Warga Jakarta dan publik sepakbola Indonesia pasti sudah tahu Jakarta punya stadion baru. Stadion itu bernama Jakarta International Stadium atau biasa disingkat dengan nama JIS. Berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta, stadion yang megah ini langsung jadi ikon Kota Jakarta.
Diresmikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 24 Juli 2022 kemarin, JIS sukses menggelar beberapa acara. Misalnya, International Youth Championship 2021 hingga Sholat Idul Adha tahun 2022. JIS juga sudah sukses menggelar laga persahabatan antara Persija Jakarta dan Chonburi FC yang disaksikan langsung 64 ribu penonton di stadion.
Sukses dengan beberapa acara tadi, JIS direncanakan akan menggelar laga bertajuk FIFA Matchday antara timnas Indonesia melawan Curacao yang akan digelar pada tanggal 27 September 2022 nanti. Namun, rencana itu gagal setelah PSSI menilai JIS tidak sesuai dengan standar.
JIS Belum Layak
Dari hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, menyatakan bahwa JIS belum memenuhi kelayakan 100%. Untuk itu, rencananya pertandingan akan dipindahkan ke Stadion Pakansari yang berada di Bogor.
Dilansir dari website resmi PSSI, ada beberapa faktor yang membuat JIS belum layak menggelar laga FIFA Matchday. Faktor yang masih menjadi catatan menurut PSSI adalah area kedatangan tim, titik kumpul di bagian utara yang masih belum bisa digunakan, ukuran tribun yang perlu dikaji ulang, serta sarana dan prasarana yang tidak mendukung. Sarana dan prasarana yang dimaksud antara lain, parkir, transportasi umum, dan akses masuk yang dinilai PSSI belum sesuai standar.
PSSI : 3-5 tahun lagi JIS baru layak untuk gelar laga Timnas 😳
– Kurangnya akses keluar masuk penonton dan kendaraan
– Kapasitas parkir minim
– Akses jalan utama sempit dan dekat pemukiman padat📝 @VIVAcoid pic.twitter.com/GQKdsRPCb4
— Extra Time Indonesia (@idextratime) September 12, 2022
Munculnya kabar itu membuat pihak JIS ikut angkat bicara. Plt Direktur Proyek JIS, Arry Wibowo mengatakan bahwa Jakarta International Stadion sudah memenuhi standar FIFA. Dirinya juga menambahkan bahwa pembangunan JIS menggunakan jasa konsultan berpengalaman dari Inggris yang sudah pernah terlibat dalam pembangunan stadion-stadion berkelas internasional.
Pembangunan JIS sendiri memang menggunakan jasa konsultan proyek pembangunan dari Inggris, Buro Happold. Nah, selain JIS, Buro Happold juga pernah menjadi konsultan untuk proyek markasnya West Ham, London Stadium, Mercedes-Benz Stadium, sampai Tottenham Hotspur Stadium.
Bantahan dari Pihak JIS
Dilansir dari situs Buro Happold, sebagai konsultan pembangunan JIS mereka juga sudah memperhitungkan aspek vital seperti akses dan kemungkinan banjir. JIS memang direncanakan tidak hanya untuk pertandingan bola, tapi juga untuk acara lain yang menghadirkan banyak orang.
Untuk itu aspek aksesibilitas dan infrastruktur sudah diperhitungkan. Aspek lain yang telah diperhitungkan adalah mengantisipasi kemungkinan banjir. Mengingat JIS dibangun di daerah rawan banjir.
PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pengelola utama Jakarta International Stadium mengeluarkan 10 poin kriteria standar FIFA yang sudah dipenuhi oleh JIS, di antaranya dari tahap pra-konstruksi dan tahap perencanaan. JIS juga sudah memperhitungkan pemilihan lokasi yang strategis dan mudah untuk dijangkau.
Jakpro juga mengklaim JIS sudah memenuhi unsur keamanan termasuk struktur bangunan, sistem pencegahan kebakaran, juga tersediannya control room dan ruang medis untuk pemain dan publik. Ditambah tersedianya area parkir di dalam dan luar stadion. Termasuk area parkir kendaraan pribadi dan bus, serta parkir VIP yang terpisah dari area publik.
Untuk area lapangan, JIS memilih memakai rumput alami dan sintetis juga sistem pengeringan lapangannya dan fasilitas pendukung lainnya. Fasilitas pendukung di lapangan juga diperhatikan. Seperti pencahayaan, sumber kelistrikan dan jaringan telekomunikasi.
Jakpro menambahkan, JIS sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk penyandang difabel disertai fasilitas untuk tamu penting dan akses terpisah dengan publik. Fasilitas media seperti ruang press conference, tribun khusus media dan infrastruktur untuk penyiaran juga tidak luput dari perhatian. JIS juga sudah menyediakan ruang ganti pemain, wasit, dan official yang disertai shower.
Bagaimana Stadion berstandar FIFA?
Antara PSSI dan Jakarta International Stadium punya klaimnya sendiri. Poin utama yang jadi permasalahan adalah infrastruktur dan fasilitas stadion. Keduanya saling beradu alasan mengapa JIS belum atau sudah memenuhi standar dari FIFA. Untuk itu, kita perlu melihat pada pedoman stadion FIFA 2022.
Menurut pedoman stadion FIFA 2022, stadion harusnya berlokasi di daerah yang luas untuk mengoptimalkan efisiensi keamanan. Terlepas dari ukuran, kawasan stadion setidaknya memiliki luas yang cukup untuk bisa melakukan perpindahan orang banyak ke tempat aman.
Stadion juga harus menyediakan pintu keluar darurat yang terpisah dengan pintu keluar biasa. Pintu keluar biasa yang menggunakan pintu putar tidak dirancang untuk memfasilitasi banyak orang sekaligus. Pintu keluar ini penting apabila keadaan darurat terjadi.
Area parkir juga harus disesuaikan dengan desain stadion. Area parkir harus dirancang sedemikian rupa sehingga rute lajur kendaraan bisa dipisahkan dengan rute pejalan kaki. Parkir untuk tamu harus berjarak dekat dengan stadion.
Permasalahan parkir ini juga jadi perhatian utama bagi PSSI. Untuk Jakarta International Stadium yang berkapasitas hingga 82 ribu penonton, PSSI menilai lahan parkir JIS terlalu sempit.
Padahal JIS memang dirancang sesuai dengan standar stadion modern. Stadion modern memang perlu memperhatikan keberlanjutan dan masalah lingkungan. Dengan lahan parkir yang sedikit, diharapkan masyarakat lebih memilih untuk menggunakan transportasi publik.
Untuk fasilitas pemain dan official di lapangan, stadion harus menyediakan dua bangku untuk masing-masing tim. Selain itu, harus menyediakan bangku untuk official dan tenaga medis. Bangku-bangku tersebut juga tidak boleh menghalangi pandangan penonton di belakangnya.
Kualitas penggunaan rumput juga diperhatikan oleh FIFA. Untuk bisa sesuai dengan standar, rumput yang digunakan merupakan rumput hybrid yang sesuai. Untuk itu, JIS menggunakan komposisi sebesar 5% rumput sintetis dan sisanya rumput alami.
Jenis rumput sintetis yang digunakan juga berstandar FIFA, yaitu rumput dari Limonta. Dengan penggunaan rumput hybrid juga membuat lapangan tidak becek meskipun sedang hujan lebat. Penggunaan rumput tersebut juga membuat lapangan JIS jadi lebih awet. Lapangan diklaim bisa awet sampai penggunaan 1.000 jam pertandingan dalam setahun.
Jakarta International Stadium juga merupakan stadion pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi green building. Sertifikasi tersebut didapatkan atas pencapaian JIS yang sudah dinilai sebagai bangunan ramah lingkungan.
Namun, di balik kemegahan dan teknologinya, bukan berarti Jakarta International Stadium tidak ada catatan. Kemegahan JIS tidak bisa menutupi masalah lingkungan yang ada di sekitarnya yang merupakan pemukiman padat penduduk.
https://youtu.be/7KFXsBX1Ais
Sumber referensi: PSSI, Tempo, CNN, Buro Happold, FIFA


