Dendam Kesumat! Arsenal Siap Jungkir Balikan Spurs

spot_img

Setelah jeda internasional, Liga Primer Inggris langsung akan menyajikan partai-partai Big Match. Salah satunya yakni laga bertajuk North London Derby, antara Arsenal vs Tottenham Hotspur. Partai ini akan dihelat di Emirates Stadium pada Sabtu malam 1 Oktober 2022 WIB.

Rivalitas, dendam, dan intrik selalu menjadi bumbu Derby London Utara ini. Apalagi kondisi sekarang, mereka berdua masih sama-sama berada di papan atas. Bagaimana ulasan dan peluang keduanya dalam menghadapi pertemuan pertamanya musim ini?

Awal Dari Sebuah Rivalitas

Seperti yang disebutkan tadi, rivalitas adalah salah satu aspek yang menjadikan partai ini tambah seru. Rivalitas antara sesama klub London Utara tersebut tak dipungkiri awalnya terjadi karena masalah penguasaan wilayah.

Di mana awalnya Tottenham sebagai klub terkuat di tanah London Utara terusik oleh hadirnya tim yang dibuat oleh para pekerja pabrik gudang peluru di Woolwich, London Bagian Tenggara. Arsenal yang sebagai pendatang di London Utara justru malah moncer performanya dibanding Spurs. Sejak itulah publik Spurs merasa tersaingi dan aroma rivalitas itu akhirnya muncul hingga sekarang.

Derby London Utara juga tak ubahnya menjadi partai yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua belah fans fanatiknya. Bagaimana tidak? Setiap musimnya ada semacam pertaruhan. Di mana keduanya bersaing merebut gengsi yang dirayakan dengan dua sebutan berbeda yakni St Totteringham Day maupun St Hotspurs Day. St Totteringham Day terjadi apabila Arsenal finis di atas Spurs. Sedangkan St Spurs Day adalah sebaliknya. Lantas apa yang akan terjadi di musim ini?

Dendam Musim Lalu

Berkaca pada musim lalu, ketika St Hotspurs Day dirayakan karena akhirnya Spurs bersama Antonio Conte mampu finish di atas Arsenal yakni di peringkat ke-4 Liga Inggris. St Hotspurs Day musim lalu juga dirayakan berkat kembalinya The Lilywhites ke kancah Liga Champions Eropa.

Pencapaian Spurs musim lalu pun membuat The Gunners meradang. Pasalnya yang menyingkirkan posisi Arsenal di peringkat 4 itu tak lain adalah musuh bebuyutan mereka sendiri. Pelengseran itu dimulai dari pertemuan kedua mereka di kandang Spurs musim lalu.

Tak dipungkiri dendam Arsenal terhadap Spurs musim lalu itu masih terngiang-ngiang hingga sekarang. Peristiwa mengenaskan Arsenal musim lalu di kandang Spurs bermula ketika keduanya menjalani partai tunda yang dihelat di pekan 36 Liga Inggris pada 13 Mei 2022. Di mana Arsenal ketika itu masih berada di posisi 4 Liga Inggris, unggul 4 poin dari Spurs yang berada di peringkat ke-5.

Pertemuan itu bagaikan final yang akan menentukan nasib mereka masuk Zona Liga Champions atau tidak. Hasilnya, Arsenal tertunduk lesu oleh Spurs 3-0 tanpa balas. Arsenal seperti terkena tekanan mental setelah kalah dari Spurs. Kekalahan di partai selanjutnya melawan Newcastle 2-0 menjadi bukti mental Arsenal down. Sedangkan Spurs malah naik mentalnya setelah kemenangan itu. Mereka bisa meraup 3 poin di dua laga sisa Liga Inggris.

Peristiwa kelam tersebut mau tidak mau harus terbalaskan musim ini oleh Arsenal. Toh Arsenal kini punya segala alasan untuk merealisasikan pembalasan dendam itu. Namun celakanya, Spurs di bawah Conte ini juga masih menunjukan tren yang positif di liga. Dengan sama-sama berada di posisi teratas, menyebabkan Derby London Utara jilid pertama musim ini dipastikan akan berjalan panas.

Head To Head Dan Kondisi Terkini

Berkaca pada head to head kedua tim di musim lalu, kedua tim saling mengalahkan di dua pertemuan. Di Emirates, Arsenal menang 3-1. Sedangkan di Hotspurs Stadium, Spurs menang 3-0. Namun perlu dicatat, pada pertemuan pertama di Emirates bukan menjadi acuan. Karena ketika itu Spurs masih dipegang Nuno Espirito Santo.

Yang artinya, kali ini Arteta baru sekali berjumpa Conte. Head to head Arteta vs Conte pun musim lalu menyisakan luka, terutama bagi Arteta. Arteta sempat disindir Conte sebagai “anak baru” yang bisanya cuma mengeluh. Sindiran itu ditujukan Conte setelah protes keras Arteta atas kinerja wasit yang memberikan penalti untuk Spurs dan memberi kartu merah bagi Rob Holding.

Sindiran itulah yang kini akan dijawab balik oleh Arteta. Pasalnya, Arsenal kini sangat diuntungkan secara skuad. Trio Gabriel dari Brazil, Gabriel Magalhães, Gabriel Martinelli, dan Gabriel Jesus, tak dibawa Tite ke skuad Timnas Brazil di jeda internasional. Ketiga tulang punggung Arteta itu kondisinya sangat bugar dan terlihat terus berlatih bersama jelang laga.

Ditambah Zinchenko dan Odegaard yang mulai pulih dari cedera akan dipastikan bugar jelang laga. Skuad lengkap Arteta ini membuat kansnya untuk tetap menjaga tren kemenangan akan mudah diwujudkan.

Berbeda dengan Spurs, skuad besutan Conte ini diragukan dengan kondisi dua pemain intinya, yakni sang kiper Hugo Lloris dan Ben Davies. Keduanya ditarik di tugas internasionalnya karena cedera. Skuad inti Spurs pun banyak yang dipanggil timnas dan kondisinya mungkin akan kelelahan dibanding sebagian besar skuad Arsenal.

Secara taktik, baik Conte maupun Arteta masih tetap akan menggunakan pola yang sama. Arteta masih dengan 4-2-3-1. Dan Conte masih dengan 3-4-3. Yang berbeda mungkin kini Arsenal lengkap dan Spurs kemungkinan pincang. Namun, keduanya di musim ini sama-sama mempunyai efek kejut pembeda dari musim lalu. Arsenal kini punya Jesus dan Zinchenko, sedangkan Spurs kini punya Perisic dan Richarlison.

Secara pertandingan, “ketat dan seru” pasti akan menjadi sebuah jaminan. Persaingan mereka dalam mempertahankan peringkatnya di papan atas juga patut untuk ditunggu. Maklum, selisih mereka di papan klasemen sementara Liga Inggris hanya terpaut satu poin saja. Arsenal kini masih mengumpulkan 18 poin dari hasil 6 kali menang dan 1 kali kalah. Sedangkan Spurs masih duduk di peringkat 3 klasemen dengan poin 17, dari hasil 5 kali menang dan 2 kali seri.

Nah, dengan rekor tanpa kekalahan yang disandang Spurs di Liga Inggris musim ini, akan dijadikan Arteta sebagai lecutan semangat yang membara ketika bertempur nanti. Arsenal bagaimanapun selain menuntaskan dendam mereka musim lalu, kini juga sangat berambisi menjadi tim yang pertama kali mencoreng rekor tak terkalahkan milik rival abadinya itu. Lantas, apakah semua itu bisa dituntaskan Arsenal? Atau justru malah Conte yang kembali tersenyum?

Sumber Referensi : footballlondon, theguardian, planetfootball, footballlondon

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru