Klub Lama Auto Nyesel! Pemain Ini Bersinar Setelah Dibuang Timnya Part. II

spot_img

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, berikut kami sajikan deretan pemain yang malah bersinar setelah dibuang oleh timnya.

Angel Di Maria (Manchester United > Paris Saint Germain)

Angel Di Maria pernah menjadi salah satu pemain termahal yang diboyong Manchester United. Namun, hanya semusim saja bermukim di Old Trafford, pemain asal Argentina itu langsung pergi karena dianggap sebagai pembelian gagal.

Melihat dirinya gagal tunjukkan kualitas di MU, Di Maria menganggap bila manajer Setan Merah saat itu, Louis van Gaal, sebagai penyebab keterpurukannya. Di Maria mengatakan bila musim bersama MU merupakan yang terburuk baginya. Dia merasa kecewa dan sama sekali tidak berkembang. Menurutnya, hal itu terjadi karena ketidakpercayaan dari sang pelatih.

Eks pemain Real Madrid itu mengaku kecewa dengan cara van Gaal memperlakukannya, hingga membuat dirinya sulit berkembang. Malah, pelatih asal Belanda itu juga termasuk ke dalam pihak yang memang berniat melepas Di Maria pergi. Van Gaal menyebut bila ia menyesal karena telah memboyong Di Maria.

Jelas hal itu pun membuat Di Maria pergi dengan perasaan marah. Dia yang langsung ditampung oleh Paris Saint Germain pun berniat untuk kembali ke performa terbaik. Tidak lama kemudian, Di Maria berhasil mengembalikan performa terbaiknya dan kini terus menjadi andalan tim asal Prancis.

Bahkan, dia turut menjadi pemain yang terus meraih gelar dan membawa klub yang berjuluk Les Parisiens tampil di final Liga Champions Eropa musim 2019/20.

Sumber: bleacher report

Ronaldo Luiz Nazário (FC Barcelona > Inter Milan)

Cerita tentang Ronaldo Luiz Nazario de Lima memang tak pernah ada habisnya. Pemain berjuluk il fenomeno ini pernah menggebrak dunia sepakbola di era 90 an hingga 2000 an. Salah satu musim terbaik Ronaldo pernah terjadi di klub asal Spanyol, FC Barcelona. Di Camp Nou, Ronaldo berhasil mencetak sebanyak 47 gol dari 49 penampilan yang dijalani. Dengan gelontoran gol tersebut, Ronaldo juga sukses menyumbangkan trofi Piala Winner serta Copa del Rey.

Sayangnya, kehebatan Ronaldo tak direspon baik oleh manajemen klub Catalan. Dia dilepas ke Inter Milan dengan biaya senilai 17 juta pounds atau setara 339 miliar rupiah.

Sejatinya, Ronaldo tidak pernah memiliki niat untuk meninggalkan FC Barcelona. Dia mengaku bahagia dan ingin terus bertahan di klub asal Spanyol. Namun tiba-tiba, saat dirinya kembali ke Brasil untuk membela timnas Samba, tiba-tiba manajemen el Barca mengatakan bila mereka tidak bisa melanjutkan kerja sama.

Disaat yang bersamaan, Inter Milan sudah menyodorkan tawaran untuknya. Jadi, dengan situasi seperti itu, Ronaldo memilih untuk menandatangani kontrak dengan I Nerazzurri. Dalam hal ini, dia merasa tidak dihargai oleh Barcelona.

Setelah berkarir di Italia, Ronaldo tampil makin menggila. Meski sebagian karirnya hancur karena cedera, Ronaldo tetap dianggap sebagai sosok fenomenal di kompetisi Serie A. Dia mampu mempersembahkan gelar Piala UEFA dan berhasil mencetak 59 gol dari 99 penampilan yang dijalani.

Pasca bergabung dengan Inter, Ronaldo bahkan sempat mampir ke Real Madrid yang merupakan rival utama FC Barcelona, dan sekaligus menyumbang gelar La Liga, serta berstatus sebagai top skor liga pada musim 2003/04.

Sumber: FourFourTwo

Fernando Morientes (Real Madrid > AS Monaco)

Fernando Morientes sempat menyandang status sebagai status sebagai penyerang terbaik di kompetisi Spanyol. Dia memiliki skil luar biasa dan kemampuan mencetak gol tak terbantahkan.

Sepanjang karirnya, Morientes pernah berseragam Los Blancos. Namun apa yang mulanya menjadi mimpi Morientes justru berbalik menjadi mimpi buruk baginya. Dia yang sempat senang dan bangga karena menjadi penyerang Real Madrid langsung disingkirkan, setelah klub mendatangkan penyerang asal Brasil, Ronaldo de Lima.

Morientes kehilangan tempat di tim utama dan membuatnya harus menerima kenyataan, bahwa Los Blancos memiliki rencana untuk melepasnya. Kurangnya waktu bermain membuat el Real terdorong untuk melepas Morientes. Pada akhirnya, AS Monaco menjadi pelabuhan baru baginya tepat di musim 2003/04. Tak dinyana, keputusan tersebut akan menjadi salah satu yang paling disesali oleh Real Madrid.

Betapa tidak, di kompetisi Liga Champions Eropa, Real Madrid harus berhadapan dengan AS Monaco yang begitu mengandalkan bakat Morientes. Di Bernabeu, Monaco memang kalah dengan skor 4-2, namun Morientes berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Di leg kedua yang bertempat di kandang Monaco, secara mengejutkan el Real kalah dengan skor 1-3.

Menyakitkannya lagi, Fernando Morientes kembali mencetak gol dan membantu timnya lolos ke babak selanjutnya.

Di akhir turnamen, Morientes berhasil menyabet gelar top skor dengan raihan 9 gol dan membawa Monaco tampil di partai final Liga Champions Eropa.

Sumber: monaco tribune

Arjen Robben (Real Madrid > Bayern Munchen)

Kisah tentang Arjen Robben semakin menambah daftar pemain yang dibuang oleh Real Madrid. Robben menceritakan bahwa dirinya memang benar-benar ditendang dari Estadio Santiago Bernabeu.

Ketika itu, Real Madrid tengah membangun era galactico jilid dua dengan mendatangkan pemain seperti Ricardo Kaka, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo. Robben ketika itu sudah merasa akan dibuang, namun dia masih ingin membuktikan kualitas di pertandingan pra musim. Sayangnya, permintaan itu tidak diindahkan oleh pelatih, hingga membuatnya benar-benar ingin pergi.

FC Bayern saat itu memberinya tawaran. Akan tetapi Robben tidak langsung menerima karena dia menganggap bila klub asal Jerman tersebut tidak termasuk ke dalam salah satu klub elit Eropa ketika itu. Bayern sudah tidak masuk ke fase semifinal Liga Champions Eropa selama delapan tahun lamanya, dan hal tersebut membuatnya bimbang.

Akan tetapi, rasa kecewa yang diperoleh dari Real Madrid terus memaksanya untuk mengambil keputusan dengan pindah ke Jerman. Robben pun menerima tawaran Bayern dan memutuskan untuk membuktikan kualitasnya disana.

Benar saja, belum lama bergabung, Robben berhasil membawa Bayern lolos ke partai final Liga Champions Eropa tahun 2010. Bahkan, dia lalu sukses membawa The Bavaria jadi jawara Eropa setelah sukses menjungkalkan perlawanan tim senegaranya, Borussia Dortmund tahun 2013.

Robben sukses besar di Bayern. Dia berhasil membuktikan kualitasnya di Jerman, bahkan Eropa. Meski datang sebagai pemain buangan el Real, pemain asal Belanda itu mampu menjadikan Bayern sebagai salah satu klub terbaik Eropa, yang mana status tersebut mampu bertahan sampai sekarang.

Sumber: Marca

Lucio (Bayern Munchen > Inter Milan)

Lucio telah berhasil mengukuhkan diri sebagai bek terbaik di kompetisi Jerman. Saat berseragam Bayer Leverkusen, dia menjadi salah satu pemain terbaik di Bundesliga. Lalu setelah direkrut FC Bayern, pemain asal Brasil ini semakin tumbuh menjadi bek tengah paling ditakuti.

Dengan tubuh tinggi besar, Lucio menjadi idaman klub besar ketika itu. Namun tepat di tahun 2009, ia menjalani masa yang tak diinginkan. Louis van Gaal yang menjadi pelatih Bayern menganggap bila Lucio sudah tidak bisa lagi diandalkan. Van Gaal menyebut bila Lucio sudah terlalu tua untuk dipertahankan, dan saat itulah waktu yang tepat untuk melepasnya pergi.

Sang pemain jelas kecewa, namun demi kelangsungan karir dia harus tetap berdiri tegak. Akhirnya, Inter Milan menjadi klub yang mau menampung Lucio di usia 31 tahun. Dengan perasaan kecewa, Lucio bertekad membuktikan kualitas di Italia.

Ternyata, capaiannya melebihi yang ia kira. Selain mampu menjadi tim terbaik di Italia, Lucio juga berhasil membawa Inter berjaya di Eropa. Lebih manisnya lagi, Lucio sukses mengantar Inter jadi juara Eropa setelah di partai final menghajar mantan klub yang telah membuangnya, FC Bayern. Lucio berhasil menjaga gawang Inter tetap bersih di partai puncak, dan sekaligus mampu tampil di level tertinggi sampai setidaknya tahun 2013.

Sumber: sportskeeda

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=TX_hqta-hzU[/embedyt]

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru