Apa Yang Sebenarnya Terjadi Dengan Gonzalo Higuain?

spot_img

Striker Chelsea, Gonzalo Higuain, resmi mengumumkan gantung sepatu dari tim nasional Argentina. Pemain yang dipinjam dari Juventus itu mengaku ingin fokus bersama klub dan keluarganya.

Selain itu, Higuain juga mengaku lelah karena terus dikritik para penggemar Argentina.

“Siklusku dengan timnas telah usai, sekarang aku hanya akan menonton dari luar lapangan, demi kegembiraan banyak orang,”

“Aku sudah berbicara dengan pelatih Lionel Scaloni dan menyampaikan pandanganku, keputusan sudah bulat, ini yang terbaik bagiku.”

Gonzalo Higuain memang sedang mengalami masa-masa sulit. Tak hanya bersama Timnas Argentina yang akhirnya ia memutuskan pensiun, namun juga saat bertanding bersama klub yang dibelanya saat ini, Chelsea FC. Ia bahkan mengaku sulit beradaptasi dengan tim kota London.

Palatihnya, Maurizio Sarri, juga menganggap jika Higuain tengah mengalami masa-masa sulit. Didatangkan pada bursa transfer musim dingin 2019 dengan status pinjaman, hingga saat ini Higuain belum mampu beradaptasi dengan gaya sepakbola Liga Inggris.

Tercatat, Higuain hanya mampu mencetak tiga gol saja. Golnya itupun ia cetak ke gawang tim-tim yang tak terlalu tangguh seperti Huddersfield Town dan Fulham. Jika dihadapkan dengan tim-tim besar atau papan tengah, Higuain tak berdaya termasuk saat Chelsea dikalahkan Everton beberapa pekan lalu.

Padahal, jika menilik beberapa tahun ke belakang, Higuain merupakan penyerang yang sangat subur. Saat bermain dibawah asuhan Sarri bersama Napoli, Higuain pernah mencetak 36 gol dari 35 laga di Serie A. Selama tiga musim di Napoli, Higuain bahkan punya rata-rata 30 gol per musim di seluruh kompetisi. Secara total, ia sudah menyumbang 91 gol untuk il partenopei.

Setelah berpetualang bersama Napoli, Higuain direkrut oleh raja Serie A, Juventus. Ketika itu, Si Nyonya Tua sepakat menebus buyout clause Gonzalo Higuain senilai 90 juta euro atau sekitar 1,3 triliun rupiah.

Bersama Tim Zebra, rekor gol nya juga tak kalah mentereng. Memulai debut saat melawan Fiorentina, Higuain menyamai rentetan gol terbaiknya sendiri setelah rutin mencetak gol dalam enam laga beruntun. Dalam dua musim bersama La Vecchia Signora, Higuain sukses mencetak 40 gol dalam 73 pertandingan.

Selain itu, Higuain juga turut membantu Bianconeri dalam meraih gelar ganda, Scudetto dan Coppa Italia, pada kedua musimnya bersama klub Turin. Ia juga ikut tampil di final Liga Champions 2017 meski pada akhirnya Juve harus tunduk dari Real Madrid.

Namun saat dipinjamkan ke AC Milan, performanya seolah menurun. Hal itulah yang membuat Higuain pindah ke Chelsea. Disebut-sebut sebagai pengganti jitu Alvaro Morata yang tak mampu berbuat banyak, performa Higuain malah sama melempemnya. Padahal, ia kembali bereuni dengan mantan pelatihnya di Napoli, Maurizio Sarri.

Tiga hal yang mendasari tak kunjung membaiknya performa Higuain di Chelsea adalah, yang pertama tentang kesulitannya beradaptasi dengan sepak bola Inggris. Higuain mungkin sukses di Spanyol dan Italia. Namun Inggris adalah kompetisi yang berbeda. Dia harus benar-benar agresif untuk bisa mencetak banyak gol.

Yang kedua adalah tentang kurang tampil meyakinkannya Higuain di paruh pertama. Bermain 22 kali selama setengah musim bersama AC Milan, Higuain hanya mampu mencetak delapan gol. Kondisi itu membuat dirinya harus berjuang keras meningkatkan ketajamannya. Apalagi, bek-bek Premier League merupakan pemain yang sangat tangguh dan berkekuatan besar.

Lalu yang terakhir adalah tentang gaya bermainnya yang tak cocok dengan Chelsea. Higuain merupakan penyerang yang bertipikal poacher. Dia lebih sering berada di area pertahanan lawan dan jarang membantu tim dalam membangun serangan. Padahal, Chelsea di bawah arahan Maurizio Sarri menerapkan taktik 4-3-3. Sarri butuh pemain yang bisa membantu serangan mulai dari lini belakang hingga ke depan.

Dengan gaya permainan tersebut, Higuain sulit mengembangkan permainannya.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru