masuk akal. Mengingat Lewandowski tidak mungkin dijual kembali dengan harga yang tinggi. Hal yang sama berlaku juga kepada Hector Bellerin, Marcos Alonso, dan juga Andreas Christensen.

Lalu, siapa yang harus Barca jual untuk bisa menyelamatkan mereka dari kebangkrutan? Xavi Hernandez telah berjuang di musim in dengan skuad yang dibentuk di musim panas. Pemain seperti Raphina dan Dembele saling sikut satu sama lain untuk bisa mendapatkan posisi di line up utama. Para pengamat bahkan menilai bahwa salah satu dari mereka harus pergi.

Selama beberapa bulan terakhir, Xavi berusaha memasukan dua pemain itu di starting eleven nya. Tapi ada masalah lain. Ousman Dembele mengatakan bahwa dirinya lebih suka untuk bermain di sisi kanan. Sedangkan Raphina juga mengaku sudah meminta Xavi secara pribadi untuk tidak memainkannya di sisi kiri.

Dembele masih terikat kontrak di Barcelona sampai 2024. Sedangkan Raphina masih sampai tahun 2027. Setelah beberapa musim di Barcelona ia habiskan dengan cedera, Dembele mulai membuktikan kemampuannya di musim ini. Ia pun jadi salah satu pemain kesayangan Xavi.

Keadaan Barca Sekarang

Segala kerunyaman masalah finansial Barcelona saat ini tentu akan berdampak pada performa mereka di kompetisi-kompetisi yang diikuti. Xavi sudah cukup baik dalam membawa Barcelona sebagai manajer. Di bawah kepemimpinannya, Barca memuncaki klasemen semetara La Liga.

Tapi mereka mengakhiri 2022 dengan hasil imbang melawan Espanyol dengan skor 1-1. Itu membuat sekarang poin mereka sama dengan rival abadi, Real Madrid. Berbeda dengan Barca, El Real mengakhiri tahun 2022 dengan kemenangan melawan Valladolid. Poin kedua klub itu sama, yaitu 38

Setidaknya Barca masih berada di posisi puncak berkat selisih gol. Barcelona dengan 28, dan Real Madrid dengan 21. Tapi tidak ada yang tahu entah sampai kapan pasukan Catalan bisa mempertahankan posisi tersebut. Sayangnya, di kancah eropa anak asuh Xavi Hernandez tampil lebih buruk.

Barca tidak lolos fase gugur Liga Champions setelah hanya meraih 7 poin dari total 6 laga fase grup. Itu membuat juara Champions lima kali itu harus terjun ke Europa League. Barcelona pun harus menghadapi Manchester United dalam laga Play Off untuk bisa melaju ke 16 besar europa league musim ini.

 

Sumber referensi: ESPN, AS, AS 2, Mirror, Ara

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru