Gelaran Euro 2024 sudah di depan mata. Tahun depan, gegap gempita ajang empat tahunan itu akan bergema di Jerman. Ada 24 tim yang akan berpartisipasi, termasuk tuan rumah Jerman. Sudah ada delapan tim yang dipastikan lolos dari tahap kualifikasi sampai Bulan Oktober 2023. Siapa saja mereka? Dan bagaimana kekuatan negara-negara yang sudah lolos ke EURO 2024?
Nine teams have already qualified for Euro 2024:
— B/R Football (@brfootball) October 17, 2023
🇩🇪 Germany
🇫🇷 France
🇵🇹 Portugal
🇧🇪 Belgium
🇪🇸 Spain
🏴 Scotland
🇹🇷 Turkey
🇦🇹 Austria
🏴 England pic.twitter.com/J7vVKM44Te
Daftar Isi
Turki
Turki menjadi tim yang mengejutkan karena memastikan lebih dulu lolos dari Grup D kualifikasi EURO 2024. Mendahului Wales dan Kroasia. Turki memastikan diri lolos ke Jerman setelah melibas Latvia 4-0. Dengan menyisakan satu laga melawan Wales, Turki sudah mengoleksi 16 poin sementara. Hasil dari 5 kemenangan, sekali seri, dan hanya sekali kalah.
Turki juga sejauh ini sudah mencetak 13 gol. Menariknya, 11 gol yang diciptakan dari berasal dari 11 pemain yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa Timnas Turki punya kolektivitas tim yang bagus. Apalagi semenjak ditukangi Vincenzo Montella.
🇮🇹 Vincenzo Montella took charge of his first game as Turkey manager yesterday, and managed to win away in Croatia.
— Italian Football TV (@IFTVofficial) October 13, 2023
The result was Croatia's first ever home loss in European qualifying 🤯 pic.twitter.com/s1myPofgpg
Ditunjuk mendadak untuk melakoni tiga laga sisa di kualifikasi Euro 2024, menjadi tugas yang tak mudah bagi Montella. Tapi Montella mampu menjawabnya dengan membawa Turki mengalahkan Kroasia 1-0 dan Latvia 4-0.
Kolektivitas tim dan penggunaan talenta lokal yang bermain di Liga Turki masih dijaga oleh Montella. Orkestrasi serangan Turki ala Montella terletak pada dua gelandang serang mereka Calhanoglu dan Kerem Akturkoglu.
Skotlandia
Tim berikutnya yang memastikan lolos ke Jerman adalah Skotlandia. The Tartan Army lolos dari Grup A yang dihuni negara seperti Spanyol maupun Norwegia. Kelolosan Skotlandia ini termasuk back to back dari kelolosan mereka yang dramatis di Euro 2020.
Skotlandia perkasa di Grup A ini karena mengumpulkan 15 poin dari hasil 5 kali menang dan sekali kalah. Meski masih menyisakan dua laga tersisa lawan Georgia dan Norwegia, poinnya tak mampu dikejar oleh Norwegia yang hanya mengumpulkan 10 poin.
Scotland are off to #EURO2024! ✨
— Football on TNT Sports (@footballontnt) October 15, 2023
Steve Clarke becomes the first Scotland manager to lead his country to consecutive European Championships 🏴 pic.twitter.com/FcKiVZhJYL
Inilah penampilan keempat kalinya Skotlandia di Piala Eropa. Kesuksesan mereka tak luput dari tangan dingin Steve Clarke. FYI aja, Clarke termasuk pelatih kawakan yang dulunya sering kita lihat jadi asisten pelatih ternama seperti Jose Mourinho maupun Rafael Benitez.
Melihat cara Clarke melatih, taktiknya sebenarnya sederhana. Keseimbangan tim dengan penyesuaian materi yang ada adalah fokusnya. Ia lebih sering menggunakan format tiga bek sejak Euro 2020 lalu.
Skotlandia mengandalkan pemain-pemain dari Liga Inggris seperti Robertson, McGinn, maupun McTominay. Terkhusus McTominay, ia bahkan di Kualifikasi Euro 2024 ini sudah mengoleksi 6 gol. Penempatan posisi McTominay yang lebih menyerang membuatnya jadi faktor kejut tim ini. Spanyol terbukti pernah jadi korban ketika dihancurkan 2-0.
Austria
Tim berikutnya adalah Austria. Austria lolos dari Grup F Kualifikasi Euro 2024 dengan koleksi 16 poin. Mereka hanya sekali kalah. Austria lolos setelah menang 1-0 atas Azerbaijan dan masih menyisakan satu laga melawan Estonia. Kesuksesan Austria back to back lolos ke EURO berkat tuah Ralf Rangnick.
Ralf Rangnick inherited an Austria side that failed to qualify for the World Cup while playing dour football.
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) October 17, 2023
Now the former #MUFC manager has taken them to Euro 2024 while using players based in Austria — and the public is paying attention.
📝 @SebSBhttps://t.co/8cAk1eH4NZ
Rangnick sebagai bapak gegenpressing sejak ditunjuk Juni 2022 lalu langsung cocok dengan tim ini. Maklum pemainnya juga mudah diatur. Pemain seperti Marcel Sabitzer juga muncul sebagai top skor mereka dengan 4 golnya selama kualifikasi. Selain Sabitzer Rangnick juga masih punya senjata lain seperti Alaba, Seiwald, Baumgartner, Laimer, maupun Arnautovic.
The Athletic pernah mengungkapkan, bahwa kehadiran Rangnick ke Austria telah menancapkan modal psikis dan mental yang sangat kuat pada para pemainnya. Rangnick juga disebut telah membangun chemistry yang antar pemain.
Portugal
Berikutnya ada yang makin ngeri materi skuadnya yakni Portugal. Selain itu, mereka juga masih punya CR7. Cuma pelatihnya saja yang beda, yakni Roberto Martinez. Menggunakan taktik yang lebih menyerang, Martinez nyatanya mampu menemukan resep yang tepat untuk mengeluarkan kemampuan terbaik para bintang Portugal.
Portugal con Roberto Martínez:
— MT (@MadridTotal_) October 16, 2023
👕 8 partidos
✅ 8 ganados
⚽️ 32 goles anotados
🔒 2 gol recibidos
Máximo goleador: CRISTIANO RONALDO 9 goles en 7 partidos.
EURO 2024… 🔜🇵🇹 pic.twitter.com/pitqnEGdHs
Martinez sangat variatif dalam menggunakan lini keduanya seperti Joao Felix, Bernardo Silva, Bruno Fernandes, maupun Rafael Leao. CR7 juga tak sering jadi fokus utama lagi. Goncalo Ramos bisa jadi alternatif bomber di depan bagi Portugal.
Portugal lolos ke Euro 2024 tak pernah seri dan kalah di 8 laga Grup H kualifikasi. Poinnya sempurna dengan total memasukan 32 gol dan hanya kebobolan 2 gol saja. Yah, meskipun grupnya hanya diisi tim seperti Slovakia, Bosnia, Luksemburg, Liechtenstein maupun Islandia. Yah, walau bagaimana kalau begini mainnya, Portugal bisa jadi salah satu kandidat juara di EURO 2024.
Prancis
Calon juara lainnya, Prancis juga lolos dengan meyakinkan dari Grup B kualifikasi. Les Blues lolos dengan poin penuh di 6 laga yakni 18 poin. Mereka sementara tak pernah seri maupun kalah. Anak asuh Deschamps ini secara taktik dan komposisi pemain tak banyak berubah.
🇫🇷 France book their place at next summer's finals!#EURO2024 pic.twitter.com/B1G3EWn07P
— UEFA EURO 2024 (@EURO2024) October 13, 2023
Kekompakan dan kolektivitas tim yang sudah sering bermain bersama jadi faktor. Pemain seperti Mbappe, Coman, Griezmann, Dembele, tetap menjadi andalan Deschamps. Hanya posisi ujung tombak yang sering bergantian antara Giroud, Thuram, atau Kolo Muani.
Prancis di Jerman 2024 nanti berharap bisa meraih gelar Eropa-nya yang sudah hilang dari genggaman sejak tahun 2000. Kelaparan gelar Eropa tersebut tampaknya akan jadi pertaruhan terakhir Didier Deschamps yang sudah sejak 2012 membesut Les Blues.
Belgia
Berikutnya ada Belgia. Red Devils juga lolos meyakinkan dari Grup F kualifikasi. Poin yang diraih adalah 16 poin. Terdiri dari 5 kali menang, sekali seri, dan tak pernah kalah. Red Devils lolos dengan menyisakan satu laga melawan Azerbaijan.
🇧🇪 Belgium's last 20 EURO qualifying matches…
— UEFA EURO 2024 (@EURO2024) October 16, 2023
✅ 19 wins
🤝 1 draw
❌ 0 losses#EURO2024 pic.twitter.com/nOzIKbSVrr
Generasi emas Belgia kini dipegang oleh mantan pelatih RB Leipzig, Domenico Tedesco. Pelatih 38 tahun itu membawa sistem segar di Belgia. Belgia kini lebih gegenpressing. Pengalaman Tedesco menimba ilmu dari Rangnick sangat berpengaruh.
Pemain belgia kini juga diisi para punggawa muda seperti Doku, Openda, maupun Lukebakio. Yang senior cuma Lukaku, Vertonghen, De Bruyne, maupun Yannick Carrasco. Kesegaran sistem Tedesco inilah yang membuat Belgia sebagai tim yang patut untuk ditakuti di Jerman nanti.
Spanyol
Berikutnya adalah Spanyol. La Furia Roja lolos ke Jerman setelah di Grup A kualifikasi mengoleksi 15 poin sama seperti Skotlandia. Awalnya Tim Matador sebenarnya kesulitan di babak kualifikasi ini. Kalah atas Skotlandia 2-0 jadi PR besar pelatih baru mereka De La Fuente.
🗣️Luis de la Fuente on Spain's #EURO2024 qualification
— Football España (@footballespana_) October 15, 2023
"We remember everything we've experienced. Issues and details have been corrected, but the script is the same. We're united, lots of work has been done to get here. Qualification is an obligation and a responsibility." pic.twitter.com/HQq77tH923
De La Fuente juga awalnya diragukan setelah menggantikan Luis Enrique. Generasi Spanyol yang masih perlu adaptasi juga jadi faktor. Tapi hasilnya perlahan mulai positif. Sebelum mereka lolos ke Jerman 2024, mereka juga terbukti sudah menjuarai Nations League.
Pemanggilan pemain De La Fuente yang berdasarkan performa jadi menarik. Karena kini, Spanyol tak hanya didominasi pemain dari klub seperti Barca dan Madrid saja. Pemain dari klub-klub kecil pun mendapat kesempatan yang sama di bawah De La Fuente. Di La Furia Roja, De La Fuente lebih memainkan direct football dibanding possession football. Hal itu juga akan menjadi rasa yang berbeda Spanyol di Jerman nanti.
Inggris
Terakhir, ada Inggris. The Three Lions lolos meyakinkan dari Grup C kualifikasi dengan 16 poin. Menyisakan dua laga melawan Malta dan Makedonia Utara, Inggris sementara ini belum terkalahkan. Berada satu grup dengan Italia maupun Ukraina, anak asuh Southgate terbukti masih yang terbaik.
England book their spot at Euro 2024 🏴 pic.twitter.com/QQGOjXNsnY
— B/R Football (@brfootball) October 17, 2023
Meski Southgate kerap dikritik karena selalu memanggil pemain seperti Maguire maupun Kalvin Phillips, namun Southgate menjawabnya dengan tiket ke Jerman nanti.
Taktik Southgate ini tak banyak berubah dari Piala Dunia 2022 lalu. Hanya saja para pemainnya yang makin moncer seperti Jude Bellingham bikin Inggris makin mematikan. Well, EURO 2024 nanti akan menjadi ajang pertaruhan Southgate. Sebab sejak menukangi Inggris tahun 2016, Southgate belum pernah memberikan satu pun trofi.
Sumber Referensi : turkishfootball, skysports, theanalyst, theathletic, theguardian, voi.com


