Real Madrid sampai saat ini masih menjadi salah satu klub terbaik di dunia. Mereka masih terus konsisten persembahkan gelar untuk para penggemar. Satu hal yang sudah sangat melekat dengan nama Real Madrid adalah, mereka begitu terkenal dengan skuad bertabur bintang yang dimiliki. Sudah sejak lama memang klub berjuluk Los Blancos ini mengumpulkan pemain-pemain bintang yang tersebar di seluruh dunia. Mereka selalu berada di garda terdepan, ketika ada nama pemain yang banyak diperbincangkan.
Hal ini jelas berbeda yang apa yang dilakukan oleh sang rival, FC Barcelona. Klub yang kini dibesut Ronald Koeman telah banyak kumpulkan pemain-pemain hebat, yang diambil dari akademi mereka sendiri. Satu yang paling fenomenal tentu nama Lionel Messi.
Namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut mulai beralih ke cara yang berbeda. Kini, di tengah kondisi bumi yang diterjang pandemi, mengharuskan banyak klub, yang berstatus raksasa sekalipun, untuk mengirit pengeluaran. Keuangan klub-klub besar Eropa, termasuk Real Madrid, memang masih banyak yang terganggu.
Meski mengalami masa-masa sulit, hal tersebut justru memberi hikmah tersendiri bagi el Real. Demi menekan pengeluaran, Real Madrid yang dilanda krisis lebih memilih untuk mencari harta karun di akademi mereka. Mereka tidak berniat mencari pemain bintang, dan mengamati satu demi satu, pemain mana yang layak dimasukkan ke tim utama untuk menambal kekurangan.
Setelah dilakukan pemantauan, sampailah pada satu nama, yaitu Sergio Arribas.
Sergio Arribas merupakan perwujudan dari sosok pemain muda dengan sejuta harapan. Meski belum terlalu banyak menyita perhatian, Arribas merupakan pemain muda yang sudah dipanggil Zinedine Zidane ke skuad utama pada tahun 2017 silam. Ketika itu, dia masih berusia 16 tahun. Meski dipanggil ke skuad utama hanya untuk melengkapi jumlah pemain yang harus dipanggil, itu sudah menjadi sebuah tanda, bahwa nama Arribas memang sudah punya potensi sejak dini.
Dalam perjalanannya beberapa tahun lagi untuk menuju tim utama, nama Sergio Arribas semakin jauh berkembang. Dia menjadi salah satu penggawa terbaik di tim muda Madrid, dengan membawa klub tersebut menjuarai kompetisi UEFA Youth League. Perlu diketahui bahwa itu merupakan gelar pertama Real Madrid sepanjang sejarah dalam kompetisi tersebut, setelah berhasil mengalahkan Benfica di partai final.
Tim muda Real Madrid, selama bertahun-tahun, selalu tumbang di fase semifinal. Kini, di bawah asuhan Raul Gonzales, mereka berhasil menjadi yang terbaik di kompetisi muda benua biru.
Bintang Real Madrid dalam kompetisi tersebut, sudah tidak perlu diragukan lagi. Adalah Sergio Arribas, yang menampilkan performa gemilang dalam banyak laga. Seperti pada awal babak penyisihan, Arribas menjadi inspirator dari keberhasil Real Madrid dalam menyingkirkan Juventus. Kemudian, pada pertandingan selanjutnya, dia mengirimkan sebanyak tiga assist dalam kemenangan 3-0 Real Madrid melawan Inter Milan.
Di babak semifinal, dia juga berhasil menjadi pemain penting dalam kemenangan el Real atas Red Bull Salzburg, untuk kemudian menumbangkan Benfica di partai puncak.
Buah dari perjuangannya itu adalah, dia resmi dimasukkan ke tim utama pada musim ini, dimana pertandingan melawan Real Sociedad menjadi penanda debutnya bersama el Real.
Pada September 2020, dia melakukan debut di laga resmi bersama Real Madrid, setelah masuk menggantikan Vinicius Jr pada menit ke 91. Sementara itu, di level yang lebih tinggi, dia turut tampil di laga Liga Champions Eropa, pada Desember 2020. Dia menjadi bagian Real Madrid yang berhasil menumbangkan perlawanan Borussia Monchengladbach dengan skor 2-0.
Sergio Arribas memiliki kemampuan luar biasa, sehingga dia dijuluki sebagai penerus bintang Real Madrid, Isco. Pemain berusia 19 tahun ini diberkati dengan kaki kiri ajaib. Dia dapat beroperasi di lini tengah maupun di posisi yang sedikit lebih melebar.
Musim lalu, seperti yang sudah dijelaskan, dia memiliki peran sempurna di barisan skuad muda Real Madrid. Selain berhasil membawa Real Madrid meraih gelar juara UEFA Youth League, dia juga berhasil menyumbangkan 18 gol dan 13 assist dalam 34 penampilannya.
Pada awal 2021 lalu, dia juga baru saja mendapat sebuah penghormatan, dimana namanya masuk ke dalam daftar 50 pemain muda terbaik yang dirilis oleh UEFA. Dia terpilih sebagai satu diantara pemain berbakat lainnya yang layak mendapat pemantauan dari berbagai pihak.
Secara permainan, dia memang terlihat berbahaya kala berada di kotak penalti lawan. Dia mampu menyisir dengan cepat di sisi lapangan hingga secara tiba-tiba mengirim umpan silang ke rekan setimnya. Dengan kecepatannya, dia juga mampu membuat pemain lawan terperdaya.
“Dia adalah pemain yang sangat tepat. Kalian bisa mengatakan dia sangat terampil. Dia memiliki kemampuan yang mengingatkan kalian pada Isco,”
“Dia bisa tampil lebih dari seorang gelandang, seorang finisher tanpa menjadi penyerang tengah. Dia menunjukkan kemampuan yang menarik. Karena itu, dia banyak mendapat perhatian. Dia sangat intuitif,” kata mantan pelatih Arribas, Dani Poyatos, kepada Fabrica Madrid.
Dengan kegemilangannya di kompetisi UEFA Youth League, serta keberhasilannya dalam menjadi pemain muda yang dipanggil ke skuad utama, banyak yang berharap pada sosok Arribas, tak terkecuali sang pelatih Raul Gonzalez.
“Kami bangga. Ada banyak pemain di seluruh dunia yang datang ke Real Madrid yang kemudian dijual ke semua liga. Kami adalah tim yang paling banyak memenangkan Liga Champions dan sebagai klub kami juga membutuhkan gelar ini,” kata Raul usai memenangi turnamen UEFA Youth League.
Arribas, dalam hal ini, juga menjadi penanda dari generasi emas La Fabrica. Dia memimpin rekan-rekan setimnya, seperti Bruno Iglesias, Miguel Gutierrez, Pablo Roman, Luis Lopez dan Isra Salazar, untuk bisa mendapat kesempatan tampil di tim utama Real Madrid.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=2Lew2fioUwc[/embedyt]
Sumber referensi: libero, football-espana, goal


