Begini Awal Mula Retaknya Hubungan Barcelona Dengan Lionel Messi

spot_img

Semua berawal dari kekalahan memalukan FC Barcelona dari Liverpool, ketika mereka ditindas secara kejam di partai semifinal Liga Champions Eropa musim 2018/19.

Momen kelam itu lantas menjadi luka mendalam bagi Presiden Blaugrana Josep Maria Bartomeu, Lionel Messi dan tentunya Ernesto Valverde yang saat itu menjadi juru taktik el Barca.

Setelah kekalahan tersebut terus dibahas, Lionel Messi secara terbuka menegur pernyataan presiden klub perihal ucapannya yang menyudutkan para pemain Barca, dimana dia menganggap para pemain tidak becus tampil sebagai tim.

Apa yang terjadi di kubu Barcelona tersebut kemudian menyebabkan publik sepakbola percaya bahwa terjadi keretakan antara presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu dan pemain bintang mereka, Lionel Messi. Dengan Bartomeu yang saat itu siap menyambut kampanye pemilihan ulang presiden klub, sebuah narasi berkembang bahwa masa depan Messi bergantung pada hasil pemungutan suara itu.

Sedari awal, banyak yang sudah mengira bila pemilihan tersebut bakal berakhir menyakitkan bagi presiden Bartomeu. Benar saja, belum juga dirinya bersaing dalam pemilihan presiden baru, sebuah kabar mengejutkan datang bila Bartomeu memilih untuk mundur sebelum jabatannya habis. Keputusan itu diambil setelah muncul banyak masalah di era kepemimpinannya sebagai presiden.

Masih di musim yang sama, di tengah situasi runyam yang menyelimuti Barcelona, ada cerita tentang ketidakbahagiaan di ruang ganti Los Cules. Dalam kondisi Barcelona yang tengah terpuruk, Messi mengharapkan kepulangan Neymar Jr untuk membuat skuad kembali kompetitif.

Akan tetapi, klub malah memilih untuk mengambil jalur lain. Mereka lebih tertarik untuk melanjutkan negosiasi dengan bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann. Barcelona nekat untuk mendatangkan bintang asal Prancis tersebut meski mayoritas pemain Barcelona menentangnya.

“Mereka (Barcelona) tidak melakukan semua yang mereka bisa,” kata Neymar kepada Leo dilansir dari sport.es.

Kalimat tersebut keluar dari mulut Neymar Jr yang sejatinya sempat mengharapkan kepulangannya ke Camp Nou. Apalagi, Messi meminta langsung kepada klub untuk bisa membawanya kembali.

Ya, Messi memang lebih percaya kepada Neymar dan sangat berharap sang bintang asal Brasil bisa kembali. Akan tetapi, kita semua tahu, Neymar sengaja dilepas ke PSG dan sulit untuk memulangkannya.

Messi, sekali lagi, selalu mengatakan bila yang dibutuhkan untuk memainkan peran apiknya di Barcelona adalah tim yang kompetitif, atau dengan kata lain klub memiliki deretan pemain potensial yang memang dibutuhkan. Namun seperti yang kita tahu, pemain-pemain yang didatangkan untuk gantikan peran Neymar, termasuk Antoine Griezmann, justru tidak mampu memberi dampak nyata bagi klub. Mereka semua gagal bersinar dan tidak sedikit yang akhirnya pergi dengan cara yang menyedihkan.

Insiden tersebut lantas kian mengurangi rasa kepercayaan Messi di hadapan manajemen klub. La Pulga menyebut bila sang presiden tidak benar-benar serius dalam membentuk kekuatan besar el Barca. Hal inilah yang membuat Messi merindukan Laporta, dimana dia bisa berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan, sesuatu yang tidak bisa dilakukan di era Bartomeu.

Masih dipusingkan dengan masalah internal, termasuk ketidakcocokan Messi dengan sejumlah pemain anyar, muncul Insiden baru yang mengubah segalanya menjadi lebih buruk. Adalah pemecatan Valverde dan kedatangan Quique Setien.

Dalam hal ini, Lionel Messi tidak menyukai perubahan tersebut karena dia tidak diajak berkonsultasi dalam pengambilan keputusan.

Benar saja, kekhawatiran Messi berbuah pada kisah Quique Setien yang memulai perjalanan dengan buruk. Disaat Ernesto Valverde disebut mudah akrab dan sangat diterima para pemain, Quique Setien justru memunculkan kisah sebaliknya. Bahkan pemain yang dikenal ramah, Riqui Puig dan Ronald Araujo, sempat bertengkar hebat dengan sang pelatih.

Sempat dibantu sang asisten, Eder Sarabia, pertengkaran itu tidak langsung mereda. Malah, situasi menjadi lebih buruk setelah muncul fakta bahwa pelatih kiper Barcelona dicopot dari tugasnya.

Sudah menyimpan rasa ketidaksukaannya kepada sang pelatih, sejumlah pemain termasuk Messi dan Suarez menolak untuk berkomentar. Beberapa dari mereka bahkan memilih untuk tidak menghadiri diskusi yang disampaikan pelatih sebelum pertandingan.

Kebencian di dalam kubu Barcelona lantas kian kentara usai mereka memilih bungkam dan tidak menyampaikan alasan mengapa tidak menghadiri diskusi sebelum pertandingan tersebut..

Akibat kejadian tersebut, Messi dan Suarez sempat ditegur oleh klub. Namun itu tidak merubah keadaan. Bahkan ketika kiper Andre Ter Stegen turun tangan, konflik internal yang memanas juga belum mereda.

Situasi panas di kubu Barca terus memburuk dari hari ke hari. Terlebih, formasi juga menjadi masalah lain di ruang ganti klub. Quique Setien mengaku bahwa dirinya mendapat tekanan dari para pemain senior untuk memainkan para penggawa yang lebih berpengalaman, ketimbang harus berjudi dengan memainkan para pemain muda.

Hasilnya, klub terus menuai hasil negatif.

Muak dengan segala hal yang terjadi pada kubu el Barca, Messi yang sempat ditawari kontrak dua tahun menolak untuk menerimanya dan lebih memilih untuk memikirkan hal lain.

Untuk Setien, dirinya yang dianggap gagal tangani klub sekelas Barcelona akhirnya dilengserkan dari jabatannya.

Sebagai gantinya, Barcelona mendatangkan Ronald Koeman ke kursi kepelatihan tim. Sayangnya, pelatih asal Belanda itu langsung membuat masalah dengan mengusir Luis Suarez yang dianggap sudah tidak berguna bagi tim. Messi jelas marah ketika mendengar bahwa sahabatnya di klub tersebut dinyatakan tidak menjadi bagian dari rencana sang pelatih.

Di momen tersebut, masa depan La Pulga kembali dispekulasikan. Bahkan ketika Barcelona resmi menunjuk presiden Joan Laporta pun, keadaan tidak lantas membuat Messi jadi lebih baik.

Setelah isu kepergiannya dari FC Barcelona terus beredar, kini, jelas sudah bahwa Messi dan FC Barcelona resmi berpisah.

Dijelaskan bahwa sebenarnya, manajemen Blaugrana dan Lionel Messi sudah mencapai kesepakatan. Namun, karena terkendala batasan gaji, Lionel Messi gagal melanjutkan karir di Barcelona.

Alhasil, pisah jalan pun jadi keputusan yang harus diambil.

Selama membela el Barca, Messi tercatat telah membukukan penampilan terbaiknya sebanyak 778 permainan dan mencetak sebanyak 672 gol. Selama itu pula, ia terpilih sebagai pemenang predikat pemain terbaik dunia dan Ballon d’Or sebanyak 6 kali. Lebih hebatnya lagi, dari total 26 gelar Liga yang didapat Barcelona, 10 diantaranya adalah persembahan Lionel Messi.

Lebih lanjut, gelar Eropa-nya di kompetisi Liga Champions, telah terukir indah dalam banyaknya empat edisi.

Kini, setelah masa depan Messi terjawab dengan resmi tinggalkan FC Barcelona, kostum apa yang bakal dikenakan peraih gelar Copa America itu pada musim depan?

Paris Saint Germain? Manchester City? Atau bahkan salah satu tim di tanah kelahirannya?

Messi sudah melakoni debutnya sejak tahun 2004. 17 tahun berselang, akhir dari perjalanannya tiba. Kini muncul satu pertanyaan yang mungkin sukar untuk dijawab,

“Mampukah Lionel Messi tampil fenomenal untuk klub selain Barca?” Menarik ditunggu.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru