Setelah jeda internasional, Liga Primer Inggris langsung akan menyajikan partai-partai Big Match. Salah satunya yakni laga bertajuk North London Derby, antara Arsenal vs Tottenham Hotspur. Partai ini akan dihelat di Emirates Stadium pada Sabtu malam 1 Oktober 2022 WIB.
Rivalitas, dendam, dan intrik selalu menjadi bumbu Derby London Utara ini. Apalagi kondisi sekarang, mereka berdua masih sama-sama berada di papan atas. Bagaimana ulasan dan peluang keduanya dalam menghadapi pertemuan pertamanya musim ini?
Arsenal have not finished ahead of Spurs in the Premier League since 2015/16…
Will St. Totteringham’s Day return this season? pic.twitter.com/Y18LCA71nz
— Squawka (@Squawka) August 5, 2022
Awal Dari Sebuah Rivalitas
Seperti yang disebutkan tadi, rivalitas adalah salah satu aspek yang menjadikan partai ini tambah seru. Rivalitas antara sesama klub London Utara tersebut tak dipungkiri awalnya terjadi karena masalah penguasaan wilayah.
Arsenal fans: 50’s North London derby #soccer #History pic.twitter.com/mhvz9VZgdR
— ⚽️Footie World UK (@FootieHD) July 11, 2017
Di mana awalnya Tottenham sebagai klub terkuat di tanah London Utara terusik oleh hadirnya tim yang dibuat oleh para pekerja pabrik gudang peluru di Woolwich, London Bagian Tenggara. Arsenal yang sebagai pendatang di London Utara justru malah moncer performanya dibanding Spurs. Sejak itulah publik Spurs merasa tersaingi dan aroma rivalitas itu akhirnya muncul hingga sekarang.
Derby London Utara juga tak ubahnya menjadi partai yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua belah fans fanatiknya. Bagaimana tidak? Setiap musimnya ada semacam pertaruhan. Di mana keduanya bersaing merebut gengsi yang dirayakan dengan dua sebutan berbeda yakni St Totteringham Day maupun St Hotspurs Day. St Totteringham Day terjadi apabila Arsenal finis di atas Spurs. Sedangkan St Spurs Day adalah sebaliknya. Lantas apa yang akan terjadi di musim ini?
29 years ago I was in Champs in North Harrow. St Hotspur day lives on with memories of Gazza & Lineker & where’s your double gone but for me that walk from Harrow to Wembley with 500 Spurs lads will be something I will also always remember. 14/4/91 one of the best days of my life pic.twitter.com/BbBIkyEjtR
— Douglas Bagley (@dougbagleyfdl) April 14, 2020
Dendam Musim Lalu
Berkaca pada musim lalu, ketika St Hotspurs Day dirayakan karena akhirnya Spurs bersama Antonio Conte mampu finish di atas Arsenal yakni di peringkat ke-4 Liga Inggris. St Hotspurs Day musim lalu juga dirayakan berkat kembalinya The Lilywhites ke kancah Liga Champions Eropa.
Dare. Dream. Done. ✨#UCL pic.twitter.com/3DV07bjJcE
— Tottenham Hotspur (@SpursOfficial) May 22, 2022
Pencapaian Spurs musim lalu pun membuat The Gunners meradang. Pasalnya yang menyingkirkan posisi Arsenal di peringkat 4 itu tak lain adalah musuh bebuyutan mereka sendiri. Pelengseran itu dimulai dari pertemuan kedua mereka di kandang Spurs musim lalu.
Tak dipungkiri dendam Arsenal terhadap Spurs musim lalu itu masih terngiang-ngiang hingga sekarang. Peristiwa mengenaskan Arsenal musim lalu di kandang Spurs bermula ketika keduanya menjalani partai tunda yang dihelat di pekan 36 Liga Inggris pada 13 Mei 2022. Di mana Arsenal ketika itu masih berada di posisi 4 Liga Inggris, unggul 4 poin dari Spurs yang berada di peringkat ke-5.
SONNNN!!! 💥MAKES IT 3
3-0 to Spurs… game over for Arsenal?!
Follow @eplofficialtv @epl_officialtv
Tottenham vs Arsenal #TOTARS #THFC pic.twitter.com/YhxRuaUDOy
— Premier League Official (@eplofficialtv) May 12, 2022
Pertemuan itu bagaikan final yang akan menentukan nasib mereka masuk Zona Liga Champions atau tidak. Hasilnya, Arsenal tertunduk lesu oleh Spurs 3-0 tanpa balas. Arsenal seperti terkena tekanan mental setelah kalah dari Spurs. Kekalahan di partai selanjutnya melawan Newcastle 2-0 menjadi bukti mental Arsenal down. Sedangkan Spurs malah naik mentalnya setelah kemenangan itu. Mereka bisa meraup 3 poin di dua laga sisa Liga Inggris.
Peristiwa kelam tersebut mau tidak mau harus terbalaskan musim ini oleh Arsenal. Toh Arsenal kini punya segala alasan untuk merealisasikan pembalasan dendam itu. Namun celakanya, Spurs di bawah Conte ini juga masih menunjukan tren yang positif di liga. Dengan sama-sama berada di posisi teratas, menyebabkan Derby London Utara jilid pertama musim ini dipastikan akan berjalan panas.
1—Arsenal (18 points)
3—Tottenham (17 points)Next up: north London derby 🍿 pic.twitter.com/wP21NiwIBx
— B/R Football (@brfootball) September 18, 2022
Head To Head Dan Kondisi Terkini
Berkaca pada head to head kedua tim di musim lalu, kedua tim saling mengalahkan di dua pertemuan. Di Emirates, Arsenal menang 3-1. Sedangkan di Hotspurs Stadium, Spurs menang 3-0. Namun perlu dicatat, pada pertemuan pertama di Emirates bukan menjadi acuan. Karena ketika itu Spurs masih dipegang Nuno Espirito Santo.
Yang artinya, kali ini Arteta baru sekali berjumpa Conte. Head to head Arteta vs Conte pun musim lalu menyisakan luka, terutama bagi Arteta. Arteta sempat disindir Conte sebagai “anak baru” yang bisanya cuma mengeluh. Sindiran itu ditujukan Conte setelah protes keras Arteta atas kinerja wasit yang memberikan penalti untuk Spurs dan memberi kartu merah bagi Rob Holding.
🗣 “I listened to him complain a lot, he has to be focused more on his team and not to complain.”
Antonio Conte gives advice to Mikel Arteta to be more calm after a defeat and not blame the referees pic.twitter.com/yygKlues5C
— Football Daily (@footballdaily) May 12, 2022
Sindiran itulah yang kini akan dijawab balik oleh Arteta. Pasalnya, Arsenal kini sangat diuntungkan secara skuad. Trio Gabriel dari Brazil, Gabriel Magalhães, Gabriel Martinelli, dan Gabriel Jesus, tak dibawa Tite ke skuad Timnas Brazil di jeda internasional. Ketiga tulang punggung Arteta itu kondisinya sangat bugar dan terlihat terus berlatih bersama jelang laga.
Gabriel Jesus, Fabio Vieira and the Arsenal players Mikel Arteta is working with in training: https://t.co/bYfIGKofhV
— Arsenal News (@ArsenalNewsApp) September 20, 2022
Ditambah Zinchenko dan Odegaard yang mulai pulih dari cedera akan dipastikan bugar jelang laga. Skuad lengkap Arteta ini membuat kansnya untuk tetap menjaga tren kemenangan akan mudah diwujudkan.
Berbeda dengan Spurs, skuad besutan Conte ini diragukan dengan kondisi dua pemain intinya, yakni sang kiper Hugo Lloris dan Ben Davies. Keduanya ditarik di tugas internasionalnya karena cedera. Skuad inti Spurs pun banyak yang dipanggil timnas dan kondisinya mungkin akan kelelahan dibanding sebagian besar skuad Arsenal.
Hugo Lloris has withdrawn from the French national squad due to a thigh injury 🇫🇷
– @equipedefrance pic.twitter.com/S6wdUtfvDh
— The Spurs Web (@thespursweb) September 19, 2022
Secara taktik, baik Conte maupun Arteta masih tetap akan menggunakan pola yang sama. Arteta masih dengan 4-2-3-1. Dan Conte masih dengan 3-4-3. Yang berbeda mungkin kini Arsenal lengkap dan Spurs kemungkinan pincang. Namun, keduanya di musim ini sama-sama mempunyai efek kejut pembeda dari musim lalu. Arsenal kini punya Jesus dan Zinchenko, sedangkan Spurs kini punya Perisic dan Richarlison.
Secara pertandingan, “ketat dan seru” pasti akan menjadi sebuah jaminan. Persaingan mereka dalam mempertahankan peringkatnya di papan atas juga patut untuk ditunggu. Maklum, selisih mereka di papan klasemen sementara Liga Inggris hanya terpaut satu poin saja. Arsenal kini masih mengumpulkan 18 poin dari hasil 6 kali menang dan 1 kali kalah. Sedangkan Spurs masih duduk di peringkat 3 klasemen dengan poin 17, dari hasil 5 kali menang dan 2 kali seri.
How the Premier League table looks heading into the international break.👇 pic.twitter.com/4HPcnNAPeJ
— Football Daily (@footballdaily) September 18, 2022
Nah, dengan rekor tanpa kekalahan yang disandang Spurs di Liga Inggris musim ini, akan dijadikan Arteta sebagai lecutan semangat yang membara ketika bertempur nanti. Arsenal bagaimanapun selain menuntaskan dendam mereka musim lalu, kini juga sangat berambisi menjadi tim yang pertama kali mencoreng rekor tak terkalahkan milik rival abadinya itu. Lantas, apakah semua itu bisa dituntaskan Arsenal? Atau justru malah Conte yang kembali tersenyum?
Sumber Referensi : footballlondon, theguardian, planetfootball, footballlondon


