Diluar dugaan, tim unggulan sekaligus favorit juara Prancis tersingkir di awal babak gugur Euro 2020. Les Blues kandas adu penalti dari Swiss di babak 16 besar setelah imbang 3-3 hingga 2 kali perpanjangan waktu.
Di babak adu tos-tosan, kiper Yann Sommer jadi pahlawan Swiss setelah sukses menepis eksekusi penendang kelima Les Blues yang diambil oleh Kylian Mbappe. Sebuah hasil mengejutkan bagi sang juara Piala Dunia 2018. Selain begitu difavoritkan, Prancis juga begitu diunggulkan.
Yann Sommer’s penalty record with Switzerland:
7 penalties
4 saved
❌ Mbappe
❌ Ramos
❌ Ramos
❌ Ruiz
𝐏𝐄𝐍𝐀𝐋𝐓𝐘 𝐊𝐈𝐋𝐋𝐄𝐑 pic.twitter.com/zMuPlPD3Bv— 𝗙𝗼𝗼𝘁𝗯𝗮𝗹𝗹𝗦𝘄𝗶𝘀𝘀 – Craig King (@FootballSwissEN) June 29, 2021
Skuad timnas Prancis di Euro 2020 masih banyak dihuni alumni Piala Dunia 2018. Menurut catatan transfermarkt, nilai skuad pilihan Didier Deschamps mencapai 1,03 miliar euro. Nilai tersebut hanya kalah dari timnas Inggris. Nilai yang mahal itu saja tak seluruhnya berasal dari para pemain terbaik Prancis.
Banyak pemain top yang tak dipanggil Didier Deschamps. Tadinya, keputusan tersebut bisa dipahami mengingat tak semua bakat terbaik bisa ditampung dalam skuad yang dibatasi hanya 26 pemain. Namun, saat Euro bergulir, kekhawatiran dan masalah mulai timbul, mulai dari pemain yang cedera hingga kurang berkontribusi saat dipercaya turun.
Berikut ini adalah beberapa pemain Prancis yang ditinggal di Euro 2020. Mereka sebetulnya punya catatan impresif musim lalu dan bakat serta talentanya sangat diakui dunia, tetapi Didider Deschamps tak membawanya di Euro tahun ini.
Daftar Isi
Theo Hernandez
Salah satu posisi yang paling buruk dalam starting lineup Prancis di Piala Eropa tahun ini adalah bek kiri. Masalahnya, 2 bek kiri pilihan Deschamps di Euro 2020 performanya tak bisa dibilang bagus. Lucas Hernandez justru mengalami cedera di laga melawan Portugal dan absen saat melawan Swiss. Deschamps masih punya Lucas Digne yang secara mengejutkan lebih dipilih ketimbang Theo Hernandez.
Lucas Hernández absolutely wanted to play against Switzerland, but Didier Deschamps and the medical staff didn’t want to risk the player’s health and career, having in mind the case of Samuel Umtiti in 2018 [@lequipe] pic.twitter.com/lfw90hn3On
— Bayern & Germany (@iMiaSanMia) June 30, 2021
Theo Hernandez adalah bek kiri milik AC Milan. Adik Lucas Hernandez itu bahkan sama sekali tak dilirik Didier Deschamps. Padahal, Theo berhasil mencetak 8 gol dan 8 asis dari 45 penampilannya musim lalu.
Ironisnya, Digne yang lebih dipilih ketimbang Theo ternyata tak bisa dimainkan di laga vs Swiss. Ia diketahui juga mengalami masalah otot di laga melawan Portugal. Alhasil, Deschamps secara tiba-tiba mengubah formasinya menjadi 3 bek + 2 wingback.
France boss Didier Deschamps confirms Lucas Digne suffered a muscle injury during their #Euro2020 match against Portugal.
“The most worrying is Lucas Digne. He has a muscle injury, he felt a pull behind his thigh. It will be very complicated (for the rest of the Euro).” #FRA pic.twitter.com/4OAIzEPCit
— SBOTOP (@sbotopofcl) June 24, 2021
Keputusan kontroversial dibuat tatkala pemain yang diposisikan di wingback kiri justru Adrien Rabiot yang sebelumnya belum pernah bermain di posisi tersebut. Padahal ia punya Leo Dubois di bangku cadangan. Ia merupakan bek serba bisa yang bisa bermain di kedua sisi.
Alhasil, di laga versus Swiss, 1 dari 3 gol mereka tercipta dari umpan lambung yang dilepaskan dari sisi kiri pertahanan Prancis. Memang, secara kualitas defensif, Lucas dan Digne lebih baik dari Theo. Namun melihat performa keduanya dibanding performa Theo musim lalu, sungguh rugi meninggalkan pemain sekelas Theo Hernandez di Euro 2020.
.@TheoHernandez ranking among Serie A defenders in 2020-21:
➤ 7 goals (1st)
➤ 73 successful dribbles (1st)
➤ 105 forward runs (1st)
➤ 145 forwards runs in the opposition’s last 30 meters (1st)⚡️🔴⚫️ pic.twitter.com/xVx1MBSxkh
— MilanData📊 (@acmilandata) May 28, 2021
Apalagi bila Prancis bermain dengan 2 wingback. Menempatkan Theo di posisi wingback kiri bakal menciptakan keuntungan, khususnya dalam membantu serangan. Theo sudah memperlihatkan kemampuan itu selama berbaju rossoneri. Bila saja Theo dibawa, mungkin masalah di sisi kiri pertahanan Prancis tak akan separah ini dan mereka bisa meredam permainan Swiss.
Dayot Upamecano dan Aymeric Laporte
Pertahanan juga secara tiba-tiba jadi masalah kronis dalam skuad Prancis di Piala Eropa, khususnya ketika mereka berjumpa dengan Swiss yang notabene kualitasnya sedikit di bawah mereka. Dalam 5 pertemuan terakhir saja, Swiss selalu kesulitan menang atas Prancis.
Deschamps memang terkesan terpaksa memakai formasi 3 bek. Namun pilihan starternya di posisi tersebut patut dikritisi. Sebab, trio bek Prancis yang dimainkan melawan Swiss tak tampil begitu solid.
😬 Clement Lenglet was the only player in Europe’s top 5 leagues last season to be sent off, score an own goal, make an error leading to an opposition goal and concede a penalty
🤔 Probably not the player to bring in to your side for the knockout stage of #EURO2020 pic.twitter.com/1JReFy9y2E
— WhoScored.com (@WhoScored) June 28, 2021
Untuk mendampingi Raphael Varane dan Presnel Kimpembe, Deschamps memilih Clement Lenglet yang ia tempatkan di tengah. Pilihan itu terbukti blunder. Bek Barcelona itu kalah duel udara dengan bomber Swiss, Haris Seferovic. Bahkan, Lenglet terlihat tak begitu banyak berbuat dan hanya menyaksikan Seferovic menyundul bola saat terjadinya gol pertama Swiss.
Di saat seperti itu, sangat disayangkan Deschamps tak membawa 2 bek tangguh yang jauh lebih mampu mengimbangi Varane dan Kimpembe. Mereka adalah Dayot Upamecano dan Aymeric Laporte. Tersingkirnya nama Upamecano jadi kejutan yang dibuat Deschamps.
🎙Dayot Upamecano 🇫🇷 on not making the French squad: “Yes it’s a disappointment, but now I’m focusing on the goals with the U21s. There’s no point in complaining about what we don’t have.” [@topofthefoot] #FCBayern #EURO2020 pic.twitter.com/g9Us1i82Qn
— RouteOneFootball (@Route1futbol) May 26, 2021
Bek baru Bayern Munich itu tampil sangat kokoh musim lalu. Banyak pengamat yang memprediksi kalau Upamecano bakal menciptakan tembok kokoh bersama Varane. Namun yang terjadi, bek 22 tahun itu justru tersingkir ke tim U-21.
Lain halnya dengan Aymeric Laporte. Seperti yang kita ketahui, sejak cedera parah jelang Euro 2016, Laporte tak pernah mendapat panggilan ke timnas senior Prancis. Deschamps benar-benar meninggalkan bek berharga 65 juta euro itu.
Aymeric Laporte:
May 24: Named to Spain’s #EURO2020 squad after switching from France to Spain
June 4: Makes Spain debut
June 23: Scores first Spain goal pic.twitter.com/YZD5BDh7kQ
— B/R Football (@brfootball) June 23, 2021
Imbasnya, di detik-detik terakhir pengumuman skuad Euro 2020, Laporte diberi kewarganegaraan oleh Spanyol. Ia akhirnya memilih tampil bagi timnas Spanyol di Euro 2020. Bek Manchester City itu selalu tampil bagi La Furia Roja dan sudah menyumbang 1 gol.
Bila menilik performa para bek Les Blues ketika meladeni permainan Swiss, rasanya Upamecano dan Laporte lebih layak menghuni timnas Prancis. Apalagi, baik Varane, Lenglet, maupun Kimpembe tak fasih bermain dalam skema 3 bek. Sementara Laporte dan Upamecano sudah sering melakukannya bersama Manchester City dan RB Leipzig. Deschamps sejatinya punya Kurt Zouma yang handal bermain dengan formasi 3 bek, tetapi Deschamps sama sekali tak memainkan bek Chelsea itu.
Alexandre Lacazette
Satu lagi posisi yang bermain buruk bagi timnas Prancis adalah winger. Ousmane Dembele mengalami cedera, begitu juga dengan Thomas Lemar. Sementara Kingsley Coman diberitakan L’Equipe menolak ditarik keluar saat tampil dalam keadaan cedera melawan Swiss sebelum akhirnya digantikan Marcus Thuram di babak extra time.
Kingsley Coman refused to come off against Switzerland and had a heated argument with Didier Deschamps because he felt like he had something to prove and wanted to change his public image of an injury prone player [@lequipe] pic.twitter.com/zsnDny223l
— Bayern & Germany (@iMiaSanMia) June 30, 2021
Penampilan winger Prancis di Piala Eropa tahun ini sangat jauh bila dibanding dengan penampilan menawan mereka di Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Sangat disayangkan Deschamps justru meninggalkan seorang winger berbakat sekelas Alexandre Lacazette.
1️⃣2️⃣ Premier League goals for Alexandre Lacazette this season#SHUARS pic.twitter.com/dOHYuDVNXJ
— Goal (@goal) April 11, 2021
Musim lalu, Lacazette yang juga bisa bermain sebagai striker lebih banyak bermain sebagai winger di Arsenal. Lacazette sukses mencetak 17 gol dan 3 asis dari 43 penampilan musim lalu. Deschamps malah membawa Dembele dan Coman yang rawan cedera.
Lagi-lagi, karena masalah cedera tersebut, Corentin Tolisso dipaksa bermain sebagai winger di laga melawan Portugal. Praktis, Prancis hanya bisa mengandalkan kecepatan seorang Kylian Mbappe. Selain Lacazette, Ia juga meninggalkan Nabil Fekir yang musim lalu menyumbang 5 gol dan 6 asis bagi Real Betis. Bila saja Deschamps membuka pintu bagi mereka, hasil berbeda sangat mungkin diraih.
Itulah beberapa pemain bintang yang seharusnya bisa tampil bagi Prancis di Euro 2020. Selain mereka, Les Blues masih punya pemain muda berbakat seperti Eduardo Camavinga dan Houssem Aouar. Sangat disayangkan keduanya kalah saing dari Corentin Tolisso yang musim lalu lebih banyak absen karena cedera.
Eduardo Camavinga is ready to light up the Olympics 🤩
The Rennes starlet, our #NXGN runner-up for 2021, has been named in France’s squad for the #OlympicGames in Tokyo 🇫🇷 pic.twitter.com/GqJFIWD71D
— Goal (@goal) June 25, 2021
Belum lagi kehadiran Moussa Sissoko yang sangat kurang kontribusinya. Padahal, Sissoko menyingkirkan rekan satu timnya, Tanguy Ndombele yang menjalami musim yang sangat bagus bersama Tottenham Hotspur.
What a season Tanguy Ndombele is having 🙌 pic.twitter.com/teCxaUvBCC
— COYS.com (@COYS_com) January 17, 2021
Ego Merusak Skuad Prancis di Euro 2020
Terakhir, masalah utama timnas Prancis di Euro 2020 bukanlah sekadar performa pemain yang wajib dikritisi. Lebih dari itu, skuad timnas Prancis di yang memiliki rataan usia 27,9 tahun berisi terlalu banyak pemain berego tinggi.
Banyaknya pemain-pemain muda penuh talenta yang tengah menjelma menjadi bintang memang memberi kekuatan. Namun bila tak bisa ditangani dengan baik, hal itu justru jadi senjata makan tuan.
Seperti yang diberitakan banyak media, terjadi kekisruhan dalam skuad Prancis di Euro 2020, utamanya pasca mereka kalah dari Swiss. Beberapa pemain saling menyalahkan satu sama lain.
During the game vs Switzerland, ugly scenes for France (EDS):
– Rabiot & Pogba insulted each other – Rabiot unhappy with Pogba’s defensive efforts
– Varane insulted Pavard, unhappy with his defending
– Pavard blamed Pogba, for doing no defending, Varane later backed Pavard up— Get French Football News (@GFFN) June 29, 2021
Seperti yang diberitakan Get France Football News, Rabiot dan Pogba terlihat saling menghina. Rabiot tak senang dengan upaya bertahan yang dilakukan Pogba. Begitu juga Varane yang cekcok dengan Pavard. Pavard kemudian juga menyalahkan Pogba yang dianggap tidak melakukan apapun saat bertahan.
Inilah pentingnya memilah pemain untuk sebuah turnamen besar. Kadang kala, kualitas semata tak bisa dijadikan acuan. Mengisi seluruh skuad dengan pemain bintang justru berimbas buruk kepada skuad Prancis. Apalagi mayoritas dari mereka adalah andalan di klubnya yang otomatis membuat mereka sudah terlalu sering dimainkan.
3 – France have been eliminated in their last 3 games in which they played extra time in major tournaments (EURO + World Cup), as many as in their first 11. Out. #FRASUI #EURO2020 pic.twitter.com/MU0J9KlKlj
— OptaJean (@OptaJean) June 28, 2021
Inilah salah satu penyebab mudahnya pemain Les Blues di Euro 2020 mengalami cedera. Fisik dan mental mereka sudah terlalu lelah. Bila sebelumnya Deschamps mau membuka pintu bagi para pemain yang tak ia panggil, Prancis mungkin masih bertahan di Euro 2020.
#FRA manager Didier Deschamps admits #Euro2020 exit hurts.
“It really hurts, there’s a lot of sadness and, well, there were many things that we did really well in this match, but not everything and if we think too much about this match it won’t help too much.” pic.twitter.com/M7WqWN37sz
— SBOTOP (@sbotopofcl) June 29, 2021
Ini akan jadi pelajaran berhaga bagi Didier Deschamps dalam memilih pemain untuk turnamen selanjutnya. Ia sejatinya punya segala daya untuk memenangkan Euro 2020. Sayang, ia telah gagal memanfaatkan banyaknya pemain potensial yang dimiliki Prancis saat ini.
***
Sumber Referensi: Givemesport, The Sun, The Guardian, Getfootballnewsfrance


