Cuan Banyak Hanya dari Akademi, Kecerdasan Bisnis Manchester City

spot_img

Yang bilang Manchester City ini hanya jago beli pemain mahal saja siapa nih? Ya, ternyata anggapan itu tak sepenuhnya benar lho. Pasalnya, dalam beberapa musim terakhir ini The Citizens getol banget mengumpulkan cuan dari penjualan pemain.

Tak hanya pemain di skuad inti mereka saja, melainkan para pemain muda mereka alias pemain dari akademi. Talenta-talenta muda The Citizens ternyata laku keras di pasar transfer.

Penjualan Pemain Akademi

Jurus mendapat cuan dari penjualan pemain akademi Manchester City sudah terkenal sejak musim 2017/18. Musim itu mereka menjual pemain seperti Jadon Sancho ke Borussia Dortmund dengan harga 8 juta pounds maupun Kelechi Iheanacho ke Leicester City dengan rekor penjualan 25 juta pounds.

Sejak itulah City ketagihan telurkan para pemain akademi berbakat untuk dijadikan cuan. Dan menariknya, masih banyak klub di luar sana yang mengantre untuk mendapatkan jasa para jebolan akademi City ini.

Jadi, tak heran siklus penjualan pemain akademi City tersebut terus berulang dari musim ke musim. Musim 2018/19 ada Brahim Diaz yang dilego ke Real Madrid dengan harga 15 juta pounds. Musim 2019/20 juga ada Douglas Luiz yang dijual ke Aston Villa 15 juta pounds. Ada pula di musim 2021/22 pemain seperti Jack Harrison dijual ke Leeds United.

Menariknya lagi nih, City juga ternyata pandai untuk menyisipkan klausul macam buyback atau klausul pembagian hasil. Misal nih, pada penjualan Sancho dari Dortmund ke MU. Ternyata City masih kecipratan cuannya walau hanya 10 juta pounds. Atau juga pemain lain seperti Romeo Lavia ketika dijual Southampton ke Chelsea. City ternyata masih dapat sekitar 5-10% dari penjualan Lavia.

Berlanjut Terus

Dikira penjualan pemain akademi City akan berhenti pasca Covid melada. Maklum, karena daya beli klub ketika itu lesu. Tapi justru kenyataannya tak begitu, yang ada malah membludak. Selain faktor harganya yang terjangkau, para pemain akademi City ini punya daya tawar dalam hal potensi jangka panjang.

Seperti apa yang terjadi di musim lalu 2022/23. Bayangkan, City bisa mengantongi cuan dari penjualan pemain akademi total hampir mencapai 50 juta pounds. Pemain yang dilepas musim lalu adalah Galvin Bazunu, Samuel Edozie, Romeo Lavia dan Juan Larios ke Southampton. Ko Itakura ke Monchengladbach. Pedro Porro ke Sporting CP. Egan Riley dan Arijanet Muric ke Burnley, maupun Darko Gyabi ke Leeds United.

Melihat nama pemain-pemain tadi, awalnya pasti banyak orang yang bertanya-tanya. Apakah pernah mereka itu main di skuad inti besutan Pep? Faktanya memang tak pernah. Pep pernah ditanya soal jarangnya menggunakan jasa pemain akademi di tim senior. Pep menjawab bahwa klub dituntut membutuhkan skuad yang siap pakai. Maklum, target klub tiap musimnya adalah meraih trofi.

Menurut Pep mempromosikan pemain muda juga harus benar-benar tepat, baik secara waktu maupun performa. Harus perlahan pula cara mengorbitkannya. Maka tak tak heran juga kalau hanya segelintir pemuda akademi yang diberikan Pep untuk mencicipi skuad senior City.

Musim 2023/24

Tak hanya musim lalu saja kebijakan penjualan pemain akademi City. Di musim ini bahkan lebih membludak lagi. Meski ya kalau melihat namanya, sama saja seperti musim lalu, jarang didengar.

Cuan City musim ini benar-benar meningkat. City meraup hampir 90 juta pounds dari hasil jual-jualin pemain akademi. Mereka yang dijual musim ini adalah James Trafford ke Burnley, Carlos Borges ke Ajax, Adedire Mabude ke klub Belgia Westerlo, Yangel Herrera ke Girona, Shea Charles ke Southampton, maupun Cole Palmer ke Chelsea.

Mungkin hanya Cole Palmer yang sering merasakan bermain di skuad senior City. Sisanya hanyalah pemain akademi yang bersinar di kelompok usia muda.

Akademi Yang Berprestasi

Meski hanya pemain di kelompok usia muda, mereka itu adalah rajanya di kompetisinya masing-masing. Misal, kelompok usia U-18. Perlu diketahui tim U-18 Manchester City ini telah merajai Liga U-18 Inggris selama tiga musim berturut-turut. Yakni dari musim 2020/21 hingga musim lalu.

Itu baru yang usia U-18. Tim U-23 mereka juga tak mau kalah superiornya. Skuad U-23 Manchester City juga telah tiga kali berturut merajai kompetisi Liga Premier 2 Inggris sejak musim 2020/21 hingga musim lalu.

Jadi, tak hanya di skuad senior besutan Pep saja yang mendominasi. Di kelompok usia muda, Manchester City ini sudah lama jadi raja yang tak bisa digusur oleh tim lain. Lalu, kenapa sih dari semua kelompok umur, City bisa sejago itu?

Kebijakan Klub

Jawabanya hanya soal kebijakan klub di bawah kepemilikan City Football Group. Sudah menjadi rahasia umum, ketika Manchester City dibeli taipan asal Uni Emirat Arab benar-benar berevolusi menjadi tim yang modern. Apalagi klub ini dipegang oleh orang yang cerdas dan ngerti dalam mengoperasikannya, seperti Ferran Soriano dan Txiki Begiristain.

Manchester City awalnya membangun proyek City Football Academy yang terletak di sebelah Tenggara Etihad Stadium dengan luas sekitar 80 hektar pada tahun 2014 silam. Akademi itu mempunyai fasilitas mewah seperti 16 lapangan sepakbola berstandar FIFA. Ada juga lapangan sepakbola yang bernama Etihad Football Academy yang berkapasitas 5 ribu penonton.

Tak hanya itu, ada juga Woodland Fitness Trail yang berfungsi mengukur daya tahan tubuh pemain akademi. Ditambah laboratorium untuk menganalisis latihan pemain akademi, hingga asrama yang bisa dikunjungi oleh orang tua pemain akademi.

Ya, City tak hanya memikirkan skuad senior dan segi prestasi saja. Melainkan semua aspek mulai dari infrastruktur dan penunjangnya. Dari situlah lahir beberapa produk pemain handal yang berprestasi. Nah kalau sudah berprestasi, maka dijual pun pasti akan mudah laku.

Para Lulusan

Banyak lulusan akademi City ini yang potensial secara performa. Namun, tak melulu juga dijual. Ada juga pemain yang potensial dipromosikan oleh Pep di tim senior. Entah itu menjadi penghangat bench, maupun merasakan manisnya debut di tim senior.

Seperti halnya Phil Foden yang hingga kini masih setia bersama City. Ia bahkan sekarang menjadi andalan Pep di tengah penuh sesaknya pemain asing yang mahal. Rico Lewis juga adalah contoh lainya selain Phil Foden.

Dan bukan tidak mungkin akan ada banyak lagi pemain yang nantinya bisa seperti mereka. Seperti pemain yang kini masih dalam masa peminjaman macam Liam Delap, Callum Doyle, Tommy Doyle, Josh Wilson Esbrand, Taylor Harwood Bellis, maupun James McAtee. Entah sih, nantinya mereka ini akan dijual lagi atau tidak. Yang jelas sekali lagi, salut deh untuk proyek bisnis Manchester City yang satu ini.

https://youtu.be/v4GnInF-WTs

Sumber Referensi : theathletic, planetfootball, manchestereveningnews, mancity.com, theathletic

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru