Andrea Pirlo: Sosok Maestro Yang Jenius nan Kharismatik

spot_img

Sosok elegan yang penuh kharisma itu adalah Andrea Pirlo.

Setelah 27 tahun berkutat dalam dunia sepakbola, Andrea Pirlo akan selalu dirindukan.

“Pirlo bisa membuat kakinya melakukan apapun yang dia inginkan. Dia seorang yang sangat genius.” Sanjungan dari mantan bintang Barcelona, Johan Cruyff.

Pirlo bukan tipikal pemain sepakbola yang energik, gesit, atau punya speed tinggi. Pria kelahiran 19 Mei 1979 itu punya keistimewaan berupa visi bermain yang luar biasa. Dari lapangan tengah tempatnya beroperasi, Pirlo bisa melihat ke semua sisi lapangan.

Andrea Pirlo layak masuk kedalam pemain yang menikmati sepakbolanya sebagai medium untuk bersenang-senang, bukan semata untuk bertanding. Ada makna yang benar-benar diresapi oleh Pirlo, sebagai pesepakbola idealis, yang membuatnya mudah sekali dicintai.

Kualitas nya sangat terlihat kala ia sedang membawa bola. Perputaran waktu seolah mengikuti seberapa cepat atau lambat Pirlo bergerak. Ketenangan dalam bermain sukses menjadikannya sebagai pemain yang pandai mengatur tempo pertandingan.

Mantan rekan setimnya di AC Milan dulu, Gennaro gattuso ikut berkomentar akan cara bermain Andrea Pirlo,

“Ketika melihat Pirlo bermain, aku selalu bertanya kepada diri sendiri, ‘apakah aku benar-benar seorang pesepakbola?’”

Berkat kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar, Pirlo dijuluki sebagai sang maestro sepakbola.

Sedikit menarik kebelakang, tepatnya pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Pirlo tak benar-benar mempersiapkan diri untuk laga puncak yang akan dijalaninya. Sehari sebelum final, ia malah menghabiskan waktu dengan bermain Playstation. Hingga pada akhirnya, ia buka suara mengenai hal tersebut,

“Aku sangat bahagia bisa sampai ke partai puncak, akan tetapi, aku tak mau ambil pusing, aku hanya ingin semuanya mengalir apa adanya.”

Hal tersebut membuktikan bahwa sikapnya juga merepresentasikan gaya bermainnya di atas lapangan. Tenang, santai, namun tetap fokus.

Melihat Pirlo bekerja adalah perihal melihat wujud nyata bekerja dengan otak. Pirlo adalah pemain sederhana, dengan kualitas kelas satu. Sederhana adalah caranya bermain dan menetapkan posisi.

Kawan lamanya, Eugenio Corini, mengungkap,

“Aku ingat pertandingan pertamanya. Dia sepertinya sudah ditakdirkan untuk menjadi pemain hebat,”

“Dalam latihan dia sudah menunjukkan kualitasnya yang besar, dan di akhir musim dia melakukan debut melawan Reggiana, di umur 16. Hari itu, kami semua meyakini bahwa seorang bintang telah lahir”.

Filosofinya dalam bermain bola sulit ditemukan dalam sepakbola masa kini. Sang maestro dengan gaya bermain sederhana namun memikat memutuskan untuk mengakhiri karir sepakbolanya setelah menjalani dua musim sebagai penggawa News York City di Major League Soccer.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru