Zlatan dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di dunia. Rekam jejaknya yang begitu luar biasa membuat sosok pria Swedia mudah dikenal. Kini, diusianya yang menginjak 38 tahun, Zlatan masih sanggup bermain di level tertinggi. Ia memang dikenal sebagai pemain bengal dan selalu menolak untuk dikatakan lemah.
Ya, Zlatan memang merasa lebih hebat dari pemain manapun. Ia merasa yang terbaik dan tidak ada pemain yang layak menggesernya ditangga teratas. Namun, jauh sebelum menjadi seperti sekarang, ada satu pemain yang benar-benar lebih hebat dari Zlatan. Mengejutkannya, Zlatan pun mengakui akan hal itu.
Adalah Tony Flygare. Tony Flygare merupakan teman baik Zlatan semasa kecil. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama, termasuk ketika bermain si kulit bundar. Dulu, Zlatan dan Tony kerap bermain bola di sebuah dermaga. Tony dan Zlatan sangat semangat bermain bola di dermaga karena akan ada banyak wanita cantik yang menonton. Dan saat itu, Tony selalu berhasil mengesankan para wanita tersebut. Tony mengalahkan Zlatan yang permainannya tidak bisa melampauinya.
Kedekatan Zlatan dan Tony tidak sampai disitu saja. Mereka kerap bersepeda bersama dan sesekali mencuri buah di kebun. Setelah itu, mereka pergi kerumah Zlatan dan mempelajari skill sepakbola melalui sebuah klip. Saat itu, dua pemain Brasil, Romario dan Ronaldo menjadi penutan kedua sahabat dekat ini.
Lalu, kekalahan Zlatan kepada Tony tak sebatas tentang wanita saja, namun juga video game. Tony mengaku kalau Zlatan tidak pernah mengalahkannya di playstation.
“Sejak dulu, Zlatan ingin selalu lebih baik dariku. Baik dalam bermain bola, playstation, dan wanita, ujar Tony (dikutip dari dailymail)
Beberapa tahun silam, Zlatan meluncurkan sebuah buku, berjudul Dare To Zlatan. Seakan tak mau kalah dengan sahabatnya, Tony Flygare pun ikut meluncurkan buku. Buku karangan Flygare ini diberi judul Once I Was Bigger Than Zlatan.
Saat Tony merilis buku tersebut, Zlatan langsung menyuruh temannya itu untuk diam atau ia akan menghadapi masalah besar. NamunTony tetap pada rencananya. Ia tidak ingin Zlatan berjalan sendiri dan memilih mengungkap fakta sebenarnya dari seorang Zlatan.
Namun begitu, Tony menolak anggapan yang menyebut kalau buku tersebut dirilis hanya untuk mendongkrak popularitasnya melalui Zlatan
“Aku tak hendak mendompleng kepopuleran Zlatan. Aku menulis buku yang berbeda. Aku hanya ingin menghormati Zlatan dan apa yang pernah kami lakukan bersama-sama.” Ujar Tony (dikutip dari dilymail)
Sebelum tahun 1999, Tony Flygare memang lebih baik daripada Zlatan Ibrahimovic. Namun, hal itu berbalik 180 derajat saat pertandingan Malmo melawan Halmstad, di penghujung musim Liga Swedia, tahun 1999.
Saat itu, Malmo sedang berada diambang jurang degradasi. Mereka butuh poin penuh agar tak turun kasta. Kesempatan pun datang, di penghujung pertandingan mereka diberi hadiah penalti. Lantaran, Tony dianggap lebih baik daripada Zlatan, ia pun ditugaskan untuk menjadi algojo. Namun sayang, sepakan Tony tak menemui sasaran. Malmo pun gagal meraih poin penuh.
Tony yang begitu menyesal langsung berada dalam performa yang labil. Ia gagal pulihkan mental, dan sejak saat itu Zlatan bisa menjadi lebih baik darinya.
Tony perlahan tinggalkan sepakbola, sementara Zlatan, pemain yang pernah membela FC Barcelona ini sukses menjadi salah satu yang terbaik di dunia.


