Tatkala Erik ten Hag ditunjuk sebagai pelatih Manchester United tidak ada harapan tinggi di pundaknya. Ten Hag ditunjuk ketika keadaan tim semrawut. Maka membetulkan mesin yang rusak parah dan menjadikannya kembali berderu sudah cukup.
Syukur-syukur bisa mengantarkan Manchester United kembali ke Liga Champions. Namun, harapan yang kadung tidak tinggi itu, justru dijawab Ten Hag dengan prestasi yang cukup melebihi harapan publik Old Trafford. Belum genap semusim, Ten Hag berhasil antarkan MU berbuka puasa gelar.
Ini lebih cepat dari dugaan awal. Jurgen Klopp saja butuh tiga musim untuk memberi trofi ke Liverpool. Ten Hag juga masih terbuka mengantarkan trofi-trofi lainnya untuk Manchester United. Salah satunya Europa League.
Daftar Isi
Lolos ke Perempat Final
Ten Hag sukses membawa MU ke perempat final Europa League. Meski bukan sebuah kejutan, tapi itu menjadi istimewa karena ia yang melakukannya hanya dalam waktu beberapa bulan setelah ditunjuk. The Red Devil menang mudah di babak 16 besar atas Real Betis.
Betis bukan ujian terberat, karena saat drawing memutuskan MU harus melawan Betis di 16 besar, kepastiannya cuma satu: menang. Namun, langkah untuk ke sana itulah yang terjal.
Menghadapi Barcelona yang juga sedang membentuk kembali tim, bukan perkara gampang. Namun, setelah imbang di leg pertama, pasukan Xavi terlena sehingga harus menelan kekalahan 2-1. Sisanya, kita tak perlu membahasnya panjang lebar.
Manchester United win a titanic tussle between the two fallen giants ✅
— BBC Sport (@BBCSport) February 23, 2023
Barcelona are OUT of European competition❌#BBCFootball #UEL #MUNBAR pic.twitter.com/Rh7zG9UnXd
United bertemu tim yang secara level jauh banget. Omonia dan Sheriff Tiraspol bukan musuh sepadan. Benar, Sheriff pernah mengalahkan Real Madrid, tapi itu musim lalu. Ia tidak lagi berada di level yang sama musim ini.
Sampai sejauh ini, satu-satunya kekalahan United di Liga Eropa adalah di tangan Real Sociedad. Itu pun kekalahan yang boleh dibilang khilaf saja.
Perjalanan United di Europa League
Ini adalah keempat kalinya Manchester United lolos ke perempat final Liga Eropa. Dari empat kali menuju perempat final, United melanjutkan langkahnya sampai ke final dua kali.
Today May 24, 2017, Manchester United has won the UEFA Europa League pic.twitter.com/UIOO8m9B1e
— Internet Explorer (@sagaba__) August 11, 2022
Pertama, pada musim 2016/17 yang berakhir kebahagiaan. Ketika itu, Manchester United besutan Jose Mourinho mengalahkan Ajax di final. Lalu yang kedua terjadi pada musim 2020/21. MU yang dilatih Ole Gunnar Solskjaer harus menghadapi sang pawang kompetisi itu, Unai Emery.
Manchester United nyaris menang. Tetapi mentalitas Villarreal membara. Berkat sentuhan magis Good Ebening, Kapal Selam Kuning lah yang kampiun. Musim ini United mendapat kesempatan untuk kembali lagi ke final dan memenangkannya.
Kalau itu terjadi, Ten Hag mewujudkan harapan untuk kembali ke Liga Champions. Sebab berlaga di Liga Champions dengan status juara Liga Eropa punya derajat yang sedikit lebih tinggi daripada hanya finis di empat besar liga. Tapi seberapa besar peluang MU bisa sampai ke tahap itu?
Kekuatan dan Kelemahan Manchester United
Ada kelemahan-kelemahan yang bisa menghambat Manchester United untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Salah satu yang paling kentara adalah soal kedalaman skuad. MU tim yang bagus, kita semua mengakui itu.
Namun, Manchester United musim ini tak memiliki kedalaman skuad yang baik. Meskipun ada beberapa pemain yang bisa mengisi pos yang kosong. Tapi kalau ada satu pemain dari sistem Ten Hag tidak bisa bermain, bisa jadi menimbulkan masalah.
Manchester United with and without Casemiro this season…🔴 pic.twitter.com/VRpfo3QnuU
— Sky Sports Premier League (@SkySportsPL) March 13, 2023
Manchester United beberapa kali sulit ketika Casemiro tidak bermain. Begitu pula ketika kehilangan Eriksen. Walaupun masih ada Fred, Scott McTominay, dan Marcel Sabitzer. Di lini belakang, Ten Hag bisa saja merotasi pemainnya. Namun sama saja, akan jadi masalah jika salah satu yang biasa dipakai tidak dapat bermain.
Di lini depan, meskipun sudah ada Wout Weghorst, tapi keran gol United tak dapat dipungkiri masih bertumpu pada Marcus Rashford. Kalau Rashford cedera, bisa cilaka 12. Titik lemah inilah yang bisa jadi hambatan. Apalagi MU juga sedang bertarung di Piala FA. Ten Hag harus bisa menambal kelemahan itu.
Marcus Rashford becomes the youngest Manchester United player to score 25 goals in European competition 🫡 pic.twitter.com/ixfGecRceX
— B/R Football (@brfootball) March 16, 2023
Soal kekuatan, Manchester United sedang dalam kepercayaan diri yang tinggi. Walaupun digiling Liverpool, tapi United masih bisa bangkit. Setan Merah bahkan belum lama ini mengalahkan Fulham di perempat final Piala FA.
Taktik Ten Hag
Manchester United yang sedang dalam kepercayaan diri akan ditopang dengan strategi jitu yang diterapkan Ten Hag. Bapak-bapak botak yang satu ini datang dengan reputasi gaya permainan penguasaan bola. Akan tetapi, gaya itu gagal diterapkan di Manchester United.
Stok pemain yang ada tidak memungkinkan Ten Hag untuk mengimplementasikan taktiknya. Maka ia pun beradaptasi dengan mencoba skema pragmatis. Skema pragmatis ini terbukti tepat bagi United. Di Inggris, dengan cara itu United bisa merangsek ke empat besar.
Man Utd 2-1 Barcelona – 23rd February 2023🗓️
— Man United World (@ManUnitedWorld1) February 23, 2023
Best night of the season. Changed it up when things needed changing and we deservedly knock Barca out. Absolutely deserved that win, 2 brilliant goals sealing it. Man to man, every player brilliant. Erik Ten Hag magic. Onto Wembley. pic.twitter.com/ctEHxYIHlt
Sementara, cara yang sama juga mengantarkan Setan Merah ke perempat final Liga Eropa. Salah satu kelemahan United di era sebelum Ten Hag adalah ketidakmampuan untuk mendobrak lawan dengan blok rendah. Ten Hag pun coba mencegah lawan melakukan itu.
Para pengamat menyebut, Ten Hag menerapkan man-to-man di lini tengah. Pendekatan semacam itu terbukti efektif, salah satunya ketika mengalahkan Barcelona. Ten Hag juga menerapkan tekanan kolektif. Cara itu bukan hanya ampuh meredam serangan lawan, tapi juga sanggup melakukan serangan balik fantastis.
Dengan metode itu, produktivitas MU dalam penguasaan bola di sepertiga akhir juga meningkat. Fbref menyebut jumlahnya 32,94%. Itu jauh lebih banyak dari musim lalu yang hanya 29,7% dan musim 2020/21 sebesar 28,68%. Kesaktian jurus ini bisa dilihat saat Marcus Rashford mencetak gol ke gawang Barcelona.
Kembali Hadapi Tim Spanyol
Selepas melewati hadangan Real Betis, Manchester United harus bertemu Sevilla yang konon pawangnya Liga Eropa. Ini adalah untuk ketiga kalinya secara beruntun United bertemu wakil Spanyol. Jika dengan fase grup, berarti pasukan Ten Hag sudah bertemu empat wakil Spanyol.
Sebelum ditukangi Erik ten Hag, MU selalu kalah dari tim Spanyol. Namun catatan buruk itu sudah dipatahkan. Sebab di tangan Ten Hag, MU tak usah khawatir ketika melawan tim Spanyol, karena sejauh ini baru kalah dari Real Sociedad.
Perjalanan apik menghadapi tim Spanyol bersama Erik ten Hag adalah tabungan sebelum bersua Sevilla. Los Palanganas bukan musuh yang mudah, tentu saja. United belum pernah menang sekali pun. Dari tiga pertemuan, MU kalah dua kali dari Sevilla.
Manchester United’s record against Sevilla:
— BabaIjebu (@playbabaijebu) March 17, 2023
🚫 0-0 (UCL)
❌ 1-2 (UCL)
❌ 1-2 (UEL)
A daunting tie for Erik ten Hag. 😬#UEL pic.twitter.com/VNj3Sawx5s
Peluang Manchester United
Sevilla boleh menyebut dirinya raja Liga Eropa. Boleh pula jumawa karena belum pernah kalah dari Manchester United. Tapi melihat performa mereka musim ini, MU jelas lebih berpeluang.
Jorge Sampaoli yang gagal di Argentina masih menemui kesulitan dalam melatih Sevilla. Los Palanganas adalah tim lungsuran dari UCL. Sevilla juga belum lama ini kalah dari Getafe dan masih tertahan di peringkat 14 La Liga.
⚽ Sevilla’yı da boş geçmedi #EnesÜnal 🇹🇷
— Fanatik (@fanatikcomtr) March 19, 2023
🏟 Getafe 2-0 Sevilla pic.twitter.com/HRcRmRGair
Untuk menang dari Sevilla bukanlah sebuah keniscayaan. Tapi setelahnya yang menjadi sulit. Kalau lolos ke semifinal, antara Juventus atau Sporting menanti. Juve juga sedang naik daun, sedangkan Sporting mengalahkan calon kuat juara Liga Inggris.
Terlepas dari itu, peluang United menjuarai Europa League sangat tinggi. Teknologi super komputer dari Betting Expert menaruh MU sebagai tim kedua yang paling berpeluang menjuarai Liga Eropa. Persentase probabilitasnya 20,8%.
Tapi hitung-hitungan probabilitas itu tak bisa menjadi patokan. Arsenal yang ditempatkan sebagai tim paling berpeluang juara Europa League saja, sudah lebih dulu tersingkir di babak 16 besar. Oleh karena itu, saran saja, supaya semuanya dilancarkan, fans MU harus mulai berencana untuk memperbanyak tirakat.
Sumber: Telegraph, MEN, UEFA, CoachesVoice, TheBusyBabe, SportingNews, ManUtd, 90Min


