Barca vs PSG: Momen Ikonik Tentang Bagaimana Blaugrana Tunjukkan Mental Juara

spot_img

https://www.youtube.com/watch?v=fBVO3Y_asbc&t=24s

Dibalik bait narasi, kerap terselip sebuah tragedi. Nyaris dalam setiap lembar kehidupan, kita pernah merasakan bagaimana rasanya mendapat persoalan. Pun dalam dunia si kulit bundar. Sebuah cerita seolah bisa menjadi pisau bermata dua. Dalam sebuah tragedi, terdapat sebuah persoalan, dan terdapat pula keuntungan.

Perkaranya, tinggal siapa yang mengambil persoalan, dan siapa yang mengambil keuntungan.

Melihat fenomena kehidupan dalam sepakbola, pernah ada cerita luar biasa yang hadir dari tanah Andalusia. Satu kisah ini mungkin masih sangat diingat oleh para pecinta sepak bola. Pasalnya, mereka yang menyaksikannya seakan tak percaya, dengan apa yang telah terbina.

Tepat pada tahun 2017 lalu, kompetisi Liga Champions Eropa berjalan seperti biasanya. Dari grup A sampai dengan H, terdapat tim-tim tangguh seantero Eropa. Mereka siapkan barisan untuk bisa mendapat predikat juara.

Di grup A, terdapat Arsenal, Ludogorets, Basel, dan Paris Saint Germain yang nantinya akan menjadi bahasan. Sementara pemeran lainnya, yaitu FC Barcelona, menempati grup C bersama dengan Manchester City.  Celtic, dan Borussia Monchengladbach.

Jika melihat pemerannya pun, semua pasti sudah mengira apa cerita yang akan terbang mengudara. Paris Saint Germain dan Barcelona, dua tim yang akan menjadi bagian utama dalam sebuah mahakarya dari turnamen terbesar seluruh Eropa.

Paris Saint Germain, di grup A berhasil menduduki tangga kedua, dengan perolehan poin 12, kalah dua angka dari Arsenal yang menempati tangga teratas. Sementara itu, Barcelona, dengan mudah menghadapi perlawanan para pesaingnya. Mereka duduk di tangga pertama dengan koleksi 15 angka.

Setelah lolos ke babak selanjutnya, disini lah lembar cerita dibuka.

Di leg pertama, Paris Saint Germain selangkah lagi menuju babak perempat final setelah menggulung lawan berat Barcelona 4-0. Keempat gol PSG dijaringkan oleh Di Maria dua gol, Draxler dan Cavani masing-masing satu gol.

Saat itu, Barcelona yang masih dihuni oleh trio MSN tak berkutik. Mereka tak mampu berbuat banyak dan harus membiarkan timnya menjadi bulan-bulanan.

Hasil tersebut jelas menjadi perbincangan, khususnya bagi para penggemar sepak bola yang berselancar di dunia maya. Mereka semua tertawa, tak percaya, dan dibuat menganga. Bayangkan saja, tim sekelas Barcelona bisa dilibas habis oleh Paris Saint Germain. Meski punya kekuatan luar biasa, tetap saja, armada Barcelona lebih berharga ketimbang tim yang hanya menjadi raja di kompetisi lokal.

Mengakhiri pertandingan dengan segudang tawa, para pemain Paris Saint Germain tak mau ketinggalan kereta yang menuju wahana kebahagiaan. Mengalahkan Barcelona bukan hal mudah. Apalagi seperti yang kita tahu, klub asal Katalan masih menjadi salah satu yang terhebat dalam beberapa tahun belakangan.

Tak mau tinggal diam, Barcelona menyusun rencana untuk bisa balikkan keadaan. Bukan hal mudah memang, tapi mau bagaimana, mereka setidaknya harus berjuang untuk bisa kecilkan ketertinggalan.

Hingga pada akhirnya, sampailah pada malam pertunjukkan. Sebuah pertandingan dramatis tersaji di Camp Nou. Barcelona membalikkan ketertinggalan 0-4, dengan menang 6-1 atas Paris Saint-Germain untuk ke perempatfinal Liga Champions Eropa!

Tertinggal 0-4, Barca memulai dengan agresif dan langsung mengurung PSG. Di menit ketiga, mereka langsung memetik keunggulan. Umpan silang Rafinha dari sisi kanan mengarah ke kotak penalti dan bola gagal diamankan pertahanan PSG. Bola melambung liar di depan gawang, yang kemudian disambar Suarez dengan sundulan.

Tujuh menit berselang, Mascherano melepaskan tembakan voli dari luar kotak penalti menyusul situasi sepak pojok. Namun sayang usahanya hanya berakhir melebar ke kanan gawang.

Tim tamu sempat mendapat kesempatan setelah Julian Draxler djatuhkan di kotak terlarang. Namun wasit tidak menganggap tu sebuah pelanggaran dan tetap melanjutkan pertandingan.

Setelah itu, tekanan dari tuan rumah semakin membabi buta. Sempat mengancam lewat aksi Lionel Messi melalui tendangan bebas, Andres Iniesta kembali tebar ancaman. Namun sayang, tendangannya masih melambung tipis diatas gawang.

PSG yang tak tinggal diam juga sempat mengamcam lewat aksi Lucas Moura. Sayang, kiper Barcelona masih terlalu tangguh untuk sang penyerang asal Negeri Samba.

Pada menit ke 40, Barcelona akhirnya gandakan keunggulan.  Suarez dengan cerdik mengirimkan umpan terobosan lambung ke Iniesta yang merangsek ke sisi kiri di dalam kotak penalti. Di bawah penjagaan ketat, Iniesta sempat mencoba mengoper dengan tumitnya. Bola gagal dihalau Kevin Trapp, sementara upaya Layvin Kurzawa menendang bola malah membuatnya masuk ke gawang sendiri.

Diawal babak kedua, PSG kembali tuai bencana. Pergerakan berbahaya Neymar di dalam kotak pertahanan harus dibayar mahal. Melalui skema tendangan pinalti, Lionel Messi berhasil membuat harapan Barcelona melambung tinggi.

Sekitar enam puluh menit pertandingan berjalan, PSG mampu perkecil keunggulan tim lawan. Dari bola mati di daerah sendiri, bola lambung disundul Kurzawa dan disambar Cavani dengan sepakan voli di tengah kotak penalti.

Skor sementara 3-1 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Mampu perkecil keadaan, PSG langsung merapatkan barisan dibagian belakang. Hal itu dilakukan jelas untuk mempersulit pergerakan Barcelona. Dari Messi hingga Neymar, semua pemain Barca kesulitan tembus pertahanan tim lawan.

Keadaan pun semakin membuat detak jantung berdebar kencang, setelah Angel Di Maria nyaris membuat gol. Sayang, sepakannya hanya melebar.

Menit pertandingan sudah menunjukkan angka 85. Barcelona masih saja bertanding dengan penuh tenaga. Hal itulah yang pada akhirnya membuat Paris Saint Germain kewalahan. Hasilnya, Neymar berhasil perbesar keunggulan Barcelona di menit ke 88.

Di masa injury time, keajaiban benar-benar menaungi tim Katalan.

Penalti diberikan wasit untuk Barca setelah Marquinhos menjatuhkan Suarez. Neymar yang menjadi eksekutor dengan mudah mengecoh Trapp dan membawa Barca unggul 5-1.

Keunggulan tersebut jelas membuat para penggemar Blaugrana kesetanan. Mereka masih punya harapan di detik sisa pertandingan. Penetrasi terus dilakukan demi bisa mencapai puncak kepuasan.

Akhirnya, stadion Camp Nou pecah tak terarah. Di detik-detik akhir pertandingan, Barca kembali tambah keunggulan. Umpan lambung Neymar disambar dengan penuh kenikmatan oleh seorang pemain yang beroprasi di sayap kanan.

Sergi Roberto! Satu sontekan kedalam gawang sukses membuat para pemain, penggemar, sekaligus staf dan pelatih Barcelona larut dalam kegembiraan. Dia yang lolos dari jebakan offside berhasil membuat Paris Saint Germain pulang dengan penuh kesedihan.

Barcelona menang, Paris Saint Germain merana.

Barcelona ukir sejarah. Mereka menang dengan cara yang tidak wajar. Mereka juga sekaligus menjadi tim pertama dalam sejarah gelaran yang mampu membalas defisit empat gol di leg kedua.

Namun sayang, kebahagiaan Barcelona hanya sebatas satu pertandingan dihadapan ribuan para penggemar. Setelah lolos ke babak selanjutnya, mereka seolah sudah kehabisan akal untuk bisa lanjutkan langkah.

Di babak perempat final, Barca kalah dari Juventus dengan skor agregat 3 angka. Mereka dikalahkan oleh tim yang pada akhirnya melaju hingga ke partai final, meskipun diakhir cerita, mereka tumbang dari tim yang merupakan rival besar FC Barcelona.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru