Gelaran Copa America pada tahun ini bebarengan dengan bergulirnya Piala Eropa 2020. Meski euforia yang diperlihatkan tidak semegah apa yang ditunjukkan Piala Eropa, tetap saja, Copa America sebagai ajang bersejarah selalu menyimpan kejutan untuk dinantikan.
Brasil yang berada di grup A bakal meladeni perlawanan Kolombia, Venezuela, Ekuador, dan Peru. Sementara di grup B, Argentina bakal ditantang oleh tim yang tak kalah hebat seperti Bolivia, Uruguay, Chile dan Paraguay.
Masih diisi oleh banyak tim bertabur bintang, Copa America pada tahun ini sempat temui polemik. Beberapa negara sempat menyatakan penolakannya untuk tampil di ajang ini menyusul pandemi virus corona yang masih terus meningkat. Sejatinya, Copa America tahun ini bakal digelar di Argentina dan Kolombia, akan tetapi sekarang Brasil ditunjuk sebagai tuan rumah, meski negara tersebut juga masih berjuang untuk menuntaskan permasalahan yang tengah melanda dunia.
Brasil, yang dikenal sebagai gudangnya para pemain hebat diprediksi bakal menyelesaikan turnamen ini dengan gelar juara. Tidak berlebihan memang, mengingat negara tersebut begitu akrab dengan trofi juara. Selain itu, Brasil juga menurunkan skuad berkualitas dunia. Di posisi penjaga gawang ada Ederson Moraes dan Alisson Becker. Di lini pertahanan terdapat nama Thiago Silva,Marquinhos, hingga Eder Militao.
Di posisi tengah sendiri nama Casemiro, Fabinho, hingga Lucas Paqueta masih menjadi andalan. Lini serang Brasil tampak garang setelah disana terdapat nama Neymar Jr, Gabriel Jesus, RIcharlison, sampai bintang Real Madrid Vinicius Jr.
Dengan skuad jempolan yang dibawa, berikut adalah alasan mengapa Brasil layak memenangi gelaran Copa America edisi kali ini.
Daftar Isi
Menyambut Turnamen Dengan Meyakinkan
Sejak menjuarai Copa America 2019, Brasil terus melakoni laga internasional dengan meyakinkan. Di enam laga pembuka kualifikasi Piala Dunia, mereka berhasil menyapu bersih segalanya. Ini termasuk kemenangan 4-2 melawan finalis Copa America edisi sebelumnya, Peru, dan juga tim kuat Uruguay yang dilibas dengan skor telak 2-0.
Di babak kualifikasi Piala Dunia, Brasil yang sama sekali belum tersentuh kekalahan berhasil mengungguli Argentina yang duduk di tangga kedua. Dalam enam pertandingan, mereka berhasil kumpulkan poin sempurna yaitu 18. Selain itu mereka berhasil mencetak 16 gol dan cuma kebobolan sebanyak dua gol saja.
Dengan persiapan yang mengagumkan, Brasil dipercaya akan melenggang mulus di gelaran Copa America tahun ini.
FT: Uruguay 0-2 Brazil
🇧🇷 The record #WorldCup champions win at the historic Estadio Centenario & remain perfect in Qatar 2022 #WCQ thanks to goals by @arthurhromelo & @richarlison97 pic.twitter.com/kmtAQrIzBn
— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) November 18, 2020
Memiliki Pertahanan Yang Kokoh dan Kiper Jempolan
Bicara tentang pertahanan Brasil yang cuma kebobolan segelintir gol di babak kualifikasi Piala Dunia, maka hal ini tak lepas dari peran para pemain belakang, termasuk kiper yang sangat luar biasa. Pemenang Liga Champions Eropa bersama Chelsea, Thiago Silva, dan kapten Paris Saint Germain, Marquinhos, membentuk kemitraan yang begitu luar biasa. Dua bek dengan kualitas tinggi itu sangat sulit ditembus.
Dalam enam pertandingan yang dijalani di babak kualifikasi zona Amerika Selatan, tercatat hanya dua gol saja yang bersarang. Hal tersebut memang tidak mengejutkan setelah di gelaran Copa America sebelumnya, duet pemain belakang ini cuma kebobolan satu gol dalam enam pertandingan yang dijalani.
Selanjutnya, kombinasi brilian dua bek ini juga semakin sempurna dengan keberadaan kiper jempolan. Alisson Becker dan Ederson Moraes. Dua nama tersebut benar-benar akan membuat penyerang manapun kewalahan. Ketika nama Alisson lebih diunggulkan untuk berdiri di bawah mistar, Ederson dengan segala ketangguhan yang dimiliki tentu akan terus memberi persaingan ketat untuk bisa jadi pilihan utama.
🇧🇷 Ederson and Alisson are two of six #PL players to be selected for Brazil’s Copa America squad
Read more ➡️ https://t.co/ULx45PZyHO pic.twitter.com/Iqq6ovQPt6
— Premier League (@premierleague) May 18, 2019
Lini Serang Merata
Selain pertahanan yang kokoh karena disana terdapat bek hebat dan kiper jempolan, Brazil juga memiliki lini serang mumpuni. Dalam hal ini, tim samba tidak hanya bertumpu pada satu atau dua sosok saja, namun mereka juga memiliki pemain lain yang punya kualitas luar biasa dalam menyerang.
Meski tetap saja nama Neymar dipandang sebagai andalan utama, skuad yang dimiliki Tite lainnya tak kalah hebat. Salah satu nama yang patut ditonjolkan adalah Roberto Firmino. Memang benar bila pada musim ini, Firmino tampil kurang meyakinkan bersama Liverpool. Namun ketika tampil bersama Brasil, dia berhasil tunjukkan performa gemilang. Firmino dianggap sebagai pemain yang pandai mencari ruang dan bisa memberi warna berbeda di lini serang Brasil.
Berikutnya ada Richarlison, dan juga Everton Soares yang tampil gemilang di ajang Copa America 2019. Dua nama tersebut bisa menjadi andalan utama lainnya, ketika Neymar berhalangan tampil dalam pertandingan.
Jangan lupakan pula nama Gabriel Jesus yang disiapkan sebagai pengganti berkualitas. Bintang Manchester City itu bisa saja bertindak sebagai senjata rahasia, ketika peluru utama tim samba tak temui sasaran. Nama lain yang juga patut diwaspadai adalah eks penyerang Inter MIlan, Gabriel Barbosa. Dalam enam pertandingan Copa Libertadores, pemain berusia 24 tahun ini sukses mencetak enam gol dan satu assist.
Kemudian absennya Coutinho dalam gelaran kali ini telah memberi kesempatan bagi playmaker Lyon, Lucas Paqueta, untuk unjuk gigi. Seperti diketahui, pemain berusia 23 tahun itu benar-benar tampil luar biasa untuk tim asal Prancis, dengan mencetak 9 gol dan mencatatkan 5 assist dari lini tengah. Selain itu, dia masuk ke dalam daftar skuad terbaik Ligue One Prancis bersama dengan Neymar dan Marquinhos.
Richarlison bags Brazil’s fourth in romp over Peru: The Everton forward came on at half-time and ended with the game with an assist and a goal as the Copa America hosts beat Peru 4-0 to remain top of Group A. https://t.co/AngMXn84L8 pic.twitter.com/GsjmgUyQiU
— ToffeeWeb (@ToffeeWeb) June 18, 2021
Keberadaan Casemiro di Lini Tengah
Salah satu posisi krusial yang akan menjadi daya ledak timnas Brasil adalah gelandang, dimana disana terdapat nama Casemiro, yang kita tahu punya kualitas luar biasa. Kepemimpinan dan karakter kuatnya dipercaya bisa menopang tim di saat-saat sulit sekalipun. Sudah menyumbangkan enam gol dan empat assist untuk Real Madrid musim ini, nama Casemiro semakin ditakuti, terutama dalam situasi bola-bola mati.
Menjadi bagian dari tiga trofi Liga Champions secara beruntun era Zinedine Zidane, Casemiro tentu akan bernafsu untuk memenangkan gelaran ini. Apalagi bila mengetahui kegagalan Real Madrid dalam meraih trofi tahun ini.
Beberapa nama yang akan semakin membuat lini tengah Brasil kian solid adalah Douglas Luiz dari Aston Villa, Fabinho dari Liverpool atau Fred dari Manchester United. Kumpulan pemain tengah itu, selain bisa menjaga kestabilan tim, juga berpotensi melindungi para penyerang dari sergapan lawan.
Casemiro in official games for Brazil:
• 23 games played.
• 19 wins.
• 4 draws.
• 0 defeats. pic.twitter.com/Ox9fRTpKju— Madrid Xtra. (@MadridXtra) June 13, 2021
Keberadaan Wingback Muda Berkualitas
Nama Danilo dan Alex Sandro dianggap sebagai bek yang kurang memberi kreativitas bagi tim samba. Bahkan, pada gelaran Piala Dunia 2018 ketika disitu masih terdapat nama Marcelo, Brasil kerap kecolongan di sektor tersebut karena penurunan performa pemain Real Madrid tersebut. Hasilnya, Brasil harus takluk dari Belgia di babak perempat final.
Kini, Brasil bisa bernafas lega karena Tite memiliki dua penggawa muda yang beroperasi di sektor sayap. Mereka adalah Emerson Royal dan Renan Lodi. Dua pemain yang tampil di kompetisi La Liga itu dianggap sebagai pemain yang bakal memberi warna berbeda bagi permainan Brasil dari sektor sayap.
Emerson Royal tentu akan tampil maksimal mengingat dia baru saja didatangkan oleh raksasa La Liga, FC Barcelona. Dia bakal tampil percaya diri demi memberi kesan terbaik di ajang Copa America sebelum bergabung dengan skuad Barca.
Untuk Lodi, pemain berusia 23 tahun tersebut dianggap sebagai pemain dengan skill tinggi. Lodi dianggap mewakili sosok Marcelo yang penuh kualitas. Dia tak segan memamerkan tipuannya di atas lapangan, seperti apa yang biasa dilakukan Marcelo.
FT: Brazil win 4-0 vs Peru. Emerson Royal came on in the 86th minute, replacing Danilo. pic.twitter.com/GW2Fy79aBg
— Barça Buzz (@Barca_Buzz) June 18, 2021


