Asal-Usul Julukan 8 Kampiun Piala Dunia

spot_img

Sejak pertama kali digelar pada 1930, Piala Dunia telah menjadi turnamen sepak bola antarnegara paling bergengsi di dunia.

Diinisiasi oleh FIFA di era presiden Jules Rimet, pada awalnya Piala Dunia hanya diikuti oleh 13 tim, terdiri dari 7 negara dari Amerika Selatan, 4 negara dari Eropa dan 2 negara dari Amerika Utara. Belum ada fase kualifikasi saat itu, sebab negara-negara yang jadi kontestan Piala Dunia pertama adalah tim undangan.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah peserta dan format turnamen terus mengalami perkembangan hingga akhirnya berjumlah 32 negara yang dibagi ke dalam 8 grup. Format tersebut dipakai sejak edisi 1998 dan rencananya akan kembali mengalami perubahan menjadi 48 negara peserta di edisi 2026 nanti.

Piala Dunia Qatar 2022 tahun ini bakal jadi edisi ke-22 dan edisi pertama yang digelar saat musim dingin. Hingga edisi Qatar 2022, sudah ada sekitar 80 negara yang pernah berkompetisi di Piala Dunia.

Akan tetapi, baru ada 8 negara yang berhasil menjuarai Piala Dunia. Kedelapan negara tersebut adalah Uruguay, Italia, Jerman, Brasil, Inggris, Argentina, Prancis, dan Spanyol.

Seperti halnya klub sepak bola yang memiliki julukan, 8 negara kampiun Piala Dunia juga memiliki julukannya masing-masing. Dalam kesempatan kali ini, starting eleven akan membahas asal usul julukan 8 negara yang pernah jadi kampiun Piala Dunia.

 

1. Uruguay – La Celeste

Kita mulai dari kampiun Piala Dunia edisi pertama, Uruguay. Sepanjang keikutsertaannya, Uruguay sudah menjadi juara sebanyak 2 kali, yakni di edisi pertama1930 saat mereka jadi tuan rumah dan edisi keempat yang diselenggarakan di Brasil 1950.

Merujuk pada warna bendera dan seragam yang mereka gunakan, timnas Uruguay dijuluki “La Celeste” yang berarti “biru langit”. Inilah yang jadi julukan resmi timnas Uruguay yang paling populer.

 

2. Italia – Gli Azzurri

Berikutnya, di urutan kedua, ada kampiun 4 kali Piala Dunia, Italia. Timnas Italia menjuarai Piala Dunia di edisi Italia 1934, Prancis 1938, Spanyol 1982, dan Jerman 2006.

Julukan dari timnas Italia adalah “Gli Azzurri” yang berarti “Si Biru”. Asal-usul julukan ini cukup menarik, sebab warna tersebut takada dalam bendera nasional mereka. Jersey kandang Italia juga berwarna biru, meski bendera nasional mereka memiliki warna hijau, putih, dan merah.

Usut punya usut, julukan tersebut merujuk pada warna resmi dari “House of Savoy” atau “Wangsa Savoy”, kerluarga kerjaan yang dulu memimpin unifikasi Italia pada 1860. Warna resmi dari keluarga yang memimpin Italia hingga akhir perang dunia 1946 itu adalah biru.

Meski terkesan biasa, namun makna ‘Gli Azzurri’ sebenarnya sangat mendalam dan penuh dengan sejarah. Italia adalah Azzurri dan kata Azzurri itulah yang mampu menyulut api gairah para pendukung timnas Italia. Azzurri juga punya makna persatuan bagi bangsa Italia. Itulah sebabanya timnas Italia tak punya julukan lain selain “Gli Azzurri”.

 

3. Jerman – Der Panzer

Berikutnya, ada Jerman di urutan ketiga. Sebelum Reunifikasi, Jerman Barat pernah menjadi kampiun Piala Dunia sebanyak 3 kali, yakni di edisi Swiss 1954, Jerman 1974, dan Italia 1990. Lalu, pasca Reunifikasi Jerman pada Oktober 1990, Jerman kembali memenangi Piala Dunia keempat mereka pada edisi 2014 yang digelar di Brasil.

Selama bertahun-tahun, timnas Jerman dikenal dengan julukan “Die Nationalmannschaft” yang merupakan bahasa Jerman dari tim nasional. Namun, di kalangan media internasional, julukan “Die Mannschaft” yang berarti sebuah tim jauh lebih populer.

Pada 2015 silam, DFB pernah membranding “Die Mannschaft” sebagai sebutan resmi timnas Jerman. Namun, pada Juli 2022, keputusan tersebut dihapus setelah mendapat banyak penolakan dari penggemar.

Meski sudah dicabut, nyatanya “Die Mannschaft” masih populer sebagai julukan timnas Jerman di kalangan internasional. Selain itu, timnas Jerman juga dikenal dengan julukan “Nationalelf” yang merupakan bahasa Jerman dari tim nasional.

Di kalangan media Indonesia sendiri, timnas Jerman juga kerap dijuluki “Der Panzer”. Kata Panzer diambil dari nama tank tempur Jerman yang digunakan di Perang Dunia Kedua.

Julukan “Der Panzer” pertama kali terdengar di Piala Dunia 1954 di Swiss. Kala itu, Jerman Barat yang tidak difavoritkan berhasil menjuarai Piala Dunia pertamanya usai mengalahkan tim favorit Hungaria. Julukan tersebut disematkan karena timnas Jerman kala itu dianggap seperti mesin diesel Panzer yang lama panas.

 

4. Brasil – A Seleção

Di urutan keempat, ada pengoleksi trofi Piala Dunia terbanyak, Brasil. Timnas Brasil sudah 5 kali menjuarai Piala Dunia. Yang pertama adalah Piala Dunia 1958 di Swedia, kemudian Piala Dunia 1962 di Chile, Piala Dunia 1970 di Meksiko, Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, dan terakhir Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea.

Timnas Brasil punya beberapa julukan. Yang pertama dan paling banyak dipakai adalah “A Seleção”. Bila diartikan secara langsung dari bahasa Portugis, kata tersebut memiliki arti “pemain yang terpilih”. Namun, secara harfiah dapat diartikan sebagai tim nasional.

Selain “Seleção”, timnas Brasil juga dijuluki “Canarinho” yang berarti “Kenari Kecil” yang merujuk pada spesies burung Kenari berwarna kuning cerah yang biasa ditemukan di Brasil. Julukan ini pertama kali dipopulerkan oleh seorang kartunis bernama Fernando Pieruccetti di Piala Dunia 1950. Canarinho kini juga dipakai sebagai nama dari maskot timnas Brasil.

Selain julukan-julukan tadi, timnas Brasil juga kerap dijuluki “Tim Samba”. Sebutan ini pertama kali terdengar di Piala Dunia 1958 di Swedia. Samba sendiri merupakan salah satu jenis tarian yang populer di Brasil. Dijuluki Tim Samba karena gaya main timnas Brasil yang khas dan indah seolah seperti sedang menari samba di tengah lapangan.

 

5. Inggris -The Three Lions

Di urutan kelima ada timnas Inggris yang sekali menjuarai Piala Dunia pada edisi 1966 saat mereka bertindak sebagai tuan rumah. Timnas Inggris hanya punya satu julukan, yakni “The Three Lions” alias “Tiga Singa”.

Asal-usul julukan tersebut sangat mudah diketahui. “The Three Lions” merujuk pada logo FA yang bergambar tiga ekor singa bertumpuk. Lambang tiga singa tersebut merupakan warisan dari Raja Richard 1 alias Richard the Lionheart yang berkuasa pada 1189 hingga 1199.

“Tiga Singa” yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan martabat, kemudian dijadikan simbol negara Inggris. Lambang tersebut kemudian diadopsi sebagai logo FA sejak mereka berdiri pada 1863 dan mulai dipakai timnas Inggris pada saat bertanding melawan Skotlandia pada 1872. Sejak saat itulah, “The Three Lions” jadi ciri khas yang tak terpisahkan dari sejarah sepak bola Inggris.

 

6. Argentina – La Albiceleste

Di urutana keenam ada Argentina yang menjadi kampiun Piala Dunia sebanyak dua kali. Timnas Argentina menjadi juara di gelaran Piala Dunia 1978 di Argentina dan Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Timnas Argentina dijuluki “La Albiceleste”, yang artinya “Putih dan Biru Langit”. Penyebabnya sangat sederhana. Warna tersebut sesuai dengan bendera Argentina. Corak garis-garis yang terdapat pada jersey utama timnas Argentina juga berwarna putih dan biru langit.

 

7. Prancis – Les Bleus

Berikutnya, di urutan ketujuh ada Prancis yang pertama kali menjuarai Piala Dunia di edisi 1998 yang dihelat di rumah mereka sendiri. Dua puluh tahun kemudian, Prancis meraih trofi Piala Dunia kedua mereka di Rusia 2018.

Sesuai dengan warna dan corak dominan yang mereka gunakan pada jerseynya, Timnas Prancis punya julukan “Les Bleus” alias “Si Biru”. Selain itu, timnas Prancis juga dijuluki “Le Coq Gaulois” yang merupakan bahasa Prancis dari “Ayam Jantan”. Unggas tersebut memang jadi hewan nasional Prancis dan menjadi logo dari Federasi Sepak Bola Prancis.

 

8. Spanyol – La Furia Roja

Terakhir, ada kampiun Piala Dunia 2010, Spanyol. Julukan dari timnas Spanyol adalah “La Roja” yang berarti “Si Merah”. Sesuai dengan warna bendera Spanyol, merah adalah lambang gairah dan kekuatan Spanyol. Merah juga merupakan warna dari seragam kebesaran timnas Spanyol.

Julukan lain yang tak kalah populer adalah “La Furia Roja” yang berarti “Kemarahan Si Merah”. Salah satu sumber menyebut kalau julukan tersebut terinspirasi dari tragedi‘Sack of Antwerp’ atau yang juga dikenal sebagai ‘Spanish Fury’. Sebuah tragedi kelam yang menewaskan ribuan orang yang terjadi selama 3 hari pada Oktober 1576 di mana pasukan tentara pemberontak dari Spanyol menjarah, menghancurkan, dan membakar kota Antwerp di Belgia.

Dalam sumber lain, julukan “La Furia Roja” terinspirasi dari nama pemain timnas Spanyol di Olimpiade Musim Panas 1920, Jose Maria Belauste. Gaya dan cara bermainnya saat itu membuat surat kabar asal Belanda menjulukinya “La furia espanola” atau “The Spanish Fury”.

Di Indonesia, timnas Spanyol juga sering dijuluki Tim Matador yang merujuk pada pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng. Meski matador terkesan keras dan brutal, tetapi dalam budaya Spanyol, matador adalah sebuah warisan budaya yang penting di negara tersebut.

Selain itu, julukan matador dalam timnas Spanyol digunakan untuk menggambarkan gaya sepak bola Spanyol yang penuh gairah dan romantis. Sungguh tidak disangka bukan?

https://youtu.be/Xn0x9FOypCs
***
Referensi: Goal, Spiegel, Pikiran-Rakyat, Okezone, Starting Eleven, Goal.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru