Bila Pemain-Pemain Ini Dipanggil, Prancis Mungkin Masih Bertahan di Euro 2020

spot_img

Diluar dugaan, tim unggulan sekaligus favorit juara Prancis tersingkir di awal babak gugur Euro 2020. Les Blues kandas adu penalti dari Swiss di babak 16 besar setelah imbang 3-3 hingga 2 kali perpanjangan waktu.

Di babak adu tos-tosan, kiper Yann Sommer jadi pahlawan Swiss setelah sukses menepis eksekusi penendang kelima Les Blues yang diambil oleh Kylian Mbappe. Sebuah hasil mengejutkan bagi sang juara Piala Dunia 2018. Selain begitu difavoritkan, Prancis juga begitu diunggulkan.

Skuad timnas Prancis di Euro 2020 masih banyak dihuni alumni Piala Dunia 2018. Menurut catatan transfermarkt, nilai skuad pilihan Didier Deschamps mencapai 1,03 miliar euro. Nilai tersebut hanya kalah dari timnas Inggris. Nilai yang mahal itu saja tak seluruhnya berasal dari para pemain terbaik Prancis.

Banyak pemain top yang tak dipanggil Didier Deschamps. Tadinya, keputusan tersebut bisa dipahami mengingat tak semua bakat terbaik bisa ditampung dalam skuad yang dibatasi hanya 26 pemain. Namun, saat Euro bergulir, kekhawatiran dan masalah mulai timbul, mulai dari pemain yang cedera hingga kurang berkontribusi saat dipercaya turun.

Berikut ini adalah beberapa pemain Prancis yang ditinggal di Euro 2020. Mereka sebetulnya punya catatan impresif musim lalu dan bakat serta talentanya sangat diakui dunia, tetapi Didider Deschamps tak membawanya di Euro tahun ini.

 

Theo Hernandez

Salah satu posisi yang paling buruk dalam starting lineup Prancis di Piala Eropa tahun ini adalah bek kiri. Masalahnya, 2 bek kiri pilihan Deschamps di Euro 2020 performanya tak bisa dibilang bagus. Lucas Hernandez justru mengalami cedera di laga melawan Portugal dan absen saat melawan Swiss. Deschamps masih punya Lucas Digne yang secara mengejutkan lebih dipilih ketimbang Theo Hernandez.

Theo Hernandez adalah bek kiri milik AC Milan. Adik Lucas Hernandez itu bahkan sama sekali tak dilirik Didier Deschamps. Padahal, Theo berhasil mencetak 8 gol dan 8 asis dari 45 penampilannya musim lalu.

Ironisnya, Digne yang lebih dipilih ketimbang Theo ternyata tak bisa dimainkan di laga vs Swiss. Ia diketahui juga mengalami masalah otot di laga melawan Portugal. Alhasil, Deschamps secara tiba-tiba mengubah formasinya menjadi 3 bek + 2 wingback.

Keputusan kontroversial dibuat tatkala pemain yang diposisikan di wingback kiri justru Adrien Rabiot yang sebelumnya belum pernah bermain di posisi tersebut. Padahal ia punya Leo Dubois di bangku cadangan. Ia merupakan bek serba bisa yang bisa bermain di kedua sisi.

Alhasil, di laga versus Swiss, 1 dari 3 gol mereka tercipta dari umpan lambung yang dilepaskan dari sisi kiri pertahanan Prancis. Memang, secara kualitas defensif, Lucas dan Digne lebih baik dari Theo. Namun melihat performa keduanya dibanding performa Theo musim lalu, sungguh rugi meninggalkan pemain sekelas Theo Hernandez di Euro 2020.

Apalagi bila Prancis bermain dengan 2 wingback. Menempatkan Theo di posisi wingback kiri bakal menciptakan keuntungan, khususnya dalam membantu serangan. Theo sudah memperlihatkan kemampuan itu selama berbaju rossoneri. Bila saja Theo dibawa, mungkin masalah di sisi kiri pertahanan Prancis tak akan separah ini dan mereka bisa meredam permainan Swiss.

 

Dayot Upamecano dan Aymeric Laporte

Pertahanan juga secara tiba-tiba jadi masalah kronis dalam skuad Prancis di Piala Eropa, khususnya ketika mereka berjumpa dengan Swiss yang notabene kualitasnya sedikit di bawah mereka. Dalam 5 pertemuan terakhir saja, Swiss selalu kesulitan menang atas Prancis.

Deschamps memang terkesan terpaksa memakai formasi 3 bek. Namun pilihan starternya di posisi tersebut patut dikritisi. Sebab, trio bek Prancis yang dimainkan melawan Swiss tak tampil begitu solid.

Untuk mendampingi Raphael Varane dan Presnel Kimpembe, Deschamps memilih Clement Lenglet yang ia tempatkan di tengah. Pilihan itu terbukti blunder. Bek Barcelona itu kalah duel udara dengan bomber Swiss, Haris Seferovic. Bahkan, Lenglet terlihat tak begitu banyak berbuat dan hanya menyaksikan Seferovic menyundul bola saat terjadinya gol pertama Swiss.

Di saat seperti itu, sangat disayangkan Deschamps tak membawa 2 bek tangguh yang jauh lebih mampu mengimbangi Varane dan Kimpembe. Mereka adalah Dayot Upamecano dan Aymeric Laporte. Tersingkirnya nama Upamecano jadi kejutan yang dibuat Deschamps.

Bek baru Bayern Munich itu tampil sangat kokoh musim lalu. Banyak pengamat yang memprediksi kalau Upamecano bakal menciptakan tembok kokoh bersama Varane. Namun yang terjadi, bek 22 tahun itu justru tersingkir ke tim U-21.

Lain halnya dengan Aymeric Laporte. Seperti yang kita ketahui, sejak cedera parah jelang Euro 2016, Laporte tak pernah mendapat panggilan ke timnas senior Prancis. Deschamps benar-benar meninggalkan bek berharga 65 juta euro itu.

Imbasnya, di detik-detik terakhir pengumuman skuad Euro 2020, Laporte diberi kewarganegaraan oleh Spanyol. Ia akhirnya memilih tampil bagi timnas Spanyol di Euro 2020. Bek Manchester City itu selalu tampil bagi La Furia Roja dan sudah menyumbang 1 gol.

Bila menilik performa para bek Les Blues ketika meladeni permainan Swiss, rasanya Upamecano dan Laporte lebih layak menghuni timnas Prancis. Apalagi, baik Varane, Lenglet, maupun Kimpembe tak fasih bermain dalam skema 3 bek. Sementara Laporte dan Upamecano sudah sering melakukannya bersama Manchester City dan RB Leipzig. Deschamps sejatinya punya Kurt Zouma yang handal bermain dengan formasi 3 bek, tetapi Deschamps sama sekali tak memainkan bek Chelsea itu.

 

Alexandre Lacazette

Satu lagi posisi yang bermain buruk bagi timnas Prancis adalah winger. Ousmane Dembele mengalami cedera, begitu juga dengan Thomas Lemar. Sementara Kingsley Coman diberitakan L’Equipe menolak ditarik keluar saat tampil dalam keadaan cedera melawan Swiss sebelum akhirnya digantikan Marcus Thuram di babak extra time.

Penampilan winger Prancis di Piala Eropa tahun ini sangat jauh bila dibanding dengan penampilan menawan mereka di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Sangat disayangkan Deschamps justru meninggalkan seorang winger berbakat sekelas Alexandre Lacazette.

Musim lalu, Lacazette yang juga bisa bermain sebagai striker lebih banyak bermain sebagai winger di Arsenal. Lacazette sukses mencetak 17 gol dan 3 asis dari 43 penampilan musim lalu. Deschamps malah membawa Dembele dan Coman yang rawan cedera.

Lagi-lagi, karena masalah cedera tersebut, Corentin Tolisso dipaksa bermain sebagai winger di laga melawan Portugal. Praktis, Prancis hanya bisa mengandalkan kecepatan seorang Kylian Mbappe. Selain Lacazette, Ia juga meninggalkan Nabil Fekir yang musim lalu menyumbang 5 gol dan 6 asis bagi Real Betis. Bila saja Deschamps membuka pintu bagi mereka, hasil berbeda sangat mungkin diraih.

Itulah beberapa pemain bintang yang seharusnya bisa tampil bagi Prancis di Euro 2020. Selain mereka, Les Blues masih punya pemain muda berbakat seperti Eduardo Camavinga dan Houssem Aouar. Sangat disayangkan keduanya kalah saing dari Corentin Tolisso yang musim lalu lebih banyak absen karena cedera.

Belum lagi kehadiran Moussa Sissoko yang sangat kurang kontribusinya. Padahal, Sissoko menyingkirkan rekan satu timnya, Tanguy Ndombele yang menjalami musim yang sangat bagus bersama Tottenham Hotspur.

Ego Merusak Skuad Prancis di Euro 2020

Terakhir, masalah utama timnas Prancis di Euro 2020 bukanlah sekadar performa pemain yang wajib dikritisi. Lebih dari itu, skuad timnas Prancis di yang memiliki rataan usia 27,9 tahun berisi terlalu banyak pemain berego tinggi.

Banyaknya pemain-pemain muda penuh talenta yang tengah menjelma menjadi bintang memang memberi kekuatan. Namun bila tak bisa ditangani dengan baik, hal itu justru jadi senjata makan tuan.

Seperti yang diberitakan banyak media, terjadi kekisruhan dalam skuad Prancis di Euro 2020, utamanya pasca mereka kalah dari Swiss. Beberapa pemain saling menyalahkan satu sama lain.

Seperti yang diberitakan Get France Football News, Rabiot dan Pogba terlihat saling menghina. Rabiot tak senang dengan upaya bertahan yang dilakukan Pogba. Begitu juga Varane yang cekcok dengan Pavard. Pavard kemudian juga menyalahkan Pogba yang dianggap tidak melakukan apapun saat bertahan.

Inilah pentingnya memilah pemain untuk sebuah turnamen besar. Kadang kala, kualitas semata tak bisa dijadikan acuan. Mengisi seluruh skuad dengan pemain bintang justru berimbas buruk kepada skuad Prancis. Apalagi mayoritas dari mereka adalah andalan di klubnya yang otomatis membuat mereka sudah terlalu sering dimainkan.

Inilah salah satu penyebab mudahnya pemain Les Blues di Euro 2020 mengalami cedera. Fisik dan mental mereka sudah terlalu lelah. Bila sebelumnya Deschamps mau membuka pintu bagi para pemain yang tak ia panggil, Prancis mungkin masih bertahan di Euro 2020.

Ini akan jadi pelajaran berhaga bagi Didier Deschamps dalam memilih pemain untuk turnamen selanjutnya. Ia sejatinya punya segala daya untuk memenangkan Euro 2020. Sayang, ia telah gagal memanfaatkan banyaknya pemain potensial yang dimiliki Prancis saat ini.

***
Sumber Referensi: Givemesport, The Sun, The Guardian, Getfootballnewsfrance

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru