Deretan Striker Hebat yang Ditinggal Timnas di Turnamen Besar (Part 2)

spot_img

Melanjutkan daftar deretan striker hebat yang secara mengejutkan ditinggal tim nasionalnya di tunemaen besar. Berikut Starting Eleven kembali sajikan part keduanya.

 

Italia – Antonio Cassano dan Mario Balotelli

Nama Antonio Cassano sangat identik dengan kata bengal. Mantan penyerang AS Roma, Real Madrid, AC Milan, dan Inter Milan itu memang kerap dihinggapi kontroversi, baik akibat ulah nakalnya di atas lapangan maupun di luar lapangan. Tak jarang, ia kerap menerima hukuman larang bertanding akibat tindakan indisiplinernya.

Namun, takada yang menyangkal bahwa striker bertinggi badan 175 cm itu adalah salah satu penyerang tajam dengan naluri mencetak gol yang luar biasa. Sempat meredup pasca pindah ke Real Madrid, Cassano kembali menemukan performanya saat membela Sampdoria.

Di musim debutnya untuk Il Samp pada 2007/2008 silam, Cassano langsung mencetak 9 gol dan 6 asis dalam 22 pertandingan. Hebatnya lagi, Cassano sukses mencetak 26 gol dan membuat 28 assist dari 78 pertandingan dalam dua musim terakhir sebelum gelaran Piala Dunia 2010.

Namun, kejutan terjadi ketika pelatih timnas Italia saat itu, Marcello Lippi justru meninggalkan Cassano dari skuad Piala Dunia 2010. Gelaran Piala Dunia 2010 sendiri adalah satu dari beberapa penampilan timnas Italia yang ingin dilupakan para pendukungnya. Di ajang Piala Dunia yang diadakan di Afrika Selatan itu, Italia datang dengan status juara bertahan.

Apesnya, mereka langsung tersingkir di babak grup dan menempati peringkat 26 dari 32 kontestan di akhir turnamen setelah tak sekalipun memetik kemenangan di babak grup. Lippi yang sebelumnya berhasil membawa Italia juara di Piala Dunia 2006 justru lebih memilih pemain-pemain gaek yang sudah pernah ia latih ketimbang memilih membawa pemain yang tengah tampil apik seperti Cassano.

Cassano bukan satu-satunya striker potensial yang ditinggal Lippi. Di Piala Dunia 2010, ia juga tak membawa striker bengal lainnya, Mario Balotelli. Balotelli yang kala itu masih berusia 20 tahun mampu mencetak 9 gol dan 6 asis kala berseragam Inter Milan di Serie A.

Dua tahun berselang, kala posisi allenatore berpindah ke tangan Cesare Prandelli, akhirnya Cassano dan Balotelli mendapat panggilan untuk membela Gli Azzurri di EURO 2012. Cassano dan Balotelli yang kala itu masih berseragam Milan dan Manchester City mampu menyalurkan performa apiknya ke timnas Italia. Keduanya jadi duet maut dan mampu mengantarkan Italia mengakhiri EURO 2012 sebagai runner-up.

 

Italia – Giuseppe Rossi

Masih dari Italia, satu lagi striker hebat yang sempat terpinggirkan dari skuad timnas Italia adalah Giuseppe Rossi. Sama seperti Cassano dan Balotelli yang ditinggal di Piala Dunia 2010, Rossi juga tak dibawa Marcelo Lippi ke Afrika Selatan.

Padahal, Rossi tampil di Piala Konfederasi 2009 dan menjadi top skor Italia dengan 2 gol. Ditambah lagi, dalam 2 musim sebelum Piala Dunia 2010, Rossi yang kala itu masih berseragam Villareal mampu mencetak 32 gol dan 9 asis. Seolah ingin membuktikan diri, di musim 2010/2011, Ia tampil lebih ganas lagi. Striker bertinggi badan 173 cm itu mampu mencetak 32 gol dan 11 hanya dalam 55 laga bersama Villareal.

Apesnya, sebelum ajang EURO 2012, Rossi menderita cedera cukup parah hingga harus absen lebih dari 1 musim. Mantan pemain Manchester United itu juga kembali menerima kenyataan pahit kala tak terpilih dalam skuad timnas Italia di Piala Dunia 2014 dan EURO 2016. Sayang disayangkan Gli Azzurri justru tak memanggil Giuseppe Rossi kal dirinya tengah fit dan tampil prima.

 

Prancis – Karim Benzema

Kembalinya Karim Benzema ke skuad timnas Prancis di EURO 2020 adalah sebuah hal yang telah lama dinanti oleh para pendukungnya. Bagaimana tidak, Benzema telah lama absen membela Les Blues sejak dilupakan pada 2015 silam.

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps enggan memanggil striker Real Madrid itu. Semuanya berawal kala Benzema terlibat kasus hukum bersama rekannya di timnas Prancis, Mathieu Valbuena. Benzema dituduh telah membayar seseorang untuk melakukan pemerasan terhadap Valbuena dengan mengancam akan menyebar rekaman skandal seksual yang diduga diperankan rekannya tersebut.

Meski belum terbukti dan kasus memalukan itu masih berjalan, Benzema berulang kali menyangkal tuduhan tersebut dan menyayangkan sikap Valbuena yang justru membawa masalah tersebut ke ranah hukum meski telah memaafkan dirinya. Sejak saat itu, Benzema tak dipanggil Didier Deschamps ke EURO 2016 dan Piala Dunia 2018.

Padahal, Benzema telah mengoleksi 81 caps dan menyumbang 27 gol untuk Les Blues. Selain itu, sebelum EURO 2016 saja, Benzema mampu menghasilkan 28 gol dan membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions. Untungnya, di EURO 2016, Prancis tak kesulitan mencetak gol dan masih mampu finish sebagai runner-up dan menjadi jawara di Piala Dunia 2018 silam.

Namun, dengan hadirnya kembali Karim Benzema dalam skuad Prancis di EURO 2020 jelas akan menambah daya gedor Les Blues. Musim ini saja, striker 33 tahun itu sudah mencetak 30 gol untuk Real Madrid. Maka sangat aneh apabila Deschamps kembali menyingkirkan Benzema dalam skuadnya.

 

Jerman – Kevin Kuranyi

Sebelum Jerman bertumpu pada Mario Gomez dan Miroslav Klose, ujung tombak Der Panzer juga dipercayakan kepada sosok Kevin Kuranyi. Bomber kelahiran Brasil itu hijrah ke Jerman di usia muda saat bergabung dengan akademi Stuttgart pada tahun 1997.

Kuranyi lahir dari seorang ayah Jerman keturunan Hungaria dan ibu asal Panama. Oleh sebab itu, ia memiliki kewarganegaraan Jerman, Panama, dan Brasil serta berkesempatan membela Hungaria. Namun, tumbuh besar di Jerman membuat Kuranyi akhirnya lebih memilih membela timnas Jerman.

Penampilan apiknya bersama tim senior Stuttgart membuat Kuranyi mendapat panggilan pertama. Bagaimana tidak, selama 4 musim membela Stuttgart, ia mampu mencetak 57 gol dari 132 laga di semua kompetisi. Performa apiknya itu membuat Kuranyi dibawa pelatih Jerman kala itu, Rudi Voller ke ajang EURO 2004 dan Piala Konfederasi 2005.

Sayangnya, nasibnya berubah drastis kala pelatih timnas Jerman berganti ke tangan Jurgen Klinsmann. Klinsmann lebih memilih menduetkan Miroslav Klose dengan Lukas Podolski. Kuranyi akhirnya kehilangan tempat di skuad Piala Dunia 2006.

Meski dirinya kemudian tampil menawan kala berseragam Schalke, Kuranyi kembali ditinggal di EURO 2008. Tak ingin menyerah, Kuranyi membuktikan diri dengan tampil apik di Bundesliga. Ia mampu mencetak 36 gol dalam 2 musim sebelum gelaran Piala Dunia 2010.

Apesnya, meski pelatih Jerman sudah berpindah ke tangan Joachim Low, Kuranyi tak juga jadi pilihan utama. Pada laga kualifikas Piala Dunia 2010 melawan Rusia, Kevin Kuranyi yang tak masuk skuad dan harus puas duduk jauh di bangku cadangan merasa kesal dengan keputusan Low. Ia kemudian nekad meninggalkan stadion saat jeda babak pertama dan memilih langsung pulang ketimbang kembali ke pusat latihan timnas.

Low yang kesal jelas tak memilihnya dalam skuad Piala Dunia 2010. Tak hanya itu, Low juga mengatakan bahwa selama dirinya menjabat sebagai pelatih timnas Jerman, dirinya tak akan pernah memanggil Kevin Kuranyi lagi. Kuranyi memang meminta maaf tetapi dia juga menyebutkan bahwa dia tidak menyesal atas tindakannya.

Sejak saat itu, karier Kevin Kuranyi di Der Panzer berakhir. Hingga pensiun pada 2016 silam, Kuranyi telah tampil sebanyak 52 laga untuk timnas Jerman dan menyumbang 19 gol. Sayang, keputusannya memilih membela timnas Jerman justru harus berakhir dengan pahit.

****

Sumber Referensi: thesportster, liputan6, bleacherreport,bbc

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru