Dejan Kulusevski: Ditolak Arsenal, Jadi Bintang Di Juventus

spot_img

Pada Januari 2020 lalu, Dejan Kulisevski akhirnya resmi diperkenalkan sebagai pemain Juventus. Gelandang berusia 20 tahun itu sepakat bergabung dengan klub berjuluk Bianconeri dengan durasi empat setengah tahun lamanya, atau sampai pada 30 Juni 2024. Kulisevski yang dulunya merupakan pemain Atalanta berhasil didatangkan usai Juventus mampu membayar uang sebesar 542 miliar rupiah kepada La Dea.

Ketika itu, Kulisevski tak langsung bergabung dengan Juventus. Dia dipinjamkan terlebih dulu Parma untuk menghabiskan musim 2019/20. Barulah pada musim ini, Kulusevski bergabung dengan skuad asuhan Andrea Pirlo.

Setelah resmi dibeli Juventus dengan nilai 35 juta euro, Kulusevski menjadi pemain termahal kedua sepanjang sejarah sepak bola Swedia. Ia bahkan lebih mahal daripada Victor Lindelof kala dipinang Manchester United pada 2017 lalu. Hanya transfer Zlatan Ibrahimovic ke Barcelona pada 2009 lah yang mengungguli nilai transfer Dejan Kulusevski.

Saat itu, Zlatan didatangkan dari Inter Milan dengan mahar 47 juta euro atau sekitar 728 miliar rupiah plus Samuel Eto’o. Namun saat itu, usia Zlatan sudah menginjak 28 tahun. Sementara Dejan Kulusevski baru berusia 19 tahun kala dipinang Juventus. Maka wajar bila banyak penggemar yang menyebut Kulusevski sebagai youngster termahal Swedia.

Kisah Kulusevski sendiri dimulai di Stockholm, ketika ia lahir dari orang tua berdarah Makedonia Utara, untuk kemudian mendapat kecintaan pada sepak bola melalui saudara perempuannya, Sandra.

Ketika bakat sepak bolanya mulai terlihat, kedua orang tuanya langsung mendaftarkan Kulusevski ke sebuah akademi Brommapojkarna. Akademi tersebut begitu terkenal di Swedia dan telah menelurkan sejumlah pemain, termasuk Anders Limpar dan John Guidetti.

Di awal karirnya, Kulusevski bermain sebagai seorang bek sebelum akhirnya dia menemukan jati dirinya sebagai seorang pemain tengah. Di usia 16 tahun, dia diamati oleh pemandu bakat Atalanta, Maurizio Costanzi. Ketika itu, dia tidak hanya diminati oleh Atalanta, namun juga raksasa asal Inggris, Arsenal.

Namun ternyata, Arsenal tak benar-benar tertarik untuk datangkan Kulusevski. Kesempatan itu lalu dimanfaatkan oleh Atalanta yang berani membayar sebesar 165 ribu euro atau setara 2,5 miliar rupiah kepada Brommapojkarna untuk mengamankan jasanya.

Pada musim pertamanya di Italia, dia berhasil mencetak 17 gol dari 22 penampilan. Dia bermain untuk tim Atalanta U17. Berkat penampilan apiknya, dia sesekali tampil untuk tim primavera Atalanta. Disana, dia tampil lebih menyerang dan bermain bagus.

Musim 2018/19 menjadi yang terbaik bagi Kulusevski setelah dia sukses tampil memukau bersama tim primavera. Pemain asal Swedia ini berhasil membawa klub untuk menjuarai gelar ketiga kalinya dalam sejarah, plus dianugerahi penghargaan pemain terbaik di akhir kompetisi.

Hal itulah yang membuat pelatih utama Atalanta, Gian Piero Gasperini tertarik untuk memasukkannya ke tim utama La Dea. Dia melakoni debut senior pada awal 2019, ketika Atalanta menang dengan skor 5-0 melawan Frosinone. Namun sayang, talentanya hanya dimanfaatkan sebanyak dua kali saja oleh klub. Itupun hanya berasal dari bangku cadangan saja.

Oleh sebab itu, karena ingin terus bermain reguler, Kulusevski rela mengorbankan kesempatan tampil di Liga Champions Eropa bersama Atalanta, dengan lebih memilih untuk bergabung dengan Parma.

Dejan Kulusevski dipinjamkan ke Parma selama semusim dan memulai debutnya di laga melawan Juventus. Di laga melawan sang jawara bertahan, dia mampu tampil selama kurang lebih 60 menit. Di pertandingan berikutnya, saat Parma berhadapan dengan Udinese, Kulusevski sukses tampil memukau dengan mencatatkan sebanyak dua assist. Performanya itu lantas membuat Parma berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-1.

Sebagai seorang gelandang atau pemain yang kerap menyisir di sisi kanan lapangan, Kulusevski memang tergolong sebagai pemain dengan visi luar biasa. Dia banyak berikan assist dan menusuk lini pertahanan lawan tanpa ampun.

Belum genap melakoni 20 pertandingan bersama Parma saat itu, Kulusevski sudah mampu ciptakan tujuh assist. Kehebatannya tak hanya menyoal tentang umpan umpan ciamik yang diberikan, namun juga tentang kehebatannya ketika bisa ditempatkan di berbagai posisi, seperti sayap kanan, gelandang serang tengah, gelandang tengah, bahkan penyerang.

Lebih lanjut, Kulusevski punya kekuatan kaki yang sama-sama dominan. Maka dari itu, dia disebut sebagai pemain yang pandai memanfaatkan kesempatan dalam situasi apapun. Dua kakinya yang sama-sama kuat sukses membantunya untuk berpikir cepat.

Dengan segala atribut yang dimiliki, Kulusevski yang akhirnya bergabung dengan Juventus pada musim ini berhasil kesankan siapapun yang melihatnya. Hal itu terbukti ketika Juventus berhasil memenangkan pertandingan perdana musim ini dengan skor 3-0 melawan Sampdoria.

Dejan Kulusevski turut mencetak salah satu gol, dimana kedua lainnya dicetak oleh Leonardo Bonucci dan Cristiano Ronaldo.

Di laga perdana bersama Juventus tersebut, Dejan Kulusevski berhasil membuktikan mengapa musim lalu ia diganjar penghargaan pemain muda terbaik Serie A. Gol debutnya berseragam hitam putih lahir lewat sebuah tembakan datar melengkung yang mengarah ke pojok gawang tanpa bisa dijangkau Emil Audero. Itulah mengapa ia pantas disebut sebagai salah satu pemain yang layak disorot pada laga itu.

Di musim ini sendiri, dia kerap masuk ke dalam jajaran skuad Juventus yang tampil dalam setiap pertandingan. Ketika Cristiano Ronaldo absen karena virus menular, sang pemain muda bahkan menjadi pilihan Andrea Pirlo untuk memainkan peran di lini serang.

Dalam hal ini, kepercayaan diri, mental, serta kecepatan beradaptasi menjadi kunci Dejan Kulusevski bisa nyaman bermain dengan para skuad Juventus. Dia punya kualitas untuk mengatasi segala masalah. Maka, wajar bila sudah banyak yang mengatakan kalau pemain ini telah memenuhi kebutuhan Juventus.

Menarik dinanti seberapa jauh kiprah Dejan Kulusevski bersama Si Nyonya Tua. Akankah dia menjadi bintang di masa depan, atau hanya menjadi nama yang akan dikenang sebagai mantan pemain muda terhebat.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru