AC MIlan Vs Inter Milan: Pertaruhan Harga Diri di Arab Saudi

spot_img

Dari tanah Arab, genderang perang penasbihan raja sepakbola Italia akan segera ditabuh. Dua tim dari kota mode, Inter Milan dan AC Milan berhasrat menyelami kerasnya romantisme Derby Della Madonnina dengan berebut gelar di negeri orang. Pertaruhan harga diri kedua tim sebagai simbol kejayaan sepakbola kota Milan yang sah pun terus berlanjut.

Gelar Supercoppa Italia ini bisa jadi trofi pertama kedua tim di musim ini. Selain itu, tak dipungkiri kedua tim juga berambisi mengeruk uang sebanyak mungkin sepulangnya dari tanah Arab. Yang jadi tambah menarik, kedua tim juga ternyata punya tujuan berbeda dalam hal merebut trofi ini.

Head To Head Derby Milano

Laga ini tak sekadar perebutan gelar. Romantisme persaingan kedua tim sudah tumbuh sedemikian sekian. Bahkan dalam sejarahnya, kedua tim ini memang penuh dengan persaingan.

FYI aja, dulu kota Milan hanya punya satu klub lho, yakni AC Milan pada tahun 1899. Hanya Milan lah yang berkuasa ketika itu dengan mendominasi sepakbola di kota mode. Namun pada 1909 muncul beberapa orang Italia yang tak terima hanya AC Milan saja yang jadi simbol kejayaan sepakbola kota Milan. Sejak saat itulah, Inter Milan berdiri dan menjadi pesaing sampai sekarang.

Jika menengok sedikit tentang head to head kedua tim selama ini, Inter mungkin pantas bersombong diri. Kedua tim telah berduel 229 kali, dengan Inter meraih 84 kemenangan, Milan 78 kali, dan 68 laga berakhir imbang

Namun keadaannya sekarang berbeda. Di lima pertemuan terakhir mereka, Milan mampu unggul 2 kali termasuk pertemuan terakhirnya di Serie A musim ini dengan skor 3-2. Hal yang sebenarnya bisa menjadi modal penting pasukan Pioli di laga ini.

Kenapa Super Coppa Italia Digelar Di Arab Saudi?

Sudah bicara head to head, mari kita fokus ke inti pertarungan mereka yakni final Supercoppa Italia 2022. Di mana pertemuan akbar pertama Derby Milano di 2023 ini akan dihelat di Arab Saudi. Lagi-lagi kok ada Arab Saudi? Itulah yang selalu menjadi pertanyaan.

Namun, bagi yang tahu saja, hal itu bukan sebuah keanehan. karena laga Supercoppa Italia sendiri memang biasanya dihelat di luar Italia. Selain di Arab Saudi, laga Supercoppa Italia pernah berlangsung di Amerika, Qatar, China, bahkan negara seperti Libya pun pernah menjadi tuan rumah.

Otoritas sepak bola Italia melalui Presiden Serie A, Gaetano Micciché sudah menjalin kerjasama dengan pihak sepakbola Arab Saudi pada tahun 2018. Dalam kontraknya Arab Saudi ini akan menggelar laga ini dalam lima tahun sebanyak tiga kali. Dengan nilai kesepakatan sekitar 20 juta euro (sekitar Rp 322,4 miliar).

Namun, kesepakatan itu menjadi kontroversi karena Arab dianggap publik Italia ketika itu masih bermasalah dengan kasus HAM dan kesetaraan gender. Kendati begitu, presiden Serie A tak menggubris masalah itu. “Arab Saudi adalah mitra dagang terbesar Italia di timur tengah. Lusinan perusahaan besar Italia berdagang di sana dan memiliki markas di sana, dan hubungan ini tetap terjaga,” kata Gaetano Micciché.

Dirinya juga menyebut bahwa ini juga sesuai dengan restu FIFA, UEFA, dan AFC. Alhasil laga Juventus vs Milan tahun 2019 yang digelar di Jeddah, menjadi ajang kesepuluh Supercoppa Italia yang dihelat di luar Italia, sekaligus yang pertama kali di Arab Saudi.

Fulus Arab

Dengan kontrak yang masih ada antar kedua negara, kini di musim 2022/23 partai AC Milan vs Inter Milan kembali dihelat di Arab Saudi. Nah, sebelum membahas teknis pertandingan, hal menarik yang pertama kali disorot di sini adalah soal uang.

Menurut Calciomercato sebelum menjalani laga ini saja, Inter dan Milan sama-sama sudah mengantongi sebesar 6,25 juta euro. Belum lagi mereka dilaporkan mendapatkan uang tambahan dari kompensasi pihak Arab Saudi sebesar 1,25 juta euro.

Jadi kalau ditotal, kedua tim sebelum bertanding saja sudah dapat 7,5 juta euro. Belum lagi nanti ditambah hadiah juara maupun runner up-nya. Yang jelas, selain harga diri yang diperebutkan, soal fulus dari Arab ini juga menjadi penting bagi kedua klub.

Gelar Pertaruhan AC Milan Dan Ambisi Inter Milan

Di sisi Milan, ini adalah gelar bagi obat inkonsistensi mereka di liga domestik. Ini adalah gelar satu-satunya di depan mata yang bisa didapat pasukan Pioli. Tentunya selain Serie A dan Liga Champions yang masih menjadi pertanyaan besar. Pasalnya, mereka kemarin sudah gagal di Coppa Italia kala dikandaskan Torino.

Pioli menganggap inilah saat yang tepat meraih gelar. Ini juga bisa jadi titik balik performa serta mental bertanding Rafael Leao dan kawan-kawan di kompetisi-kompetisi lainnya. Pioli di sisi lain juga ingin berambisi mengakhiri puasa gelar Milan di Supercoppa Italia. Di mana Milan terakhir kali meraihnya pada 2016 silam.

Lain halnya dengan pasukan Simone Inzaghi. Ambisi lain dari Inter di laga ini adalah menyamai rekor gelar Milan di Supercoppa Italia. Di mana mereka hanya terpaut 1 gelar saja. Milan dengan 7 gelar sedangkan Inter 6 gelar. Selain itu, Inter juga berambisi mempertahankan predikat sebagai “juara bertahan” musim lalu.

Pioli, Inzaghi, dan Kondisi Terkini

Bumbu menarik laga ini selain fulus dan ambisi kedua tim, juga tersaji antara kedua pelatih. Ini adalah pertarungan adu taktik jilid kelima antara Inzaghi vs Pioli kala menukangi duo Milan. Inzaghi hanya menang sekali dan sudah takluk dua kali atas Pioli. Di jilid keenam ini Inzaghi tentu berniat menuntaskan dendamnya kepada seniornya itu.

FYI aja, Inzaghi ini dulunya sempat sering mengamati taktik Pioli ketika menukangi Lazio di 2014. Ketika itu Inzaghi masih sebagai pelatih Primavera Lazio. Namun, keduanya pecah kongsi ketika nasib Pioli yang dipecat Lazio di 2016 yang justru digantikan oleh Inzaghi. Sejak saat itulah persaingan kedua pelatih beda generasi ini bersemai.

Adu taktik dua pelatih dengan dua formasi yang berbeda kembali disuguhkan. Inzaghi dengan 3-5-2-nya sedangkan Pioli dengan 4-2-3-1-nya. keduanya memiliki kekuatan masing-masing yang menjadi kunci.

Inter kini dikabarkan membawa Lukaku dan Brozovic yang sempat absen di laga melawan Verona. Kesolidan lini tengah dan belakang tetap jadi kunci Inzaghi. Selain itu pergerakan cepat para pemain Milan macam Leao maupun Theo Hernandez yang jadi andalan Pioli, juga tetap harus diwaspadai Inzaghi kalau ingin kekalahan di pertemuan pertama tak terulang lagi.

Dengan skuad komplit kedua tim, susah menebak siapa yang akan unggul. Hal-hal kecil di lapangan sepanjang laga bisa mengubah keadaan. Kalau menurut Football Lovers, siapa nih yang bakal berjaya di tanah Arab, Milan atau Inter?

Sumber Referensi : goal, calciomercato, aisscore, calciomercato, sempreinter, reuters

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru