Dijuluki The Next Ronaldinho, Bagaimana Nasib Kerlon ‘Si Anjing Laut’ Sekarang

spot_img

Ronaldinho menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan Brasil. Dia memiliki skill olah bola luar biasa, yang sampai membuat pemain lawan frustasi. Setelah ada nama Ronaldinho yang begitu masyhur dengan penampilan apiknya diatas lapangan, Brasil kembali kedatangan bakat luar biasa dalam diri Kerlon.

Pemain bernama lengkap Kerlon Moura Souza ini dikenal sebagai pemain berskill tinggi, yang berbeda dengan para pemain lainnya. Bahkan, saking melegendanya skill yang dimiliki, Kerlon sampai mendapat julukan sebagai The Next Ronaldinho.

Ketika melihat gaya permainannya, Kerlon memang begitu memuaskan kala tampil diatas lapangan. Dia memiliki skill khusus dan masih terus menjadi ciri khasnya. Yaitu, dia memiliki kemampuan menggiring bola yang terus memantul dengan dahinya layaknya seekor Anjing Laut.

Dia selalu berhasil mengecoh para pemain lawan dengan skill tersebut. Ketika bola sudah berada di kaki, dia akan dengan sengaja memantulkannya ke atas untuk kemudian diterima dengan menggunakan dahi. Dari situ, dia akan terus berlari sambil membawa bola dengan dahinya itu.

Saat itu, banyak yang percaya kalau Kerlon merupakan pemain yang sangat spesial. Hal itu terasa sangat wajar. Pasalnya, jarang sekali ada pemain yang memiliki skill semacam itu. Ketika ada yang mahir melakukannya, maka Kerlon lah yang menjadi pemeran utamanya.

Terkenal sebagai ‘dribble da foquinha’ atau yang berarti ‘penggiring anjing laut’, Kerlon memiliki satu musuh yang sangat membencinya. Adalah mantan bek kanan Corinthians, Dyego Rocha Coelho. Dyego begitu kesal kala melihat Kerlon terus memainkan bola dengan menggunakan dahi.

Dalam satu kesempatan, dia yang dibuat kesal, dengan sengaja menyikut sang pemain yang tengah memperlihatkan sebuah pertunjukkan spesial. Hasilnya, dirinya pun dihukum dan dilarang tampil selama lima pertandingan.

Kerlon pertama kali tunjukkan aksi ketika masih membela Cruzeiro pada tahun 2005. Selama tiga tahun tampil disana, dia selalu terlihat istimewa. Selama kurang lebih tiga tahun lamanya, dia selalu memberi hiburan pada khalayak, hingga membuat namanya dipanggil ke timnas Brasil usia muda.

Menyusul bakat luar biasanya yang tersalur di level klub, Kerlon menunjukkan skill uniknya itu di level internasional saat memperkuat tim nasional Brasil U-17 dan U-20. Tidak hanya masuk ke dalam skuad itu saja, Kerlon bahkan didaulat sebagai pemain terbaik sekaligus top skor Copa America U-17 pada 2005.

Ketika itu, dia mampu mencetak delapan gol dalam tujuh penampilan di turnamen tersebut.

Menyusul bakat luar biasa, seperti pada umumnya, dirinya langsung diminati oleh klub-klub besar Eropa, termasuk Real Madrid, Manchester United, dan Barcelona. Namun selepas membela Cruzeiro, dia bergabung dengan klub asal Italia, Inter Milan.

Namun sayang, perjalanannya di Eropa sama sekali tidak berjalan baik. Kerlon yang langsung dipinjamkan ke beberapa klub gagal tunjukkan bakat. Dia sempat membela Chievo, Ajax Amsterdam, Parana, hingga Nacional, sebagai pemain pinjaman, namun tak pernah kesankan manajemen Inter Milan untuk dipulangkan.

Hasilnya, dia gagal temui apa-apa. Talentanya terbuang sia-sia. Lebih mirisnya, dia sama sekali tidak mendapat kesempatan tampil bersama armada Inter Milan yang ketika itu dibesut oleh sang jenius, Jose Mourinho.

Selain karena kesulitannya dalam beradaptasi, Kerlon juga diterpa masalah cedera. Dia memiliki masalah lutut yang sering kambuh. Hal itu pula lah yang membuatnya lebih sering menghabiskan waktu di ruang perawatan.

Situasi tersebut membuat dirinya gagal menunjukkan skill Anjing Lautnya dengan maksimal saat mengembara di Benua Biru. Padahal, selama berkarier di negaranya, Brasil, ia acap kali mempertontonkan teknik tersebut. Dia berlari menggiring bola menggunakan dahinya dari tengah lapangan menuju daerah pertahanan lawan.

Di masa-masa terakhirnya bersama Inter sebelum akhirnya dibuang, Kerlon masih ingat betul ketika ia mendapat informasi langsung dari Jose Mourinho bahwa namanya tidak masuk ke dalam rencana sang pelatih.

“Aku ingat ketika suatu hari Mourinho memanggil delapan hingga sepuluh pemain ke ruang ganti,”

“Disana ada nama-nama Crespo, Vieira, Dacourt, Luis Antonio Jimenez, dan yang lainnya,”

“Dia kemudian mengatakan kepada ku dan yang lainnya bahwa kami semua tidak termasuk ke dalam rencananya,” ujar Kerlon (via FourFourTwo).

Setelah benar-benar tak menjadi bagian dari Inter Milan, Kerlon lalu putuskan pergi ke Jepang, bersama Fujieda MYFC. Dia sempat tampil konsisten di sana sebelum akhirnya cedera yang dimiliki kembali kambuh.

Karena masalah itu, Kerlon pun putuskan pergi dan memilih Amerika sebagai destinasi selanjutnya. Namun Amerika tak memberi perubahan berarti baginya. Dia jarang tampil, apalagi mencetak gol.

Pada pertengahan 2015, dia pindah ke Sliema Wanderers di Malta, disusul dengan Spartak Trnava di Slovakia satu tahun kemudian. Namun lagi-lagi, itu tak merubah apapun.

Merasa tak sanggup lagi pertahankan segalanya, Kerlon memilih untuk gantung sepatu dari lapangan hijau, pada saat usianya masih 29 tahun. Tepat di tahun 2017, dia sudah tak ingin lagi terbang bersama harapan. Dia merasa lelah dan benar-benar tak ingin lagi tertipu dengan angan.

Sebetulnya, keputusan Kerlon untuk pensiun sangatlah disayangkan. Bayangkan saja, dia masih berada di usia produktif. Dia juga memiliki skil luar biasa dan beda dari yang lainnya. Lebih dari itu, banyak pengamat yang masih ingin melihat perjuangan Kerlon. Namun apalah daya, pemain yang sempat dijuluki sebagai penerus Ronaldinho ini tak lagi langkahkan kaki.

Kini, di usia 32 tahun, Kerlon kembali ke Amerika dan tinggal bersama istri serta anak-anaknya. Meski sudah tak lagi berurusan dengan lapangan hijau, dia masih semangat untuk mengajarkan cara bermain bola kepada anak-anaknya.

Sempat menjadi pelatih di Ole Soccer di Connecticut, dekat New York, Kerlon kini memiliki sekolah sepakbola bernama Seal Soccer Academy. Selain itu, dia juga kabarnya melatih anak-anak di Akademi Sepak Bola Brasil FK miliknya di Charlotte, North Carolina.

Sebagai penutup, Kerlon merasa bangga karena mendapat perhatian luar biasa di kala masih aktif bermain. Dia tak pernah menyangka bila gaya bermainnya akan banyak disorot oleh para penggemar sepakbola.

“Aku senang menjadi bagian dari sejarah, karena setiap orang mengenal ku dengan gaya itu [Anjing Laut],”

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru