Chelsea vs Liverpool, Ditantang Klopp, Ujian Awal yang Berat Bagi Pochettino?

spot_img

Selamat datang Liga Inggris. Akhirnya setelah sekian lama menanti, genderang perang liga terbaik dunia ini akan resmi ditabuh. Sajian panas, penuh emosi, dan persaingan ketat tiap pekannya, kini bakal hadir memanjakan jutaan pasang mata di dunia.

Panasnya persaingan, bahkan sudah dimulai sejak pekan perdana. Laga Big Match langsung akan tersaji antara Chelsea vs Liverpool di Stamford Bridge. Laga yang bertajuk perang dua klub yang sama-sama masih dalam fase pembuktian.

Bagi Pochettino tak ada kata santai. Debutnya sudah langsung ditantang “The Normal One” Jurgen Klopp. Apakah ini adalah awal yang berat baginya?

Wajah Baru Kedua Tim

Semangat pembuktian jadi dasar kenapa laga ini akan sulit ditebak hasilnya. Karena bagaimanapun kedua tim merombak di banyak sektor. Apalagi Chelsea yang hampir sebagian besar skuadnya adalah punggawa baru.

Eksodus beberapa pilar Chelsea terdahulu, membuat Chelsea kini lebih fresh. Apalagi mereka juga ditangani pelatih baru, Mauricio Pochettino. Pemain baru seperti Levy Colwill, Nicolas Jackson, Christopher Nkunku, maupun Axel Disasi, bagaimanapun akan disiapkan jadi pilar baru The Blues musim ini.

Tak mau kalah dengan Chelsea, Liverpool musim ini pun banyak merombak beberapa sektor. Penyegaran dilakukan oleh The Reds musim ini. Hampir sama dengan Chelsea, mereka membuang banyak pemain senior terdahulu. Kini Liverpool pun diisi muka baru yang terbilang fresh dan masih muda seperti Dominic Szoboszlai maupun Alexis Mac Allister.

Selamat Datang Kembali Pochettino

Kalau Klopp mungkin sudah terbiasa menghadapi perubahan tiap musimnya di Liga Inggris. Namun tidak bagi Pochettino. Mantan pelatih Spurs itu telah lama menghilang di Liga Inggris. Baginya, menukangi Spurs dulu dengan sekarang menukangi Chelsea, adalah dua hal yang pasti berbeda.

Kedatangan kembali Poch di Liga Inggris ini patut untuk dinanti. Apakah ia masih bertaji seperti dulu mengangkat performa Spurs? Dalam konferensi persnya jelang pekan pertama, ia mengaku optimis bisa memberikan debut yang manis bagi The Blues.

Apalagi bermain di Stamford Bridge, stadion yang sudah dikenalnya. Poch juga menambahkan bahwa laga pembuka ini adalah tentang hasil. Baginya kemenangan akan menjadi mutlak bagi tim yang selalu berjuang untuk jadi juara tiap musimnya.

Hasil Pra Musim

Ditambah soal kesiapan, tampaknya Poch makin pede. Jika melihat beberapa laga tur pramusimnya, The Blues belum pernah kalah. Serdadu baru The Blues ini menang 5-0 lawan Wrexham, menang 4-3 atas Brighton, seri 1-1 melawan Newcastle, menang lagi melawan Fulham 2-0, dan terakhir bermain seri melawan Dortmund 1-1.

Lain lagi bagi Liverpool. Di laga pramusim, pasukan Klopp ini masih banyak evaluasi. Terutama lini belakang. Bagaimana bisa menghadapi klub selevel Greuther Furth kebobolan 4 gol, Karlsruher 2 gol, dan terakhir Darmstadt 1 gol? Belum lagi ketika kalah 4-3 dari Bayern Munchen.

Head To Head Kedua Tim

Tapi kalau melihat head to head-nya kedua tim sering berakhir dengan skor imbang. Lihat saja pada enam pertemuan terakhir kedua klub di semua kompetisi. Tak ada yang bisa menang.

Bahkan kalau dilihat lagi dari empat laga terakhir di semua kompetisi, selalu berakhir dengan skor kacamata dalam 90 menit. Terakhir kali laga ini ada pemenangnya adalah di bulan Maret 2021. Kala itu Chelsea menang di Anfield 1-0.

Tapi bagaimana kalau laga ini dihelat di Stamford Bridge? Chelsea ternyata sering kalah dari Liverpool. Terakhir Chelsea menderita kekalahan dari Liverpool itu ya di Stamford Bridge. Yakni pada Liga Inggris bulan September 2020 dengan skor 0-2. Sebelumnya di bulan September 2019, Chelsea juga takluk di Stamford Bridge 1-2 oleh Liverpool.

Klopp vs Pochettino

Tapi kalau dilihat dari segi head to head kedua pelatih yakni Klopp vs Pochettino, berbeda lagi hasilnya. Adu kuat dua pelatih jenius ini bagaimanapun akan menjadi bumbu di laga nanti. Mereka berdua sudah saling kenal. Menurut Transfermarkt, mereka tercatat pernah berduel selama 11 kali.

Hasilnya tidak terlalu menggembirakan bagi Pochettino. Ia enam kali kalah, empat kali seri, dan hanya sekali menang. Bahkan satu kekalahan menyakitkan yang tak akan dilupa dalam benak Pochettino adalah di Final Liga Champions 2018/19. Kala itu Poch menyerah 2-0. Kemenangan Pochettino satu-satunya melawan Klopp itu diraih sudah lama. Yakni kala Spurs mencukur Liverpool 4-1 di Liga Inggris 22 Oktober 2017.

Adu Strategi

Secara duel taktik, Pochettino nampaknya tetap akan menerapkan format 4-2-3-1 yang sering dicoba di laga pramusim. Racikan Pochettino ini adalah kekuatan baru bagi Chelsea musim ini. Pola ini mengandalkan sirkulasi bola cepat, serta kecepatan melakukan pressing dari para pemain-pemainnya.

Nah, sistem baru Chelsea ini akan diuji langsung oleh jagonya pressing, Jurgen Klopp. Klopp akan melawan racikan Pochettino itu dengan formula yang mungkin belum banyak berubah dari musim lalu 4-3-3. Meski dalam penerapanya di lapangan sering berubah menjadi 3-2-4-1.

Sistem baru Liverpool itu mungkin akan lebih banyak dicoba oleh Klopp musim ini. Dimana Alexander Arnold akan lebih banyak menjadi Inverted Full Back menemani Szoboszlai dan Mac Allister.

Pemain yang patut diwaspadai Klopp dari Chelsea nanti adalah Nicolas Jackson. Striker baru Chelsea yang digadang-gadang sebagai “The New Drogba” ini sempat memukau di pramusim. Jadi, bek Liverpool harus lebih sigap mengawalnya.

Sedangkan bagi bek Chelsea, terutama bek sayapnya harus waspada terhadap serangan-serangan cepat dari para penyerang sayap Liverpool. Karena takutnya, bek sayap Chelsea yang sering rajin naik membantu serangan seperti James dan Chilwell, sering telat turun.

Kondisi Terkini Kedua Tim

Melihat situasi dan kondisi jelang laga. Nampaknya Chelsea sedikit dirugikan. Pasalnya mereka dipastikan akan kehilangan rekrutan terbarunya yang sempat gacor di pramusim, Nkunku. Nkunku absen karena cedera di pramusim. Poch harus memutar otak dengan kehilangan pilarnya itu.

Sedangkan di Liverpool, skuad yang akan jadi starter Klopp semuanya dalam keadaan fit. Paling tidak dengan kondisi terkini seperti ini, Liverpool harusnya bisa memanfaatkannya.

Start Yang Positif Dibutuhkan

Bagaimanapun, di laga ini kedua tim butuh pembuktian serta hasil yang positif. Karena start yang positif di laga pembuka, bisa mempengaruhi jalan kedua tim berikutnya. Jangan seperti musim lalu, kedua tim punya masalah yang sama di beberapa laga awal.

Chelsea misal, sudah kalah atas Leeds dan Soton di lima laga awal. Hasilnya Chelsea benar-benar keteteran di sepanjang musim. Liverpool juga sama, imbang dua kali dan kalah sekali di tiga laga pembuka musim lalu. Akhirnya juga sama, mental berjuang mereka inkonsisten di sepanjang musim.

Kini mereka akan sama-sama mengawali musim ini demi tujuan bangkit dari keterpurukan di musim lalu. Apakah Pochettino berhasil membawa Chelsea yang baru ini ke arah yang lebih baik? Ataukah justru evaluasi Klopp di musim lalu yang berhasil? Jadi, jagoin mana nih Football Lovers, Chelsea atau Liverpool?

Sumber Referensi : aisscore, football.london, postsen.com, chelseafc, mirror, anfieldwatch

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru