Benni McCarthy : Sosok Penting Kebangkitan Lini Serang MU

spot_img

Fantastis dan mengerikan! Itulah dua kata yang patut disematkan pada lini serang MU sekarang ini. Bak keran air yang terus mengalir, gol-gol MU tak terbendung merobek jala lawan.

Lalu, sepasang mata kita pasti tertuju dari peran Ten Hag sebagai seorang pelatih yang berpendekatan menyerang. Maklum, DNA menyerangnya sangatlah identik.

Akan tetapi tunggu dulu, bisakah mata kita melirik sedikit pada sosok lain di belakang Ten Hag. Pasalnya kini terungkap dan diakui sendiri oleh Ten Hag bahwa sosok inilah yang sebenarnya punya peran penting bagi bangkitnya lini serang Red Devils selama ini.

Mengenal Benni McCarthy

Sosok itu kini mulai dikumandangkan di seantero Old Trafford seperti pasca membantai Leicester 3-0. Jarang-jarang seorang yang bekerja di balik layar didengung-dengungkan dengan sebuah nyanyian oleh beberapa fans MU di stadion.

Orang yang disebut-sebut itu adalah Orang Afrika Selatan bernama Benni McCarthy. Bagi yang belum tahu sosok ini, mari kita bercerita sedikit siapa dia sebenarnya. Saat masih aktif sebagai pemain, McCarthy dikenal sebagai penyerang tajam yang mengawali karirnya di kampung halamannya, Cape Town.

Kemudian ia melalang buana ke Ajax, Celta Vigo, dan Porto. Nah, di Porto inilah namanya mulai dikenal ketika dua golnya membantu menyingkirkan MU dari Liga Champions 2004. Kala itu bahkan tim asuhan Jose Mourinho itu mampu meraih mahkota Liga Champions.

Setelah sukses di Porto, McCarthy pun pernah menjajal kerasnya Liga Inggris dengan bergabung bersama Blackburn Rovers. Di Blackburn, ia juga masih gacor hingga sempat menyaingi Didier Drogba sebagai top skor Liga Inggris musim 2006/07.

Singkatnya, setelah pensiun ia mencoba peruntungan untuk belajar di dunia kepelatihan. Dimulai dari 2015 di Hibernian dengan menjadi staff hingga pelatih tim muda, kemudian ia pulang ke negaranya dengan melatih klub Cape Town dan Amazulu. Sampai akhirnya ia menerima pinangan United setelah cabut dari klub Amazulu.

Gagal Merekrut Van Persie

Bagaimana ia bisa sampai Old Trafford? Awalnya Ten Hag yang baru datang ke MU butuh beberapa gerbong asisten maupun staff yang bisa mendukungnya di balik layar. Ia berencana membawa sosok penting yang pernah menjadi legenda MU yakni Robin Van Persie.

Ia butuh sosok seperti Van Persie. Selain sesama Belanda, ia juga sudah sangat mengerti MU. Di sisi lain Ten Hag juga membawa orang kepercayaannya, Mitchell Van Der Gaag dan Steve McClaren yang juga sudah tahu seluk beluk MU.

Akan tetapi, Van Persie menolaknya dengan berbagai alasan termasuk alasan keluarga. Untuk itulah Ten Hag segera mencari penggantinya.

Tugas Utama McCarthy Di MU

Benny McCarthy ternyata sosok yang juga penggemar MU sejak kecil. Ten Hag tahu McCarthy sejak ia membela Ajax dulu. Penunjukan ini murni kemauan Ten Hag. Tentu, bukan tanpa sebab ia merekrutnya.

Kata Ten Hag dalam MUTV, ia menugaskan McCarthy untuk fokus dalam mengatur skema menyerang, hingga penempatan posisi pemain ketika menyerang. Selain itu yang lebih utamanya lagi adalah bagaimana produktivitas gol MU bisa meningkat.

Pasalnya masalah ini jadi akar keresahan Ten Hag datang ke MU. Musim lalu, MU hanya mampu mengantongi 57 gol. Rata-rata gol per pertandingannya yaitu hanya 1,5. Sedangkan di musim 2020/21, MU mampu mencetak gol sebanyak 73 gol dengan rata-rata gol per pertandingan sejumlah 1,9.

Dan yang lebih masalahnya lagi, di dua musim tersebut yang menjadi top skor klub adalah Bruno Fernandes dan CR7. Bruno bukanlah seorang penyerang dan CR7 kita tahu sudah cabut dan banyak masalah.

Metode Satu Lawan Satu

Dari beberapa hal tersebut sudah jelas permasalahan yang melatarbelakangi ditunjuknya McCarthy. Lantas dengan cara apa McCarthy bisa menyelesaikan masalah itu? Keahlian McCarthy menguasai empat bahasa membuat komunikasinya berjalan mulus, baik dengan Ten Hag maupun para pemain.

Ia jadi kepanjangan tangan Ten Hag dalam skema yang diinginkan yakni 4-2-3-1. Ia secara khusus diserahi tanggung jawab meningkatkan efektivitas lini serang di format itu. Hal itu mulai dilakukannya sedari pra musim. Ia mulai menggembleng tiga pemain depannya yakni Rashford, Sancho, dan Martial.

Hal itu belum terlihat hasilnya di awal-awal musim ketika masih ada CR7. Biang ketidakharmonisan skuad MU itu disebut jadi beban bagi lini serang MU. Terbukti setelah ia cabut, semua pemain macam Rashford, Sancho, maupun Martial terasa lebih bebas.

Perlahan gemblengan McCarthy pada lini serang MU mulai berbuah hasil. Dengan metode apa ia melakukanya? Ternyata ia pandai dalam sesi privat dengan sang pemain. Ia pandai melatih para penyerang MU dengan metode yang dikenal dengan istilah “one on one” atau satu lawan satu.

Dengan metode itu, McCarthy telah membantu pemain macam Rashford menjadi lebih percaya diri, serta lebih paham tentang sistem cara menyerang yang dimau Ten Hag. Tak hanya satu lawan satu, metode latihan McCarthy dalam meningkatkan kualitas bola udara juga mampu berpengaruh pada Rashford.

“Dia banyak membantu saya. Memiliki pelatih yang berpikiran menyerang bagus untuk saya. Dia selalu ada dan berbicara kepada saya tentang hal-hal teknis ini,” kata Rashford.

Dampaknya Bagi Rashford dan Sancho

Dampaknya sangat nyata bagi karir Rashford. Ia disulap bak bangkit dari kubur. Selebrasi golnya yang ikonik itu telah membawanya hingga saat ini menorehkan 24 gol di semua kompetisi.

Rashford telah menjelma menjadi striker menakutkan. Tuahnya juga bahkan diharapkan MU untuk bermimpi meraih asa juara di berbagai kompetisi musim ini, termasuk Liga Inggris sekalipun. Tak hanya Rashford buah karya sentuhan McCarthy, Sancho juga tak ketinggalan ingin bangkit seperti Rashford.

Ingat ketika Sancho tiba-tiba menghilang dari skuad dan diasingkan ke pelosok Belanda oleh Ten Hag? Ya, ia secara spesial dikirim Ten Hag untuk banyak belajar dan mengerti sistem bermainnya.

Dan siapa yang mendampinginya di sana? Dia adalah McCarthy. Sebagai kepanjangan tangan Ten Hag, ia ditugaskan menggojlok Sancho supaya performanya bisa bangkit kembali seperti Rashford.

Sama seperti yang dilakukan McCarthy pada Rashford, metode satu lawan satunya ia terapkan pada Sancho. Layaknya les privat, metode ini sangat mengena pada pemahaman bermain Sancho. Ia juga diberikan porsi lebih mengenai efektivitas menyerang dengan sistem Ten Hag.

Hasilnya, perlahan Sancho mulai membuktikan. Dua gol sudah disarangkannya sejak comeback kala melawan Nottingham Forest jadi bukti. Selain itu, beberapa sentuhan penting, pergerakan, serta pemahaman ruangnya, terlihat makin membaik. Kini ia tak hanya mahir sebagai pemain sayap, ia juga pernah berhasil ketika ditempatkan sebagai pemain “No.10” di belakang striker.

Entah berapa gol dan assist lagi yang akan dikoleksi oleh Rashford, Sancho maupun penyerang MU lainnya hingga akhir musim. Yang lebih penting dari semua itu adalah peran seorang pahlawan yang tak terlihat bernama Benni McCarthy.

Kini tak ada salahnya seisi Old Trafford terus bergemuruh menyanyikan namanya. Wahai fans MU, berterimakasihlah pada Benni McCarthy.

https://youtu.be/7oIcG18ztA8

Sumber Referensi : mirror, transfermarkt, express, dailymail, goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru