Ada Arjen Robben dan Franck Ribery dalam Diri Michael Olise

spot_img

Pemain baru Bayern Munchen, Michael Olise, setapak demi setapak mulai menampakkan sinarnya di khazanah sepak bola Eropa. Mantan pemain Crystal Palace ini menjelma sebagai salah satu pemain penting Vincent Kompany di Tanah Bavaria. Olise langsung menembus skuad mentereng FC Hollywood dan menjadi pelayan Harry Kane.

Saking berbakatnya anak ini, beberapa pihak malah menyandingkannya sejajar dengan Arjen Robben. Tak cukup Arjen Robben, Olise pun disandingkan dengan duet Robben-Franck Ribery. Memangnya, sehebat apa Michael Olise ini hingga disejajarkan dengan para legenda?

 

Lahir di Inggris, Tapi Membela Prancis

Michael Akpovie Olise lahir di London, 12 Desember 2001. Ia lahir dari ayah seorang Nigeria dan ibu blasteran Prancis-Aljazair. Meskipun lahir dan tumbuh berkembang di Inggris, Olise malah memilih untuk membela Prancis dalam level sepak bola internasional. Olise pertama kali debut membela logo ayam jantan pada 2 Juni 2019 bersama Timnas Prancis U18.

Berkat performa apiknya, pada 6 September 2024 lalu Olise mendapatkan debut bersama tim nasional senior. Olise bermain 58 menit melawan Italia di ajang Nations League. Sayang, Les Bleus harus kalah 3-1 dari Gli Azzurri.

Pada musim panas lalu, Olise digaet Thierry Henry untuk mewakili kontingen Prancis untuk ajang Olimpiade 2024. Sayangnya, Prancis kalah di final atas Spanyol sehingga mereka hanya mendapatkan medali perunggu. “Kami tahu dia memiliki berbagai kemungkinan, namun dia ingin bermain untuk Prancis,” ucap Thierry Henry via BBC.

Sebenarnya, Gareth Southgate sendiri tertarik untuk menarik Olise ke Timnas Inggris. Sebab, saat itu, Olise belum mendapatkan caps bersama Timnas Prancis. Namun, Henry menambahkan bahwa bagaimanapun Olise lebih memilih bermain untuk Tim Ayam Jantan ketimbang Tim Tiga Singa.

“Dia bisa membuat keputusan lain dan bermain di Piala Eropa bersama Inggris, seperti rekannya di Crystal Palace, Eberiche Eze,” pungkas Henry, dikutip dari BBC.

 

Menjajal Banyak Tim Besar dan Merumput Bersama Reading

Olise sendiri memiliki riwayat klub junior yang sangat mentereng. Arsenal, Chelsea, dan Manchester City merupakan klub besar yang pernah disinggahinya kala masih belia. Meski pada akhirnya Olise memulai karir profesionalnya bersama Reading, Olise menghabiskan sebagian besar masa mudanya bersama The Blues. Olise bergabung ke Cobham dari umur 7 tahun dan kelak keluar menuju Manchester City pada usia 14 tahun.

Andai kata Olise tak pernah keluar dari Chelsea, bukan tidak mungkin dirinya akan bermain untuk Timnas Inggris. Sang adik, Richard Olise yang sejak awal bergabung dengan Chelsea dan belum beranjak dari sana, malah memilih untuk membela Timnas Inggris U18. Meskipun sudah pergi sejak 2016, Chelsea sempat beberapa kali melakukan usaha untuk membawa pulang Olise. Pada musim panas 2023 lalu, The Blues sempat menawar Olise dari Crystal Palace dengan mahar 35 juta pounds (Rp 720 miliar). Namun, tawaran tersebut ditolak.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Olise akhirnya bergabung dan mendapatkan debut profesional di Reading. Dirinya bergabung ke Reading pada tahun 2017 setelah menghabiskan waktu yang singkat di akademi Manchester City. Olise baru mendapatkan debut senior pada 3 Desember 2019 kala Reading bertanding melawan Leeds di ajang Championship.

Setelah bermain selama kurang lebih 18 bulan bersama Reading, Olise mampu mencetak 7 gol dan mengkreasikan 14 assist. Karena dianggap sebagai salah satu pemain yang cukup potensial, Crystal Palace langsung menggaetnya pada musim panas 2021. The Eagles tampaknya ingin mengulangi keberhasilan menggaet pemain Championship berbakat dalam diri Eberiche Eze yang mereka gaet semusim sebelumnya.

 

Crystal Palace dan Menjadi Incaran Klub Besar

Akhirnya, Crystal Palace berhasil menggaet Michael Olise dengan harga yang cukup murah yakni, 9,3 juta euro (Rp 161 miliar). Harga yang kelak akan melonjak tajam ketika Olise digaet Vincent Kompany ke Bayern Munchen. Die Bayern harus mengeluarkan kocek sebesar 53 juta euro (Rp 913 miliar) untuk merayu Crystal Palace agar mau melepaskan bintangnya.

Bersama Palace, penampilan Olise memang menjanjikan. Di musim pertamanya, meski belum jadi pilihan utama, Olise mampu berkontribusi terhadap 12 gol Crystal Palace di Piala FA dan Premier League musim 2021/22. Musim itu, Olise mencetak 4 gol dan 8 assist. Angka tersebut kemudian meningkat tajam seiring dengan meningkatnya menit bermain.

Pada musim keduanya, Olise yang sudah mulai menjadi pilihan utama The Eagles, berhasil menjadi kreator handal. Ia mencatatkan 11 assist dan mampu mencetak 2 gol. Performa Olise mencapai puncaknya pada musim 2023/24. Pemain yang akhirnya dianugerahi PFA Player of The Year 2024 ini mencetak 10 gol dan 6 assist hanya dalam 19 laga di Premier League.

Permainan Impresifnya inilah yang akhirnya menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Baik dari Chelsea, Newcastle United, bahkan hingga Manchester United bersusah payah merayu Crystal Palace untuk melepaskan pemainnya. Namun, pada akhirnya, Palace melepas Olise ke luar Inggris. Olise bergabung dengan raksasa Eropa, Bayern Munchen.

 

Gaya Bermain

Mengapa Michael Olise bisa-bisanya disandingkan dengan Arjen Robben bahkan sekaligus dengan Franck Ribery? Ya, karena gaya permainannya mirip sekali dengan keduanya. Membawa bola dari samping, menusuk ke dalam, dan tembak! Gaya permainan yang pastinya masih terngiang-ngiang di ingatan banyak orang. Sebab, lewat gaya permainan seperti ini duo Robben dan Ribery menggemparkan Eropa sedekade lalu.

“Michael itu mirip dengan sosok Robben dan Ribery di kala muda, dia bisa meraih hal-hal yang luar biasa,” tutur Direktur Olahraga Bayern Munchen, Max Eberl via Goal.

Vincent Kompany sebagai sosok yang bertanggung jawab mendatangkannya pun mengakui bahwa Olise tampil sangat apik di Bavaria. Manajemen Bayern pun merasa untung besar bisa membeli Olise dengan harga yang dikeluarkannya. Pasalnya, mereka memprediksi nilai pasar Olise akan terus naik apabila konsistensinya terjaga.

 

Menikmati Sepak Bola

Uniknya, Michael Olise ini ternyata seorang pendiam. Olise memang dikenal sebagai sosok yang memiliki ketenangan. Alexandre Lacazette selaku kapten kontingen Prancis di Olimpiade 2024 lalu malah menyebut bahwa Olise ini tak hanya humble namun juga lucu.

Harry Kane sebagai salah satu pemimpin di FC Hollywood juga tak mau ketinggalan memberikan testimoninya. “Kamu tak akan melihat sosok Michael yang sesungguhnya di luar, tapi di dalam dia benar-benar sosok yang baik,” ujar Kane via Goal.

Menurut Kompany, Olise ini tak peduli dengan tekanan yang ada di luar. Ia hanya menikmati sepak bola. Kompany berharap, fokus yang dimiliki oleh Olise ini bisa ia pertahankan. Bahkan saking pemalu dan tak pedulinya dengan opini media, Olise ini tergolong jarang tampil di hadapan media. Setelah berhasil mencetak brace ke gawang Werder Bremen saja, Jamal Musiala harus memaksanya agar Olise mau muncul ke hadapan kamera.

https://youtu.be/l-uTlYjSqgM

Sumber: BBC, Transfermarkt, Goal, United in Focus, dan Bundesliga

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru