Seringkali kita melihat seorang atlet yang dikompres dengan es pada bagian yang mengalami cedera. Belakangan, para atlet tenar sering memamerkan foto kala mereka sedang berendam di air es.
Apa sebenarnya manfaat dari berendam di air es?
Well, mandi air es, atau dalam bahasa ilmiah krioterapi, dilakukan dengan cara merendam seluruh bagian tubuh, kecuali kepala, ke cairan dingin yang biasanya sudah diisi dengan es selama beberapa menit. Dalam versi yang lebih mahal, bisa juga menggunakan cairan nitrogen yang telah didinginkan.
Di Indonesia, krioterapi sempat populer saat dilakukan Timnas U-19 pada 2013 dalam rangkaian uji tanding tur nusantara. Cristiano Ronaldo bahkan sampai membeli perangkat krioterapi tersendiri agar bisa menggunakannya tiap malam di kediamannya.
Menjadi pesepakbola memiliki konsekuensi berupa begitu seringnya kinerja otot diperah untuk berlari selama 90 menit sepanjang musim. Baik sesi latihan maupun beban berkompetisi dapat berakibat pada tidak kuatnya sistem tubuh, yang bisa dirasakan dengan adanya stres dan kelelahan.
Bagi pesepakbola, dampak instan yang dapat dirasakan adalah kelelahan otot. Dalam level kompetisi yang begitu tinggi seperti Premier League, pemulihan otot praktis harus diutamakan. Ada ujar-ujar, bukan skill individu atau organisasi tim yang membuatmu jadi juara, melainkan bagaimana timmu menghindari ancaman cedera.
Jadi, berdasar tuntutan bahwa otot pemain musti dipulihkan hanya dalam jangka dua atau tiga hari, berendam di air es atau krioterapi tampak sering jadi pilihan.
Sistem imun manusia terdiri dari jaringan yang melibatkan organ tubuh, hormon, dan sel-sel syaraf. Diperlukan sinergi antara ketiganya untuk menjaga tubuh agar tetap fit. Para pesepak bola tentu harus memelihara tiga unsur tersebut agar dapat selalu tampil kompetitif.
Seperti dikutip Panditfootball, krioterapi dianggap bisa mempercepat pelarutan timbunan asam laktat dalam otot yang terbentuk setelah melakukan kegiatan fisik. Asam laktat, yang dapat dirasakan melalui kondisi “pegal-pegal”, dapat dihilangkan dengan direndam air dingin. Secara sederhana, berendam di air es dapat mempercepat pemulihan pegal-pegal, dan dengan demikian, kelelahan akan terkurangi.
Akan tetapi, para ahli masih belum sanggup menjelaskan bagaimana bisa air bersuhu dingin dapat mempengaruhi otot. Sebuah studi pada 2007 bahkan menyebutkan bahwa berendam air es hanya mampu mengurangi kelelahan dan mengurangi rasa sakit akibat cedera, tetapi sama sekali tidak menyembuhkan kerusakan pada otot. Seorang ahli bahkan curiga orang-orang melakuka krioterapi hanya karena lebih populer dan modis.
Nyatanya, banyak pemain yang merasa terbantu dengan krioterapi. Skuad Leicester yang secara ajaib menjuarai Premier League 2015/16 pun diakui menggunakan metode krioterapi untuk memulihkan tenaga para pemain.
Efeknya dahsyat. Daya tahab pemain Leicester tak tertandingi. Mereka menjadi tim yang paling sedikit menderita cedera, menjadi tim yang paling sedikit menggunakan pemain, walaupun menjadi tim dengan gol serangan balik terbanyak dan menaruh Jamie Vardy dan Jeffrey Schlupp dalam tiga besar pemain tercepat dalam km/jam di Premier League. BBC pun menyimpulkan, Leicester yang jadi kampiun Inggris amat terbantu dengan krioterapi yang mereka lakukan tiap pekan.
Jadi, silakan football lovers merasakannya sendiri …


